Kembangkan Wisata Berkelanjutan, Dispar Kukar Giatkan Pelatihan Pokdarwis

KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka memajukan potensi wisata di Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar berinisiatif mengadakan serangkaian pelatihan dan sosialisasi untuk pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kolaborasi antarpihak, khususnya desa-desa di Kukar dengan keunikan tersendiri, menjadi kunci.

Festival desa, sebagai media promosi kebudayaan lokal, diharapkan tidak hanya memperkokoh identitas budaya namun juga menarik wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami siap membantu peningkatan SDM, dengan arahan kepada masyarakat untuk membentuk Pokdarwis. Melalui pelatihan, kita upayakan untuk meningkatkan keahlian dalam mengelola potensi wisata, baik kuliner maupun alam.” tegas Antoni Kusbiantoro, Kabid Pembinaan Industri Pariwisata Dispar Kukar, Selasa (4/6/2024).

Pelatihan ini dianggap penting mengingat banyaknya potensi wisata desa yang belum tergarap maksimal. Dengan peningkatan kualitas SDM, diharapkan wisata yang dikelola dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

“Untuk itu, Pokdarwis memerlukan dukungan dan peningkatan SDM, serta bantuan alat-alat yang diperlukan,” tambah Antoni.

Dengan pembentukan Pokdarwis dan pelatihan yang efektif, diharapkan masyarakat dapat mengelola wisata dengan baik, meningkatkan kunjungan, dan memajukan ekonomi lokal. (ADV)

Planetarium Jagad Raya Tenggarong: Destinasi Edukasi Astronomi Menarik Ribuan Pengunjung

KUTAI KARTANEGARA – Menjadi magnet bagi ribuan mata yang ingin menyelami keindahan kosmos, Planetarium Jagad Raya Tenggarong telah berhasil menarik perhatian belasan ribu wisatawan sejak pembukaannya kembali pada awal tahun ini.

Terletak strategis di Jalan Pangeran Diponegoro, planetarium ini tidak hanya menjadi destinasi edukasi dan rekreasi yang populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga telah memberikan kontribusi signifikan dalam edukasi astronomi.

Dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, planetarium ini menawarkan berbagai pertunjukan dan kegiatan yang memperkenalkan pengunjung pada keajaiban alam semesta.

“Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada sekitar 17.442 wisatawan yang berkunjung dari Januari hingga April 2024,” ungkap Evi, Staf Informasi Planetarium, Selasa (4/6/2024)

“Perkiraan kami benar bahwa jumlah pengunjung meningkat mencapai 20 ribu sampai bulan Mei,” tambahnya.

Dengan berbagai wahana seperti penayangan film tentang tata surya dan teropong bintang untuk pengamatan langsung, planetarium ini tidak hanya menarik pengunjung dari Tenggarong tetapi juga dari Bontang, Penajam Paser Utara, dan daerah lainnya.

“Kami juga memiliki momen tertentu untuk menggunakan teropong bintang, seperti saat terjadi gerhana matahari atau bulan baru,” jelas Evi.

Planetarium Jagad Raya Tenggarong berharap untuk terus menarik lebih banyak pengunjung, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di sektor pariwisata.

Dengan kapasitas maksimal 85 kursi per sesi dan kebutuhan minimal 30 orang pengunjung untuk memulai penayangan, planetarium ini siap menyambut lebih banyak penjelajah angkasa yang ingin memperluas cakrawala mereka. (ADV)

Optimasi Kinerja Dispar Kukar, Komitmen Tingkatkan Layanan Masyarakat Melalui Rapat Internal

KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk memaksimalkan kinerja melalui penyelenggaraan rapat internal secara rutin.

Rapat ini diadakan dengan tujuan untuk melakukan evaluasi kinerja dan memperkuat komunikasi antara pejabat dan staf dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Plt Kadispar Kukar, Sugiarto, yang baru saja menjabat, mengungkapkan bahwa rapat internal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengidentifikasi dan membahas permasalahan yang ada, khususnya yang berkaitan dengan sektor pariwisata di Kukar.

“Tujuan rapat rutin yang digelar dengan pejabat Dispar Kukar kita mencoba membuka permasalahan yang ada bagaimana permasalahan di Kukar berkaitan wisata,” ujar Sugiarto Selasa (4/6/2024).

“Kita juga saling diskusi, saling menguatkan dan menentukan suatu arah kebijakan dan ini kaitannya dengan pembinaan pariwisata dan pelaku ekraf di lapangan,” sambungnya.

Dispar Kukar saat ini memiliki empat bidang utama, yaitu Bidang Pemasaran Pariwisata, Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Bidang Peningkatan Industri Pariwisata, dan Bidang Ekonomi Kreatif, serta Sekertariat dan delapan pejabat adiyatama.

“Bidang mereka mempunyai Tupoksi (Tugas Pokok Fungsi) masing-masing. Kita juga berupaya agar Dispar Kukar hadir ditengah masyarakat,” terang Sugiarto.

Dengan semangat perubahan pola kerja, Sugiarto menekankan pentingnya peran pejabat dalam melayani masyarakat, termasuk pembinaan pelaku Ekraf, Pokdarwis, dan komunitas lainnya.

