Firnadi Ikhsan Dukung Aerosport Jadi Wadah Prestasi Generasi Muda Kukar

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan mendukung pengembangan olahraga aerosport sebagai wadah prestasi bagi generasi muda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dukungan tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan reses yang digabung dengan latihan bersama komunitas aerosport di lapangan sepak bola Desa Loa Raya, Tenggarong Seberang, Selasa (28/1/2026).

Ia mengatakan, masa reses dimanfaatkannya untuk turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, khususnya komunitas olahraga.

“Hari ini saya melaksanakan reses sekaligus bergabung dengan komunitas yang bergiat di bidang olahraga aerosport, karena ini punya potensi besar untuk dikembangkan di Kukar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, latihan bersama ini juga diarahkan untuk mendukung target prestasi daerah ke depan, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi 2026.

“Tujuan kita tentu ingin bersama-sama para atlet mempersiapkan diri dan mengaitkan latihan ini dengan target prestasi, termasuk menghadapi Porprov 2026,” kata dia.

Menurutnya, dari cabang aerosport, Kukar ditargetkan mampu menyumbangkan hingga 10 medali emas apabila pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai, lokasi lapangan sepak bola Desa Loa Raya sangat mendukung kegiatan latihan, karena memiliki ruang terbuka yang memadai dan aman untuk aktivitas terbang.

“Tempat ini menurut kawan-kawan merupakan spot yang baik dan aman untuk melaksanakan latihan aerosport,” ungkapnya.

Firnadi juga mengajak masyarakat serta para pelajar untuk ikut menyaksikan dan mengenal olahraga aerosport secara langsung.

Ia berharap, keterlibatan tersebut dapat memunculkan minat generasi muda untuk mengembangkan potensi diri melalui cabang olahraga yang menantang dan berbasis teknologi.

“Kami ingin adik-adik pelajar dan generasi muda melihat langsung, lalu tertarik dan mau mengembangkan potensi mereka melalui olahraga ini,” ucapnya.

Ia mengakui, saat ini jumlah atlet aerosport di Kukar masih terbatas sehingga perlu sosialisasi dan regenerasi secara terus-menerus.

“Olahraga ini membutuhkan skill dan pengetahuan, sehingga sangat cocok untuk membentuk karakter positif generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap aerosport bisa terus eksis dan berkembang dalam jangka panjang.

“Harapan kita ke depan, aerosport bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda yang positif, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)

Deputi Gubernur BI RI Sambangi Kedaton Kutai Tegaskan Arah Sinergi

Tenggarong – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Republik Indonesia (RI), Filianingsih Hendarta, menyambangi Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk menegaskan arah sinergi antara Bank Indonesia dan institusi adat dan budaya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Senin (26/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi Bank Indonesia dengan Kesultanan Kutai yang bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kerja sama strategis di daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai budaya.

Rombongan Deputi Gubernur BI RI disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke- XXI, Aji Muhammad Arifi, didampingi Bunda Ratu serta jajaran kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di lingkungan Kedaton.

Filianingsih menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kesultanan Kutai.

Ia memandang Kesultanan sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang hingga kini tetap konsisten menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan identitas budaya.

“Kesultanan Kutai merupakan bagian penting dari sejarah bangsa. Nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan keseimbangan yang diwariskan lintas generasi sejalan dengan semangat Bank Indonesia dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Filianingsih juga menegaskan komitmen BI untuk terus memperkuat sinergi dengan Kesultanan Kutai, terutama dalam mendukung pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kerakyatan, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan masyarakat.

“Melalui silaturahmi ini, kami berharap sinergi antara Bank Indonesia dan Kesultanan Kutai Kartanegara, termasuk dengan jajaran prioritas daerah, dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur,” tuturnya.

BI menilai nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang dijaga Kesultanan Kutai merupakan modal sosial yang kuat dalam menopang pembangunan ekonomi daerah.

Karena itu, kolaborasi antara kedua pihak dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pangeran Hario Notonegoro menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Kesultanan Kutai untuk memperkenalkan kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Kukar kepada BI.

Ia juga menilai kehadiran Deputi Gubernur BI RI beserta rombongan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan tata krama Kesultanan Kutai Kartanegara.

“Apa yang dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia beserta rombongan mencerminkan penghormatan dan menjunjung tinggi adab Kesultanan Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)

PWI Kukar Temui Sultan Kutai, Bangun Arah Sinergi Pemberitaan

Tenggarong – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2028 menemui Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk membangun arah sinergi pemberitaan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Senin (26/1/2026).

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat relasi antara insan pers dan institusi budaya Kesultanan.

