Dispora Kukar: Pemegang Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Nilai Tambahan bagi Siswa

Kutai Kartanegara – Prestasi sebagai Pramuka Garuda mulai mendapat perhatian dalam proses penerimaan peserta didik. Sertifikat yang dimiliki peserta didik dapat menjadi nilai tambahan dalam sejumlah proses seleksi pendidikan.

Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Nopan Solihin mengatakan, predikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika siswa melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA.

“Misalnya dari SD mau ke SMP atau SMP mau ke SMA, dia sebagai Pramuka Garuda dan memiliki sertifikat, itu bisa diprioritaskan. Sama seperti prestasi lainnya, sertifikat itu menjadi poin tambahan,” kata Nopan.

Menurutnya, sekolah membutuhkan peserta didik yang memiliki prestasi dan potensi untuk dikembangkan. Karena itu, prestasi nonakademik, termasuk kepramukaan dan olahraga, dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan.

“Sekolah mencari bibit-bibit yang bagus. Kalau dia pernah juara di bidang olahraga atau memiliki prestasi lainnya, itu bisa menjadi poin utama atau poin penunjang,” ujarnya.

Nopan menyebut perhatian terhadap prestasi Pramuka Garuda juga mulai berkembang pada jenjang pendidikan tinggi dan sekolah kedinasan.

Ia mencontohkan Universitas Mulawarman yang disebut memberikan perhatian terhadap pemegang sertifikat Pramuka Garuda, termasuk peluang memperoleh prioritas sesuai ketentuan dan kerja sama yang berlaku.

“Sekolah kedinasan mulai melihat ke situ. Cuma banyak unsur lain yang dinilai, misalnya fisik, tinggi badan, dan poin-poin penunjang lainnya. Jadi sertifikat Pramuka Garuda ini sifatnya sebagai nilai tambahan,” jelasnya.

Selain jalur pendidikan, prestasi Pramuka Garuda juga mulai mendapat perhatian melalui program beasiswa bagi peserta didik berprestasi.

“Beasiswa juga begitu. Kemarin beasiswa Pramuka Garuda kemungkinan juga sudah didapatkan. Jadi sudah mulai mendapat perhatian,” timpalnya. (adv/ns/ko)

Jelang Erau 2026, Dispar Kukar Pastikan Seluruh Materi Promosi 100 Persen Rampung

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memastikan dukungan promosi untuk pelaksanaan Festival Adat Erau 2026 telah disiapkan secara menyeluruh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyebut seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pendukung Erau telah dituntaskan.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui sejumlah materi publikasi yang telah diproduksi untuk memperkenalkan Erau kepada masyarakat. Konten promosi yang disiapkan meliputi teaser, flyer, video promosi hingga video iklan.

Menurut Awang Agus, publikasi Erau tidak hanya diarahkan agar masyarakat mengetahui rangkaian kegiatan adat tersebut. Dispar Kukar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang berada di kawasan Tenggarong.

Destinasi wisata serta akomodasi menjadi bagian yang turut diperkenalkan melalui materi promosi. Langkah itu diharapkan dapat membuat kunjungan ke Kukar tidak hanya berorientasi pada agenda Erau, tetapi juga membuka perhatian terhadap berbagai potensi wisata yang tersedia.

“Kami dari Dinas Pariwisata sudah menyelesaikan seluruh tugas sebagai OPD pendukung Erau, terutama yang berkaitan dengan promosi. Alhamdulillah, semuanya sudah mencapai 100 persen,” kata Awang Agus sapaan akrabnya, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Dispar dalam penyelenggaraan Erau berada pada posisi sebagai pendukung, khususnya dalam aspek kepariwisataan dan publikasi. Sementara pelaksanaan kegiatan Erau menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.

Di tengah persiapan menuju pelaksanaan Erau, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga menggelar Prosesi Beluluh Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong.

Awang Agus yang turut menghadiri prosesi tersebut menjelaskan, Beluluh merupakan ritual adat yang dilaksanakan sebelum rangkaian utama Erau. Prosesi itu dimaknai sebagai penyucian diri Sultan atau Putra Mahkota serta permohonan keselamatan menjelang pelaksanaan kegiatan adat.

“Beluluh merupakan bagian dari persiapan sebelum Erau. Maknanya adalah membersihkan pengaruh dan energi negatif serta segala hal yang bersifat negatif sebelum Sultan menjalankan rangkaian Erau,” pungkas Awang Agus. (adv/nr/ko)

Lantik 20 DPC, PAN Kukar Targetkan Bentuk Ranting di Seluruh Desa dan Kelurahan

Tenggarong – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, resmi melantik 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kukar, Minggu (30/8/2026).

Pelantikan yang digelar di Hotel Elty Singgasana, Tenggarong, tersebut menjadi bagian dari upaya PAN Kukar memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Ketua DPD PAN Kukar Aini Farida mengatakan, 20 DPC yang dilantik masing-masing mewakili satu kecamatan di Kabupaten Kukar.

