Relawan Karhutla Segihan Dapat Dukungan, Karang Taruna Salurkan APD hingga Sembako

Tenggarong – Para relawan pemadam kebakaran di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), mendapat tambahan dukungan saat masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) bersama Karang Taruna Kalimantan Timur menyalurkan bantuan untuk menunjang kebutuhan mereka selama bertugas di lapangan.

Bantuan diserahkan ke Posko Relawan Pemadam Kebakaran Desa Segihan, Jumat (18/9/2026). Sejumlah kebutuhan dibawa untuk membantu relawan menghadapi aktivitas pemadaman yang berlangsung dengan waktu kerja yang tidak menentu.

Bantuan tersebut meliputi masker, vitamin, suplemen, alat pelindung diri (APD), sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya. Dukungan itu diharapkan dapat membantu menjaga kondisi relawan sekaligus memenuhi kebutuhan mereka selama berada di lokasi kebakaran.

Ketua Karang Taruna Kalimantan Timur Hendra mengatakan, penyaluran bantuan merupakan bentuk kepedulian kepada relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut arahan PNKT agar organisasi Karang Taruna hadir di tengah persoalan masyarakat.

“Penyaluran ini sesuai arahan dari PNKT. Arahan ketum bahwa Karang Taruna harus bergerak, berdampak, sehingga bisa membantu relawan di lapangan,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, kebutuhan bantuan disesuaikan dengan kondisi relawan yang menjalankan aktivitas pemadaman. Selain perlengkapan perlindungan, kebutuhan konsumsi dan dukungan untuk menjaga stamina juga menjadi bagian yang diperhatikan.

“Sehingga kami harus turun untuk memberikan bantuan untuk men-support mereka, yaitu bantuan APD, bantuan vitamin, sembako yang bisa membuat mereka terbantu dalam melakukan aktivitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Segihan Hendra Wahyudi menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengatakan sejumlah barang yang disalurkan memang dibutuhkan para relawan, terutama karena proses penanganan karhutla dapat berlangsung dalam waktu panjang.

“Alhamdulillah, terima kasih. Karena ini memang yang dibutuhkan. Kebetulan kita yang handle untuk di Kecamatan Sebulu,” ungkap Hendra Wahyudi.

Bagi para relawan, dukungan tersebut bukan sekadar tambahan logistik. Dengan waktu penanganan yang sulit diprediksi, kebutuhan makan dan minum, perlindungan diri hingga perlengkapan lapangan menjadi bagian penting agar mereka tetap dapat menjalankan tugas menangani karhutla di Desa Segihan. (*)

Dispar Kukar Dorong Destinasi Hadirkan Pengalaman Wisata Story Telling pada Wisatawan

Kutai Kartanegara – Pengalaman wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan sebuah destinasi. Story Telling atau cerita tentang kawasan, kehidupan masyarakat hingga potensi lokal dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan yang membuat kunjungan wisatawan lebih berkesan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang didorong Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan destinasi di wilayah masing-masing.

Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Airin Susanti, mewakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Sadli, mengatakan kreativitas masyarakat menjadi bagian penting dalam menghidupkan sebuah destinasi.

“Jangan hanya mengandalkan tempatnya. Pokdarwis juga perlu mengembangkan cerita dan pengalaman yang bisa dirasakan wisatawan ketika mereka datang,” ujar Airin sapaan akrabnya, pada Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, konsep tersebut dapat diterapkan dengan mengemas sejarah kampung, kehidupan masyarakat maupun potensi yang ada di sekitar destinasi menjadi sebuah cerita.

Terlebih bagi objek wisata yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota, storytelling dapat menjadi bagian dari perjalanan pengunjung.

Selain memperkuat cerita destinasi, pembenahan fasilitas juga mulai dilakukan di sejumlah kawasan. Fasilitas sederhana seperti spot foto dapat dimanfaatkan untuk memberikan pilihan aktivitas tambahan kepada wisatawan.