Kedatangan jajaran PWI Kukar diikuti puluhan jurnalis yang dipimpin Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, bersama Sekretaris, Lodia Astagina dan Bendahara, Fairuz Zabadi.

Rombongan diterima langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H Aji Muhammad Arifin, didampingi Bunda Ratu serta Dhanur Dwijatmiko atau Pangeran Mangkupatih yang menyampaikan pandangan Sultan dalam pertemuan tersebut.

Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke- XXI, Aji Muhammad Arifi menyampaikan apresiasi atas kunjungan PWI Kukar di kediaman nya.

Ia memandang silaturahmi tersebut sebagai ruang dialog yang penting untuk memperkuat komunikasi serta menyatukan persepsi antara Kesultanan dan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sultan juga menyoroti peran strategis media dalam menjaga keseimbangan informasi publik.

Menurutnya, pemberitaan yang disajikan secara bertanggung jawab dapat menjadi sarana edukasi sekaligus penguat nilai-nilai budaya serta keharmonisan sosial di Kukar.

“Diharapkan hubungan baik dan sinergi ini terus terjaga, sehingga pemberitaan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo menyampaikan penghargaan atas sambutan hangat dari Sultan Kutai dan keluarga besar Kesultanan.

Ia menegaskan bahwa PWI Kukar berkomitmen menjaga hubungan baik serta membuka ruang kerja sama yang berkesinambungan.

“Terima kasih atas sambutan hangat dari Ayahanda Yang Mulia Sultan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan menghasilkan output pemberitaan yang positif serta sinergi yang baik,” ungkap Andi Wibowo.

Pada pertemuan tersebut, PWI Kukar turut menyerahkan cinderamata berupa karikatur kepada sultan.

Pemberian tersebut diterima dengan penuh kegembiraan oleh Sultan beserta jajaran keluarga Kesultanan.

Selain itu, silahturahmi ini menjadi langkah memperkuat hubungan antara insan pers dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Selain mempererat komunikasi, pertemuan tersebut menegaskan peran media sebagai mitra dalam menjaga nilai budaya, menyebarkan informasi yang sehat, serta memperkuat persatuan masyarakat di Kukar.

“Kami siap bersinergi dan berkoordinasi yang baik dengan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” pungkasnya. (ak/ko)

Anak Korban Pelecehan Santri di Kecamatan Tenggarong Seberang Alami Penolakan di Beberapa Sekolah

Tenggarong – Anak-anak korban kasus pelecehan seksual terhadap santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang dilaporkan mengalami penolakan saat hendak melanjutkan pendidikan di sekolah lain.

Kondisi tersebut diungkapkan salah satu wali korban. Hal tersebut dinilai semakin memperberat pemulihan psikologis anak-anak pasca peristiwa yang menimpa mereka.

Kasus ini menyeret seorang terdakwa berinisial MAB, yang diketahui merupakan pengajar di pondok pesantren milik orang tuanya.

Dalam perkara tersebut, MAB didakwa melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri.

Ia menyampaikan penolakan terjadi ketika anak-anak korban mendaftar ke sekolah baru setelah keluar dari pondok pesantren.

Penolakan itu, menurutnya, didasari stigma dan persepsi keliru yang justru menyudutkan korban.

“Mudah-mudahan jangan menganggap para korban itu aib atau virus, sehingga sampai ada sekolah yang menolak anak kami,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Ia mengungkapkan, ada sekolah yang secara terang-terangan menolak anak korban dengan alasan yang tidak berdasar.

Penolakan tersebut disampaikan setelah pihak sekolah mengetahui latar belakang anak sebagai korban dari kasus di pondok pesantren.

“Karena mereka mengatakan nanti siswa yang lain akan terpapar, jadi mereka tidak bisa masuk ke sekolah yang mereka harapkan. Karena ditanya, dari mana? Pondok ini. Maaf, kami tidak bisa menerima,” tuturnya.

Ia mengaku sangat terpukul dengan alasan yang disampaikan pihak sekolah, terlebih karena korban justru diperlakukan seolah membawa dampak negatif bagi lingkungan pendidikan.

“Karena nanti akan menjadi sumber memaparkan penyakit ini, karena ini penyakit menular. Kami nggak tahu dari mana persepsinya bahwa ini penyakit menular,” kata dia.

Menurutnya, perlakuan tersebut memperparah trauma yang sudah dialami anak-anak korban.

Saat ini, kata dia, kondisi psikologis anak-anak belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan dukungan lingkungan yang aman dan menerima.

