KPU Kukar Sosialisasikan Rancangan PKPU Kampanye Pilkada 2024

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat koordinasi terkait sosialisasi rancangan Peraturan KPU (PKPU) terbaru mengenai kampanye Pilkada dan pelaporan dana kampanye, sebagai bagian dari persiapan Pemilihan Serentak 2024 bertempat di ruang rapat kantor KPU Kukar, Rabu (18/9/2024).

Komisioner KPU Kukar, Muhammad Amin mengatakan, sosialisasi ini digelar lebih awal agar, bakal pasangan calon (Bapaslon) dapat memahami aturan yang akan berlaku sebelum masa kampanye resmi dimulai.

“Terkait dengan kampanye, mudah-mudahan PKPU-nya segera ditetapkan. Malam ini yang kami sosialisasikan masih dalam bentuk rancangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi, agar ketika masa kampanye dimulai, KPU sudah siap memberikan panduan jelas kepada bakal pasangan calon (Bapaslon).

“Sejauh ini yang berbeda dari PKPU tahun 2017 adalah jumlah alat peraga kampanye. Dulu diatur langsung dalam PKPU, namun untuk sekarang saya tidak melihat aturan tersebut,” jelasnya.

Amin menjelaskan bahwa mekanisme terkait alat peraga kampanye tetap sama, yaitu memerlukan penetapan dari KPU kabupaten/kota sebelum mencetaknya.

Selain itu, KPU akan menggunakan Sistem Informasi Dana Kampanye (SIKDK) yang terintegrasi, untuk pelaporan dana kampanye. Sehingga, seluruh laporan terkait kampanye dan dana kampanye akan langsung masuk ke dalam SIKDK.

“Agar pengaturannya lebih terintegrasi, kami menggunakan sistem SIKDK,” jelas Amin.

Meskipun SIKDK bersifat privasi, informasi mengenai kampanye dan dana kampanye akan dipublikasikan melalui website Info Pemilu.

“Kami harap Pemilu 2024 dapat berjalan dengan partisipatif, terbuka, dan akuntabel, sehingga memenuhi harapan seluruh pihak yang terlibat,” pungkasnya. (ak)

BPBD Kukar Lakukan Upaya Pemadaman Karhutla di Area PT ATK Kecamatan Muara Kaman

Tenggarong – Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar PT ATK, Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, Kukar masih berlangsung hingga Kamis (19/9/2024).

Kebakaran dilaporkan terjadi sejak Senin, 16 September 2024. Laporan resmi diterima BPBD Kukar pada Rabu, 18 September 2024, pukul 12.00 WITA, melalui telepon dan surat dari pihak perusahaan. Luas area yang terbakar saat ini masih dalam proses pengukuran.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kukar langsung mempersiapkan peralatan dan personel. Tim diberangkatkan pada pukul 16.30 WITA dan tiba di lokasi pada pukul 22.00 WITA.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menjelaskan bahwa wilayah Kaltim, khususnya Kukar telah memasuki musim kemarau. Musim kemarau basah dimana hujan akan sesekali turun, hal ini diprediksi BMKG membuat situasi semakin berbahaya.

“Sudah seminggu tidak ada hujan, sehingga potensi karhutla meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dengan kondisi tanah gambut, percikan api kecil bisa memicu kebakaran besar.

Ia mengingatkan bagi masyarakat yang melihat titik api agar segera sigap melaporkan hal tersebut agar lebih cepat di tangani

Hingga saat ini, proses pemadaman masih berlangsung. BPBD Kukar berencana mengerahkan lebih banyak personel dan sumber daya jika api belum berhasil dikendalikan dalam waktu dekat.

Setianto menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani karhutla di wilayah yang luas ini.

“Kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan agar bencana ini dapat diatasi dengan baik,” tutupnya. (ak)

Pembukaan Beasiswa Kukar Idaman Tahap II Tahun 2024, Tersedia 2.944 Penerima

Tenggarong – Dalam rangka mendukung Visi dan Misi Kukar Idaman untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul, dan berbudaya, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali membuka pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman tahap II tahun 2024.

Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan pendidikan bagi pelajar, santri, dan mahasiswa yang beridentitas Kutai Kartanegara.

Kuota Penerima Beasiswa Kukar Idaman Tahap II 2024 adalah sebanyak 2.944 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Beasiswa Stimulan Pondok Pesantren sebanyak 200 orang, Beasiswa Stimulan SMA/SMK/MA sebanyak 504 orang, Beasiswa Prestasi Akademik D3 sebanyak 1.050 orang, Beasiswa Prestasi Akademik D4/S1 sebanyak 1.050 orang, Beasiswa Stimulan S2 sebanyak 75 orang, Beasiswa Stimulan S3 sebanyak 65 orang

Periode pendaftaran dibuka mulai 17 September hingga 17 Oktober 2024. Para calon penerima beasiswa dapat mendaftarkan diri secara online melalui laman resmi beasiswa.kukarkab.go.id.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan bahwa prioritas beasiswa ini diberikan kepada masyarakat yang memiliki prestasi akademik, non akademik, serta yatim piatu dan prasejahtera

“Ini kesempatan emas bagi pelajar dan mahasiswa yang beridentitas di Kukar,” katanya, Kamis (19/9/2024).

Perhatian khusus Dendy menambahkan, pelajar dan mahasiswa yang sudah menerima beasiswa di tahap pertama tidak bisa mendaftar lagi pada tahap kedua ini.

Dia menyebut, pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum mendapat fasilitas beasiswa sebelumnya.

Ia juga mengingatkan agar calon pendaftar memperhatikan dokumen yang diunggah dan menggunakan NIK saat pendaftaran, bukan Nomor KK.

“Pastikan juga rekening bank yang digunakan adalah rekening Bank Kaltimtara dan masih aktif agar tidak ada kendala dalam penyaluran beasiswa,” tegasnya. (ak)

Menjamu Benua Ritual untuk Keselamatan dan Kelancaran Acara Erau Adat Kutai 2024

Tenggarong – Menjamu Benua adalah sebuah tradisi adat yang memiliki makna penting dalam budaya masyarakat Tenggarong. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan perlindungan dari Sang Maha Kuasa sebelum pelaksanaan acara Erau, yang merupakan perayaan budaya yang telah berlangsung turun temurun.

Menjamu Benua tidak hanya menjadi ritual spiritual, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalam menyambut acara besar tersebut.

Kegiatan Menjamu Benua dilakukan di beberapa lokasi yang dianggap sakral, yaitu Kepala Benua di Mangkurawang Tenggarong, Tengah Benua di depan Museum Mulawarman, dan Buntut Benua berada di hilir Jembatan Kutai Kartanegara.

Masing-masing lokasi memiliki makna tersendiri, dengan Kepala Benua sebagai titik awal yang simbolis, sementara Tengah dan Buntut Benua melambangkan kesinambungan tradisi dan harapan bagi keselamatan selama acara berlangsung.

Perwakilan Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Drs H. Awang Imaludin mengatakan, upacara ini dimulai dengan permohonan izin kepada Sultan Kutai Ing Martadipura, yang merupakan simbol kekuatan dan kepemimpinan adat.

“Sultan telah memerintahkan saya dan rombongan untuk melaksanakan Menjamu Benua,” ujarnya, Rabu (18/9/2024).

Imaludin menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk meminta perlindungan dan keselamatan, baik bagi masyarakat di Kota Tenggarong maupun di luar daerah.

“Menjamu Benua adalah momen di mana kita meminta restu sang maha kuasa agar pelaksanaan Erau dapat berjalan dengan selamat dan lancar,” ungkapnya.

Dengan diadakannya Menjamu Benua, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya mereka.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial di antara warga, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi yang telah ada sejak lama.

