Kabut Asap Masih Pekat, Seno Aji Turun Bagikan 1.500 Masker di Samarinda

SAMARINDA – Aktivitas masyarakat di Kota Samarinda masih berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya menghilang. Situasi ini menjadi perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji yang bersama kader Gerindra membagikan 1.500 masker kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan Seno Aji bersama kader Gerindra Kaltim dan DPC Gerindra Kota Samarinda. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi udara dengan kepadatan asap yang masih terasa.

Seno menjelaskan, kondisi tersebut terjadi meski jumlah titik api disebut telah mengalami penurunan. Ia menduga asap yang berada di Samarinda tidak hanya berasal dari wilayah kota, tetapi juga kemungkinan terbawa dari provinsi lain.

“Masker kita berikan ke masyarakat karena kita melihat asap yang pekat di Kota Samarinda. Walaupun titik api sudah berkurang, tapi mungkin kiriman asap dari provinsi lain, jadi keadaan asap di Samarinda tetap padat,” ujar Seno Aji.

Situasi kabut asap tersebut membuat perlindungan diri menjadi salah satu perhatian dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Masker kemudian dibagikan agar masyarakat memiliki perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang masih dipenuhi asap.

Di sisi lain, Seno berharap kondisi cuaca segera berubah. Hujan menjadi salah satu harapan untuk membantu mengurangi kepadatan asap yang masih menyelimuti Samarinda dan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

“Mudahan dalam waktu 1–2 minggu turun hujan. Kita doakan semua nantinya asap yang ada di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur berangsur membaik,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mengambil masker yang dibagikan. Seno menyebut 1.500 masker yang disediakan merupakan bentuk perhatian kader Gerindra terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Sebanyak 1.500 masker dibagikan dan banyak masyarakat yang mengambil juga. Ini menjadi perhatian kami kader Gerindra terhadap kondisi yang dialami masyarakat hari ini,” pungkasnya.

Kegiatan pembagian masker tersebut turut dihadiri Ketua DPC Gerindra Kota Samarinda. Selain menjadi bentuk kepedulian, kegiatan itu menunjukkan respons kader partai terhadap kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat di Kota Samarinda. (*)

Tak Lagi Jadi Menteri Keuangan, Purbaya Pilih Mancing Ikan Sambil Ngemil

Jakarta – Setelah setahun berada di tengah kesibukan mengurus keuangan negara, Purbaya Yudhi Sadewa kini bersiap menikmati rutinitas yang jauh lebih santai. Tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia mengaku ingin menghabiskan waktunya dengan kegiatan sederhana yang menjadi hobinya: memancing.

Purbaya menyampaikan rencana tersebut menjelang prosesi serah terima jabatan dengan Suahasil Nazara di Gedung Djuanda I, Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil sebelumnya telah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan yang baru pada Senin (14/9/2026).

Ketika ditanya mengenai aktivitas yang akan dilakukannya setelah meninggalkan jabatan sebagai bendahara negara, Purbaya menjawab singkat. “Mau mancing,” kata Purbaya saat tiba di Gedung Djuanda I, Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, menjelang sertijab ke Suahasil, Selasa (15/9/2026).

Rupanya, kegiatan memancing bukan sekadar jawaban spontan. Purbaya mengatakan dirinya memiliki kolam di belakang rumah yang bisa menjadi tempat untuk menikmati waktu luang setelah tidak lagi disibukkan agenda kementerian.

“Mancing ikan mujaer, nila, gue punya kolam di belakang jadi bisa mancing sambil ngelamun, kenapa di pecat? haha,” tegas Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dengan nada bercanda. Setelah satu tahun menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan periode 2025-2026, ia kini harus menyerahkan tanggung jawab pengelolaan kementerian kepada Suahasil.

Prosesi serah terima jabatan berlangsung dengan penandatanganan dokumen pergantian kepemimpinan. Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyerahkan sebuah iPad yang berisi laporan mengenai pekerjaan dan kinerjanya selama setahun memimpin Kementerian Keuangan.

Di sisi lain, Suahasil menyampaikan apresiasi kepada Purbaya atas kepemimpinannya selama satu tahun terakhir. Ia menilai Purbaya telah meninggalkan cara kerja yang efektif dan mudah dipahami masyarakat.

