AYL-Aza Resmi Ditetapkan sebagai Calon Perseorangan di Pilkada Kukar 2024

Tenggarong – KPU Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menetapkan pasangan calon perseorangan Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais (AYL-Aza) sebagai kontestan Pilkada Kukar 2024 dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, pada Senin (19/8/2024).

Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting, termasuk KPU Kukar, Bawaslu, TNI, Polri, Disdukcapil, Diskominfo, serta para pendukung AYL-Aza. Penetapan ini menjadi langkah krusial dalam proses pencalonan independen.

Dalam kesempatan tersebut, Awang Yacoub Luthman (AYL) mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah diraihnya.

“Ini adalah amanah yang diberikan masyarakat Kukar kepada kami. Hari ini, kami melihat hasil dari kepercayaan yang mereka berikan,” ungkapnya.

AYL juga menyoroti tantangan yang dihadapinya selama proses pencalonan, terutama dalam hal pengumpulan data dengan waktu yang terbatas.

“Namun, dengan dukungan yang kuat dari masyarakat, kami berhasil melewati setiap tantangan tersebut,” jelasnya.

Tak lupa, AYL menyampaikan terima kasih kepada KPU Kukar dan Bawaslu atas kerja keras dan kepatuhan mereka terhadap aturan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kutai Kartanegara, terutama Bupati Edi Damansyah, yang telah mendukung jalur independen dengan obyektif.

“Kami sangat menghargai sikap obyektif dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kukar dan Bapak Edi Damansyah,” ujar AYL.

“Dengan penetapan dukungan ini, pasangan AYL-Aza kini semakin siap melangkah ke pemilihan mendatang membawa aspirasi dan dukungan kuat dari masyarakat Kukar, yang menjadi landasan bagi kami dalam proses pencalonan ini,” pungkasnya. (ak)

HUT RI ke-79, Mayjen Dendi Suryadi Ajak Tingkatkan Kolaborasi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat

Tenggarong – Di peringatan HUT RI ke-79, Mayjen TNI Dendi Suryadi mengajak pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk terus meningkatkan semangat kolaborasi.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, dan memastikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Dendi bilang, pemerintah telah membuat kebijakan yang mampu mendorong berbagai pembangunan berkelanjutan.

“Kebijakan ini membuka jalan untuk kolaborasi yang luas dan kuat antar sektor-sektor penting,” katanya, Sabtu (17/8/2024).

Kata dia, pihak swasta juga memiliki peran penting dalam membawa inovasi dan investasi yang dapat menggerakkan ekonomi berbasis ramah lingkungan.

Hal itu, penting guna menjaga kelestarian lingkungan agar bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Sementara itu, di akar rumput, Jenderal Bintang Dua ini menyebut bahwa peran masyarakat dalam menjaga kearifan lokal dan semangat gotong royong menjadi hal penting dan tak bisa dilupakan.

Ia yakin, dengan kolaborasi yang maksimal maka angan dan cita-cita untuk Indonesia menjadi negara maju akan tercapai.

“Sinergi yang kuat untuk menghadapi tantangan bersama untuk Indonesia emas 2045,” pungkasnya. (ko)

Pelaksanaan Upacara HUT RI ke-79 di Kukar Dimulai dengan Dentuman Meriam, Berlangsung Khidmat Meski Hujan Rintik

Tenggarong – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung khidmat meskipun diwarnai dengan hujan rintik yang turun sejak pagi hari.

Upacara yang digelar di lapangan kantor Bupati Kukar pada Sabtu (17/7/2024), ini diawali dengan dentuman meriam sebanyak 17 kali, menambah suasana khidmat dan semangat nasionalisme para peserta upacara.

Bupati Kukar Edi Damansyah yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan bahwa peringatan HUT RI ke-79 ini merupakan momentum penting untuk memperkuat makna kesatuan dan persatuan.

“Menyongsong Nusantara Baru Indonesia maju, sebagai rangkaian perayaan peringatan HUT ke-79 RI, menggelorakan rasa nasional dan rasa kesatuan Republik Indonesia,” kata Edi.

Meskipun cuaca kurang bersahabat, semangat peserta upacara tidak surut. Jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, serta elemen masyarakat lainnya tetap berdiri tegap di bawah rintik hujan.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kukar juga berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengibarkan sang merah putih dengan penuh kebanggaan.

Edi mengungkapkan rasa syukur atas peringatan HUT RI kali ini dan menegaskan pentingnya momentum ini, terlebih dengan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian wilayahnya berada di Kukar.

“Mari jadikan HUT RI ke-79 ini sebagai semangat baru untuk membangun Kutai Kartanegara, seiring dengan pemindahan IKN. Jika kita ingin maju, perubahan harus dilakukan. Saya berkomitmen untuk terus membawa kemajuan bagi Kukar,” ujar Edi

“Jika kita ingin melihat Kukar maju, maka perubahan harus kita lakukan sekarang. Ini komitmen saya untuk Kukar yang lebih baik,” pungkasnya. (ak)

Polres Kukar Berhasil Tangkap Penculik Tiga Anak di Kenohan, Motifnya Karena Sayang

Tenggarong – Masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikejutkan oleh kasus penculikan yang melibatkan tiga anak dari Kecamatan Kenohan.

