Kota Raja Running Festival 2024: Ajang Olahraga dan Rekreasi Wisata Kukar

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya meningkatkan kesehatan fisik dan mental masyarakat, serta mempromosikan potensi wisata lokal, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) akan menyelenggarakan Kota Raja Running Festival pada tahun 2024.

Festival lari yang dijadwalkan berlangsung di Taman Kota Raja ini, menargetkan partisipasi lintas generasi, dari anak-anak hingga dewasa.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kukar, Triyatma, mengumumkan bahwa festival ini akan diadakan pada bulan Mei dan berlangsung selama dua hari.

“Kami membagi kategori peserta menjadi dua, yaitu dewasa dan anak-anak, untuk memberikan kesempatan kepada semua kalangan untuk berpartisipasi,” ujar Triyatma, Minggu (5/5/2024).

Untuk kategori dewasa, jarak yang ditentukan adalah 5 km dan 10 km, sementara jarak untuk kategori anak-anak masih dalam tahap penentuan.

“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ini tidak hanya tentang berlari, tetapi juga tentang berekreasi. Oleh karena itu, rute yang akan dilalui peserta akan melewati berbagai objek wisata menarik di Kukar, seperti Pulau Kumala dan museum,” tambah Triyatma.

Selain sebagai sarana olahraga, Kota Raja Running Festival juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata Kutai Kartanegara.

“Acara ini terbuka untuk umum, sehingga kami mengundang masyarakat dari luar daerah untuk bergabung dalam festival ini,” sambung Triyatma.

Dengan inovasi ini, Dispar Kukar berharap dapat menggabungkan aspek rekreasi dan olahraga dalam satu paket kegiatan yang menarik, sekaligus memperkuat identitas Kukar sebagai destinasi wisata yang dinamis dan sehat. (ADV)

Kutai Kartanegara Siap Gelar 40 Event Pariwisata di 2024: Upaya Penguatan Ekonomi Lokal

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menggalang kolaborasi dan mendorong ekonomi lokal, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengumumkan rencana ambisius untuk menyelenggarakan 40 event pariwisata sepanjang tahun 2024.

Kegiatan-kegiatan ini telah tercatat dalam Kalender Event 2024 Kutai Kartanegara dan akan berlangsung di berbagai lokasi di wilayah Kukar.

Triyatma, Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjamin kesuksesan acara-acara tersebut.

“Kami akan melibatkan Kekraf Kukar, pelaku usaha, UMKM, pelaku seni dan budaya, serta pihak terkait lainnya,” ucapnya, Jumat (3/5/2024).

Menurut Triyatma, event dan festival ini adalah bagian dari Program Kukar Kaya Festival, yang selaras dengan visi ke-3 masa kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wabup Kukar Rendi Solihin.

“Program ini telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar tahun 2021-2026,” katanya.

Dalam periode 2021-2026, direncanakan akan ada total 100 festival dan event.

“Kami siap menambahkan anggaran di APBD Perubahan jika diperlukan, terutama untuk memperkuat acara-acara di K3F,” kata Triyatma.

Program ini diharapkan dapat menjadi wadah pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi lokal yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Dengan penyelenggaraan event ini, diharapkan akan ada peningkatan jumlah wisatawan, kapasitas penginapan, dan dampak positif bagi pelaku UMKM dan seniman.

“Kami berharap ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal,” lanjut Triyatma.

Beberapa acara besar yang telah diselenggarakan termasuk Peringatan Peristiwa Merah Putih, Festival Ogoh-ogoh, dan lainnya.

Selain itu, Dispar Kukar juga telah mempersiapkan acara untuk waktu dekat, seperti KFBN, Erau Sabintulung, dan Tenggarong Kutai Carnival.

“Beberapa acara telah dilaksanakan, sementara yang lain masih dalam tahap pengembangan dan persiapan,” pungkas Triyatma. (ADV)

Festival Budaya Kutai Adat Lawas: Warisan Kebudayaan yang terus hidup di Kukar

KUTAI KARTANEGARA– Komitmen kuat terpancar dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung Festival Budaya Kutai Adat Lawas.

Acara yang telah terselenggara di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, pada 19 April 2024, ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pengenalan kekayaan budaya lokal.

Antoni Kusbiantoro, Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Dispar Kukar, menegaskan dukungannya.

“Festival ini telah menjadi bagian integral dari kalender acara kami. Kami berambisi agar melalui kegiatan ini, masyarakat luas dapat lebih mendalami dan menghargai warisan budaya yang kita miliki,” tutur Antoni pada hari Jumat, (3/5/2024).

Festival ini tidak hanya menjadi perhatian utama dalam agenda Dispar Kukar, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian festival yang meriah di seluruh wilayah Kukar, mencakup zona hulu, tengah, dan pesisir.

“Tahun ini, festival diadakan dengan melibatkan partisipasi dari semua kecamatan yang ada di Kukar,” imbuh Antoni.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, festival ini juga berkontribusi positif terhadap ekonomi lokal. Antoni menekankan pentingnya menciptakan peluang bagi para pelaku usaha, seniman, dan komunitas lokal.