“Tentu memimpin Kementerian Keuangan itu satu tanggung jawab besar yang Pak Purbaya selesaikan dengan baik selama satu tahun terkahir, dan atas nama keluarga besar Kementerian Keuangan saya ingin sampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Pak Purbaya,” ucap Suahasil.

Usai menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan, Purbaya kini memiliki kesempatan kembali menikmati aktivitas personal yang sempat tersisih oleh padatnya pekerjaan. Untuk sementara, kolam di belakang rumah dan ikan mujaer serta nila tampaknya akan menjadi teman baru Purbaya setelah setahun mengurus urusan fiskal negara.

Asap Karhutla Belum Sepenuhnya Reda, Sekolah di Kaltim Masih Diliburkan tapi MBG Tetap Jalan

Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih menerapkan kebijakan meliburkan kegiatan sekolah di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan tersebut diberlakukan hingga kualitas udara dinilai kembali berada pada kondisi sehat.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, meski aktivitas belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan anak-anak tetap berjalan. Salah satunya melalui pemberian masker untuk melindungi mereka ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Tapi saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar,” ujar Rudy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Di tengah kebijakan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak ikut berhenti. Pemerintah Provinsi Kaltim tetap menempatkan program tersebut sebagai salah satu prioritas meskipun siswa tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

“MBG tetap jalan ya. Untuk di seluruh Kalimantan Timur MBG tetap menjadi prioritas,” tegasnya. Namun, Rudy mengaku belum mengetahui secara rinci bagaimana mekanisme distribusi atau pengambilan MBG oleh siswa selama sekolah masih diliburkan.

Menurut Rudy, keputusan meliburkan sekolah berkaitan dengan upaya menjaga anak-anak dari paparan udara yang kurang sehat. Pemerintah memilih mengambil langkah pencegahan sambil terus memantau perkembangan kualitas udara akibat karhutla.

Di sisi lain, Rudy memastikan kondisi asap di Kaltim masih dalam penanganan. Ia menyebut pemerintah terus melakukan pengendalian terhadap karhutla di berbagai wilayah yang terdapat titik panas.

Kaltim memang memiliki sejumlah hotspot, tetapi Rudy menilai kondisi tersebut masih dapat ditangani. Ia menegaskan wilayahnya tidak termasuk daerah dengan karhutla paling dominan dibandingkan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

“Kalau saat ini yang paling mendominasi adalah Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Sumsel, sama Jambi. Ah, jadi itu yang paling besar. Kalau Kaltim insyaallah tidak,” kata Rudy.

Meski sekolah masih diliburkan, pemerintah tetap menjaga agar kebutuhan anak-anak tidak terabaikan. Kombinasi pembatasan aktivitas belajar di luar rumah, pembagian masker dan keberlanjutan MBG menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi kondisi udara akibat karhutla. Rudy pun menegaskan situasi di Kaltim masih aman dan terkendali.

Hasanuddin Mas’ud Kembali Pimpin Golkar Kukar, Mandat Pilkada Mulai Mengarah

Samarinda – Kursi Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026-2030 kembali menjadi milik Hasanuddin Mas’ud. Di balik kepercayaan tersebut, terselip mandat politik yang lebih besar, yakni mendorong ketua terpilih untuk masuk dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Hasanuddin terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Kukar pada 31 Agustus 2026. Tidak ada persaingan dalam proses tersebut setelah dirinya menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan berkas pencalonan. Dukungan juga datang dari 20 Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Golkar se-Kukar.

Kemenangan di internal partai itu sekaligus membuka kembali peluang Hasanuddin untuk maju dalam Pilkada Kukar. Ketua DPRD Kalimantan Timur tersebut mengakui terdapat kewajiban organisasi yang melekat pada setiap ketua DPD yang terpilih.

“Karena saya kebetulan Ketua DPD II Golkar Kukar. Memang komitmennya adalah setiap Ketua DPD yang terpilih itu wajib untuk mencalonkan menjadi kepala daerah,” kata Hasanuddin, Selasa (15/9/2026).

Meski demikian, mandat partai belum otomatis mengubah peluang tersebut menjadi keputusan pencalonan. Hasanuddin masih menempatkan hasil survei elektabilitas sebagai salah satu pertimbangan penting sebelum langkah politik itu benar-benar diambil.

