Digerebek di Kandang Ayam, Pemuda 21 Tahun Diciduk dengan 1,13 Gram Sabu di Sebulu

Tenggarong – Seorang pemuda berinisial RA (21) tahun digerebek aparat kepolisian di sebuah pondok kandang ayam broiler di Jalan Usaha Tani RT 017 Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan narkotika jenis sabu dengan berat total 1,13 gram.

Pengungkapan kasus ini dilakukan jajaran Polsek Sebulu setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi sabu di wilayah tersebut pada Sabtu (28/2/2026).

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo, menjelaskan setelah menerima informasi dari masyarakat, Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.

“Unit Reskrim Polsek Sebulu mendapat informasi dari warga bahwa di Jalan Usaha Tani RT 017 Desa Sumber Sari sering terjadi transaksi penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas langsung melakukan penggerebekan di pondok kandang ayam broiler dan mendapati seorang laki-laki yang kemudian diketahui berinisial RA.

“Selanjutnya tim langsung melakukan penggeledahan terhadap badan dan kamar tersangka,” lanjutnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket sabu siap edar dengan total berat 1,13 gram.

Selain itu, turut diamankan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran, seperti plastik kemasan, alat takar, alat hisap, serta satu unit telepon genggam.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui bahwa sabu tersebut bukan miliknya seorang diri.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, narkotika jenis sabu tersebut dititipkan oleh seseorang berinisial KORI dan apabila ada pembeli akan diarahkan kepada tersangka,” ungkapnya.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Sebulu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ak/ko)

Cuaca Hujan dan Petir Diduga Sebabkan Nelayan Tenggelam di Muara Jawa

Tenggarong – Cuaca hujan disertai petir diduga menjadi sebab tenggelamnya seorang nelayan di perairan Sungai Tamapole RT 02 Kelurahan Tamapole Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/3/2026) dan hingga kini korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Korban diketahui bernama Udi (36), warga Muara Ulu Kecil, Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa.

Berdasarkan laporan resmi Satpolairud Polres Kukar, korban berangkat seorang diri menggunakan perahu dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang sebelum akhirnya tenggelam di wilayah Sungai Tamapole.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Kutai Kartanegara, AKP Benedict Jaya, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.

“Pada saat korban melintasi perairan Sungai Tamapole cuaca dalam kondisi hujan dan petir, kemudian perahu yang dikemudikan korban tenggelam berikut korban,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa hingga Minggu malam korban belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan.

“Sampai dengan pukul 20.30 WITA korban belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan,” kata dia.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Direktorat Polairud Polda Kalimantan Timur, TNI AL PATKAMLA Lamaru, BASARNAS Balikpapan, Damkar Muara Jawa, serta relawan dan masyarakat setempat.

“Situasi selama pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan kondusif, dan pencarian akan terus kami lakukan hingga korban ditemukan,” tutupnya. (ak/ko)

Jamaah Umrah Kukar Dipastikan Aman di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Tenggarong – Jamaah umrah asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan dalam kondisi aman meskipun eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tengah meningkat dan berdampak pada sejumlah penerbangan internasional.

Kekhawatiran sempat mencuat setelah beredar informasi dari keluarga jamaah yang menyebut bahwa anggota keluarga mereka yang sedang menunaikan ibadah umrah tidak dapat kembali ke Tanah Air.

Informasi tersebut menyebutkan adanya pembatalan sejumlah tiket penerbangan akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kukar, Norjali, menegaskan hingga saat ini belum ada jamaah asal Kukar yang terdampak langsung maupun mengalami kendala serius terkait kepulangan.

“Untuk jamaah Kukar, saat ini masih di sana semua. Belum ada yang pulang dan kondisinya aman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Ia menerangkan mayoritas jamaah memang masih berada di Tanah Suci karena masa tinggal mereka belum berakhir.

Lama perjalanan berbeda-beda sesuai paket yang dipilih, mulai dari hampir dua pekan hingga satu bulan penuh.

“Data pastinya belum ada, karena laporan dari travel belum masuk semua. Informasi yang ada baru sebatas komunikasi di grup travel,” kata dia.

Menurutnya, dinamika penerbangan internasional saat ini memang terjadi di sejumlah titik transit di luar Arab Saudi.

Namun demikian, ia memastikan operasional bandara utama di Jeddah dan Madinah masih berjalan seperti biasa.

