BERITA TERBARU

Dispar Kukar Tingkatkan Standar Pemandu Wisata dengan Sertifikasi Nasional

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah strategis untuk meningkatkan standar layanan pariwisata, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) menggagas program sertifikasi bagi pemandu wisata.

Program ini dirancang untuk memastikan bahwa pemandu wisata di wilayah tersebut memiliki keahlian yang terstandarisasi dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, menekankan pentingnya program ini, “Proses pendataan sedang dilakukan untuk mengetahui pemandu wisata dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mana yang memenuhi syarat untuk mengikuti sertifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional,” ujar Ridha pada hari Jumat (3/5/2024).

Ridha menjelaskan bahwa inisiatif ini bukanlah yang pertama, mengingat tahun sebelumnya telah diadakan pelatihan serupa.

“Tahun ini, kami akan melangkah lebih jauh dengan memberikan sertifikasi kepada mereka yang telah kami latih,” tambahnya, menandaskan bahwa proses sertifikasi akan melibatkan ujian komprehensif.

Dengan 56 Pokdarwis yang terdaftar, Dispar Kukar berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif, meskipun tidak semua kelompok aktif berpartisipasi.

“Kami akan memberikan pendampingan bagi Pokdarwis yang terlibat dalam program sertifikasi,” lanjut Ridha.

Komitmen ini mencerminkan visi Dispar Kukar untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Dengan harapan, peningkatan kualitas layanan ini akan memperkaya pengalaman wisatawan dan mendukung pertumbuhan pariwisata di Kutai Kartanegara. (ADV)

Inovasi Kuliner Kukar: Upaya Dispar Kukar Menciptakan Oleh-Oleh Khas yang Tahan Lama

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya memperkenalkan keunikan daerah, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berupaya mencari alternatif pengemasan untuk kuliner khas Kutai.

Hal ini bertujuan agar makanan tersebut dapat dijadikan oleh-oleh yang tahan lama dan dikenali lebih luas oleh wisatawan.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Triyatma, mengungkapkan bahwa saat ini Kukar masih mencari identitas kuliner yang dapat dijadikan ciri khas daerah.

“Kita memiliki nasi bekepor atau gence ruan yang unik, namun masih terkendala dalam pengemasan untuk menjaga ketahanannya,” kata Triyatma Jumat(3/5/2025)

Triyatma menambahkan, “Kami terinspirasi oleh kota Yogyakarta yang berhasil mengemas gudegnya dalam kaleng atau kendi, sehingga bisa bertahan lama dan menjadi oleh-oleh populer. Kami berharap dapat menemukan formulasi serupa untuk kuliner Kutai.”

Dispar Kukar berkomitmen untuk terus mencari inovasi pengemasan yang efektif, sehingga makanan khas Kutai tidak hanya dikenal sebagai makanan kering umum seperti amplang, tetapi juga sebagai oleh-oleh yang memiliki ciri khas dan daya tahan yang lebih lama.

Triyatma menutup dengan harapan, “Kami ingin wisatawan tidak hanya mengenal Kutai dari objek wisatanya, tetapi juga membawa pulang kenangan berupa kuliner khas yang lezat dan tahan lama.” sambungnya. (ADV)

Optimisme Dispar Kukar: Peningkatan BPU Baru Dorong Kenaikan Kunjungan Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Geliat ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tampak semakin menggelora pasca-pandemi, khususnya di sektor pariwisata.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyambut baik peningkatan jumlah Badan Pengelola Usaha Baru (BPU) yang bergerak di bidang pariwisata, yang tidak hanya berbasis pemberdayaan masyarakat tetapi juga melibatkan partisipasi swasta.

Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengungkapkan keyakinannya bahwa ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Potensi industri pariwisata di Kukar semakin berkembang, terutama dengan munculnya BPU baru yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan swasta. Ini terbukti dengan meningkatnya BPU baru yang tumbuh dan berkembang pasca pandemi,” tutur Antoni belum lama ini Jumat (3/5/2024)

Dalam upaya mengoptimalkan potensi yang ada, Dispar Kukar berencana mengadakan kembali serangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, khususnya bagi para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Antoni optimis, dengan pengolahan dan pembinaan yang tepat terhadap BPU baru, akan secara otomatis meningkatkan kunjungan dan memacu roda perekonomian di Kukar.