“Festival ini menjadi platform promosi yang efektif untuk potensi wisata daerah dan membuka kesempatan bagi para pelaku seni serta usaha untuk menunjukkan karya dan produk mereka,” jelasnya.

Program Kukar Idaman, yang termasuk dalam Festival Kukar Kaya, adalah upaya nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan.

Dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui serangkaian festival, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar. (ADV)

Dispar Kukar Tingkatkan Standar Pemandu Wisata dengan Sertifikasi Nasional

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah strategis untuk meningkatkan standar layanan pariwisata, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) menggagas program sertifikasi bagi pemandu wisata.

Program ini dirancang untuk memastikan bahwa pemandu wisata di wilayah tersebut memiliki keahlian yang terstandarisasi dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, menekankan pentingnya program ini, “Proses pendataan sedang dilakukan untuk mengetahui pemandu wisata dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mana yang memenuhi syarat untuk mengikuti sertifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional,” ujar Ridha pada hari Jumat (3/5/2024).

Ridha menjelaskan bahwa inisiatif ini bukanlah yang pertama, mengingat tahun sebelumnya telah diadakan pelatihan serupa.

“Tahun ini, kami akan melangkah lebih jauh dengan memberikan sertifikasi kepada mereka yang telah kami latih,” tambahnya, menandaskan bahwa proses sertifikasi akan melibatkan ujian komprehensif.

Dengan 56 Pokdarwis yang terdaftar, Dispar Kukar berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif, meskipun tidak semua kelompok aktif berpartisipasi.

“Kami akan memberikan pendampingan bagi Pokdarwis yang terlibat dalam program sertifikasi,” lanjut Ridha.

Komitmen ini mencerminkan visi Dispar Kukar untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Dengan harapan, peningkatan kualitas layanan ini akan memperkaya pengalaman wisatawan dan mendukung pertumbuhan pariwisata di Kutai Kartanegara. (ADV)

Inovasi Kuliner Kukar: Upaya Dispar Kukar Menciptakan Oleh-Oleh Khas yang Tahan Lama

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya memperkenalkan keunikan daerah, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berupaya mencari alternatif pengemasan untuk kuliner khas Kutai.

Hal ini bertujuan agar makanan tersebut dapat dijadikan oleh-oleh yang tahan lama dan dikenali lebih luas oleh wisatawan.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Triyatma, mengungkapkan bahwa saat ini Kukar masih mencari identitas kuliner yang dapat dijadikan ciri khas daerah.

“Kita memiliki nasi bekepor atau gence ruan yang unik, namun masih terkendala dalam pengemasan untuk menjaga ketahanannya,” kata Triyatma Jumat(3/5/2025)

Triyatma menambahkan, “Kami terinspirasi oleh kota Yogyakarta yang berhasil mengemas gudegnya dalam kaleng atau kendi, sehingga bisa bertahan lama dan menjadi oleh-oleh populer. Kami berharap dapat menemukan formulasi serupa untuk kuliner Kutai.”

Dispar Kukar berkomitmen untuk terus mencari inovasi pengemasan yang efektif, sehingga makanan khas Kutai tidak hanya dikenal sebagai makanan kering umum seperti amplang, tetapi juga sebagai oleh-oleh yang memiliki ciri khas dan daya tahan yang lebih lama.

Triyatma menutup dengan harapan, “Kami ingin wisatawan tidak hanya mengenal Kutai dari objek wisatanya, tetapi juga membawa pulang kenangan berupa kuliner khas yang lezat dan tahan lama.” sambungnya. (ADV)

Optimisme Dispar Kukar: Peningkatan BPU Baru Dorong Kenaikan Kunjungan Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Geliat ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tampak semakin menggelora pasca-pandemi, khususnya di sektor pariwisata.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyambut baik peningkatan jumlah Badan Pengelola Usaha Baru (BPU) yang bergerak di bidang pariwisata, yang tidak hanya berbasis pemberdayaan masyarakat tetapi juga melibatkan partisipasi swasta.

Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengungkapkan keyakinannya bahwa ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Potensi industri pariwisata di Kukar semakin berkembang, terutama dengan munculnya BPU baru yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan swasta. Ini terbukti dengan meningkatnya BPU baru yang tumbuh dan berkembang pasca pandemi,” tutur Antoni belum lama ini Jumat (3/5/2024)

Dalam upaya mengoptimalkan potensi yang ada, Dispar Kukar berencana mengadakan kembali serangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, khususnya bagi para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Antoni optimis, dengan pengolahan dan pembinaan yang tepat terhadap BPU baru, akan secara otomatis meningkatkan kunjungan dan memacu roda perekonomian di Kukar.

“Contohnya, Bukit Mahoni, salah satu BPU baru. Jika dikelola dengan baik, ini dapat meningkatkan kunjungan ke Kukar. Kami berharap kehadiran mereka dapat membantu memajukan perekonomian Kukar,” pungkasnya dengan penuh harapan. (ADV)