Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Semangat Pelatihan Anggota Satpol-PP Kukar

Tenggarong – Upaya Satpol-PP Kutai Kartanegara dalam meningkatkan kapasitas anggotanya menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol-PP Kukar, Awang Febri Sofyar mengungkapkan bahwa program pelatihan yang direncanakan sering kali terkendala oleh aturan yang membatasi penganggaran.

Menurut Awang, Kepmendagri Nomor 90 Tahun 2019 dan Kepmendagri Nomor 050 Tahun 2020 menghapus program pengembangan SDA dari struktur resmi Satpol-PP. Hal ini membuat pihaknya sulit mengalokasikan dana untuk pelatihan.

“Bidang SDA di Satpol-PP sebenarnya sudah tidak ada di dalam program resmi. Tapi di Peraturan Bupati Kukar, bidang ini masih ada, sehingga kami harus mencari solusi,” ungkapnya.

Meski begitu, Satpol-PP tetap mengirimkan anggotanya untuk melakukan pelatihan secara bertahap.

Awang menyebutkan, pelatihan seperti penanganan huru-hara dan pelatihan PPNS sangat penting untuk menunjang tugas di lapangan.

“Kami tetap upayakan, meski harus bertahap. Ini penting untuk memastikan anggota kami bertindak sesuai prosedur dan tidak sembarangan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan lanjutan bagi anggota PPNS, terutama dalam aspek pemberkasan dan penyelidikan.

“Setelah mereka mengikuti pelatihan PPNS dasar, mereka perlu meningkatkan kapasitasnya. Misalnya, pemberkasan dan penyidikan itu perlu upgrade skill melalui pelatihan berkelanjutan,” jelas Awang.

Awang berharap pemerintah daerah dapat lebih fleksibel dalam mendukung kebutuhan pengembangan SDA Satpol-PP.

“Kami ingin semua anggota memiliki kompetensi yang memadai agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang melayani masyarakat dengan optimal,” tutupnya. (adv/ak)

Satpol-PP Kukar Kirim Sembilan Anggota Ikuti Pelatihan di Jakarta

Tenggarong – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kutai Kartanegara telah mengirimkan sembilan anggotanya untuk mengikuti berbagai pelatihan di Jakarta.

Pelatihan ini meliputi pelatihan dasar (Latsar), pengawas, pelaksana, dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol-PP Kukar, Awang Febri Sofyar, menjelaskan pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki.

“Kami mengirim dua orang untuk Latsar, tujuh orang untuk pelatihan pengawas dan pelaksana. Jadi, total ada sembilan orang yang kami kirim tahun ini,” ujarnya, Jumat (22/11/24).

Pelatihan tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 71 Tahun 2020, yang mewajibkan Satpol-PP untuk memiliki tingkat kompetensi tertentu sesuai jabatan.

Tingkat pelaksana dan pengawas memerlukan waktu pelatihan enam hari, administrasi lima hari, dan jabatan tinggi seperti kepala satuan empat hari.

“Semua itu wajib diikuti karena ini terkait dengan tupoksi mereka. Tanpa pelatihan, anggota kami tidak akan bisa bertugas secara fungsional,” tambahnya.

Menurut Awang, penegakan Perda juga membutuhkan penguasaan ilmu dan keterampilan yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa anggota kami paham aturan dan bertindak profesional. Ini penting untuk mengubah stigma negatif masyarakat terhadap Satpol-PP,” katanya.

Awang berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggota Satpol-PP.

“Kami ingin Satpol-PP tidak hanya dikenal sebagai penegak aturan, tetapi juga pelindung masyarakat yang humanis dan berintegritas,” pungkasnya. (adv/ak)

Pansus Pokir DPRD Kaltim Gelar Rapat Bahas Kerangka Acuan Kerja 2026

Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kalimantan Timur mengadakan rapat internal di Ruang Edelwies Hotel Astara, Balikpapan, Rabu (20/11/2024).

Rapat ini bertujuan untuk membahas kerangka acuan kerja Pansus Pokir untuk tahun 2026.

Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus Pokir, Baharuddin Demmu, yang didampingi oleh Wakil Ketua Muhammad Samsun dan sejumlah anggota Pansus Pokir, antara lain Selamat Ari Wibowo, Baba, Apansyah, Damayanti, Firnadi Ikhsan, Salehuddin, Agus Aras, dan Sapto Setyo Pramono.

Selain itu, hadir pula Sekretaris DPRD Kaltim, Norhayati Usman, serta Tim Ahli Pansus, yaitu Eko Priyo Utomo, Surahman, Kahar A. Bahri, dan Adam Muhammad.

Baharuddin Demmu menjelaskan bahwa rapat ini merupakan yang pertama bagi Pansus Pokir dalam rangka penyusunan acuan kerja, jadwal kegiatan, serta usulan Pokir.

“Mudah-mudahan bisa selesai akhir bulan satu atau sebelum lah, karena ditunggu juga oleh pemerintah,” ujar Baharuddin yang juga anggota DPRD dari PAN.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah, melalui Sekretaris Daerah (Sekda), telah mengeluarkan peringatan kepada DPRD agar semua usulan harus dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Tidak boleh lagi ada usulan yang tidak masuk dalam SIPD,” jelasnya.

Baharuddin juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merencanakan jadwal dan tahapan-tahapan dalam diskusi dengan pemerintah.

“Dan kepada Tim Ahli, kita bikin surat, nanti kepada individu, kepada fraksi mengenai kalau ada usulan-usulan yang nanti direkap sehingga itu juga dibawa dalam rapat-rapat,” pungkasnya. (adv)

Satpol-PP Kukar Pastikan Keamanan dan Ketertiban Selama Car Free Day Berlangsung

Tenggarong – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan akan terus menjaga keamanan dan ketertiban dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu pagi.

