Air Terjun Kandua Raya: Destinasi Wisata Tersembunyi di Kalimantan Timur yang Menjanjikan Keindahan dan Kekayaan Budaya

KUTAI KARTANEGARA – Tersembunyi di balik hutan tropis Kalimantan Timur, Air Terjun Kandua Raya muncul sebagai surga tersembunyi yang menjanjikan petualangan bagi jiwa-jiwa yang haus akan keindahan alam dan kekayaan budaya.

Terletak di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, air terjun ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol dari komitmen Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Triatma, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, menegaskan, “Kami telah bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk memastikan bahwa setiap aspek destinasi ini diperhatikan dengan detail, mulai dari fasilitas hingga akses.” Ujarnya, Kamis (16/5/2024).

Komitmen ini tercermin dalam penyediaan fasilitas lengkap bagi pengunjung, termasuk tali pengaman yang memudahkan akses ke area sekitar air terjun, serta pertunjukan budaya lokal yang mempesona, seperti tari pupur beluluh, silat kuntau, dan pameran kerajinan tangan.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan pengalaman tak terlupakan bagi para wisatawan, dengan homestay yang nyaman, kios kuliner yang lezat, dan berbagai fasilitas lainnya yang akan membuat kunjungan Anda selalu dikenang.” tambah Triatma.

Air Terjun Kandua Raya, dengan keindahan alam yang memukau dan pengalaman budaya yang kaya, siap menyambut para pengunjung yang mencari ketenangan dan keindahan alam, sekaligus kekayaan budaya lokal Kalimantan Timur.

Dengan upaya yang dilakukan oleh Dispar Kukar, destinasi ini tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga wujud nyata dari pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. (ADV)

Kukar Siap Lestarikan Warisan Kuliner dengan Festival Cenil tingkat Kabupaten

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya pelestarian warisan kuliner daerah, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengumumkan rencana penyelenggaraan Festival Cenil Kabupaten.

Acara ini dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Bupati Kukar, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperluas penghargaan terhadap kuliner khas daerah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto, menekankan bahwa festival ini bukan sekadar pesta kuliner, melainkan juga platform untuk memperkokoh identitas budaya lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kuliner tradisional.

“Ini merupakan inisiatif dan juga permintaan Bupati Kukar untuk memperkenalkan makanan khas Kukar,” ujar Sugiarto, Kamis (16/5/2024).

Festival yang akan diramaikan dengan aneka kuliner khas Kalimantan dan daerah lainnya ini masih dalam tahap perencanaan.

Sugiarto menyatakan bahwa tanggal pelaksanaan festival akan ditentukan setelah koordinasi lebih lanjut dengan Bupati dan persiapan organisasi yang matang.

“Kita siapkan organisasinya dulu, karena kalau organisasi sudah ada, kegiatan-kegiatan yang mau dilaksanakan tinggal dibahas dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Sugiarto. (ADV)

Perayaan Ke-44 Tahun Desa Bangun Rejo: Kirab Budaya Pupuk Kebudayaan dan Pembangunan

KUTAI KARTANEGARA – Dalam semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 Desa Bangun Rejo, kirab budaya menjadi sorotan utama di Alun-alun Garuda Emas, Rabu (15/5/2024).

Acara yang dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kutai Kartanegara, Akhmad Taufik Hidayat, bersama Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga perwakilan RT setempat.

Dengan kehadiran mobil hias dan penampilan kelompok masyarakat yang menggambarkan kekayaan hasil pertanian, kirab ini tidak hanya meriah tetapi juga simbolis, mencerminkan identitas dan tradisi lokal.

Dalam sambutannya, Akhmad Taufik Hidayat menyampaikan, “Sebagai Pimpinan dan bagian dari Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat kepada Desa Bangun Rejo yang kini berusia 44 tahun. Perjalanan waktu ini mencerminkan kemajuan dan prestasi yang patut diapresiasi, termasuk penyelenggaraan kirab budaya yang kita saksikan hari ini.” ujarnya, Rabu (15/5/2024).

Lebih lanjut, Taufik menekankan pentingnya festival ini dalam mempertahankan keunikan dan kekayaan budaya daerah.

“Saya memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kirab budaya ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut,” tambahnya.

Taufik juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan yang telah dimulai sejak periode pemerintahan saat ini.

“Kita bersyukur atas terselenggaranya Kirab Budaya yang terus dirayakan oleh masyarakat dan kita juga meminta dukungan besar dari masyarakat terhadap Kegiatan Kebudayaan lain yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutupnya.

