BERITA TERBARU

Percobaan Pembakaran Rumah Hebohkan Warga Gunung Belah Tenggarong

Tenggarong – Warga RT 47, Jalan Gunung Belah, Loa Ipuh, Tenggarong, dikejutkan dengan insiden dugaan percobaan pembakaran rumah untuk kesekian kalinya.

Kejadian tersebut menimpa rumah seorang warga bernama Tamsir, yang berlokasi di Gang Galunggung 1, sekitar pukul 03.00 Wita, ketika sebagian besar warga masih terlelap, Jumat (13/9/2024)

Menurut penuturan Tamsir, sang istri yang pertama kali menyadari kejadian tersebut setelah mencium adanya bau asap terbakar yang berasal dari arah dapur.

“Istri saya terbangun karena ada bau gosong asap terbakar dari dapur. Ketika dicek, ternyata api sudah menjalar dan hampir mencapai atap rumah,” ungkap Tamsir, dengan wajah masih menyimpan ketegangan.

Dengan sigap, Tamsir berteriak meminta bantuan dari warga sekitar. Tanpa menunggu lama, para tetangga datang berbondong-bondong membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Berkat kerja sama warga, api berhasil dipadamkan sebelum sempat melahap seluruh rumah.

“Saya berteriak minta tolong, untungnya warga cepat tanggap dan langsung membantu. Alhamdulillah, apinya bisa dipadamkan,” bebernya.

Berdasarkan pengakuan Tamsir, api berasal dari luar rumah tempat ia biasa menaruh rombong gerobak jualannya. Api langsung menjalar naik hampir atap rumah dan membakar satu unit kulkas rusak miliknya.

“Di daerah sini (luar area dapur) tidak ada kabel atau area aliran listrik,” jelasnya.

Terpisah, Ketua RT 47, Darussalam, membenarkan adanya insiden ini. Ia menjelaskan bahwa ronda malam di wilayah tersebut akan kembali digalakkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Selama ini ronda tidak berjalan dengan baik. Saya akan segera instruksikan warga untuk melakukan ronda khususnya di jam rawan seperti pukul 12 malam, 3, dan 4 subuh,” tegasnya.

Darussalam juga mengimbau agar warga lebih waspada terhadap keamanan rumah masing-masing. Cek lagi kondisi sekitar rumah, pastikan semuanya aman, untuk menghindari kejadian serupa.

Laporan resmi atas kejadian ini telah disampaikan kepada pihak kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat berharap, pelaku di balik dugaan percobaan pembakaran ini dapat segera terungkap.

“Saya berharap, dengan adanya ronda dan koordinasi antar warga, keamanan lingkungan kita bisa lebih terjaga,” tutup Darussalam. (ak)

Camat Loa Kulu Dukung Pelestarian Budaya di HUT Desa Sumber Sari

Tenggarong – Camat Loa Kulu, Ardiansyah, memberikan dukungan penuh dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Sumber Sari Ke 13 yang diramaikan dengan berbagai kegiatan bernuansa kearifan lokal.

Acara yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu tersebut diisi dengan tradisi sedekah bumi, sebagai bentuk syukur masyarakat atas keselamatan dan berkah yang telah diterima.

Ardiansyah menyampaikan pentingnya melestarikan tradisi lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari bagian kehidupan masyarakat.

“Kearifan lokal seperti sedekah bumi ini adalah tradisi yang sudah turun temurun dijaga oleh masyarakat Desa Sumber Sari,” ujar Ardiansyah, Kamis (12/9/23).

Selain sedekah bumi, Desa Sumber Sari yang mayoritas dihuni oleh masyarakat suku Jawa juga memiliki kekayaan budaya lainnya, seperti seni ludruk.

Seni ludruk merupakan seni pertunjukan yang menyajikan cerita rakyat dengan humor dan kritik sosial, ludruk memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Namun, eksistensi seni ini mulai meredup seiring berjalannya waktu.

Menyikapi hal tersebut, Ardiansyah menyatakan dukungannya untuk menghidupkan kembali seni tradisional ludruk di Desa Sumber Sari.

“Kami dari pemerintah kecamatan mendukung penuh upaya masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya ludruk,” katanya.