Perubahan sarana tersebut diharapkan semakin menunjang aktivitas Pokdarwis dalam mengelola kawasan wisata. Salah satu contohnya terlihat pada pengembangan wisata Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo yang berada di bawah naungan Pokdarwis Mentari.

“Beberapa fasilitas sudah mulai dikembangkan, salah satunya spot foto yang memang ditujukan untuk wisatawan. Kondisinya juga sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Airin menilai pengelola juga perlu memahami pola kunjungan wisatawan. Pengunjung yang datang ke suatu destinasi tidak selalu berasal dari kalangan individu, tetapi juga keluarga maupun rombongan.

Pemahaman tersebut dapat membantu Pokdarwis menentukan bentuk pelayanan dan aktivitas yang sesuai dengan karakter pengunjung.

Dengan begitu, fasilitas maupun program yang dikembangkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat selama wisatawan berada di lokasi.

Keaktifan kelompok masyarakat juga menjadi salah satu unsur penting dalam keberlanjutan pengembangan destinasi. Berbagai aktivitas yang dilakukan secara konsisten dapat menunjukkan bahwa potensi wisata di suatu wilayah terus dikelola dan dikembangkan.

Dispar Kukar mendorong Pokdarwis untuk tidak berhenti pada pemanfaatan potensi yang sudah ada. Kreativitas dalam mengemas destinasi, menghadirkan aktivitas serta membangun cerita lokal dinilai dapat memperkuat pengalaman wisatawan.

“Yang ditawarkan kepada wisatawan bukan cuma objeknya, tetapi cerita dan pengalaman di dalamnya. Itu yang harus terus dikembangkan supaya orang yang datang memperoleh pengalaman yang lebih lengkap,” pungkas Airin. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Buka Kolaborasi untuk Jaga Aktivitas Komunitas Kreatif Tetap Berjalan

Kutai Kartanegara – Keterbatasan kemampuan pembiayaan daerah mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara mencari pola dukungan lain agar aktivitas komunitas kreatif di berbagai kecamatan tetap dapat berlangsung.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah membuka ruang kerja sama dengan pihak-pihak komunitas yang memiliki program sejalan. Dukungan pemerintah kemudian dapat dipadukan dengan sumber dukungan lainnya sehingga kegiatan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan kolaborasi menjadi salah satu langkah yang terus dikembangkan di tengah kondisi anggaran yang terbatas.

“Kami terus mencari cara supaya kegiatan kreatif masyarakat tetap berjalan. Dukungan pemerintah bisa kita sinergikan dengan program dari pihak lain yang memiliki tujuan yang sama,” ujar Agus, Jumat (18/9/2026).

Di sisi lain, Dispar Kukar masih menjalankan program stimulus yang diperuntukkan bagi komunitas kreatif di tingkat kecamatan. Sejumlah kegiatan telah mendapatkan dukungan, bahkan sebagian sudah memasuki tahap pelaksanaan.

Dukungan tersebut diberikan menyesuaikan karakter kegiatan dan kebutuhan masing-masing komunitas. Tidak seluruh stimulus disalurkan dalam bentuk uang tunai karena bentuk bantuan dapat disesuaikan dengan program yang dijalankan serta kondisi keuangan daerah.

Beberapa kegiatan yang telah memperoleh dukungan di antaranya Festival Adat Cerau atau Cerau Kampong Tuha Kelampak di Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, serta Kukar Reggae Fest yang digelar di Taman Musik Kecamatan Tenggarong.

Agus menjelaskan, proses pemberian stimulus juga berjalan secara bertahap. Ada kegiatan yang telah menyelesaikan proses kontrak dan mulai dilaksanakan, sedangkan kegiatan lainnya masih berada pada tahap menunggu kontrak.

“Program stimulusnya sudah berjalan. Ada kegiatan yang kontraknya sudah selesai dan sudah dilaksanakan, sementara beberapa lainnya masih menunggu proses kontrak sebelum mulai berjalan,” jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat Dispar harus menentukan dukungan berdasarkan kemampuan yang tersedia. Harapan untuk menjangkau seluruh komunitas tetap ada, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Pola kolaborasi pun dinilai dapat menjadi penguat agar program komunitas tidak berhenti hanya karena keterbatasan APBD. Pemerintah tetap dapat memberikan dukungan sembari menghubungkan kegiatan dengan pihak lain yang memiliki ruang untuk bersinergi.