Menjamu Benua bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Tenggarong dalam menyongsong acara Erau yang penuh makna.

“Mari kita jaga dan lestarikan tradisi ini agar tetap hidup dalam setiap generasi,” tutupnya. (ak)

Dinsos Kukar Pastikan Korban Keracunan Massal di Sebulu Ulu Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis

Tenggarong – Dinas Sosial Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh korban keracunan massal di Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, mendapat layanan kesehatan tanpa biaya.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman, saat mengunjungi Puskesmas Sebulu I pada Rabu (18/9/2024).

Dari total 255 warga yang menjadi korban keracunan usai menyantap hidangan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, tujuh orang masih menjalani rawat inap di puskesmas, sementara sebagian besar sudah pulang dan menjalani rawat jalan.

“Alhamdulillah, baik yang memiliki BPJS maupun tidak, semuanya mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis,” jelas Yuliandris.

Ia juga menambahkan bahwa dua warga meninggal dunia akibat insiden ini. Yuliandris memastikan tidak ada biaya yang dibebankan kepada keluarga korban, termasuk biaya rumah sakit yang mencapai Rp 4 juta telah dihapuskan setelah adanya koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, Dinas Sosial Kukar juga akan memberikan bantuan sembako kepada keluarga korban yang meninggal sebagai wujud bela sungkawa.

Pihak nya juga memprioritaskan pembuatan BPJS bagi warga yang belum memiliki. Sehingga para korban dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah jika diperlukan perawatan lebih lanjut.

“Kami mengkhawatirkan apabila korban ini memerlukan perawatan kembali karena mungkin efek samping dari keracunan, BPJS mereka sudah aktif sehingga tidak terhalang oleh hal tersebut,” tutupnya. (ak)

Dua Korban Keracunan Massal di Sebulu Meninggal Dunia

Tenggarong – Kepala Puskesmas Sebulu I, Abdullah Ramli, mengonfirmasi bahwa dua warga Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meninggal dunia akibat keracunan massal yang terjadi pada Minggu, 15 September 2024.

Sebelumnya diketahui bahwa Kejadian keracunan massal ini diduga terjadi setelah korban menyantap hidangan yang disajikan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam pada Sabtu, 14 September 2024.

Kejadian ini mengakibatkan sebanyak 255 warga mengalami gejala keracunan hingga terdapat dua warga yang dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal pertama adalah Tn. Hermanto, yang dirawat di Puskesmas Sebulu I sejak Minggu, 15 September siang dengan keluhan diare dan muntah-muntah.

“Hermanto memiliki riwayat penyakit diabetes melitus yang tidak terkontrol dan pernah mengalami kusta. Kondisinya memburuk pada 17 September sekitar pukul 09.00 pagi dan meninggal pada pukul 09.35,” jelas Abdullah Ramli, Rabu (18/9/24).

Korban kedua, Hj. Ramlah, dirujuk ke RSUD AM Parikesit dengan riwayat hipertensi. Ramlah meninggal dunia akibat komplikasi dari tekanan darah tinggi yang diperparah oleh keracunan makanan.

Selain itu, Abdullah Ramli juga melaporkan bahwa dari total 255 korban keracunan, sebanyak 33 pasien menjalani perawatan inap, 7 pasien dirujuk ke rumah sakit, dan 215 pasien lainnya menjalani observasi atau rawat jalan.

Ia menyebut, semua biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah, baik bagi yang memiliki BPJS aktif maupun yang belum memiliki BPJS.

“Bahkan BPJS bagi yang belum aktif langsung diproses dan diaktifkan oleh dinas sosial yang turut membantu,” ungkapnya.

Abdullah mengungkapkan, Dinas Sosial Kukar juga telah turun tangan untuk memastikan seluruh pasien yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

“Kami memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis yang layak,” pungkas Abdullah. (ak)