BERITA TERBARU

Satpol PP Kukar Tindak Tegas Pelanggar Perda dengan Sidang Tipiring

Tenggarong – Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar) menindak tegas pelanggar peraturan daerah (perda) dengan menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi masyarakat yang terus mengulangi kesalahan meskipun sudah mendapat peringatan.

Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan perda di Kukar berjalan dengan serius dan dapat memberikan efek jera kepada masyarakat yang tidak patuh.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kukar, Rasidi menjelaskan, meskipun pihaknya lebih mengutamakan pendekatan persuasif, tindakan tegas tetap diperlukan bagi pelanggar yang tidak mengindahkan teguran.

“Kami memberikan teguran lisan terlebih dahulu, namun jika pelanggaran tidak berhenti, kami harus melanjutkan ke tindakan formal,” tegas Rasidi saat ditemui pada Kamis (14/11/24).

Perlu diketahui, tipiring adalah proses hukum yang digunakan untuk menangani pelanggaran ringan terhadap peraturan daerah.

Proses ini adalah bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih sederhana dan cepat dibandingkan dengan proses peradilan yang lebih rumit.

Biasanya, tipiring ditangani oleh Pengadilan Negeri dengan melibatkan jaksa dan hakim yang khusus menangani pelanggaran ringan.

Pelanggar yang terjerat tipiring dapat dikenakan denda atau hukuman administratif sesuai dengan ketentuan Perda yang dilanggar.

Dalam prosesnya, sidang tipiring dimulai setelah pihak Satpol PP memberikan teguran lisan kepada pelanggar.

“Jika pelanggar tetap mengulangi kesalahan, maka tindakan formal berupa sidang tipiring akan digelar,” jelas Rasidi.

Dalam sidang ini, pelanggar akan dihadirkan di pengadilan untuk menghadapi dakwaan dan keputusan yang lebih tegas.

Dalam beberapa kasus, Satpol PP juga melibatkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani pelanggaran peraturan daerah yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Rasidi menambahkan melalui penegakan hukum yang jelas dan tegas, pihaknya berharap masyarakat Kukar akan semakin memahami pentingnya mematuhi Perda yang ada.

“Kami ingin memberikan efek jera melalui sidang Tipiring dan penanganan yang profesional, demi memastikan masyarakat Kukar memahami bahwa aturan ini ditegakkan dengan serius,” tutup Rasidi. (adv/ak)

Satpol PP Kukar Tingkatkan Pengawasan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Tenggarong – Demi menjaga ketertiban umum, Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat upaya pengawasan serta melakukan sosialisasi peraturan daerah (perda) kepada masyarakat.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kukar, Rasidi menjelaskan, pengawasan dilakukan secara rutin di area yang rawan dilakukan pelanggaran seperti, fasilitas umum dan trotoar.

“Kami memastikan bahwa masyarakat memahami aturan, serta memberikan edukasi agar mereka mematuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Rasidi, Kamis (14/11/24).

Patroli rutin yang dilakukan Satpol PP bertujuan mendeteksi pelanggaran sejak dini, seperti pedagang yang berjualan di area publik terlarang.

Sosialisasi ini mencakup 49 peraturan daerah (perda) dan 10 peraturan bupati (perbup) yang mengatur sanksi tertentu.

Rasidi mengungkapkan, sosialisasi ini melibatkan badan hukum, pelaku usaha, dan masyarakat agar semakin mengenal aturan dan konsekuensinya.

“Dengan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya taat hukum, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang tertib dan aman di Kukar,” tambahnya. (adv/ak)

Distanak Kukar Perkuat Sinergi Dukung Gerakan Pangan Merah Putih Demi Ketahanan Pangan

Tenggarong – Gerakan Pangan Merah Putih adalah sebuah program nasional yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan, dan memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Dengan memperhatikan potensi sumber daya alam yang ada di setiap daerah, gerakan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern dan pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor pertanian.

Sebagai bagian dari upaya untuk menyukseskan Gerakan Pangan Merah Putih, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Sekretaris Distanak Kukar, Syamsul Ma’arif, menjelaskan Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan, khususnya beras, yang menjadi salah satu komoditas utama di Kukar.