“Terpilih atau tidaknya kan perlu ada survei,” ujarnya. Bagi Hasanuddin, kewajiban organisasi tetap harus berjalan beriringan dengan perhitungan politik yang realistis.

Ketentuan mengenai pencalonan tersebut sebelumnya juga disampaikan Sekretaris DPD Golkar Kaltim Muhammad Husni Fahruddin. Menurutnya, kewajiban maju dalam kontestasi kepala daerah telah menjadi bagian dari pakta integritas yang harus dijalankan ketua DPD terpilih.

“Siapa pun juga yang menjadi ketua terpilih, wajib menjadi calon kepala daerah. Kalau tidak menjadi calon kepala daerah, maka akan ada sanksi dari Partai Golkar,” kata Husni saat Musda sebelumnya.

Hasanuddin memahami adanya konsekuensi tersebut. Namun, ia menilai pencalonan tidak dapat dipaksakan apabila hasil survei justru menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat yang rendah.

“Kalau keterpilihannya ternyata setelah disurvei rendah ya enggak bisa dipaksakan,” ucapnya.

Dengan posisi sebagai Ketua DPD Golkar Kukar, Ketua DPRD Kaltim dan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Kaltim, Hasanuddin kini berada dalam posisi strategis untuk menentukan arah politiknya. Apalagi, namanya sebelumnya juga pernah masuk dalam penjajakan kandidat Pilkada Kukar 2024. Kini, mandat baru di tubuh Golkar Kukar kembali menempatkannya dalam radar politik daerah.

“Semua sudah saya bilang bahwa setiap ketua DPD yang terpilih punya kewajiban untuk mencalonkan. Cuman nanti lihat tingkat keterpilihannya,” pungkas Hasanuddin.

Seno Aji: Mahulu Bukan Sekadar Wilayah Hulu, Konektivitas Perbatasan Harus Diperkuat

Mahakam Ulu – Kondisi geografis Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di wilayah hulu dan berbatasan dengan kawasan negara tetangga menjadi perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Seno Aji.

Hal itu disampaikan Seno Aji saat melakukan kunjungan kerja ke Mahulu, Jumat (11/9/2026). Dalam agenda tersebut, ia bersama Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menyambangi Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, serta Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari.

Kunjungan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang menghadapi dampak kemarau. Rombongan diterima Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, jajaran camat dan kepala kampung, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Kami datang ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke wilayah paling hulu di Kalimantan Timur. Kita datang hari ini dalam situasi yang memang membutuhkan perhatian kita bersama,” kata Seno Aji.

Seno Aji menyebut penurunan debit Sungai Mahakam akibat kemarau panjang menjadi salah satu persoalan yang langsung memengaruhi kehidupan warga. Sungai yang selama ini menjadi jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi kebutuhan harus menghadapi kondisi air yang semakin surut.

“Ketika air surut, semuanya ikut terdampak. Perjalanan menjadi lebih sulit. Distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih panjang. Aktivitas masyarakat pun ikut menghadapi tantangan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim pun membawa bantuan pangan dalam kunjungan tersebut. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Pemkab Mahulu melalui Bupati Angela Idang Belawan dan selanjutnya ditujukan bagi warga yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Namun, bagi Seno Aji, persoalan Mahulu membutuhkan penanganan yang lebih luas dan tidak cukup hanya melalui bantuan dalam situasi darurat. Pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas menjadi bagian penting untuk membuka akses masyarakat di daerah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.

Long Pahangai dan Long Apari, menurutnya, mempunyai posisi strategis karena berada di kawasan hulu sekaligus menjadi bagian dari jalur konektivitas menuju wilayah perbatasan. Karena itu, pembangunan di kedua wilayah tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan.

“Tetapi justru karena tantangannya besar, kerja samanya juga harus semakin kuat dan memerlukan dukungan seluruh stakeholders,” ujarnya.

Seno Aji menegaskan pembangunan Mahulu harus dilihat dari manfaat yang lebih luas. Infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi, memperkuat pelayanan publik dan memastikan masyarakat di kawasan perbatasan tidak merasa jauh dari negara.

