BERITA TERBARU

Dorong Regenerasi Pertanian, Kukar Miliki Petani Milenial Terbanyak di Kaltim

Tenggarong – Dalam upaya mendorong regenerasi sektor pertanian, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat memiliki jumlah petani milenial terbanyak di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal tersebut berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, dari total 45.567 petani milenial di Provinsi Kaltim, sebanyak 12.536 atau sekitar 27,5% berasal dari Kukar.

Hal tersebut menjadikan Kukar sebagai daerah dengan kontribusi terbesar dalam regenerasi pertanian, diikuti oleh Kabupaten Paser (22,35%) dan Berau (15,4%).

Petani milenial di Kukar dinilai potensial karena kemampuan mereka dalam mengakses teknologi digital, yang membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.

Teknologi seperti internet, aplikasi, dan perangkat modern telah memungkinkan petani muda untuk menjual hasil pertanian secara online, tanpa harus mengandalkan cara-cara konvensional.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Moh. Rifani, menjelaskan pentingnya peran petani milenial dalam pertumbuhan sektor pertanian di Kukar.

“Petani milenial ini mampu membaca prospek pasar dan bertransaksi secara online. Dulu petani harus subuh-subuh ke pasar, tapi sekarang bisa berjualan melalui media sosial. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ujarnya, Sabtu (19/10/24).

Ia juga menambahkan petani milenial memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi.

Salah satu contoh adalah Hamzah Al Fauzi, petani milenial asal Kecamatan Muara Jawa, yang meraih penghargaan nasional sebagai pemuda pelopor di bidang pangan.

Hamzah menggunakan teknologi pertanian modern dan metode pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung ketahanan pangan di Kukar.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar terus mendorong regenerasi pertanian melalui inovasi pertanian modern guna menarik lebih banyak petani muda.

“Dengan inovasi pertanian yang ada, kita berharap petani milenial semakin tertarik untuk berperan aktif dalam sektor pertanian,” pungkasnya. (adv/ak)

Musda KNPI Kukar Digelar Akhir Oktober, Semmi Sebut Potensi Lobi-lobi Paslon Pilkada Akan Terjadi

Tenggarong – Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi) Kukar Hasran menilai digelarnya Musda DPD KNPI Kukar akhir Oktober ini ada kaitannya dengan lobi-lobi Paslon Pilkada Kukar.

Hasran menduga, salah satu Paslon di Pilkada Kukar telah memasang seseorang untuk maju sebagai ketua DPD KNPI Kukar.

Tujuannya, kata dia, untuk mendulang suara pemuda melalui KNPI Kukar yang akan diarahkan ke salah satu Paslon di perhelatan Pilkada Kukar.

“Ini dekat Pilkada kok mau Musda, jangan sampai KNPI dipakai untuk kepentingan politik salah satu Paslon,” kata Hasran, Sabtu (19/10/2024).

Ia mempertanyakan keurgensian pelaksanaan Musda KNPI yang digelar satu bulan sebelum pelaksanaan Pilkada Kukar yang akan digelar pada 27 November mendatang.

“Kenapa pengurus KNPI laksanakan Musda jaraknya sangat dekat dengan Pilkada. Kenapa juga gak jauh-jauh hari sebelumnya kalau mau Musda,? tanyanya.

Hasran mengatakan, sebaiknya pelaksanaan Musda KNPI digelar setelah Pilkada selesai. Sehingga tak ada indikasi Paslon manapun yang diuntungkan dengan terpilihnya ketua DPD KNPI yang baru.

“Sekalian saja Musda laksanakan setelah Pilkada kalau gitu. Tidak ada yang mendesak juga harus digelar secepatnya,” jelasnya.

Ia menyebut, potensi lobi-lobi politik oleh salah satu Paslon di Pilkada Kukar akan terjadi, jika pelaksanaan Musda digelar tak lama sebelum pelaksanaan Pilkada Kukar.

“Bisa saja salah satu Paslon ini bangun komitmen dengan KNPI, untuk kepentingan suara pemuda di Pilkada,” pungkasnya. (dum)

HIPMI Kaltim Gelar Rakerbid II & XII, Sinergi dengan Stakeholder untuk Program Strategis

Tenggarong – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan rapat kerja bidang (Rakerbid) II & XII bertema “Roundtable Discussion with Stakeholders” yang dilaksanakan di Yen’s Delight Coffee Pastry & Resto, Samarinda, Jumat (18/10/24).

Rakerbid kali ini dihadiri oleh berbagai pengurus dan anggota Hipmi Kaltim, termasuk Bendahara Umum BPD Hipmi Kaltim, Jumadil Anwar; Ketua Bidang II Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan, Zaidan Jauhari; serta Ketua Bidang XII Investasi dan Kerjasama Antar Daerah, Sidik Amirullah.