“Hari ini kita telah melaksanakan pelantikan DPC PAN se-Kukar. Ada 20 cabang yang sudah kami lantik, masing-masing satu cabang mewakili satu kecamatan,” ujar Aini.

Setelah pelantikan, para pengurus DPC diminta segera membentuk kepengurusan ranting di seluruh desa dan kelurahan yang berada di wilayah masing-masing.

Aini berharap keberadaan DPC baru tersebut dapat memperkuat sekaligus memperluas jaringan PAN di tingkat bawah.

“Setelah dilantik ini, kami berharap DPC PAN yang ada di kecamatan-kecamatan bisa mengembangkan dan membesarkan PAN di cabangnya masing-masing,” katanya.

Selain pembentukan ranting, PAN Kukar juga menyiapkan rekrutmen relawan untuk memperluas basis dukungan partai.

“Dalam waktu dekat kami berharap mereka bisa segera merampungkan pembentukan ranting-ranting di setiap desa atau kelurahan yang ada di kecamatannya masing-masing. Setelah itu, kita mengadakan rekrutmen relawan-relawan PAN,” ujar Aini.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Kalimantan Timur Erwin Izharuddin mengapresiasi soliditas kader PAN di Kabupaten Kukar.

Dalam arahannya setelah pelantikan, Erwin meminta konsolidasi organisasi tidak berhenti pada pembentukan struktur, tetapi juga menghasilkan strategi politik yang matang dan inovatif.

Menurut dia, strategi tersebut harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kukar, sekaligus menjadi modal menghadapi agenda politik mendatang.

Dengan konsolidasi tersebut, PAN Kukar menargetkan penguatan mesin partai hingga tingkat desa dan kelurahan serta perluasan basis massa sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. (*)

SMA Negeri 2 Tenggarong Jadi Titik Awal Roadshow Pelatihan Daur Ulang Sampah HPSN 2026

Tenggarong – SMA Negeri 2 Tenggarong menjadi titik awal roadshow Pelatihan Kewirausahaan Daur Ulang Sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini diikuti guru dan murid SMA se-Kutai Kartanegara sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kewirausahaan berbasis lingkungan di sekolah.

CEO Event Organizer Sinar Intan sekaligus pemilik Hennsmade Gallery, Henny Amiroeddin, menjelaskan kegiatan ini merupakan pembuka dari rangkaian peringatan HPSN 2026 yang akan digelar di sejumlah kecamatan.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah dimulai sejak 2017 dengan fokus pada edukasi daur ulang dan penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Hari ini merupakan awal rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Peduli Sampah 2026. Peringatan ini dirangkai dengan workshop kewirausahaan daur ulang sampah sebagai bentuk edukasi sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis lingkungan,” ujarnya.

Henny menjelaskan, latar belakang kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap bahan kerajinan yang masih banyak didatangkan dari luar daerah.

Ia melihat potensi lokal sebenarnya sangat besar, terutama dari limbah rumah tangga dan lingkungan sekitar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Dari situ muncul inisiatif untuk menciptakan bahan kerajinan dari daur ulang sampah yang bisa diproduksi masyarakat melalui pelatihan yang kami lakukan,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, konsep yang dibangun adalah ekonomi sirkular, di mana rantai produksi dimulai dari lingkungan sekitar, diproses oleh masyarakat lokal, lalu hasilnya kembali dimanfaatkan dan dibeli oleh masyarakat daerah sendiri.

Dengan pola ini, kata dia, nilai tambah ekonomi tidak keluar dari daerah, melainkan berputar dan memberi dampak langsung bagi komunitas setempat.

Henny mengungkapkan, hingga saat ini jumlah guru yang telah mengikuti pelatihan di Kalimantan Timur (Kaltim) hampir mencapai 10 ribu orang.

“Di Kukar sendiri, sejak 2017–2018 tercatat hampir 2 ribu guru telah mendapat pelatihan, sementara di Samarinda sekitar 4 ribu guru dan di Kutai Barat lebih dari 900 guru,” ungkapnya.

Roadshow yang akan ia dan team lakukan nantinya akan menyisiri ke kecamatan-kecamatan agar pemerataan transfer ilmu dapat dirasakan tanpa membebani biaya peserta.

Sementara itu, PSMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kaltim, Fadli Yulizannur, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menilai pelatihan ini selaras dengan kurikulum sekolah yang sudah memuat mata pelajaran kewirausahaan, sehingga dapat memperkaya metode pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual bagi siswa.

“Ini kegiatan yang luar biasa, yakni pelatihan kewirausahaan dan daur ulang sampah. Kegiatan kewirausahaan memang sudah masuk dalam kurikulum sekolah karena ada mata pelajaran kewirausahaan,” ujarnya.

Fadli menerangkan bahwa melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami teori tentang kewirausahaan, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.

Ia melihat pendekatan praktik semacam ini mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

“Sampah plastik, botol bekas, tempat telur hingga kardus dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” kata dia.

Di sisi lain, Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kaltim, Syamsuddin, memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan lingkungan yang menekankan kondisi asri, aman, sehat, resik, dan indah.

Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan sejak dini, termasuk dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah.

