Panwascam Tenggarong Telusuri Video Kontroversial Isran Noor di Loa Ipuh, Potensi Kena Pidana

Tenggarong – Panwascam Tenggarong, melalui Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), tengah menelusuri beredarnya sebuah video yang berisi pernyataan kontroversial calon Gubernur Kaltim nomor urut 1, Isran Noor, saat kampanye di Jalan Gunung Belah, Loa Ipuh, pada 07 Oktober 2024 lalu.

Panwascam Tenggarong divisi HP2H, Achmad Roziq Maulana, mengungkapkan bahwa penelusuran terhadap video tersebut telah mencapai 75 persen dilakukan.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan sebagian besar informasi terkait isi video secara menyeluruh. Hingga kini, proses verifikasi bukti-bukti masih terus berjalan.

Jika bukti-bukti telah dianggap cukup, pihaknya akan segera melaporkan temuan ini ke Bawaslu Kukar untuk diproses lebih lanjut.

Ia juga menyebutkan bahwa kasus ini memiliki potensi untuk masuk ke ranah pidana. Karena itu, penanganannya nantinya akan melibatkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

“Kalau sudah masuk ranah pidana, tentu yang menangani nanti Gakumdu,” jelas Roziq, Kamis (10/10/24).

Selain itu, Roziq menjelaskan adanya indikasi pelanggaran dalam video tersebut, namun ia masih enggan memberikan rincian lebih lanjut sebelum memiliki bukti-bukti yang lengkap.

Nanti, pihaknya akan memaparkan seluruh bukti yang berhasil dikumpulkan kepada Bawaslu Kukar, agar kasus ini dapat ditindaklanjuti secara hukum.

“Indikasinya memang ada, tapi untuk bukti-bukti kami masih mengumpulkannya,” tambah Roziq.

Terkait saksi, Panwascam juga sedang menelusuri pihak-pihak yang hadir saat kampanye. Termasuk yang mendokumentasikan atau mengunggah video tersebut.

Menurut Roziq, mereka yang berperan dalam penyebaran video ini berpotensi menjadi saksi penting dalam proses penelusuran.

“Kalau saksi dan bukti sudah cukup kuat, baru kami tindak lanjuti ke Bawaslu,” pungkasnya. (ak)

Aspian Noor Resmi Gantikan Adriansyah Sebagai Ketua Perina Kukar

Tenggarong – Aspian Noor secara resmi ditunjuk sebagai Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menggantikan Adriansyah.

Penunjukan ini merupakan hasil dari Musyawarah Cabang (Muscab) olahraga tinju yang diadakan di Hotel Fatma, Tenggarong pada Rabu (9/10/2024).

Setelah terpilih, Aspian Noor mengungkapkan harapannya agar Pertina Kukar dapat lebih aktif dalam menggelar berbagai event, khususnya untuk kategori junior.

Sebagai langkah awal, Aspian akan segera menyusun formatur kepengurusan yang baru. “Setelahnya kami akan menyusun program kerja untuk jangka pendek dan panjang,” ujarnya.

Aspian juga mencermati potensi cabor tinju di Kukar yang masih terpusat di kota Tenggarong, sehingga Ia berharap agar kegiatan olahraga tinju dapat diperluas ke sekolah-sekolah SD dan SMP di seluruh kecamatan.

Menurutnya, hal ini akan mendorong lebih banyak minat generasi muda untuk bergabung dengan klub-klub tinju yang tersebar di 20 kecamatan di Kukar.

Ia menyampaikan pengenalan tinju sejak dini sangat penting untuk mengembangkan bibit-bibit atlet yang bisa diandalkan di masa mendatang.

Selain itu, ia berkeinginan agar seluruh klub bersatu dalam visi yaitu untuk menghasilkan atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun lokal.

“Harapannya Pertina ke depannya agar selalu solid dan seluruh klub yang ada di Kukar agar bisa bersatu untuk membuat bibit-bibit unggul,” tegasnya.

Dalam hal sarana dan prasarana, Aspian mengatakan tempat pelatihan tinju Pertina saat ini hanya ada di Sasana Lembuswana, Kolam Renang Mulawarman, dan di loa kulu kota.

Namun, ia berencana untuk memusatkan seluruh fasilitas latihan di satu tempat yang lebih terorganisir.

“Kami akan bekerja sama dengan stakeholder yang ada di Kukar agar Pertina memiliki wadah dan naungan, sehingga semua sasana dan klub tinju dapat berlatih dan bertanding di satu tempat,” jelasnya.

