BERITA TERBARU

Optimisasi SDM Pariwisata, Dispar Kukar Luncurkan Pelatihan Pramuwisata untuk Pokdarwis

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menginisiasi serangkaian pelatihan pramuwisata yang ditujukan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang tersebar di 20 kecamatan di wilayah Kukar.

Acara pelatihan ini berlangsung selama dua hari penuh di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Minggu, 12 Mei 2024.

Plt Kepala Dinas Dispar Kukar, Sugiarto, menyatakan bahwa pembukaan pelatihan malam ini merupakan langkah konkret sesuai dengan arahan Bupati Kukar.

“Kami bertekad untuk memajukan pariwisata di Kukar melalui peningkatan kompetensi SDM. Dengan demikian, setiap wilayah di Kukar dapat mengembangkan potensi wisatanya secara maksimal,” ungkap Sugiarto, Minggu (12/5/2024).

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan mendalam tentang destinasi wisata, keterampilan komunikasi yang efektif, etika profesional, dan tanggung jawab sebagai pemandu.

Aspek keselamatan dan keamanan juga menjadi prioritas utama dalam kurikulum pelatihan.

“Pemandu wisata yang terlatih dengan baik akan menjadi kunci dalam memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan,” tambah Sugiarto.

Lebih lanjut, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pengelolaan kelompok, kesiapsiagaan dalam situasi darurat, dan pemahaman yang kuat tentang keberlanjutan lingkungan.

Para pemandu wisata diharapkan dapat menjadi perwakilan yang membanggakan dari destinasi mereka, mempromosikan nilai-nilai budaya lokal, dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

“Kami percaya bahwa pelatihan berkelanjutan adalah kunci untuk tetap relevan di industri pariwisata yang dinamis ini. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata kami agar selaras dengan tren pasar dan ekspektasi pengunjung,” pungkas Sugiarto. (ADV)

Festival Cenil Desa Kota Bangun III: Tradisi Unik Rayakan HUT ke-41

KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41, Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar festival cenil yang telah menjadi tradisi tahunan.

Pada Sabtu, 11 Mei 2024, festival ini kembali diselenggarakan dengan semarak yang lebih terasa berkat kehadiran Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, beserta jajaran pejabat daerah.

Festival tahun ini tidak hanya menampilkan cenil sebagai sajian utama, tetapi juga beragam minuman tradisional yang dapat dinikmati secara gratis oleh tamu undangan dan masyarakat.

Selain itu, berbagai tarian daerah turut memeriahkan acara, menambah kemeriahan perayaan HUT Desa Kota Bangun III.

Bupati Edi Damansyah memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival ini.

“Festival ini sangat unik dan menjadi ciri khas tersendiri. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan, karena menjadi daya tarik tersendiri, bahkan menjadi kekayaan budaya yang perlu dipelihara dengan baik,” ungkap Bupati, Sabtu (11/5/2024).

Desa Kota Bangun III, yang kini berusia 41 tahun, telah menunjukkan banyak kemajuan dan pembangunan. Bupati Edi Damansyah menekankan pentingnya mengapresiasi perjalanan desa ini, termasuk festival cenil yang menjadi simbol dukungan dan apresiasi terhadap prestasi desa.

“Setiap Kebudayaan yang ada di Kutai Kartanegara harus terus dipertahankan dan dilestarikan, termasuk Festival Cenil ini yang dapat membantu meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat di Kota Bangun Darat” tutupnya. (ADV)

Gelar Sosialisasi, PT. GBS dan Pemerintah Sepakati Akan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Tenggarong – Dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal, PT. Golden Bridge Synergi (GBS) bersama Pemerintah Kecamatan Muara Jawa telah mengadakan Forum Sosialisasi Perekrutan Tenaga Kerja.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor Camat Muara Jawa pada Kamis (9/5/2024). Hadir dalam sosialisasi tersebut Koordinator HSE PT. GBS Anto, Camat Muara Jawa Muhammad Ramli, dan seluruh unsur Muspika.

Koordinator HSE PT. GBS, Anto menyampaikan komitmen pihaknya untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat Muara Jawa dan Samboja.

“kami akan merekrut tenaga kerja dan pengusaha dari masyarakat lokal.” ucapnya, Kamis (9/5/2024).

Masyarakat lokal nantinya akan direkrut oleh PT. GBS yang beroperasi di Muara Jawa dan Samboja ini. Nantinya, para pekerja akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang PT. GBS perlukan.

“Harapan kami adalah untuk merekrut tenaga kerja dan Pelaku pengusaha lokal,” tambah Anto.