“Karena itu, pembangunan di sini memiliki arti yang lebih luas. Kita sedang membangun akses bagi masyarakat. Kita sedang membuka peluang ekonomi. Kita sedang memperkuat pelayanan pemerintah. Dan pada saat yang sama, kita sedang memastikan bahwa masyarakat di kawasan perbatasan merasakan kehadiran negara,” tegasnya.

Pemprov Kaltim, lanjut Seno Aji, akan terus membangun sinergi dengan Pemkab Mahulu dalam menangani berbagai kebutuhan daerah, termasuk persoalan yang muncul akibat kemarau. Dukungan akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan.

“Apa yang menjadi kewenangan provinsi akan kita dorong. Apa yang menjadi kewenangan kabupaten akan kita kuatkan bersama. Dan untuk kebutuhan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita akan bersama-sama memperjuangkannya,” ungkap Seno Aji.

Ia menekankan jauhnya jarak Mahulu dari pusat pemerintahan tidak boleh membuat perhatian terhadap masyarakat berkurang. Sebaliknya, daerah dengan tantangan geografis dan posisi strategis seperti Mahulu membutuhkan perhatian pembangunan yang lebih kuat.

“Kita tidak boleh membiarkan jarak membuat perhatian menjadi jauh. Justru semakin jauh sebuah wilayah, semakin kuat perhatian yang harus kita berikan,” katanya.

“Karena pembangunan Kalimantan Timur harus dirasakan dari pusat kota sampai ke wilayah hulu, dari kawasan perkotaan sampai kawasan perbatasan,” lanjut Seno Aji. (pr)

Karhutla Muara Badak Meluas, Water Bombing Dua Kali Dikerahkan ke Desa Saliki

Tenggarong – Asap dan titik api masih menjadi perhatian di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, luasan lahan yang terbakar dilaporkan telah menembus lebih dari 200 hektare, sementara upaya pemadaman terus dilakukan dari darat maupun udara.

Salah satu wilayah yang mendapat penanganan dari udara adalah Desa Saliki. Operasi water bombing dikerahkan untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat. Langkah tersebut menjadi tambahan kekuatan di tengah kondisi kebakaran yang masih dapat memunculkan api berulang.

Camat Muara Badak, Hj. Nurhaeda, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah desa, relawan, perusahaan dan berbagai stakeholder. Setiap laporan mengenai kemunculan titik api diupayakan segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Sejak ada karhutla di Muara Badak, penanganannya kami upayakan maksimal. Dari beberapa titik api yang ada, kami lakukan pemadaman,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Nurhaeda, pengerahan water bombing ke Saliki sebenarnya telah dijadwalkan sehari sebelumnya. Namun, pelaksanaannya mengalami penundaan dan baru dapat dilakukan pada Kamis. Dalam pemantauannya, operasi pemadaman dari udara bahkan telah dilakukan dua kali pada hari tersebut.

“Alhamdulillah hari ini ada. Sebenarnya dari kemarin jadwalnya, cuma tertunda. Hari ini sudah dilakukan dan kalau saya monitor, ini yang kedua kali. Tadi pagi sudah, kemudian dilanjutkan lagi yang kedua di Desa Saliki,” ujarnya.

Perjuangan memadamkan karhutla tidak selalu selesai setelah api berhasil dijinakkan. Sejumlah titik dilaporkan kembali terbakar sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara berulang. Situasi tersebut juga membuat pendataan luasan lahan terdampak masih terus bergerak.

Nurhaeda menyebut angka awal yang diterima pemerintah kecamatan berada di kisaran 107,5 hektare. Namun, berdasarkan pembaruan terakhir, luasan tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 200 hektare.

“Data itu tentatif, berjalan cepat. Di lapangan terkadang satu titik berulang kali terbakar, jadi luasan yang sampai saat ini belum ter-update secara pasti,” jelasnya.

Di tengah penanganan api, pemerintah kecamatan juga meminta seluruh unsur tetap bergerak cepat setiap kali menerima informasi mengenai titik kebakaran.

“Kami minta kepada seluruh tim untuk memastikan ketika mendapatkan informasi ada titik api, itu segera dilakukan pemadaman,” pungkasnya. (pr)