Aspian mengungkapkan target besar Pertina Kukar, yaitu meraih juara pada Pekan Olahraga Nasional.

“Target capaian kami juara PON tahun 2028,” pungkasnya. (ak)

Pemekaran Kelurahan Mangkurawang Jadi Desa Mangkurawang Darat Masuk Tahapan Pembahasan Perda di DPRD Kukar

Tenggarong – Proses pemekaran sebagian wilayah Kelurahan Mangkurawang menjadi Desa Mangkurawang Darat kini memasuki tahap pembahasan peraturan daerah (Perda) di DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan pemekaran ini merupakan usulan dari masyarakat RT 13-17 Kelurahan Mangkurawang yang telah lama diusulkan melalui pemerintah setempat.

Arianto menyebut inisiatif pemekaran ini didukung oleh Bupati Kukar saat itu, Edi Damansyah, yang memerintahkan agar proses pemekaran segera ditindak lanjutkan.

“Atas dasar itu turun perintah Pak Bupati untuk melanjutkan usulan ini,” katanya, Rabu (9/10/24).

Pemekaran ini jika berhasil, akan menjadi yang pertama di Indonesia, mengingat belum ada kelurahan yang dimekarkan menjadi desa.

Berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemekaran wilayah ini diperbolehkan sebagai perubahan status sebagian wilayah Kelurahan Mangkurawang menjadi Desa Mangkurawang Darat.

Arianto menjelaskan, alasan utama pemekaran ini adalah karakteristik agraris wilayah tersebut, sekitar 60-70 persen wilayah Mangkurawang Darat merupakan lahan pertanian, yang lebih cocok menjadi desa dibanding kelurahan.

“Potensi agraris di Mangkurawang Darat sangat luas, sehingga wilayah tersebut lebih cocok untuk status desa,” jelasnya.

Berbagai tahapan telah dilalui, termasuk musyawarah dengan masyarakat, tokoh masyarakat, dan Ketua RT, serta pembagian batas wilayah, rekomendasi resmi dari Bupati juga sudah dikeluarkan pada 20 September 2024.

Kini, proses pemekaran ini masih harus menunggu pembahasan di DPRD Kukar terkait Perda pembentukan desa.

Setelah Perda disahkan oleh DPRD Kukar, pemekaran akan diajukan ke provinsi untuk mendapatkan persetujuan dan kemudian disampaikan kepada Kemendagri.

“Lalu disampaikan ke Kemendagri untuk meminta kode desa dan register desa dan desa Mangkurawang Darat pun resmi dimekarkan,” tutupnya. (ak)

Isu Pengunduran Diri Kades Manunggal Jaya, DPMD Kukar Tunggu Kepastian Resmi

Tenggarong – Isu pengunduran diri Kepala Desa (Kades) Manunggal Jaya, Sukemi, terus beredar di tengah masyarakat. Meski demikian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) masih menantikan konfirmasi resmi terkait hal tersebut.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan hingga kini, DPMD Kukar belum menerima surat resmi dari Kecamatan Tenggarong Seberang yang membawahi Desa Manunggal Jaya.

Menanggapi isu yang muncul, Arianto langsung berkoordinasi dengan Camat Tenggarong Seberang untuk memastikan kebenarannya.

Dari hasil komunikasi itu, Arianto menyebut bahwa pengunduran diri Kades Manunggal Daya masih dalam proses, namun belum ada pemberitahuan resmi.

“Pak Camat mengatakan bahwa pengunduran diri tersebut masih dalam proses, tetapi belum ada kabar resmi dari pihak kades,” ungkapnya, Rabu (9/10/24).

Lebih lanjut, Arianto menjelaskan DPMD Kukar tidak bisa mengambil tindakan apapun hingga ada surat resmi atau ajakan rapat dari kecamatan.

Menurutnya, selagi pihak kecamatan belum menyampaikan laporan tertulis, pihaknya tidak bisa mengonfirmasi secara formal mengenai pengunduran diri tersebut.

“Kami belum bisa menyatakan secara resmi bahwa ada Kades yang mengundurkan,” jelasnya.

Arianto juga menambahkan bahwa meskipun isu pengunduran diri ini sudah tersebar, prosedur formal harus tetap diikuti.