“Sebenarnya kami ingin semua komunitas mendapatkan stimulus, tetapi kondisi anggaran membuat kami harus menyesuaikan. Karena itu, kami terus mencari solusi melalui kolaborasi dengan pihak lain agar kegiatan tetap berjalan dan tidak terlalu membebani APBD,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Buka Peluang Pelatihan bagi Pengelola Destinasi Wisata Mandiri

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus membuka ruang pembinaan bagi pelaku usaha yang mengelola destinasi wisata secara mandiri maupun perorangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan dukungan pemerintah daerah tetap dapat diberikan meskipun pengelola destinasi tidak tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Sebagian pengelola wisata mandiri diketahui merupakan pelaku usaha perorangan yang tergabung dalam Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kukar. Keberadaan wadah tersebut menjadi salah satu ruang komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas kebutuhan serta pengembangan pariwisata.

“Sebelumnya kami di Dispar sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pengurus PUTRI Kukar. Salah satu yang kita diskusikan yakni terkait kebutuhan dan pengembangan pariwisata ke depan,” ujar Agus, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan melalui Dispar Kukar berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pengelola destinasi di lapangan.

Pelatihan yang diberikan nantinya dapat mencakup workshop, bimbingan teknis maupun kegiatan peningkatan kemampuan lainnya, terutama yang berkaitan dengan tata kelola usaha dan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

“Untuk peningkatan SDM, kami memiliki bidang yang menangani pengembangan SDM pariwisata. Kebutuhan dari para pelaku usaha nantinya bisa diakomodasi melalui workshop, bimbingan teknis maupun pelatihan,” jelasnya.

Agus menjelaskan, pendampingan tidak harus diberikan dengan pola yang sama kepada seluruh pengelola. Kondisi dan kebutuhan masing-masing destinasi menjadi pertimbangan agar pembinaan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.

Dispar Kukar juga tetap mendorong adanya koordinasi dengan pengelola wisata mandiri. Dengan komunikasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui kebutuhan pengembangan usaha sekaligus melihat bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai kewenangan.

“Walaupun dikelola secara mandiri atau perorangan, bukan berarti mereka berjalan sendiri. Tetap ada Kamis sebagai OPD di bidang pariwisata bersama-sama untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan,” pungkas Agus. (adv/nr/ko)

Pemilihan Duta Pariwisata 2026 Ditunda, Dispar Kukar Tetap Siapkan Wakil ke Tingkat Provinsi

Kutai Kartanegara – Langkah efisiensi anggaran tidak menghentikan upaya Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) untuk menjaga keterlibatan daerah dalam ajang pemilihan duta pariwisata.

Tahun ini, pemilihan Putri Pariwisata di tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum dapat digelar. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring perubahan kemampuan keuangan daerah serta pengurangan transfer dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap sejumlah program.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyampaikan bahwa agenda pemilihan sebenarnya telah masuk dalam perencanaan dan memiliki dukungan anggaran. Namun, kondisi keuangan daerah membuat pelaksanaannya harus kembali disesuaikan.

“Awalnya kegiatan pemilihan Putri Pariwisata sudah masuk dalam anggaran tahun ini. Tetapi setelah ada efisiensi dan penyesuaian kemampuan keuangan daerah, pelaksanaannya harus kita tunda,” ujar Ivan, Kamis (17/9/2026).

Meski agenda di tingkat kabupaten belum terlaksana, Dispar Kukar tetap membuka ruang bagi keterwakilan daerah pada jenjang yang lebih tinggi. Partisipasi untuk tingkat provinsi dipastikan tetap diupayakan.

Menurut Ivan, keberlanjutan tersebut penting agar keterlibatan putra-putri daerah dalam promosi pariwisata tetap berjalan meskipun proses seleksi di tingkat kabupaten mengalami penyesuaian.

