Pantai Biru Kersik Berbenah, Siap Sajikan Pesona Bawah Laut dan Atraksi Banana Boat

KUTAI KARTANEGARA – Pantai Biru, permata tersembunyi di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini tengah bersolek.

Dengan keindahan alam yang memikat, ombak yang mendamaikan, serta pasir yang putih bersih, Pantai Biru berupaya menarik lebih banyak pengunjung.

“Kami melakukan pembenahan Pantai Biru untuk meningkatkan daya tariknya sebagai objek wisata,” ujar Jumadi, Kepala Desa Kersik, Minggu (5/5/2024).

Dalam upaya kolaboratif bersama Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, pemerintah desa berinisiatif menambahkan wahana banana boat sebagai nilai tambah bagi para wisatawan yang mencari kesenangan.

“Kami juga telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan mengembangkan infrastruktur lainnya,” tambah Jumadi, menandakan semangat baru dalam pengelolaan wisata.

Meski memiliki garis pantai sepanjang 2 kilometer, Pantai Biru baru mengoptimalkan sekitar 300 meter untuk kegiatan wisata.

Oleh karena itu, fokus utama pemerintah desa saat ini adalah peningkatan infrastruktur, penanganan abrasi, pengelolaan tempat, serta pemberdayaan UMKM setempat.

Tidak hanya itu, Desa Kersik pun berambisi mengembangkan wisata selam di Pantai Biru, dengan dukungan dari Universitas Mulawarman.

“Kami juga akan menjaga kelestarian batu karang di sekitar laut Marangkayu,” tegas Jumadi.

Harapan besar tersemat pada Pantai Biru untuk menjadi destinasi wisata berkelanjutan, dengan sokongan kuat dari pemerintah kabupaten dan pihak swasta.

“Kami menginginkan Desa Kersik menjadi ikon wisata di Kutai Kartanegara,” pungkas Jumadi dengan penuh harap. (ADV)

Kontribusi Taman Gubang untuk Kukar: Sumbangan Pajak Mencapai 50 Juta Rupiah

KUTAI KARTANEGARA – Taman Gubang, sebuah oasis rekreasi di Desa Loa Ulung, tidak hanya menyuguhkan keceriaan bagi pengunjung, tetapi juga berperan sebagai pilar pendapatan daerah Kutai Kartanegara (Kukar).

Dengan kepatuhan pada regulasi pajak, Taman Gubang telah menyetorkan kontribusi signifikan kepada Pemerintah Daerah Kukar.

Pengelola Taman Gubang, Ahmadi, membenarkan bahwa mereka telah mematuhi kewajiban pajak dengan membayar 10% dari pendapatan tiket masuk dan 20% dari pendapatan wahana.

“Kami sudah memberikan kontribusi ke Pemda yakni pajak, untuk tiket masuk sesuai peraturan daerah 10%, kalau wahana 20% pajaknya. Jadi total sekitar nilai pajak dalam setahun kurang lebih Rp 50 juta, sejauh ini Pemda mendukung kami dan kami mengikuti aturan yaitu wajib pajaknya,” ungkap Ahmadi.

Lebih dari sekadar mencari laba, Taman Gubang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal, terutama di kampung Kajang.

Ahmadi menekankan bahwa keberadaan Taman Gubang telah mendorong peningkatan kesejahteraan, solidaritas, dan kesadaran lingkungan di antara warga.

Dinas Pariwisata Kukar pun tidak tinggal diam. Pengakuan dan dukungan yang diberikan kepada Taman Gubang telah membuahkan hasil, dengan Ahmadi yang siap menjadikan Taman Gubang sebagai model pengelolaan wisata dan pajak yang ideal.

M Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, mengapresiasi Taman Gubang sebagai salah satu destinasi yang telah memberikan dampak positif bagi daerah, baik dalam aspek pemberdayaan masyarakat maupun kontribusi pajak.

“Sampai dengan saat ini sudah berkontribusi untuk daerah, artinya mereka sejauh ini pengelolaan wisata sudah cukup baik. Dan termasuk wisata yang mendapat penghargaan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan dari Dispar Kukar pada tahun 2023 lalu,” ujar M Ridha Fatrianta.

Ridha juga mengungkapkan rencana Dispar Kukar untuk menjadikan Taman Gubang sebagai contoh utama dalam pengelolaan wisata dan pajak, sebagai langkah strategis untuk mengangkat standar pengelolaan wisata di Kukar ke tingkat yang lebih tinggi. (ADV)

Desa Wisata Pela Terima Bantuan Rp 1 Miliar untuk Peningkatan Infrastruktur

KUTAI KARTANEGARA – Desa Wisata Pela, yang terletak di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, akan mengalami peningkatan infrastruktur signifikan berkat bantuan sebesar Rp 1 miliar dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 400 meter yang menuju ke objek wisata, serta pembangunan gerbang selamat datang dan gazebo untuk para pengunjung,” ucap Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin, Minggu (5/5/2024)

Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Pela, yang telah memenangkan berbagai penghargaan hingga tingkat nasional, termasuk masuk dalam 15 besar Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 dari 2.007 desa peserta se-Indonesia.

