Delapan Titik Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan di Kukar

Kutai Kartanegara – Sebanyak delapan titik Kampung Nelayan Merah Putih disiapkan di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendukung aktivitas dan pengembangan usaha nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, mengatakan sebelumnya pemerintah daerah mengusulkan 11 lokasi. Setelah melalui proses penetapan, delapan titik mendapat persetujuan.

Lokasi tersebut tersebar di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa; serta Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.

Titik lainnya berada di Pela dan Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun; Semayang, Kecamatan Kenohan; serta Desa Janturu, Kecamatan Muara Muntai.

Muslik mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk menciptakan kawasan yang dapat menunjang aktivitas nelayan secara lebih terintegrasi.

“Harapannya mereka mudah melakukan aktivitas, baik penangkapan, pendaratan, pengolahan, termasuk penyiapan perbekalan-perbekalan untuk nelayan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menjadi pendorong agar usaha nelayan di Kukar semakin berkembang dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Intinya, Kampung Nelayan Merah Putih ini mendorong agar nelayan lebih maju lagi, sehingga hasil tangkapan dan usaha mereka bisa semakin berkembang,” tutupnya. (adv/ns/ko)

Milad ke-60 KAHMI, Bupati Kukar Dorong Alumni HMI Terus Mengabdi

Kutai Kartanegata – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan komitmen KAHMI Kukar untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri Family Gathering dalam rangka Milad KAHMI ke-60 di Creative Park Tenggarong, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dirangkai dengan jalan santai, zumba, donor darah dan pembagian doorprize. Peserta berasal dari kalangan alumni HMI maupun masyarakat umum.

Aulia yang juga Presidium KAHMI Kukar mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.

“KAHMI ingin terus memberikan manfaat bagi masyarakat. KAHMI Kukar berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurut Aulia, HMI memiliki peran penting sebagai ruang kaderisasi dan pembentukan SDM. Setelah menyelesaikan proses kaderisasi, para alumni dapat melanjutkan pengabdian melalui KAHMI.

“Di HMI kita menyiapkan kawah candradimuka bagi penerus bangsa. Setelah selesai ber-HMI, para alumni kemudian mengabdikan diri melalui KAHMI,” tutupnya. (adv/ns/ko)

Jejak Karier Suyudi Ario Seto Menuju Pucuk Pimpinan Polri

Jakarta – Nama Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini berada di tahapan akhir menuju kursi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Presiden Prabowo Subianto mengajukannya sebagai calon tunggal Kapolri melalui surat yang dikirimkan kepada DPR pada akhir September 2026.

Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 tersebut berisi usulan pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri sekaligus pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai penggantinya.

DPR kemudian menindaklanjuti usulan tersebut dengan menugaskan Komisi III menggelar uji kelayakan dan kepatutan. Proses itu berlangsung terbuka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026), mulai sekitar pukul 09.10 WIB.

Setelah menjalani proses tersebut, Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri secara aklamasi. Persetujuan itu kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR yang juga menyetujui pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.

Sebelum mendapat kepercayaan menuju pucuk pimpinan Polri, Suyudi telah melewati perjalanan karier yang panjang. Lulusan Akpol 1994 itu menempuh pendidikan lanjutan PTIK pada 2003 dan Sespimti Polri pada 2018.

Sebagian besar perjalanan awal kariernya berada di bidang reserse. Ia pernah bertugas sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan hingga memimpin Jatanras Polda Metro Jaya.

Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan dengan sejumlah jabatan di tingkat kewilayahan. Suyudi pernah menjabat Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kariernya terus berkembang ketika pada 2023 ia dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya dan kemudian menjabat Kapolda Banten pada 2024. Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo mengangkatnya sebagai Kepala BNN dalam rangka penugasan di luar struktur kepolisian.

Penugasan di BNN menjadi bagian terbaru sebelum Suyudi kembali ke lingkungan Polri dengan pencalonannya sebagai Kapolri. Dengan persetujuan DPR, proses pergantian pucuk pimpinan Polri memasuki tahap berikutnya sesuai mekanisme ketatanegaraan. (*)

Dispar Kukar Gandeng ASITA Susun Paket Wisata Terpadu

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) bakal memperkuat kolaborasi dengan biro perjalanan dan asosiasi pariwisata untuk mengembangkan konsep wisata terpadu.

Salah satu pihak yang akan dilibatkan adalah Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pengembangan wisata terpadu membutuhkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Karena itu, Dispar ingin membangun wadah komunikasi yang dapat mempertemukan berbagai unsur pariwisata.

“Di dalamnya nanti bisa melibatkan berbagai pelaku usaha dan asosiasi pariwisata, seperti biro perjalanan, jasa katering, ASITA, PHRI, serta unsur terkait lainnya,” kata Awang, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, wadah bersama tersebut dapat memudahkan penyusunan paket perjalanan yang menghubungkan sejumlah destinasi. Konsepnya tidak hanya diterapkan antarkawasan di Kukar, tetapi juga dapat dikembangkan lintas kota dan kabupaten di Kalimantan Timur.

Melalui inovasi tersebut, Dispar Kukar menargetkan peningkatan jumlah wisatawan sesuai indikator kinerja utama (IKU). Namun, kunjungan wisatawan diharapkan tidak berhenti pada jumlah kedatangan.