“Yang terdampak baru di wilayah Dubai. Untuk Jeddah dan Madinah masih aman. Bandara King Abdulaziz Jeddah juga masih beroperasi,” jelasnya.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi melalui komunikasi rutin dengan penyelenggara perjalanan umrah serta perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi guna memastikan jamaah tetap dalam pengawasan.

Sebagai langkah kehati-hatian, keberangkatan rombongan baru untuk sementara waktu ditangguhkan, terutama bagi yang menggunakan rute transit melalui beberapa negara Asia dan Timur Tengah, guna menghindari potensi perubahan jadwal penerbangan mendadak.

Norjali juga menyebut rombongan binaan terakhir dari Kukar telah diberangkatkan pada 26 Februari 2026 dan seluruhnya telah tiba dengan selamat di Arab Saudi.

“Yang kami bina terakhir sudah berangkat Kamis lalu. Semua sudah sampai di sana dan dalam kondisi baik,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta menyaring informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

“Kami minta masyarakat tetap tenang, jangan terprovokasi isu-isu yang belum pasti, dan percayakan penanganannya kepada pemerintah,” pungkasnya. (ak/ko)

Membludak!!! Buka Puasa Bersama Ketua DPRD Kukar Dipadati Ribuan Masyarakat

Tenggarong – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman pribadi Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani di Kecamatan Tenggarong, Sabtu (28/2/2026).

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai penjuru Kukar mulai berdatangan untuk menghadiri buka puasa bersama yang digelar Ketua DPRD Kukar tersebut.

Di luar dugaan, jumlah yang hadir membludak dan jauh melampaui perkiraan awal panitia.

Awalnya, kegiatan itu dipersiapkan untuk sekitar seribuan tamu. Namun, antusiasme warga ternyata begitu besar.

Halaman rumah hingga ruas jalan di sekitar lokasi dipenuhi masyarakat yang ingin bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama.

“ ini di luar ekspektasi sebenarnya, kami awalnya memperkirakan jumlah yang hadir sekitar seribuan, tetapi ternyata jika dihitung mencapai ribuan, bahkan hampir dua kali lipat dari perkiraan,” ujarnya.

Tak hanya buka puasa bersama, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembagian bingkisan parcel kepada masyarakat yang hadir.

Paket tersebut dibagikan sebagai bentuk kepedulian dan berbagai kebahagian di bulan suci ramadan.

“Saya juga tidak menyangka, namun Alhamdulillah apa yang sudah kami siapkan cukup dan tidak ada kekurangan sedikit pun,” kata dia.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat.

Bahkan, kata dia, banyak warga yang datang bersama keluarga, bahkan dari wilayah yang cukup jauh di Kukar.

“Tentu kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang besar kepada masyarakat, terlebih banyak yang datang dari jauh. Memang tujuan kita adalah bersilaturahmi, berbagi, dan saling memaafkan, itu yang paling utama,” tuturnya.

Sebagai Ketua DPRD Kukar, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus ia lakukan di setiap bulan Ramadan sebagai ruang kebersamaan dan berbagi dengan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan setiap Ramadhan,” pungkasnya. (ak/ko)

Transaksi COD Rawan Penipuan Segitiga, Polisi Imbau Cek Kebenaran Penjual

Tenggarong – Kasus penipuan dengan modus segitiga dalam transaksi Cash On Delivery (COD) dilaporkan kian marak terjadi di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), terutama di wilayah Kecamatan Tenggarong melalui fitur Marketplace Facebook.

Pola ini memanfaatkan celah dalam sistem jual beli daring yang mempertemukan penjual dan pembeli tanpa perantara resmi.

Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, Iptu Makmur Jaya, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran harga miring yang beredar di media sosial, khususnya di Marketplace Facebook, tanpa melakukan pengecekan menyeluruh.

“Kepada masyarakat Kukar, khususnya di Tenggarong, jika ingin melakukan transaksi jual beli, tolong cek dulu kebenarannya. Jangan langsung percaya begitu saja,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam modus segitiga, pelaku biasanya menyalin foto dan informasi barang dari akun penjual asli, lalu memasang ulang dengan harga lebih rendah.