“Contohnya, Bukit Mahoni, salah satu BPU baru. Jika dikelola dengan baik, ini dapat meningkatkan kunjungan ke Kukar. Kami berharap kehadiran mereka dapat membantu memajukan perekonomian Kukar,” pungkasnya dengan penuh harapan. (ADV)

Tujuh Pokdarwis di Kutai Kartanegara Terima Bantuan Infrastruktur Pariwisata dari Dispar

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah maju untuk pengembangan pariwisata desa, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara telah menginisiasi pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada tujuh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata desa, sekaligus menunjang kenyamanan para pengunjung.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda Dispar Kukar, Airin Susanti, menyatakan bahwa kelompok yang akan mendapat manfaat dari program ini meliputi Pokdarwis Sangkulima, Duta Pemedas, Jahetan Layar Kutai Lama, Kumbara, Bukit Mahoni, Pesona Pangempang, dan Suka Alam.

“Bantuan infrastruktur pariwisata ini merupakan wujud dukungan konkret pemerintah daerah terhadap Pokdarwis, guna memaksimalkan potensi wisata desa,” ujar Airin pada hari Selasa (3/5/2024).

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan yang diusulkan oleh masing-masing Pokdarwis, mencakup berbagai fasilitas seperti banana boat, peralatan diving, sepeda, hingga glamping.

“Kami menilai usulan berdasarkan kebutuhan nyata mereka, agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran,” tambahnya.

Tujuan utama dari bantuan ini adalah untuk menarik lebih banyak pengunjung ke destinasi wisata, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal.

“Bantuan ini juga merupakan aset yang penting dan harus dijaga dengan baik,” tegas Airin.

Dengan harapan yang tinggi, Airin mengungkapkan bahwa bantuan ini tidak hanya bermanfaat bagi pengelola Pokdarwis tetapi juga bagi pengunjung, dengan meningkatkan kenyamanan dan pengalaman mereka selama berwisata. (ADV)

Desa Kertabuana Tiru Penglipuran Bali, Bangun Taman Budaya untuk Daya Tarik Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menggaet kunjungan wisatawan, Desa Kertabuana di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, berinisiatif untuk membangun taman wisata. Inspirasi datang dari Desa Penglipuran di Bali, yang dikenal dengan pengelolaan pariwisata lokalnya yang sukses.

I Dewa Ketut Basuki, Kepala Desa Kerta Buana, mengungkapkan ambisi desanya untuk mengadopsi model serupa guna melestarikan kebudayaan lokal.

“Kami terinspirasi oleh kesuksesan Desa Penglipura di Bali dalam mengembangkan pariwisata lokal. Kami memiliki keinginan yang kuat untuk mengikuti jejak mereka,” ucap Ketut pada Kamis (3/5/2024).

Ketut menekankan bahwa pemberdayaan komunitas adalah kunci untuk mewujudkan visi ini. Desa Kerta Buana berkomitmen untuk melakukan pendekatan intensif dan menyeluruh terhadap warganya, dengan harapan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Pendekatan Ketua RT dengan masyarakat telah mendapatkan respon yang baik. Kami percaya bahwa melalui kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh warga, kita dapat mencapai impian bersama ini,” tambah Ketut.

Sebagai langkah awal, pemerintah desa akan memulai dengan pembangunan taman seluas 300 meter persegi yang akan dilengkapi dengan fasilitas hiburan dan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya.

“Rencananya, wilayah ini akan dijadikan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, sebagaimana telah berhasil diimplementasikan di Desa Penglipura,” pungkas Ketut.(ADV)

Strategi Promosi Budaya dan Pariwisata Kukar: Kolaborasi dengan YouTuber dan Dialog Interaktif Pelajar

TENGGARONG – Dalam rangka mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah maju dengan serangkaian inisiatif strategis.

Triyatma, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, mengungkapkan bahwa telah diterapkan strategi promosi yang inovatif, termasuk pemanfaatan media sosial, kolaborasi dengan para YouTuber terkemuka, media online, serta penyelenggaraan pameran di berbagai lokasi.

“Kami berkolaborasi dengan mahasiswa dari Yogyakarta dan mengadakan dialog wisata yang ditujukan untuk pelajar SMA/SMK,” kata Triyatma pada Jumat (3/5/2024).

Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai keberagaman budaya dan potensi pariwisata di Kukar.

“Kami berharap dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan serta memperkenalkan pariwisata dan kebudayaan lokal,” tambahnya.

Sebelumnya, dialog wisata telah sukses dilaksanakan di Kecamatan Sanga-Sanga, melibatkan siswa dari SMA 1, SMK 1, dan SMU 1. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan akan diteruskan ke berbagai wilayah di Tenggarong. Ini adalah bagian dari inisiatif yang telah berjalan selama tiga tahun oleh Dispar Kukar.

“Kami berharap dapat membangun kesadaran di kalangan generasi muda tentang pentingnya menjaga dan mempromosikan kekayaan pariwisata dan budaya lokal,” tutup Triyatma. (ADV)