Kirab budaya ini tidak hanya menjadi ajang perayaan tetapi juga refleksi dari komitmen bersama untuk membangun dan memelihara identitas budaya Kutai Kartanegara. (ADV)

Festival Islami Kukar: Pesta Keberagaman dan Keagamaan untuk Masyarakat

KUTAI KARTANEGARA– Dalam rangka memperkaya wawasan keagamaan dan mempromosikan pariwisata berbasis kebudayaan, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyelenggarakan Festival Islami.

Acara ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Mei 2024 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa wisata tidak hanya bersifat umum, tetapi juga dapat terintegrasi dengan agama dan kesenian budaya,” ujar Sugiarto, Rabu (15/5/24).

Festival ini juga diisi dengan berbagai lomba yang terbuka untuk umum, seperti Lomba Mewarnai, Lomba Habsyi, Lomba Adzan, dan Lomba Fashion Show Muslim dan Muslimah.

“Semua lomba ini gratis, tanpa biaya pendaftaran,” tambah Sugiarto.

Selain lomba, ada juga Bazaar UMKM dan Hiburan Rakyat. Festival ini juga dimeriahkan oleh Habib Alwi Assegaf (Raden Kian Santang), Haddad Alwi feat Senandung, dan Yoga PNS, Juara 1 Comedy Academy.

“Kami memulai di Kecamatan Tenggarong, dan jika berhasil, kami berencana untuk mengadakannya di kecamatan lain,” jelas Sugiarto.

Diharapkan, festival ini dapat mendorong pertumbuhan dan penguatan nilai keagamaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian penting dari kemajuan pariwisata di Kukar. (ADV)

Desa Pela Raih Pengakuan Nasional: Terpilih dalam Nominasi Kalpataru, Dispar Kukar Berikan Apresiasi

KUTAI KARTANEGARA – Sebuah penghargaan prestisius telah menghampiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, yang kini berada di antara 20 besar nominasi Kalpataru, sebuah pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup atas dedikasi mereka dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, melainkan sebuah dorongan bagi masyarakat Desa Pela dan wilayah lain di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk terus berupaya menjaga lingkungan dan mempromosikan wisata yang ramah lingkungan.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar sendiri telah menyatakan apresiasi mereka, menandakan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif lokal yang memainkan peran penting dalam pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.

“Pokdarwis Desa Pela ini sangat luar biasa sekali. Karena menjadi salah satu desa perwakilan Kaltim untuk nominasi,” ungkap Plt Kadispar Kukar, Sugiarto, Rabu (15/5/2024).

Sugiarto berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mengembangkan potensi pariwisata mereka dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Langkah-langkah seperti ini dianggap krusial dalam menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik dan edukatif, tapi juga berkelanjutan, yang berkontribusi pada pelestarian warisan alam untuk generasi yang akan datang.

“Kami dispar mencoba untuk memfasilitasi bagaimana perjalanan Pokdarwis Pela ini tetap eksis dan jangan hanya sebatas di depan saja tanpa perhatian kelanjutannya,” pungkas Sugiarto. (ADV)

Inisiatif Dispar Kukar: Pembentukan Pokdarwis Kabupaten untuk Pemberdayaan Pariwisata Berkelanjutan

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah strategis untuk memajukan sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengumumkan rencana pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat kabupaten.

Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan, budaya, dan warisan lokal.

Sugiarto, Plt Kepala Dispar Kukar, menekankan pentingnya Pokdarwis sebagai agen perubahan yang akan mendidik masyarakat lokal dan mengelola destinasi wisata dengan prinsip berkelanjutan.

“Kami berharap pembentukan Pokdarwis kabupaten dapat memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah, Pokdarwis kecamatan, dan masyarakat,” ujar Sugiarto, Rabu (15/5/2024)

Menurut Sugiarto, kolaborasi antara Pokdarwis dan pemerintah daerah akan memungkinkan identifikasi potensi wisata yang lebih baik, pengembangan produk wisata yang inovatif, dan promosi destinasi yang efektif.

“Ini adalah langkah maju untuk pembangunan pariwisata yang terarah dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.

Instruksi dari Bupati Kukar, Edi Damansyah, agar Dispar Kukar menampung aspirasi kelompok sadar wisata, menjadi dasar bagi rencana ini.

“Kami berupaya untuk membentuk Pokdarwis kabupaten pada tahun 2024, sesuai dengan keinginan mereka,” tutup Sugiarto. (ADV)