BERITA TERBARU

Inovasi Dispar Kukar: Aplikasi SAKTI Siap Revolusi Informasi Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah progresif menuju digitalisasi informasi pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengumumkan rencana pembuatan aplikasi SAKTI (Sistem Administrasi Kepariwisataan Terpadu Kukar).

Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah penyebaran informasi wisata dan menarik lebih banyak wisatawan ke Kukar.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, mengungkapkan bahwa aplikasi ini merupakan hasil dari serangkaian rapat pemantapan dan konsultasi dengan para ahli.

“Kemarin kami mencoba lakukan rapat pembahasan terkait aplikasi SAKTI,” ujar Sugiarto, Selasa (4/6/2024).

Aplikasi yang akan dihadirkan Dispar Kukar ini diharapkan mudah diakses oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

“Jadi dengan aplikasi itu kita mencoba membuat aplikasi yang kaitannya dengan wisata di Kukar. Dan aplikasi itu dapat di akses oleh masyarakat sehingga memudahkan masyarakat mendapat informasi terkait pariwisata Kukar,” jelas Sugiarto.

Dengan aplikasi ini, Sugiarto berambisi untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif dan Pokdarwis di setiap kecamatan. Ia juga menekankan pentingnya aplikasi ini dalam memudahkan pemantauan pariwisata oleh Dispar Kukar.

“Ini semua nanti akan menjadi suatu dasar Dispar untuk menentukan kebijakan, pelatihan, dan kegiatan. Sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat berkaitan pembinaan dan pengembangan dapat terpenuhi,” imbuhnya.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi pembenahan sistem informasi pariwisata, yang selama ini belum terintegrasi sepenuhnya. “Karena itu nanti kita susun dengan aplikasi SAKTI ini. Kita upayakan jadi satu data, satu pintu dan semua pihak bisa mengakses,” tutup Sugiarto. (ADV)

Dispar Kukar Siapkan Sertifikasi Outbound untuk Tingkatkan Kualitas Pemandu Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengumumkan rencana pelaksanaan pelatihan sertifikasi outbound bagi pemandu wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya keterampilan dan keahlian pemandu, sehingga dapat meningkatkan pengalaman wisata yang memuaskan bagi para pengunjung.

“Pelatihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah para pemandu,” kata Ridha, Selasa (4/6/2024).

“Dengan demikian, mereka dapat menyajikan pengalaman yang lebih interaktif dan meninggalkan kesan positif yang kuat pada wisatawan, sekaligus memperkuat reputasi Kukar sebagai destinasi wisata yang ramah dan profesional,”ujar Ridha.

“Kami berencana untuk menyelenggarakan pelatihan sertifikasi khusus untuk anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Dengan sertifikasi ini, mereka akan dapat merancang paket outbound yang menarik bagi kelompok atau rombongan wisatawan,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan daya tarik destinasi wisata dengan menciptakan permainan dan wahana yang unik, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan pariwisata di Kukar melalui inovasi dan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan.

“Kami menargetkan pelatihan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dengan kuota peserta sebanyak 30 orang,” ungkap Ridha. “Pelatihan ini akan melibatkan proses seleksi yang ketat, termasuk verifikasi biodata dan wawancara oleh lembaga sertifikasi.”

Ridha berharap para peserta akan serius mengikuti pelatihan ini, mengingat pentingnya sertifikasi untuk pengembangan pariwisata.

“Kami tidak dapat melakukan intervensi dalam proses seleksi karena berkaitan dengan kredibilitas sertifikasi,” tegasnya.

Pelatihan sertifikasi outbound ini merupakan yang pertama kali akan diselenggarakan oleh Dispar Kukar, yang berencana bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Jana Dharma Jogja.

“Sertifikasi ini sangat penting, karena memungkinkan wisatawan tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi juga berpartisipasi dalam aktivitas outbound dan menikmati wahana yang tersedia,” tutupnya. (ADV)

Enam Desa di Kukar Bersaing di Nominasi ADWI 2024, Upaya Dispar dalam Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah cepat menyusul nominasi mereka untuk Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) telah memberikan pendampingan khusus kepada enam desa terpilih.

Desa-desa ini, yang masing-masing diwakili oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mereka, adalah Desa Wisata Bhuana Jaya, Desa Sangkuliman, Desa Wisata Pantai Ambalat, Desa Wisata Danau Semayang, Desa Wisata Putak, dan Desa Wisata Pokdarwis Dewi Arum.

M Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi dalam proses pendaftaran ADWI.

“Kami memahami bahwa proses pendaftaran ini memerlukan kerjasama dan koordinasi yang baik, sehingga kami melibatkan berbagai pelaku pariwisata, termasuk POKDARWIS, untuk memastikan semua data dan informasi yang diperlukan dapat diisi dengan lengkap dan akurat, sehingga tidak ada kesulitan,” ungkapnya pada Selasa (4/6/2024).

Keenam desa ini dipilih berdasarkan potensi wisata unik dan ciri khas mereka yang berbeda-beda, yang semuanya berakar pada kekayaan alam Kutai Kartanegara.

“Setiap desa memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, baik dari segi budaya, sejarah, maupun keindahan alamnya. Potensi wisata alam yang melimpah di Kukar juga menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat desa-desa ini menonjol. Semoga keenam desa yang akan mewakili Kaltim ini dapat masuk ke tahap selanjutnya,” tutup Fatrianta. (ADV)

Festival Nutuk Baham: Warisan Budaya Kukar yang Mendunia

KUTAI KARTANEGARA – Dalam semaraknya upaya pelestarian budaya, Festival Nutuk Baham yang digelar di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, mendapat sorotan hangat.