“Ini sudah saatnya kita sebagai pejabat bukan yang dilayani, tapi bagaimana kita melayani masyarakat,” tutupnya. (ADV)

Inovasi Dispar Kukar: Aplikasi SAKTI Siap Revolusi Informasi Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah progresif menuju digitalisasi informasi pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengumumkan rencana pembuatan aplikasi SAKTI (Sistem Administrasi Kepariwisataan Terpadu Kukar).

Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah penyebaran informasi wisata dan menarik lebih banyak wisatawan ke Kukar.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, mengungkapkan bahwa aplikasi ini merupakan hasil dari serangkaian rapat pemantapan dan konsultasi dengan para ahli.

“Kemarin kami mencoba lakukan rapat pembahasan terkait aplikasi SAKTI,” ujar Sugiarto, Selasa (4/6/2024).

Aplikasi yang akan dihadirkan Dispar Kukar ini diharapkan mudah diakses oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

“Jadi dengan aplikasi itu kita mencoba membuat aplikasi yang kaitannya dengan wisata di Kukar. Dan aplikasi itu dapat di akses oleh masyarakat sehingga memudahkan masyarakat mendapat informasi terkait pariwisata Kukar,” jelas Sugiarto.

Dengan aplikasi ini, Sugiarto berambisi untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif dan Pokdarwis di setiap kecamatan. Ia juga menekankan pentingnya aplikasi ini dalam memudahkan pemantauan pariwisata oleh Dispar Kukar.

“Ini semua nanti akan menjadi suatu dasar Dispar untuk menentukan kebijakan, pelatihan, dan kegiatan. Sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat berkaitan pembinaan dan pengembangan dapat terpenuhi,” imbuhnya.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi pembenahan sistem informasi pariwisata, yang selama ini belum terintegrasi sepenuhnya. “Karena itu nanti kita susun dengan aplikasi SAKTI ini. Kita upayakan jadi satu data, satu pintu dan semua pihak bisa mengakses,” tutup Sugiarto. (ADV)

Dispar Kukar Siapkan Sertifikasi Outbound untuk Tingkatkan Kualitas Pemandu Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengumumkan rencana pelaksanaan pelatihan sertifikasi outbound bagi pemandu wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya keterampilan dan keahlian pemandu, sehingga dapat meningkatkan pengalaman wisata yang memuaskan bagi para pengunjung.

“Pelatihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah para pemandu,” kata Ridha, Selasa (4/6/2024).

“Dengan demikian, mereka dapat menyajikan pengalaman yang lebih interaktif dan meninggalkan kesan positif yang kuat pada wisatawan, sekaligus memperkuat reputasi Kukar sebagai destinasi wisata yang ramah dan profesional,”ujar Ridha.

“Kami berencana untuk menyelenggarakan pelatihan sertifikasi khusus untuk anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Dengan sertifikasi ini, mereka akan dapat merancang paket outbound yang menarik bagi kelompok atau rombongan wisatawan,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan daya tarik destinasi wisata dengan menciptakan permainan dan wahana yang unik, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan pariwisata di Kukar melalui inovasi dan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan.

“Kami menargetkan pelatihan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dengan kuota peserta sebanyak 30 orang,” ungkap Ridha. “Pelatihan ini akan melibatkan proses seleksi yang ketat, termasuk verifikasi biodata dan wawancara oleh lembaga sertifikasi.”

Ridha berharap para peserta akan serius mengikuti pelatihan ini, mengingat pentingnya sertifikasi untuk pengembangan pariwisata.

“Kami tidak dapat melakukan intervensi dalam proses seleksi karena berkaitan dengan kredibilitas sertifikasi,” tegasnya.

Pelatihan sertifikasi outbound ini merupakan yang pertama kali akan diselenggarakan oleh Dispar Kukar, yang berencana bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Jana Dharma Jogja.

“Sertifikasi ini sangat penting, karena memungkinkan wisatawan tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi juga berpartisipasi dalam aktivitas outbound dan menikmati wahana yang tersedia,” tutupnya. (ADV)

Enam Desa di Kukar Bersaing di Nominasi ADWI 2024, Upaya Dispar dalam Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah cepat menyusul nominasi mereka untuk Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) telah memberikan pendampingan khusus kepada enam desa terpilih.

Desa-desa ini, yang masing-masing diwakili oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mereka, adalah Desa Wisata Bhuana Jaya, Desa Sangkuliman, Desa Wisata Pantai Ambalat, Desa Wisata Danau Semayang, Desa Wisata Putak, dan Desa Wisata Pokdarwis Dewi Arum.

M Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi dalam proses pendaftaran ADWI.

“Kami memahami bahwa proses pendaftaran ini memerlukan kerjasama dan koordinasi yang baik, sehingga kami melibatkan berbagai pelaku pariwisata, termasuk POKDARWIS, untuk memastikan semua data dan informasi yang diperlukan dapat diisi dengan lengkap dan akurat, sehingga tidak ada kesulitan,” ungkapnya pada Selasa (4/6/2024).

Keenam desa ini dipilih berdasarkan potensi wisata unik dan ciri khas mereka yang berbeda-beda, yang semuanya berakar pada kekayaan alam Kutai Kartanegara.

“Setiap desa memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, baik dari segi budaya, sejarah, maupun keindahan alamnya. Potensi wisata alam yang melimpah di Kukar juga menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat desa-desa ini menonjol. Semoga keenam desa yang akan mewakili Kaltim ini dapat masuk ke tahap selanjutnya,” tutup Fatrianta. (ADV)