Selain itu, Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) BPD Hipmi Kaltim, Daniel Sihotang, turut hadir untuk memberikan kontribusi dalam menyusun rencana strategis yang relevan bagi perkembangan pengusaha muda di Kaltim.

Serta selain daripada pengurus dan anggota Hipmi Kaltim, Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah stakeholder penting.

Dengan kehadiran mereka, rapat ini menjadi momen penting dalam merumuskan langkah-langkah konkret yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan.

Bendahara Umum BPD Hipmi Kaltim, Jumadil Anwar, menyampaikan tujuan utama dari Rakerbid ini adalah untuk menyusun program kerja yang dapat diimplementasikan dalam beberapa tahun ke depan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Ia menjelaskan kolaborasi dengan stakeholder sangat penting untuk memastikan keberhasilan program-program yang disusun.

“Makanya dengan mengundang beberapa stakeholder yang ada ini, tentu masukan-masukan, kolaborasi, dan kemitraan strategis ini dapat sinergi untuk beberapa tahun ke depan kita melaksanakan program,” kata Jumadil.

Dalam acara tersebut, beberapa stakeholder turut hadir diantaranya termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Kaltimtara.

Kehadiran mereka, menurut Jumadil, memberikan masukan berharga yang akan membantu pengusaha muda dalam menghadapi tantangan di bidang ekonomi, terutama terkait dengan akses permodalan dan kebijakan keuangan.

Namun, ia juga menyebutkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang diundang, tidak dapat hadir.

“Sebenarnya satu OPD yang tidak hadir yaitu DPMPTSP. Sebenarnya ini penting juga karena terkait perizinan,” ujarnya.

Selain itu, Jumadil berharap rapat ini tidak hanya menjadi ajang diskusi bagi satu bidang saja, tetapi semua bidang di Hipmi bisa segera mengadakan rapat kerja bidang mereka masing-masing sebagai persiapan menjelang Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang direncanakan akan digelar pada Desember 2024.

Ia menjelaskan pentingnya setiap bidang bekerja secara aktif dalam menyusun program kerja mereka.

“Harapannya itu tadi, bidang-bidang yang lain juga melakukan rapat kerja bidang masing-masing untuk persiapan pada waktu nantinya kita di Rapat Kerja Daerah,” jelas Jumadil.

Ia juga menyampaikan program-program yang disusun tidak harus terlalu ambisius, tetapi harus realistis dan berdampak nyata.

“Yang paling penting adalah tidak usah muluk-muluk. Setidaknya dalam tempo tiga tahun, ada aktivitas-aktivitas positif yang dapat bersinergi dengan pemerintah setempat, OPD, dan stakeholder yang lainnya,” tutupnya. (ak)

Dinas Perikanan Kaltim Dorong Konsumsi Ikan di Kelurahan Timbau untuk Cegah Stunting

Tenggarong – Dalam upaya mencegah stunting di Kecamatan Tenggarong, Dinas Perikanan Provinsi Kaltim mengadakan sosialisasi safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Posyandu Anggrek 8 Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kamis (17/10/24).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat konsumsi ikan dalam menunjang pertumbuhan yang sehat dan cerdas, khususnya bagi anak-anak balita.

Sosialisasi tersebut juga menekankan pentingnya mengolah ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari di rumah, terutama untuk anak-anak.

Bendahara Posyandu Anggrek 8, Kelurahan Timbau, Salma, menjelaskan Kecamatan Tenggarong telah ditetapkan sebagai salah satu daerah lokus stunting.

Berdasarkan data yang diterima, saat ini terdapat 26 anak yang mengalami stunting di kelurahan tersebut.

Ia menyebutkan jumlah ini bisa saja meningkat, mengingat beberapa anak yang sebelumnya tidak aktif mengunjungi posyandu kini mulai kembali hadir.

“Kami telah melakukan pengecekan terkait kondisi gizi anak-anak, terutama yang terkait pertumbuhan mereka,” ungkap Salma.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di mana makanan tambahan ini telah diberikan selama dua bulan terakhir.

Dari hasil evaluasi, jumlah anak yang mengalami kekurangan gizi berkurang dari tujuh anak menjadi lima anak.

Dalam pelaksanaan PMT ini, dana awalnya disediakan oleh puskesmas, namun untuk fase berikutnya, biaya ditanggung oleh warga RT yang terdampak.

Para ketua RT berkontribusi dengan menyediakan dana sebesar Rp16 ribu per anak per hari selama dua bulan.

Program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak di lingkungan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Salma juga menekankan pentingnya peran ibu-ibu dalam mengolah makanan berbahan dasar ikan di rumah.

Menurutnya, upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan makanan yang diberikan oleh posyandu.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga berat badan dan tinggi anak-anak bisa naik, dan kita bisa mengurangi angka stunting,” ujar Salma. (ak)

Kukar Satu-Satunya di Kaltim yang Miliki Peta Kawasan Pertanian Terperinci

Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam pengelolaan pertanian di Kalimantan Timur dengan inovasi terbaru berupa peta Ruang Produksi Pada Kawasan Padi Sawah di Kabupaten Kukar (Rapak Kukar).