Kerjasama antara Desa dan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) ini, berhasil memikat hati Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar.

Menurut Dispar Kukar, festival ini tidak hanya menghidupkan kembali tradisi, namun juga memperkaya daya tarik wisata daerah.

Kegiatan yang meriah ini menampilkan ragam budaya dan tradisi lokal, menarik perhatian wisatawan serta masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar hiburan, festival ini menjadi medium pendidikan tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

Dukungan Dispar Kukar mencerminkan dedikasi pemerintah dalam memajukan pariwisata berbasis kebudayaan.

“Kami mengapresiasi festival ini, yang dengan kearifan lokalnya, berhasil mempertahankan budaya yang telah lama ada di masyarakat kami,” ujar Sugiarto, Plt Kadispar Kukar, Selasa (4/6/2024).

Festival Nutuk Baham, yang merayakan panen muda, melibatkan warga dalam kebersamaan dan gotong royong. Dari pembuatan tikar pandan hutan hingga pembuatan kue ketan tradisional, kegiatan ini mengajak semua hadirin untuk berpartisipasi.

Kue ketan, yang dibuat dengan menumbuk di alu dan lesung, kemudian didoakan sebelum dinikmati bersama, menjadi simbol kebersamaan yang mendalam.

Festival ini tidak hanya mengukuhkan adat istiadat, namun juga berambisi meningkatkan ekonomi lokal. “Harapan kami, festival ini tidak hanya melestarikan adat, tapi juga memperkuat ekonomi masyarakat, dengan melibatkan pelaku UMKM,” tutup Sugiarto. (ADV)

Festival Islami Kukar: Pesta Budaya dan Keimanan, Berlanjut ke Kecamatan Berikutnya

KUTAI KARTANEGARA – Semarak Keimanan di Tenggarong: Festival Islami Kukar Beraksi. Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) telah melaksanakan Festival Islami yang berlangsung di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong.

Acara yang dibuka oleh wakil Bupati Kukar, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat, ini telah dilaksanakan 18 Mei.

Dengan rangkaian acara yang mencakup lomba mewarnai, Lomba Habsyi, Adzan, Fashion Show Muslim dan Muslimah, serta bazar UMKM, festival ini menjadi ajang berkumpulnya bakat dan kreativitas umat Islam. Tak ketinggalan, kehadiran penceramah terkenal Habib Alwi Assegaf dan Haddad Alwi Feat Senandung menambah kemeriahan.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, menekankan bahwa festival ini adalah wadah pengembangan potensi generasi muda dalam bidang keislaman. “Ini adalah kesempatan bagi adik-adik kita untuk mengekspresikan cinta pada budaya Islami,” ujar Sugiarto, Selasa (4/6/2024).

Festival ini juga merupakan bagian dari serangkaian program pemerintah daerah seperti Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F), Gerakan Etam Mengaji Idaman (GEMA IDAMAN), dan Kukar Kreatif Idaman.

“Harapan kami, festival ini dapat berjalan maksimal dan lancar, dan akan kami lanjutkan di kecamatan lain sebagai bagian dari upaya memupuk budaya lokal,” tambah Sugiarto.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang terlibat.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan, bukan hanya sekali ini saja,” harapnya.

“Dengan kegiatan ini mudah-mudahan nanti bisa berjalan maksimal dan lancar. Insya Allah kami akan lanjutkan kegiatan serupa di Kecamatan lain. Jadi kita mengembangkan festival ini, untuk memupuk budaya lokal. Bagaimana adik-adik mencintai festival islami ini, supaya yang kita inginkan bisa terwujud,” ungkap Sugiarto.

“Semoga kegiatan Festival Islami semacam ini dapat berlanjut dan berkesinambungan secara terus menerus, bukan hanya dijadikan ajang yang pertama dan terakhir,” tutup Akhmad Taufik Hidayat. (ADV)

Kapolsek Muara Jawa Resmi Buka Kejuaraan Badminton Bhayangkara ke-78, Diikuti 64 Peserta

Tenggarong – Kapolsek Muara Jawa Iptu Dedik I Prasetyo secara resmi membuka pertandingan kejuaraan badminton bhayangkara presisi di lapangan Aldi Sport Muara Jawa pada Senin (3/6/2024) malam.

Kejuaraan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari bhayangkara ke-78. Sebanyak 64 peserta yang berasal dari Muara Jawa turut meramaikan agenda tersebut.

Iptu Dedik I Prasetyo mengatakan, digelarnya kejuaraan tersebut bertujuan untuk mencari talenta-talenta baru di bidang olahraga.

Kata dia, juga sebagai upaya melestarikan olahraga yang kerap digemari oleh masyarakat ini.

“Kami mencoba melestarikan dan memasyarakatkan agar muncul bibit-bibit baru dari Muara Jawa,” ucapnya.

Iptu Dedik menyebut, tak hanya kejuaraan badminton yang pihaknya selenggarakan dalam peringatan hari bhayangkara kali ini. Namun pihaknya juga menggelar, kejuaraan tenis meja, catur, dan pickle ball.

“Yang mana olahraga baru ini (pickle ball) juga sudah ngetren di luar negeri,” ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar, sehingga dapat menumbuhkan minat dan bakat masyarakat Muara Jawa terhadap olahraga tersebut.

“Kita terus mensupport kegiatan-kegiatan seperti ini. Agar masyarakat menjadi produktif dan melahirkan atlet-atlet muda,” pungkasnya. (ko)