“Yang kita harapkan bukan hanya jumlah kunjungannya yang meningkat. Selama berada di Kukar, wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah,” ujarnya.

Maka dari itu untuk memperluas jangkauan promosi, Dispar Kukar juga membuka peluang kolaborasi dengan Diskominfo, khususnya dalam pemanfaatan media digital dan data.

Data kunjungan nantinya akan dapat digunakan untuk melihat pola wisatawan sekaligus menentukan strategi promosi yang lebih tepat.

“Karena itu, kolaborasi dengan Diskominfo, khususnya dalam pemanfaatan media digital dan data, menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata,” pungkas Agus. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Siapkan Paket Wisata Terpadu, Hubungkan Destinasi Tenggarong hingga Ulu

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penerapan konsep wisata terpadu melalui paket perjalanan yang menghubungkan sejumlah destinasi dalam satu rangkaian kunjungan.

Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan biro perjalanan atau travel di Tenggarong dan Samarinda untuk mengembangkan pola perjalanan antardestinasi tersebut.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan teman-teman dari biro perjalanan atau travel. Sebelumnya juga sudah pernah kami uji coba. Saat Erau, misalnya, kami menawarkan paket karena rangkaian kegiatannya berlangsung sekitar delapan hari,” kata Agus, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan wisatawan tidak hanya mengunjungi satu kawasan. Wisatawan dapat menikmati wisata kerajaan, sejarah dan budaya di Tenggarong, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan ulu, Danau Semayang atau destinasi lainnya.

Sebaliknya, perjalanan juga dapat dimulai dari wisata alam di kawasan ulu sebelum wisatawan bergeser ke Tenggarong untuk menikmati wisata sejarah dan budaya. Pola perjalanan tersebut kini terus dikomunikasikan dengan pelaku usaha perjalanan.

“Kami berharap ketika mereka membuat paket perjalanan wisata, Kutai Kartanegara dapat menjadi salah satu tujuan atau persinggahan dalam paket tersebut,” ujarnya.

Agus menargetkan konsep tersebut dapat mulai dikembangkan lebih lanjut pada tahun depan. Salah satu peluang yang dibidik adalah arus wisatawan dan aktivitas masyarakat dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah penunjang Ibu Kota Nusantara. Kami berharap wisatawan dari IKN juga bisa menikmati destinasi wisata di sekitar kawasan tersebut,” katanya.

Menurutnya, orang yang datang dan beraktivitas di IKN tidak seluruhnya merupakan warga lokal. Karena itu, Dispar Kukar berharap mereka dapat terhubung dengan biro perjalanan yang telah bekerja sama sehingga destinasi wisata Kukar masuk dalam pilihan perjalanan mereka. (adv/nr/ko)

Hubungkan Sejumlah Destinasi Wisata, Dispar Kukar Dorong Konsep Wisata Terpadu

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong konsep wisata terpadu dengan menghubungkan sejumlah destinasi yang berada dalam kawasan berdekatan di Tenggarong.

Konsep tersebut diarahkan agar para wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas dalam satu kawasan.

Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan konsep tersebut sebenarnya sudah terbentuk melalui keberadaan Pulau Kumala, Taman Kota Raja, Jam Bentong dan kawasan di sekitarnya. Taman Pujasera dinilai dapat menjadi bagian dari kawasan wisata terpadu.

“Wisata terpadu itu sebenarnya sudah ada. Kawasan-kawasan tersebut letaknya berdekatan sehingga bisa dikembangkan sebagai satu kesatuan kawasan wisata terpadu,” kata Agus, Sabtu (3/10/2026).

Melalui konsep ini, wisatawan dapat menyusun beragam aktivitas dalam satu kunjungan. Mulai dari menikmati kuliner dan hiburan, bersantai di Taman Kota Raja, membuat konten di Jam Bentong hingga melanjutkan perjalanan ke Pulau Kumala.

Namun, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi kendala, terutama minimnya atraksi dan wahana. Di Pulau Kumala, sejumlah wahana belum kembali beroperasi, sementara atraksi wisata yang tersedia juga dinilai belum seperti sebelumnya.

Menurut Agus, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar kawasan wisata terpadu memiliki pemicu yang mampu menggerakkan aktivitas secara bersamaan. Ketika daya tarik utama kembali hidup, sektor pendukung di sekitarnya diharapkan ikut bergerak.

“Iya. Misalnya di Pulau Kumala juga terdapat UMKM, usaha suvenir, serta penyewaan sepeda, motor, dan kendaraan untuk berkeliling. Itu sebenarnya sudah menunjukkan konsep terpadu,” ujarnya.

Agus menambahkan, saat ini Dispar Kukar masih memikirkan pemicu yang dapat menghidupkan kembali kawasan tersebut secara menyeluruh. Dengan begitu, aktivitas wisata sekaligus usaha masyarakat di dalamnya dapat berkembang bersama.

“Kalau ada pemicunya, insyaallah seluruh sektor pendukung di kawasan tersebut juga akan ikut bergerak,” pungkasnya. (adv/nr/ko)