“Kami berharap kerjasama antara Desa Pela dan Pemkab Kukar akan terus berlanjut, sehingga sarana dan prasarana yang masih kurang dapat terpenuhi melalui proposal yang kami ajukan,” tegas Alimin.

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk memberikan pembinaan kepada Desa Wisata Pela, yang tidak hanya telah mencapai prestasi tinggi tetapi juga berpotensi meningkatkan pariwisata daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan wakil bupati Kukar yang telah memberikan kabar gembira ini,” tutupnya.  (ADV)

Pantai Tanah Merah Samboja, Primadona PAD Kutai Kartanegara di Tengah Libur Lebaran

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengoptimalkan empat destinasi unggulan: Pulau Kumala, Pantai Tanah Merah, Waduk Panji, dan Planetarium. Di antara keempatnya, Pantai Tanah Merah di Samboja tampil sebagai kontributor terbesar.

“Selama ini untuk penyumbang PAD Kukar terbesar masih dipegang oleh Pantai Tanah Merah yang ada di Samboja,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta pada Minggu (5/5/2024)

Lebaran tahun ini, dari tanggal 11 hingga 15 April 2024, PAD yang dihasilkan dari objek wisata yang dikelola Dispar Kukar mencapai angka signifikan sebesar Rp218.810.000 dengan kunjungan total 21.392 pengunjung.

Ridha juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola wisata swasta yang telah berkontribusi pada pajak PAD Kukar, yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar.

“Kami tentunya juga berterima kasih kepada pengelola wisata swasta yang turut andil dalam meningkatkan PAD Kukar,” ucapnya.

Inovasi selanjutnya adalah pengembangan aplikasi pembayaran parkir online oleh pengelola wisata swasta, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kas daerah.

Sebagai langkah lanjutan, Dispar Kukar berencana melakukan pembenahan dan renovasi fasilitas di sejumlah objek wisata yang dikelola, guna meningkatkan kenyamanan dan pengalaman para pengunjung. (ADV)

Optimasi Akses Wisata Kukar: Sinergi Dispar dan Stakeholder Demi Kemudahan Kunjungan

KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka memajukan sektor pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah strategis dengan meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata.

Koordinasi yang intensif dilakukan bersama Bappeda Kukar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan, sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan mengunjungi berbagai obyek wisata.

“Sehingga kendala yang dialami tersebut dapat dicarikan solusi, atau dikerjakan oleh pihak-pihak terkait,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta, Minggu (5/5/2024)

Salah satu proyek yang menjadi fokus adalah pembangunan infrastruktur akses menuju Air Terjun Kota Bangun, yang terus berlangsung hingga selesai.

“Pembangunan jalan tersebut dapat memudahkan masyarakat atau pengunjung, untuk menuju destinasi wisata,” ungkap Fatrianta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jalan poros Kota Bangun menuju destinasi wisata Desa Pela telah menjadi perhatian pemerintah daerah, yang telah berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk perbaikan.

“Jalan poros Kota Bangun tersebut ialah wewenang Pemprov Kaltim, maka dari itu kita telah koordinasi dengan Pemprov Kaltim,” terangnya.

Koordinasi yang berkelanjutan dengan stakeholder terkait diharapkan dapat membawa kemajuan bagi sektor pariwisata di Kukar.

“Kami berharap, sinergi yang dibangun selama ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif kepada masyarakat,” tutupnya. (ADV)

Etam Begenjoh di Malang, Sinergi Dispar Kukar dan Mahasiswa Pelajar dalam Promosi Budaya dan Pariwisata

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar kegiatan “Etam Begenjoh” di Kota Malang, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dispar Kukar dan komunitas mahasiswa serta pelajar Kukar yang tengah menuntut ilmu di Malang.

“Kami memilih Malang sebagai lokasi ‘Etam Begenjoh’ tahun ini, menyusul sukses kerjasama serupa di Yogyakarta dengan nama ‘Eroh Bebaya’,” ujar Triyatma, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kukar, pada Minggu (5/5/2024).

“Kami berambisi memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Kukar, termasuk seni keraton, seni pesisir, dan seni pedalaman, serta permainan tradisional yang akan kami bawa langsung dari Kukar,” tambah Triyatma.

Inisiatif ini juga didukung oleh mahasiswa Kukar di Malang, yang berkeinginan kuat untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata Kukar.

“Kami berharap ‘Etam Begenjoh’ dapat menjadi jembatan budaya yang menghubungkan Kukar dengan masyarakat luas di Malang,” tegas Triyatma.

Acara ini dijadwalkan berlangsung di alun-alun kota Malang, memanfaatkan keramaian malam minggu sebagai kesempatan untuk menarik perhatian dan minat pengunjung.

“Ini adalah langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Kukar,” pungkas Triyatma. (ADV)