“Sampah pada dasarnya adalah hasil dari kita sendiri sebagai produsen. Artinya, kita yang menghasilkan sampah, maka kita pula yang seharusnya bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, ketika dikelola dengan benar, sampah justru memiliki potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Sampah bukan sesuatu yang negatif. Ia menjadi negatif ketika kita abai. Namun jika kita peduli, sampah justru bisa menjadi sesuatu yang positif dan bernilai ekonomi,” pungkasnya. (ak/ko)

Polres Kukar Peringatkan Warga Soal Maraknya Tilang Elektronik Palsu

Tenggarong – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) memperingatkan warga menyusul soal maraknya peredaran tilang elektronik palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kepolisian meminta masyarakat tidak mudah mempercayai begitu saja informasi tilang yang diterima melalui pesan singkat, telepon, maupun tautan tidak resmi.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya laporan dan temuan modus penipuan yang mencatut nama kepolisian.

Modus yang digunakan cukup beragam, mulai dari pemberitahuan tilang elektronik, klaim kecelakaan lalu lintas, hingga permintaan konfirmasi data yang berujung pada permintaan transfer uang.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru menindaklanjuti informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami sarankan kepada masyarakat, jangan langsung melakukan transaksi. Kalau ada informasi tilang elektronik palsu atau informasi lain yang mengatasnamakan kepolisian, jangan langsung panik,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Ia menegaskan, masyarakat dapat memastikan kebenaran informasi dengan memanfaatkan layanan resmi kepolisian. Salah satunya melalui call center Polri 110 yang disediakan untuk pelayanan dan pengaduan masyarakat.

Roganda menjelaskan, mekanisme tilang elektronik resmi memiliki alur yang jelas dan tidak dilakukan secara instan melalui pesan singkat.

Setiap pelanggaran, lanjutnya, yang terekam sistem ETLE akan diproses sesuai prosedur dan disampaikan secara resmi kepada pemilik kendaraan.

“Jadi jangan mudah percaya kalau hanya lewat pesan atau telepon yang tidak jelas,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, tilang elektronik yang sah selalu disertai bukti visual hasil rekaman kamera E-TLE.

Bukti tersebut menjadi dasar konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan, bukan sekadar informasi sepihak.

“Ketika terjadi pelanggaran, kamera akan menyala, blitz-nya menyala, dan itu mengambil foto pelanggaran. Misalnya tidak pakai sabuk pengaman, tidak pakai helm, atau kelengkapan kendaraan,” terangnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya kondisi tertentu yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan, seperti data alamat kendaraan yang belum diperbarui meski kendaraan telah berpindah tangan.

“Kendaraan itu bisa saja sudah berpindah tangan, tapi alamat di registrasi kendaraan masih alamat lama. Makanya surat tilang tetap diantarkan ke alamat sesuai data registrasi kendaraan bermotor,” kata dia.

Dengan maraknya kejahatan berbasis digital, Polres Kukar kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, tidak mudah percaya, dan memastikan setiap informasi yang mengatasnamakan kepolisian melalui kanal resmi.

“Intinya, jangan mudah percaya dengan tilang elektronik palsu. Pastikan dulu kebenarannya,” pungkasnya. (ak/ko)

Tiga Anak Terjebak dan Tewas dalam Insiden Kebakaran di Desa Sungai Meriam Anggana

Tenggarong – Tiga anak terjebak dan tewas dalam kebakaran besar yang terjadi di di kawasan Gang Muli atau Sungai Purun RT 21, Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (11/12/2025) siang.

Musibah yang menghanguskan 15 bangunan tersebut langsung menggemparkan warga, setelah api dengan cepat membesar dan menjebak ketiga korban yang merupakan saudara kandung di dalam rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar), Fida Hurasani menyampaikan bahwa ketiga korban ditemukan dalam kondisi berdempetan di dalam rumah yang terbakar.

Ia menjelaskan, kuat dugaan mereka tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mulai melahap bangunan.

“Dalam musibah ini terdapat 3 korban jiwa yang merupakan anak-anak, merupakan bersaudara dan tinggal di satu rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ketiganya diduga terjebak saat api dengan cepat menyebar ke seluruh bagian rumah yang mereka tempati.

Menurut penuturan Fida, kondisi ruangan yang dipenuhi asap pekat membuat korban sulit mencari jalan keluar.

“Korban ditemukan berdempetan diduga karena terkurung api saat musibah itu terjadi,” terangnya.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 Wita berlangsung sangat cepat, sembilan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api yang merembet ke bangunan lain.

Petugas bersama warga berupaya keras menahan penyebaran api hingga berhasil dipadamkan setelah lebih dari satu jam.

“Total bangunan yang terbakar itu ada 2 rumah pribadi dan 13 pintu bangsalan,” jelasnya.

Usai pemadaman, petugas mengevakuasi ketiga jenazah yang kemudian dibawa ke Puskesmas Anggana untuk proses autopsi.

Warga sekitar tampak terpukul dengan kejadian ini, terlebih melihat tiga korban yang masih sangat kecil menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut. (ak/ko)