“Untuk pemilihan di tingkat kabupaten memang belum bisa kita laksanakan tahun ini. Namun, partisipasi pada tingkat provinsi insyaallah tetap kita jalankan,” katanya.

Kiprah Kukar juga berlanjut hingga panggung nasional. Ester Veronika, yang sebelumnya menjadi perwakilan Kukar pada tingkat provinsi, kini membawa nama Kalimantan Timur dalam ajang Putri Pariwisata tingkat nasional.

Ivan menyebut perjalanan Ester menjadi salah satu bentuk keberlanjutan keterlibatan Kukar dalam ajang tersebut. Sebelumnya, Kukar mengirimkan perwakilan pada 2024 dan berhasil melaju di tingkat provinsi.

“Pada 2024 lalu kita mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi dan wakil dari Kukar berhasil masuk. Sekarang Ester Veronika melanjutkan perjuangan dengan mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional,” jelasnya.

Setelah agenda nasional berakhir, Dispar Kukar berencana kembali menyiapkan regenerasi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi berikutnya. Tahun ini, rencana keterwakilan Kukar mencakup dua kategori, yakni Putri Pariwisata dan Putri Wisata.

Untuk kategori Putri Pariwisata, Ester telah ditetapkan sebagai wakil. Sementara kandidat yang akan mengisi kategori Putri Wisata masih dalam tahap pemastian.

“Setelah kegiatan nasional selesai, insyaallah kita kembali menyiapkan perwakilan untuk tingkat provinsi. Untuk Duta Putri Pariwisata, nama yang kita tetapkan adalah Ester, sedangkan untuk Duta Wisata masih kita pastikan,” tutup Ivan. (adv/nr/ko)

Jelang Erau 2026, Dispar Kukar Pastikan Seluruh Materi Promosi 100 Persen Rampung

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memastikan dukungan promosi untuk pelaksanaan Festival Adat Erau 2026 telah disiapkan secara menyeluruh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyebut seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pendukung Erau telah dituntaskan.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui sejumlah materi publikasi yang telah diproduksi untuk memperkenalkan Erau kepada masyarakat. Konten promosi yang disiapkan meliputi teaser, flyer, video promosi hingga video iklan.

Menurut Awang Agus, publikasi Erau tidak hanya diarahkan agar masyarakat mengetahui rangkaian kegiatan adat tersebut. Dispar Kukar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang berada di kawasan Tenggarong.

Destinasi wisata serta akomodasi menjadi bagian yang turut diperkenalkan melalui materi promosi. Langkah itu diharapkan dapat membuat kunjungan ke Kukar tidak hanya berorientasi pada agenda Erau, tetapi juga membuka perhatian terhadap berbagai potensi wisata yang tersedia.

“Kami dari Dinas Pariwisata sudah menyelesaikan seluruh tugas sebagai OPD pendukung Erau, terutama yang berkaitan dengan promosi. Alhamdulillah, semuanya sudah mencapai 100 persen,” kata Awang Agus sapaan akrabnya, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Dispar dalam penyelenggaraan Erau berada pada posisi sebagai pendukung, khususnya dalam aspek kepariwisataan dan publikasi. Sementara pelaksanaan kegiatan Erau menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.

Di tengah persiapan menuju pelaksanaan Erau, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga menggelar Prosesi Beluluh Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong.

Awang Agus yang turut menghadiri prosesi tersebut menjelaskan, Beluluh merupakan ritual adat yang dilaksanakan sebelum rangkaian utama Erau. Prosesi itu dimaknai sebagai penyucian diri Sultan atau Putra Mahkota serta permohonan keselamatan menjelang pelaksanaan kegiatan adat.

“Beluluh merupakan bagian dari persiapan sebelum Erau. Maknanya adalah membersihkan pengaruh dan energi negatif serta segala hal yang bersifat negatif sebelum Sultan menjalankan rangkaian Erau,” pungkas Awang Agus. (adv/nr/ko)