Ketika ada calon pembeli yang tertarik, pelaku mengatur komunikasi terpisah antara kedua pihak sehingga keduanya tidak menyadari adanya pihak ketiga yang mengendalikan transaksi.

Skema ini kerap berujung pada transaksi COD, dimana Pelaku mengarahkan pembeli untuk mentransfer uang terlebih dahulu atau mengatur alur pembayaran ke rekeningnya, sementara barang diambil langsung dari penjual asli yang tidak mengetahui adanya manipulasi komunikasi.

Menurutnya, setiap laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti dengan pelacakan akun media sosial dan jejak transaksi digital untuk mengungkap identitas pelaku.

“Tentunya setiap ada laporan masuk, kami langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kami telusuri akunnya dan kami cari tahu keberadaan pelakunya,” tegasnya.

Polsek Tenggarong mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi akun penjual, mengecek histori profil, serta memastikan rekening tujuan pembayaran sesuai dengan identitas pemilik barang.

“Apabila terjadi penipuan, segera lapor ke kantor polisi terdekat agar bisa langsung kami tindak lanjuti,” tutupnya. (ak/ko)

Produksi Sampah 354 Ton per Hari, TPA Bekotok Diprediksi Penuh Tahun 2027

Tenggarong – Produksi sampah yang mencapai sekitar 354 ton per hari membuat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bekotok di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diperkirakan tidak lagi mampu menampung sampah pada tahun 2027.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro, menyebutkan meskipun distribusi pengangkutan masih berjalan lancar dengan dukungan 163 unit armada, tekanan terbesar justru terjadi pada keterbatasan ruang tampung di TPA.

“Kapasitas TPA kita diperkirakan akan penuh pada tahun 2027. Ini masalah yang sangat mendesak, kita harus segera memikirkan pemindahan lokasi TPA ke kawasan yang lebih luas dan representatif,” ujarnya, saat di hubungi pada Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, proyeksi kepenuhan tersebut didasarkan pada tren peningkatan volume sampah yang terus terjadi setiap tahun.

Jika tidak ada intervensi signifikan, kondisi overkapasitas dinilai sulit dihindari dalam waktu dekat.

Sebagai langkah antisipasi, DLHK mulai menyusun kajian teknis untuk menentukan lokasi baru yang dinilai layak secara luasan lahan maupun aspek lingkungan.

Beberapa wilayah seperti Loa Ipuh Darat, Jahab, Bendang Raya, dan Rapak Lambur masuk dalam daftar pertimbangan awal, meski seluruhnya masih melalui tahap evaluasi mendalam.

“Lokasi-lokasi tersebut kami lihat cukup luas, tapi ini belum pasti karena masih dalam tahap kajian,” lanjutnya.

Selain opsi relokasi, kata dia, strategi pengurangan sampah dari sumbernya juga menjadi perhatian utama.

DLHK menilai pengendalian volume harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Joko menerangkan bahwa limbah organik memiliki potensi dimanfaatkan kembali menjadi kompos maupun bahan pakan alternatif seperti maggot, sementara limbah non-organik bisa diarahkan ke proses daur ulang agar memiliki nilai ekonomi.

Opsi alternatif lain, pemerintah daerah membuka peluang pemanfaatan dana Rp150 juta per RT untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Skema tersebut memungkinkan pembiayaan kegiatan seperti pengangkutan lokal maupun pelatihan pengolahan sampah berbasis masyarakat.

“Dalam juknisnya, dana RT itu bisa digunakan untuk pengelolaan sampah. Bisa untuk pengangkutan di wilayah masing-masing, atau bahkan mengadakan pelatihan pengolahan sampah. Kami ingin masalah sampah tuntas dari lapisan terbawah, sehingga yang sampai ke TPA benar-benar hanya residu,” jelasnya.

Di sisi lain, penguatan infrastruktur juga terus dilakukan melalui pembangunan TPS3R di sejumlah kecamatan.

Fasilitas tersebut difungsikan sebagai titik pengolahan awal untuk memilah dan mengurangi volume sampah sebelum akhirnya dikirim ke TPA.

“Tahun lalu sudah terbangun enam TPS3R, seperti di Loa Tebu, Loa Kulu, Muara Kaman, Tabang dan lainnya. Fungsi TPS3R ini sangat vital untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang, yang secara otomatis membantu mengurangi beban volume sampah Kukar,” pungkasnya. (ak/ko)