Ardiansyah berharap agar kegiatan budaya seperti ini dapat terus berlangsung dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Mari kita jaga bersama-sama agar seni dan kearifan lokal tetap hidup di tengah masyarakat kita,” tutupnya. (ak)

Desa Sumber Sari Rayakan HUT ke-13, Hadirkan Tradisi Sedekah Bumi dan Pentas Seni Ludruk

Tenggarong – Perayaan Hari Jadi Desa Sumber Sari yang ke-13 berlangsung meriah, dengan ratusan warga memadati Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu.

Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat yang dikenal dengan tradisi agrarisnya. Selain sebagai bentuk rasa syukur, perayaan ini juga diramaikan dengan ritual sedekah bumi dan pentas seni ludruk, tradisi tahunan yang masih dijaga dengan baik oleh warga desa.

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyampaikan bahwa rangkaian acara HUT akan berlangsung selama tiga hari, dengan puncak acara pada Minggu, 15 September 2024.

“Besok akan ada kegiatan makan telur dan minum susu untuk mencegah stunting, serta lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan PAUD,” jelas nya, Kamis (12/9/2024).

Kemudian pada Jumat, 13 September 2024 malam, akan ada pagelaran tabligh akbar dan pentas seni ludruk, yang merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih bertahan di desa sumber sari. Kemudian pada hari Minggu akan ada jalan santai yang di ikuti oleh seluruh warga desa.

Sutarno juga menyampaikan pentingnya melestarikan budaya lokal seperti ludruk, yang sudah jarang ditemui di daerah lain.

“Kesenian ludruk ini atas permintaan para sesepuh desa agar tidak hilang,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas pelestarian tradisi dan kemajuan pertanian di Desa Sumber Sari.

“Saya sangat bangga bahwa sedekah bumi dan kesenian ludruk masih dijaga dengan baik di sini,” pungkasnya.

Selain itu, Edi menyampaikan Desa Sumber Sari selalu menjadi contoh bagi desa-desa pertanian di Kukar, dengan pengelolaan yang baik. Dari 193 desa, Sumber Sari menonjol dengan kontribusi nyata.

Ia juga mengharapkan agar kepala desa dan perangkat desa dalam momentum HUT ini agar melakukan evaluasi terkait apa yang sudah di capai dalam 13 tahun agar desa ini dapat terus berinovasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Sebagai kado ulang tahun ke-13 Desa Sumber Sari, Pemkab Kukar melalui Bupati Edi memberikan 50 titik lampu penerangan jalan sebagai bentuk dukungan dari pemerintah.

“Semoga hadiah ini bermanfaat bagi masyarakat dan semakin membuat desa ini nyaman dan aman,” tutup Edi. (ak/ko)

Dinas Kehutanan Kaltim Gelar Sosialisasi Pengendalian Karhutla di Kukar

Tenggarong – Dinas Kehutanan Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2024 di Grand Elty Singgasana Hotel, Tenggarong, Kukar pada Kamis (12/9/2024).

Kegiatan ini digelar bertujuan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi menjelaskan pentingnya kegiatan sosialisasi ini yang rutin dilaksanakan setiap tahun, baik kepada masyarakat umum maupun instansi terkait.

“Sosialisasi ini dilakukan agar semua pihak siap mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Kebakaran hutan bisa terjadi kapan saja, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dan instansi terkait diharapkan semakin paham tentang langkah antisipasi yang harus diambil.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya juga telah membentuk 275 regu Masyarakat Peduli Api (MPA). Masing-masing beranggotakan 15 orang yang telah tersebar ke berbagai kabupaten di Kaltim. Mereka juga difasilitasi dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan akomodasi saat menghadapi kebakaran.

Terkait kebakaran di Kukar, Rusmadi mencatat bahwa wilayah dengan lahan gambut sering mengalami kebakaran selama musim kemarau.

Namun, pihaknya telah mengembangkan teknologi penyiraman tanah gambut dengan alat khusus yang mampu menyemprotkan air ke dalam tanah.

Pada 2024, sekitar 300 kasus Karhutla telah tercatat di Kaltim, dengan fokus utama pencegahan di daerah sekitar Ibu Kota Negara (IKN).

“Walaupun fokus kami ada di sekitar IKN, daerah lain tetap kami pantau agar tidak terjadi kebakaran,” jelasnya.

Rusmadi mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membakar lahan. Spanduk dan papan peringatan dipasang di desa-desa sebagai pengingat bahwa tindakan pembakaran liar dapat berujung pada konsekuensi hukum.