Seorang pria berinisial D (41), yang merupakan rekan kerja orang tua korban, menculik tiga anak bersaudara dan membawanya ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan alasan hendak menikahi anak sulung. Kasus ini terungkap setelah D berhasil ditangkap pada Selasa, 13 Agustus 2024.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Kukar AKP Suprapto, bersama Kasat Reskrim AKP Jodi Rahman dan Kapolsek Kenohan IPTU Nelson Eddy Bojoh, D ditangkap di Jalan Poros Mamuju-Palu, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, saat pelaku hendak melanjutkan perjalanan ke Kota Palu.

“Pelaku telah membawa lari korban sejak 2 Agustus. Setelah beberapa hari tidak ada kabar, orang tua korban akhirnya melapor ke kepolisian pada 7 Agustus,” kata IPTU Nelson Eddy Bojoh, Jumat (16/8/2024).

D merupakan rekan kerja orang tua korban. Orang tua korban sering menitipkan anak-anaknya kepada pelaku ketika bekerja.

Kejadian bermula saat D meminta izin kepada orang tua korban, untuk membawa anak-anaknya membeli jajan di pasar malam.

Namun, setelah tak kunjung mengembalikan korban keesokan harinya, dan setelah semua kontak keluarga diblokir, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kenohan.

“Pelaku mengaku sayang dengan anak tertua dan berniat menikahinya. Oleh karena itu, ia membawa ketiga anak ke Sulawesi,” tambah Nelson.

Satreskrim Polres Kukar pun bekerja sama dengan Polres Pasangkayu dalam melakukan razia untuk menjaring D dan korban. Penangkapan berlangsung di sebuah pos pemeriksaan di Jalan Poros Mamuju-Palu, saat D dan korban hendak melanjutkan perjalanan.

“Kami mendapatkan informasi dari laporan orang tua korban dan bekerja sama dengan pihak kepolisian di Sulbar untuk menemukan dan menangkap pelaku,” jelas AKP Suprapto.

Dalam pengakuannya, D mengaku telah melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban K (13).

Persetubuhan pertama kali dilakukan D tiga hari setelah penculikan, diikuti dengan dua kali persetubuhan di penginapan dekat pelabuhan di Samarinda. Persetubuhan berikutnya terjadi di penyewaan rumah dekat pelelangan ikan dan di dalam mobil travel.

“Pencabulan dan persetubuhan tujuh kali, tiga kali dicabuli dan empat kali disetubuhi. Dia memang ada niat mau nikahin,” sebut Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Jodi Rahman.

Untuk membiayai pelariannya, D menjual sepeda motor miliknya dan menggunakan uang tersebut untuk perjalanan ke Sulawesi dengan kapal dari Samarinda.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Kukar, di antaranya 1 unit sepeda motor Jupiter MX merah, 1 baju kaos hitam, 1 celana panjang motif kotak-kotak, dan 1 celana dalam berwarna ungu.

Setelah penangkapan, D dan korban segera dibawa pulang ke Kukar. D dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 332 ayat 1 ke (1e) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan minimal 5 tahun. (ak)

Tahun Ini, Penjualan Bendera Merah Putih di Kukar Alami Penurunan

Tenggarong – Dudi, seorang penjual bendera merah putih asal Bandung, kembali menjajakan dagangannya dalam rangka menyambut HUT RI ke 79 di Kukar.

Pria yang setiap tahunnya datang ke Kukar ini, mulai berjualan sejak 20 Juli 2024 lalu di sekitaran Jalan Wolter Monginsidi, Tenggarong, Kukar.

Dudi menjelaskan bahwa pendapatannya dari berjualan bendera musiman ini tidak bisa dipastikan, setiap harinya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu

Meski demikian, tahun ini ia mengaku penjualan bendera merah putih mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini penjualan bendera menurun drastis, mungkin karena sekarang banyak yang lebih memilih beli secara online,” ungkap Dudi, Jumat (16/8/2024).

Bendera yang paling sering dibeli oleh masyarakat adalah bendera rumahan, seperti bendera merah putih dan umbul-umbul.

Dudi menyebut bahwa bendera yang ia jual dikirim langsung dari Bandung, seminggu sebelum dirinya berangkat barang barang dagangan tersebut telah sampai di Kukar.

“Jadi, ketika saya sampai di sini, barang juga sudah sampai,” tutupnya. (ak)

FPMM Kaltim Desak Pemerintah Bubarkan BPIP

Tenggarong – Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Kaltim meminta pemerintah untuk membubarkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Permintaan ini muncul setelah BPIP mengeluarkan aturan standar pakaian Paskibraka putri yang tidak mencantumkan jilbab.

Akibat aturan tersebut, Paskibraka putri yang mengenakan hijab harus melepasnya untuk mematuhi ketentuan BPIP.

“Akhir-akhir ini, banyak perbincangan di dunia maya mengenai pencopotan jilbab bagi Paskibraka wanita pada 17 Agustus nanti,” ujar Ketua FPMM Kaltim, Ikhsan Hattu, Jumat (16/8/2024).

Ikhsan mengkritik BPIP yang dinilai sering menimbulkan kegaduhan di masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang dianggap bertentangan dengan norma masyarakat.

“Sebagai lembaga negara yang dibiayai dari uang rakyat namun tidak memberikan kontribusi yang signifikan, lebih baik BPIP dibubarkan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan pemerintah untuk meninjau ulang struktur internal BPIP dan mengisi posisi-posisi di lembaga tersebut dengan individu yang memiliki akhlak, moral, dan jiwa pancasilais.

“Atau sebaiknya kembalikan BP4 dan aktifkan lagi penataran P4 mulai dari sekolah hingga lingkungan kerja,” tutup Ikhsan. (ko)