Jika memang pengunduran diri benar terjadi, DPMD akan memproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kalaupun memang ada, kami akan proses, dan itu tidak dilarang. Yang penting, semua prosedur yang ditetapkan harus diikuti,” tutupnya. (ak)

Isran Noor Sampaikan Pesan kepada Relawan Agar Solid

Tenggarong – Isran Noor, calon gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang juga merupakan petahana, mengingatkan para relawan akan pentingnya kolaborasi yang solid dalam menjalankan kampanye dalam kontestasi Pilkada Kaltim 2024.

Pesan tersebut disampaikan seusai pengukuhan tim koalisi pemenangan Isran-Hadi yang bertempat di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (7/10/24).

Koalisi tersebut meliputi partai PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura, Partai Ummat, dan Gelora dan beberapa relawan.

Isran menyampaikan kerja sama dan perencanaan yang matang adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama.

Ia berharap para relawan dapat saling mendukung tanpa merasa curiga atau buruk sangka satu sama lain.

“Kita hanya boleh bicara fakta. Fakta boleh, kenapa boleh? Supaya masyarakat tahu bagaimana sebenarnya keluarga calon gubernur ini,” jelasnya.

Isran berharap kerja sama antara partai-partai dalam koalisi ini akan membawa Kaltim menuju masa depan yang lebih baik.

Ia ingin agar para relawan dapat menyiapkan diri untuk menjalankan kampanye dengan cara yang positif, tanpa menyebarkan fitnah atau menjatuhkan satu sama lain.

“Jangan fitnah orang, jangan menjelekan orang, jangan menghina orang,” ujarnya.

Selain itu, Isran menambahkan bahwa timnya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan yang ada dan melanjutkan program-program yang belum sepenuhnya dilaksanakan.

“Masalah pembangunan infrastruktur masih ada sekitar 10% yang perlu diselesaikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan program beasiswa akan tetap menjadi salah satu prioritas dalam kepemimpinannya nanti.

Dalam konteks investasi, Isran menjelaskan dalam lima tahun terakhir, pihaknya sudah membuat dua pabrik pengolahan sumber daya alam, yaitu semen dan nikel.

“Selanjutnya mudah-mudahan lancar. Saya sudah tandatangani MOU-nya dengan pihak investor dari China, yaitu pembangunan namanya chip dan pembangunan mobil Bulid Yaur Dreams (BYD) yang listrik,” jelasnya. (ak)

Target 75% Suara untuk Isran-Hadi di Kukar, Tim Koalisi Resmi Dikukuhkan

Tenggarong – Tim Koalisi Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor-Hadi Mulyadi, siap bergerak cepat untuk meraih target 75% suara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Koalisi Pemenangan, Suriadi, setelah dikukuhkan oleh Isran Noor dan Hadi Mulayadi di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong pada Senin (7/10/2024).

Koalisi ini melibatkan partai-partai seperti PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura, Partai Ummat, dan Gelora, bersama sejumlah relawan yang siap untuk mendukung perjuangan pasangan calon ini.

Suriadi, mengungkapkan rencana konsolidasi tim dalam waktu dekat untuk melakukan konsolidasi terkait teknis kemenangan.

Suriadi juga menjelaskan salah satu topik penting dalam konsolidasi nanti adalah mengantisipasi perilaku pemilih yang saat ini cenderung tidak terprediksi.

“Dari hasil survei internal, kami mendapati bahwa perilaku pemilih saat ini cenderung masih sangat liar. Nah, ini yang akan kita antisipasi nanti,” tuturnya.

Tim pemenangan Isran-Hadi berencana untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang program-program dan prestasi-prestasi yang telah diraih oleh pasangan calon tersebut.

“Insyaallah kita yakin Pak Isran-Hadi akan menang. Ini untuk masa depan lima tahun ke depan, apalagi IKN di sini,” kata Suriadi.

Suriadi juga percaya target 75 persen suara untuk Isran-Hadi di Kukar bisa tercapai pada Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

“Apalagi kerja kolaborasi dengan Calon Bupati dan Wakil Bupati kita (Edi-Rendi). Di lapangan juga insyaallah kita kerja sama,” ungkapnya.

Dengan strategi yang matang dan dukungan penuh dari koalisi, Tim Koalisi Isran-Hadi siap menghadapi tantangan demi mencapai kemenangan dalam Pilkada mendatang.

“Jadi, kampanyenya bersama, kita gandeng Pak Edi-Rendi ketika kampanye. Nanti Isran-Hadi juga begitu, kita kampanyekan Edi-Rendi,” pungkas Suriadi. (ak)