“Kami berharap masyarakat lebih sadar, dan dengan upaya bersama, kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir,” tutupnya. (ak)

Disdikbud Soal Majunya Pembukaan Erau: Untuk Hindari Penumpukan Massa

Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mengungkapkan alasan jadwal pembukaan Erau yang dimajukan pada Sabtu, 21 September 2024. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan massa yang berlebihan.

Hal ini disampaikan PPTK pelaksanaan Erau Disdikbud Kukar Awang Rifani. Keputusan tersebut diambil setelah mendapat informasi bahwa pada Minggu, 22 September 2024, akan diadakan penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar oleh KPU.

“Polres Kukar mengkhawatirkan adanya penumpukan massa di dua lokasi, yang bisa berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban,” jelas Awang, Kamis (12/9/2024).

Meski dimajukan, rangkaian utama Erau tetap berlangsung sesuai tradisi. Erau akan dimulai dengan prosesi ritual pendirian Tiang Ayu pada Sabtu pagi di Kedaton Kesultanan Kutai. Menandai awal dari perayaan adat ini. Setelah prosesi di kedaton, acara seremonial pembukaan akan digelar di Stadion Rondong Demang

“Erau sejatinya dimulai sejak Tiang Ayu pertama kali didirikan hingga Tiang Ayu direbahkan,” kata Awang.

Sebelumnya, Erau telah diumumkan akan digelar pada Minggu, 22 September 2024, namun penyesuaian dilakukan demi kelancaran acara dan menjaga situasi kondusifitas di lapangan.

“Kami berkoordinasi dengan Kesultanan Kutai dan menyepakati perubahan ini,” kata awang.

Perubahan pembukaan ini tidak merubah jadwal tradisi Belimbur yang tetap berlangsung pada Minggu, 28 September dan upacara merebahkan tiang ayu pada Senin, 30 September 2024.

Awang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti rangkaian acara sesuai jadwal yang telah disepakati.

“Kami berharap perubahan ini dapat menjaga kelancaran dan keamanan acara serta tetap terjaga kondusifitasnya,” pungkasnya. (ak)

Bawaslu Kukar Telusuri Dugaan Rumah Ketua RT Jadi Posko Pemenangan Bapaslon Pilkada

Tenggarong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar sedang melakukan penelusuran terkait kebenaran rumah ketua RT yang diduga digunakan sebagai posko pemenangan salah satu Bapaslon di Pilkada 2024.

Dalam informasi yang diterima media ini, beredar foto rumah ketua RT 2 dan 17 Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong terpasang baliho yang bertuliskan posko pemenangan Edi-Rendi. Selain itu, juga terdapat foto keduanya di baliho tersebut.

Diketahui, Edi Damansyah dan Rendi Solihin kembali mendaftarkan dirinya sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar untuk Pilkada 2024 ke kantor KPU Kukar pada Rabu, 28 Agustus 2024.

Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo mengatakan, pihaknya telah turun kelapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat tersebut.

“Bawaslu sudah bergerak cepat terkait hal tersebut. Kami sudah perintahkan Panwascam untuk telusuri itu, apakah benar informasi yang beredar,” ucapnya, Rabu (11/9/2024).

Kata dia, pihaknya akan memastikan apakah ada fasilitas RT yang diduga digunakan sebagai media kampanye salah satu Bapaslon di Pilkada Kukar 2024.

“Terkait pemasangan ini. Kalau memang benar (menggunakan fasilitas RT) kami akan proses sesuai aturan,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada sanksi yang diberikan apabila ada Bapaslon yang menggunakan rumah Ketua RT sebagai posko pemenangan. Teguh pun, belum bisa memastikan.

Ia menyebut bahwa rumah Ketua RT tak termasuk fasilitas yang diberikan oleh negara. Seperti yang dilarang oleh undang-undang, apabila fasilitas negara tidak boleh digunakan untuk kampanye politik.

“Tapi, rumah itu bukan fasilitas RT. Kecuali motor dinas atau laptop kalau digunakan untuk kampanye, tentu tidak boleh karena fasilitas negara,” katanya.

Namun, Teguh pun secara tegas mengimbau kepada seluruh perangkat RT di Kukar, untuk menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pilkada Kukar 2024.

“Kami himbau perangkat RT untuk bersikap netral dalam proses Pilkada ini,” pungkasnya. (ko)