Sementara itu, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mendukung inisiatif PT. GBS yang akan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pemenuhan karyawannya.

“Kami berharap perusahaan berkomitmen untuk mengutamakan masyarakat lokal Muara Jawa, khususnya mereka yang belum memiliki pekerjaan namun memiliki keahlian dan kompetensi,” ujar Ramli.

Ramli menekankan pentingnya transparansi dalam proses perekrutan untuk menghindari monopoli dan memastikan perekrutan yang adil.

“Masyarakat lokal harus diberdayakan dan diutamakan, kami akan memastikan bahwa proses perekrutan tenaga kerja berjalan dengan transparan,” tegasnya.

Dengan komitmen ini, PT. GBS dan Pemerintah Kecamatan Muara Jawa berupaya untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan adil bagi masyarakat setempat. (dm)

Komitmen PT. Petrolog Indah untuk Berdayakan Pengusaha Lokal di Muara Jawa dan Samboja

Tenggarong – PT. Petrolog Indah berkomitmen untuk selalu memberdayakan para pengusaha-pengusaha lokal yang berada di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).

Diketahui bahwa PT. Petrolog Indah menjadi salah satu perusahaan pemenang tender pengadaan unit pada PT. Golden Bridge Synergi (GBS) yang akan beroperasi di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja dalam waktu dekat ini.

Hal itu dikatakan, General Manager PT. Petrolog Indah, Achmad Zaini melalui sambungan telepon kepada media ini, Jumat (10/5/2024). Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan para pengusaha lokal.

“Pengusaha lokal wajib diberdayakan, harus ada kolaborasi,” ucapnya.

Kata dia, pihaknya selalu terbuka kepada pengusaha lokal di Muara Jawa dan Samboja yang ingin melakukan kemitraan kerja sama dengan PT. Petrolog Indah.

“Yang terpenting kemitraannya tetap profesional. Persyaratan yang kami butuhkan, masyarakat bisa penuhi. Kami akan jalan bareng,” ungkap Zaini.

Ia membeberkan beberapa persyaratan apabila ada pengusaha lokal yang ingin bermitra dengan pihaknya. Antara lain; pertama, perusahaan milik masyarakat harus telah berbadan hukum.

Kedua, perusahaan tersebut ialah perusahaan yang taat membayar pajak. “Taat pajak. Kami mau jalankan ini, sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Ketiga, perusahaan yang bermitra dengan PT. Petrolog bersedia untuk dilakukan pembayaran secara invoice.

“Karena kami tidak bisa keluarkan uang kes diaturan internal kami,” jelasnya.

Lanjutnya, para pengusaha lokal dapat mengirimkan berkas penawaran kerja sama kepada PT. Petrolog Indah. “Kalau (penawaran) sudah sesuai dengan keuangan kami, kami juga akan minta unitnya untuk dilakukan inspeksi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha asal Kecamatan Muara Jawa yang tidak mau disebutkan namanya, menyambut baik atas pola kemitraan dengan pengusaha lokal yang dilakukan oleh PT. Petrolog Indah.

Kata dia, perusahaan sudah seharusnya memberdayakan masyarakat lokal yang benar-benar sebagai pelaku pengusaha di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja.

“Karena pada prakteknya banyak yang mengaku pengusaha, pada saat mendapat pekerjaan justru melempar kegiatan ke pihak luar. Sehingga pengusaha lokal di Muara Jawa dan Samboja merasa dirugikan,” bebernya.

Dia berharap, proses kerja sama yang dibangun dapat transparan dan mengedepankan pada pengusaha lokal di Muara Jawa dan Samboja.

“Harapan kita, pola ini dapat terus diterapkan ke depannya,” pungkasnya. (ko)

Revitalisasi Sky Tower Pulau Kumala: Langkah Strategis Pemkab Kukar Tingkatkan Pariwisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya mengembalikan kejayaan salah satu ikon wisata di Tenggarong, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, berencana untuk segera merevitalisasi wahana Sky Tower yang berada di Pulau Kumala.

Proyek ini diharapkan akan menghidupkan kembali atraksi yang telah lama menjadi simbol di tengah Sungai Mahakam dan menarik minat pengunjung ke wilayah Kalimantan Timur.

Muhammad Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data awal untuk menilai kondisi wahana sebelum memulai tahapan perbaikan.

“Kami telah menjalin komunikasi dengan Politeknik ATMI Surakarta untuk merencanakan revitalisasi ini dengan melibatkan beberapa ahli seperti elektro, mekanik, dan bangunan,” ujar Ridha, Rabu (8/5/2024)

Menurut Ridha, beberapa material masih dalam kondisi baik, namun terdapat kendala pada teknisi elektro yang memerlukan analisis lebih lanjut.