Jika sebelumnya Kukar mengeluarkan peta lima kawasan pertanian yang hanya menampilkan luas lahan secara umum, kini dengan Rapak Kukar, kawasan pertanian tersebut telah diklasifikasikan secara lebih mendetail sehingga pengelolaan sektor pertanian kini semakin terstruktur dan efektif.

Inovasi ini dipaparkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani pada Jumat (18/10/24)

Rifani mengungkapkan Kukar menjadi satu-satunya kabupaten di Kaltim yang sudah menetapkan kawasan pertanian secara resmi melalui Surat Keputusan (SK).

Dengan adanya Rapak Kukar, berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan pertanian dapat dihitung dengan lebih akurat, mulai dari kebutuhan alat hingga bantuan bagi petani.

Ia menjelaskan peta tersebut memudahkan dalam menentukan rasio kebutuhan, termasuk alat mesin pertanian seperti hand traktor.

Rifani mencontohkan, jika terdapat kelompok lahan yang ditandai merah di peta dengan luas 20 hektar, maka perhitungan kebutuhan alat bisa dilakukan lebih tepat.

“Satu hand traktor bisa digunakan untuk lima hektar, artinya kelompok itu membutuhkan empat hand traktor,” jelasnya.

Selain mempermudah penghitungan kebutuhan alat, keberadaan peta Rapak Kukar juga mengubah cara pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada petani.

Sebelumnya, bantuan sering diberikan berdasarkan perkiraan luas wilayah yang belum tentu akurat.

Kini, dengan peta yang lebih terperinci, perhitungan rasio bantuan bisa dilakukan dengan lebih baik.

Rifani menjelaskan peta ini memungkinkan pemerintah untuk menyesuaikan bantuan sesuai dengan data yang ada, sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

“Kita tidak lagi menerawang luas wilayah, sekarang sudah ada data yang jelas. Jadi, pemberian bantuan seperti alat panen, pupuk, dan sebagainya dapat diukur dengan lebih akurat,” katanya.

Dengan adanya Rapak Kukar, pemerintah daerah tidak lagi memberikan bantuan hanya berdasarkan proposal yang diajukan tanpa data yang pasti.

Rifani mengungkapkan sekarang ada mekanisme filter yang lebih baik, di mana setiap proposal bantuan akan dipertimbangkan berdasarkan peta yang telah ada.

Hal ini memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil para petani di lapangan.

“Jadi tidak lagi asal masuk proposal bantuan kita langsung beri, sekarang sudah ada filter nya sebagai pertimbangan agar tepat sasaran bantuan ini,” tutupnya. (adv/ak)

Muhammad Idham Dorong Masyarakat Maksimalkan Potensi Perkebunan

Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi PKS, Muhammad Idham, mendorong pengembangan sektor perkebunan di Dapil II Kukar.

Menjelang pembahasan APBD murni, Idham mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada secara maksimal untuk kegiatan perkebunan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Idham menyampaikan pentingnya masyarakat yang benar-benar ingin berkebun untuk mengelola lahan dengan serius.

“Artinya memang yang mau benar-benar berkebun, jangan sampai nanti setelah dikasih bibitnya malah dijual, bahaya itu,” ujarnya, Kamis (17/10/24).

Idham menjelaskan lahan yang tersedia cukup luas, dan sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, memiliki potensi besar di daerah ini.

Ia juga menambahkan lahan-lahan tersebut sebelumnya sudah pernah ditanami oleh Kalpataru dan kini telah diberikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan.

Menurut Idham, sektor perkebunan di Dapil II Kukar cukup berkembang, dengan sekitar 20 persen lahan dimanfaatkan untuk kebun sawit, sementara sebagian lagi digunakan untuk pertanian padi di daerah Rapak Rapak.

Meskipun kelapa sawit memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan, Idham optimis hasil jangka panjangnya akan sangat menguntungkan.

Idham berharap dengan dukungan dari Pemkab Kukar dan DPRD, sektor perkebunan di Dapil II dapat berkembang lebih pesat, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari upayanya mendukung sektor perkebunan, Idham mengungkapkan DPRD Kukar siap memberikan bantuan berupa alat dan bibit.

Ia mencontohkan bantuan yang sudah diberikan di Desa Tanjung Harapan, yang menerima bantuan excavator mini untuk menunjang kegiatan perkebunan.

Idham juga berencana untuk berupaya mendapatkan excavator mini lainnya dan bibit untuk memperluas sektor perkebunan di daerah tersebut.

“Makannya nanti akan saya usahakan untuk mendapatkan excavator mini lagi dan juga bibitnya,” pungkasnya. (ak)