“Sekarang perlakuan mereka juga sudah tidak seperti biasanya, karena emosi tidak terkendali, dan bahkan ada yang jadi tidak berani bertemu dengan orang asing,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat dan dunia pendidikan dapat lebih bijak dalam menyikapi kasus ini, khususnya dalam memperlakukan para korban yang sejatinya tidak bersalah dan justru membutuhkan perlindungan.

“Itu sih, mudah-mudahan masyarakat bisa lebih bijak,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa anak-anak korban telah menunjukkan keberanian luar biasa dengan berani bersuara, demi mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

“Anak-anak ini pahlawan loh, berjuang supaya tidak ada lagi korban-korban yang lain,” pungkasnya. (ak/ko)

Masa Kontrak Pendekar Idaman Berakhir, DPMD Kukar Siapkan Skema Pendampingan Baru

Tenggarong – Masa kontrak Pendamping Kukar (Pendekar) Idaman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi berakhir seiring selesainya pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021–2026.

Menyusul berakhirnya program tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar kini tengah menyiapkan skema pendampingan baru yang akan disesuaikan dengan arah kebijakan serta program prioritas pemerintah daerah ke depan.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan Pendekar Idaman sebelumnya memang ditugaskan secara khusus untuk mendampingi program-program strategis daerah yang berbeda dengan program rutin pemerintah daerah.

Salah satu program utama yang telah dituntaskan adalah Program Dedikasi Kukar Bebaya, yang di dalamnya terdapat bantuan berbasis RT sebesar Rp50 juta per RT.

“RPJMD periode 2021–2026 sudah selesai. Program Dedikasi Kukar Bebaya juga sudah kita tuntaskan. Karena itu, otomatis pendamping yang memang ditugaskan untuk program tersebut kita selesaikan sesuai dengan prioritas RPJMD,” ujarnya saat di temui di ruangannya, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, sejak terhitung 1 Januari 2026, DPMD Kukar sudah tidak lagi mengangkat pendamping desa karena seluruh program yang menjadi dasar penugasan Pendekar Idaman telah berakhir.

Namun demikian, pemerintah daerah ke depan tetap membutuhkan pendampingan untuk mengawal program-program baru yang akan dijalankan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Nah kebetulan Bupati terpilih dan Wakil Bupati terpilih juga punya program yang akan didampingi, seperti program Pendekar sebelumnya. Tapi untuk rekrutmennya, peraturan bupati dan petunjuk teknisnya harus selesai dulu,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Arianto, peraturan bupati yang menjadi payung hukum program pendampingan baru tersebut masih berada pada tahap harmonisasi.

Selama proses itu belum rampung, DPMD Kukar belum dapat memastikan waktu pelaksanaan rekrutmen pendamping.

“Kalau pihak terkait yang melakukan harmonisasi perbup itu selesai cepat, ya kita juga bisa bergerak cepat. Tapi kita tidak bisa berjalan tanpa legalitas,” kata dia.

Pada program sebelumnya, jumlah Pendekar Idaman mencapai 283 orang, terdiri dari pendamping tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Paling tidak di program selanjutnya minimal sama dengan sebelumnya,” pungkasnya. (ak/ko)

Si Jago Merah Mengamuk di Kelurahan Sangasanga Dalam, Disdamkarmatan Kukar Bergerak Cepat

Tenggarong – Si jago merah mengamuk dan melahap satu unit rumah warga di Jalan Corong RT 16, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Jumat (23/1/2026).

Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani menjelaskan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 06.43 WITA dari seorang warga bernama Nurdiana.

Setelah mendapatkan laporan, Tim Damkar Pos Sektor Kecamatan Sangasanga langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.

Setibanya di tempat, petugas segera melakukan pemadaman dengan metode penyemprotan hingga proses pendinginan.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik.

“Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik di dalam kamar tidur rumah korban,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, satu bangunan rumah hangus terbakar dan tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri,” kata dia.

Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala minimnya titik air di sekitar lokasi kejadian.

Namun hal tersebut tidak menghambat upaya pemadaman berkat dukungan tim gabungan dan suplai air tambahan.

“Keterbatasan titik air menjadi kendala, tetapi bisa diatasi dengan dukungan armada dan water supply dari Pertamina,” jelasnya.

Upaya pemadaman melibatkan unsur gabungan, di antaranya Redkar Pendingin, Redkar Kota Juang, Redkar Wadah Batuah 99, Relawan Al Badar Bantuas, Polsek Sangasanga, Koramil Sangasanga, serta HSSE Pertamina Sangasanga.

Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 07.33 WITA.

Petugas memastikan kondisi di lokasi telah aman sebelum kembali siaga di posko.

“Secara visual, kondisi di lokasi kebakaran sudah padam dan situasi aman terkendali,” tutupnya. (ak/ko)