“Kami masih mengevaluasi kondisi Sky Tower, dan pembiayaan akan diatur setelah koordinasi dengan pembuatnya,” tambahnya.

Rencana ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan utama bagi daerah, sejalan dengan visi Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah.

Dengan revitalisasi ini, diharapkan Sky Tower tidak hanya akan menjadi pusat perhatian baru bagi wisatawan tetapi juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. (ADV)

Cerita Pejabat Kementan Dibebani Rp 800 Juta untuk Kebutuhan SYL di Brasil-AS

Jakarta – Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Hermanto, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Hermanto mengatakan Direktorat PSP dibebani membayar kegiatan SYL ke Brasil senilai Rp 600 juta dan ke Amerika Serikat (AS) senilai Rp 200 juta.

Mulanya, jaksa menanyakan pengeluaran dari Direktorat PSP untuk kebutuhan SYL ke Brasil. Hermanto kemudian mengatakan ada pengeluaran untuk SYL ke Brazil senilai Rp 600 juta pada Mei 2022.

“Nah yang sekarang saksi pada saat menjabat yang betul-betul kegiatannya yang saksi ingat pengeluaran untuk kebutuhan Pak Menteri maupun keluarganya itu ada kegiatan apa saja dan nilainya berapa? Kalau di zaman saksi itu?” tanya jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/5/2024).

“Di periode saya itu, keberangkatan rombongan Pak Menteri ke Brasil,” jawab Hermanto.

“Ke Brasil?” tanya jaksa.

“Iya ke Brasil, saya lupa bulannya, itu sekitar kurang lebih Rp 600-an juta,” jawab Hermanto.

“Saksi kan tadi menyebut agak lupa waktunya tapi saksi yakin nilainya Rp 600 (juta), nah ini di BAP saksi Mei 2022,” kara jaksa.

“Siap, siap,” sahut Hermanto.

Hermanto mengatakan pihaknya juga dibebankan untuk membayar kegiatan SYL ke Amerika Serikat dan Arab Saudi. Dia mengatakan biaya yang dibebankan untuk kegiatan di AS Rp 200 juta dan di Saudi Rp 1 miliar.

“Kemudian Amerika, itu kita diberi beban Rp 200 juta. Kemudian dari Brasil, Amerika, kemudian Arab Saudi, itu kita dibebankan di PSP Rp 1 miliar,” jawab Hermanto.

Dia mengatakan permintaan uang itu dilakukan secara berjenjang dari Sekjen ke Dirjen lalu kepadanya. Dia mengatakan pengumpulan setiap permintaan itu dibagi rata di Direktorat PSP.

“Kegiatan yang tadi ke Brasil disebut Rp 600 juta itu ya itu seingat saksi proses permintaannya bagaimana waktu sehingga dipenuhi Rp 600 juta itu?” tanya jaksa.

“Proses menkanismenya sama,” jawab Hermanto.

“Melalui siapa?” tanya jaksa.

“Dari Pak Sekjen, Pak Dirjen, kemudian Pak Dirjen ke saya. Kemudian Pak Sekjen kadang-kadang juga langsung ke saya telepon, kemudian Pak Biro umum juga minta juga, biasanya begitu Pak mekanismenya,” jawab Hermanto.

Dia mengaku tak tahu kegiatan apa yang dilakukan SYL ke Brasil. Dia mengatakan hanya mengetahui adanya kegiatan SYL dan rombongan ke Brasil.

“Itu yang kegiatan ke Brasil, sepengetahuan saksi kegiatan apa itu yang Brasil itu?” tanya jaksa.

“Ada, saya tidak tahu persis itu. Nggak tahu persis,” jawab Hermanto.

Jaksa kembali mencecar Hermanto terkait kegiatan SYL ke Brasil. Hermanto menyebut Direktorat lain di Kementan juga dibebani untuk membayar kegiatan tersebut.

“Rp 600 (juta) ini apakah hanya PSP pada saat itu untuk memenuhi kegiatan ke Brasil ini atau Direktorat lain juga menyetor nilai yang sama, Rp 600 (juta), Rp 600 (juta) ini?” tanya jaksa.

“Sepengetahuan saya Direktorat lain juga ada, iya dimintakan, tapi saya nggak tahu jumlah,” jawab Hermanto.

Sebelumnya, SYL didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Dia didakwa bersama dua eks anak buahnya, yakni Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta. Kasdi dan Hatta diadili dalam berkas perkara terpisah.

Sumber: Detik.com