CFD adalah program yang menghadirkan kawasan bebas kendaraan bermotor untuk memberi ruang bagi masyarakat berolahraga, bersosialisasi, dan berekreasi dengan nyaman.

Car Free Day di Kukar tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga mendukung pengurangan polusi udara serta menciptakan ruang interaksi sosial bagi masyarakat serta terdapat berbagai jajanan untuk mensuport UMKM lokal.

Di Kukar, khususnya Tenggarong, kegiatan CFD ini berlangsung dari pukul 06.00 Wita hingga 10.00 Wita, mencakup jalur Taman Titik Nol, Jalan Tepian Pandan (Pasar Seni), dan Jalan Mayjen Sutoyo (Masjid Jami Hasanuddin).

Satpol-PP sendiri berkomitmen untuk terus mendampingi kegiatan ini demi kenyamanan bersama.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Ketertiban Umum Satpol-PP Kukar, Endang Purwanto, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung kelancaran acara ini.

“Setiap Minggu pagi, kami sudah bersiaga untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh pengunjung,” ujar Endang pada Kamis (21/11/2024).

Anggota Satpol-PP bertugas memastikan tidak ada kendaraan bermotor yang melintas di jalur CFD, demi menjaga suasana aman dan bebas gangguan.

Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengatur lalu lintas di sekitar area CFD dan membantu pengelolaan area parkir pengunjung.

“Kami pastikan tidak ada kendaraan yang melintas di jalur CFD agar pengunjung dapat beraktivitas dengan aman,” tegas Endang.

Ia juga mengimbau masyarakat yang hadir untuk menjaga kebersihan dan ketertiban agar kegiatan ini dapat terus berlangsung dengan baik.

“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban agar CFD tetap menjadi ruang nyaman bagi semua,” tambahnya. (adv/ak)

Petani Milenial di Samboja Barat Andalkan Hidroponik untuk Pertanian Modern

Tenggarong – Kelompok petani milenial di Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, menciptakan gebrakan baru di sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi hidroponik.

Inovasi ini menjadi fokus pengembangan di Kelurahan Bukit Merdeka, sebagai jawaban atas tantangan keterbatasan lahan produktif.

Hidroponik sendiri merupakan metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air yang diperkaya dengan nutrisi.

Sistem ini memungkinkan kontrol penuh terhadap kebutuhan tanaman, sehingga hasil panen menjadi lebih maksimal dan berkualitas.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, mengapresiasi semangat kelompok petani milenial ini yang terus berinovasi dalam bidang pertanian.

“Mereka sangat antusias mengadopsi teknologi hidroponik, yang memungkinkan budidaya tanaman di lahan terbatas,” ungkap Burhanuddin, Kamis (21/11/2024).

Ia menjelaskan metode hidroponik tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap keterbatasan lahan, tetapi juga menciptakan lingkungan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Dengan media tanam steril dan kebutuhan nutrisi yang terkontrol, produktivitas menjadi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Lebih lanjut, Burhanuddin menyebut kelompok ini mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terjun ke sektor pertanian.

“Petani milenial ini membuktikan bahwa dengan inovasi dan teknologi, pertanian bisa menjadi peluang besar yang berdampak pada ekonomi lokal dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Samboja Barat berkomitmen untuk terus mendukung kelompok ini.

Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya mengembangkan sektor pertanian di Samboja Barat tetapi juga menjadi model untuk daerah lain di Kutai Kartanegara dalam menjawab tantangan pertanian masa depan

“Petani milenial adalah masa depan kita, dengan teknologi seperti hidroponik, mereka membawa sektor pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/ak)

Satpol-PP Kukar Bersiap Amankan Pilkada 2024 Selama 16 Hari di Tiga Lokasi

Tenggarong – Untuk memastikan kelancaran dan keamanan penyelenggaraan Pilkada 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kukar telah mengerahkan 100 personel guna melaksanakan pengamanan di tiga lokasi utama.

Pengamanan ini berlangsung selama 16 hari, dimulai pada 20 November 2024 hingga 5 Desember 2024.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas Satpol-PP Kukar, Murdhani, ia menjelaskan pengamanan ini melibatkan tiga lokasi strategis, yaitu Kantor Bawaslu Kukar, Kantor KPU Kukar, dan Kantor Satpol-PP Kukar sebagai pusat patroli mobile.

“Tugas kami adalah menjaga situasi tetap aman dan tertib selama tahapan krusial Pilkada, baik di area statis maupun melalui patroli keliling,” kata Murdhani, Rabu (20/11/24).

Personel yang bertugas terdiri dari anggota Banpol PP dan perwira Satpol-PP yang terlatih.

Personel tersebut diorganisasi oleh bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas), yang merupakan unit utama dalam pengamanan ini.

Menurut Murdhani, fokus pengamanan adalah mencegah gangguan yang dapat menghambat proses pengawasan dan pelaksanaan Pilkada.

Murdhani juga menekankan pentingnya sinergi dengan instansi terkait seperti Bawaslu, KPU, dan aparat keamanan lainnya.

“Pengamanan Pilkada ini bukan hanya tugas Satpol-PP, tetapi tanggung jawab bersama untuk menciptakan stabilitas daerah,” tambahnya.

Ia menutup dengan harapan bahwa tahapan Pilkada di Kukar dapat berjalan lancar dan damai.

“Kami berkomitmen memberikan yang terbaik untuk mendukung suksesnya Pilkada 2024,” pungkasnya. (adv/ak)