Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memastikan dukungan promosi untuk pelaksanaan Festival Adat Erau 2026 telah disiapkan secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyebut seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pendukung Erau telah dituntaskan.
Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui sejumlah materi publikasi yang telah diproduksi untuk memperkenalkan Erau kepada masyarakat. Konten promosi yang disiapkan meliputi teaser, flyer, video promosi hingga video iklan.
Menurut Awang Agus, publikasi Erau tidak hanya diarahkan agar masyarakat mengetahui rangkaian kegiatan adat tersebut. Dispar Kukar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang berada di kawasan Tenggarong.
Destinasi wisata serta akomodasi menjadi bagian yang turut diperkenalkan melalui materi promosi. Langkah itu diharapkan dapat membuat kunjungan ke Kukar tidak hanya berorientasi pada agenda Erau, tetapi juga membuka perhatian terhadap berbagai potensi wisata yang tersedia.
“Kami dari Dinas Pariwisata sudah menyelesaikan seluruh tugas sebagai OPD pendukung Erau, terutama yang berkaitan dengan promosi. Alhamdulillah, semuanya sudah mencapai 100 persen,” kata Awang Agus sapaan akrabnya, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan Dispar dalam penyelenggaraan Erau berada pada posisi sebagai pendukung, khususnya dalam aspek kepariwisataan dan publikasi. Sementara pelaksanaan kegiatan Erau menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.
Di tengah persiapan menuju pelaksanaan Erau, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga menggelar Prosesi Beluluh Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong.
Awang Agus yang turut menghadiri prosesi tersebut menjelaskan, Beluluh merupakan ritual adat yang dilaksanakan sebelum rangkaian utama Erau. Prosesi itu dimaknai sebagai penyucian diri Sultan atau Putra Mahkota serta permohonan keselamatan menjelang pelaksanaan kegiatan adat.
“Beluluh merupakan bagian dari persiapan sebelum Erau. Maknanya adalah membersihkan pengaruh dan energi negatif serta segala hal yang bersifat negatif sebelum Sultan menjalankan rangkaian Erau,” pungkas Awang Agus. (adv/nr/ko)