“Kami yakin dengan kerjasama yang baik, kita bisa mengembalikan kejayaan sektor pertanian di Indonesia. Potensi kita sangat besar, dan jika kita bersatu, pertanian bisa berkembang pesat,” ujar Syamsul ketika ditemui di ruangan pada Kamis (14/11/24).

Gerakan Pangan Merah Putih juga menekankan pada pentingnya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan dan menerapkan teknologi pertanian yang efisien.

Di samping itu, Distanak Kukar juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada petani dalam hal pengelolaan lahan, penggunaan teknologi pertanian, serta teknik pertanian berkelanjutan.

Sinergi ini diharapkan akan mendukung keberhasilan Gerakan Pangan Merah Putih dan meningkatkan ketahanan pangan di Kutai Kartanegara dan Indonesia secara keseluruhan.

“Kami siap memberikan fasilitas dan dukungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa petani kita siap menghadapi tantangan pertanian masa depan,” pungkasnya. (Adv/ak)

Distanak Kukar Genjot Mekanisasi Pertanian untuk Optimalkan Produktivitas Beras

Tenggarong – Sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot upaya peningkatan produktivitas beras guna mendukung ketahanan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.

Berdasarkan data yang ada, sekitar 42% produksi beras yang ada di Kaltim berasal dari Kukar.

Meski begitu, sektor pertanian di Kukar menghadapi tantangan serius, terutama terkait kekurangan tenaga kerja, banyak yang sudah lanjut usia. Hal ini dapat menghambat proses produksi.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar mengintensifkan penggunaan mekanisasi dan teknologi pertanian yang modern.

Sekretaris Distanak Kukar, Syamsul Ma’arif, menjelaskan mekanisasi dipandang sebagai solusi penting untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja dan menarik minat dari pemuda agar bertani.

“Teknologi mekanisasi pertanian dapat membantu menghemat waktu dan mengurangi tenaga kerja, terutama dalam aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga,” ujarnya, Kamis (14/11/24).

Syamsul menyebutkan, pelatihan bagi para petani lokal tentang penggunaan mekanisasi alat pertanian juga telah dilakukan terutama kepada petani muda.

Dengan pelatihan ini, para petani diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara maksimal guna meningkatkan hasil pertanian.

“Kami berharap adopsi teknologi seperti ini dapat membantu memecahkan berbagai tantangan di lapangan,” ungkap Syamsul.

Ia menambahkan, penerapan teknologi modern tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan keuntungan dari sisi kualitas produksi.

“Kami optimistis bahwa mekanisasi akan mendorong tercapainya target produksi yang lebih baik,” tutupnya. (Adv/ak)

BEM Fakultas Pertanian Unikarta Lakukan Silaturahmi dengan Distanak Kukar, Bahas Kolaborasi Pengembangan Pertanian

Tenggarong – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mengadakan silaturahmi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) di kantor Distanak Kukar pada Rabu (13/11/24).

Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerjasama dalam pengembangan pertanian modern, terutama dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian di Kukar.

Sekretaris Distanak Kukar, Syamsul Ma’arif, menyambut baik niat BEM Fakultas Pertanian Unikarta yang ingin berkontribusi dalam sektor pertanian.

“Bagus sekali teman-teman yang punya niat maju untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian di Kukar, Itu hal yang sangat positif,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsul juga menyampaikan mengenai pentingnya penerapan teknologi dalam sektor pertanian, salah satunya ialah penggunaan drone.

Kata dia, teknologi ini dianggap dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja yang sering terjadi di lapangan.

Selain itu, Syamsul juga berharap agar BEM Fakultas Pertanian dapat terus belajar dan terlibat dalam penggunaan alat-alat pertanian modern seperti drone.

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, ia optimis sektor pertanian di Kukar dapat berkembang lebih baik.

“Kami sangat mendukung mahasiswa untuk terlibat dalam praktik pertanian modern. Tidak hanya dalam pengendalian hama, tetapi juga dalam panen dengan teknologi yang lebih efisien,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syamsul berharap agar BEM Fakultas Pertanian dapat mengirimkan surat resmi untuk melanjutkan kerjasama ini.

Distanak Kukar siap untuk bekerja sama dengan BEM Fakultas Pertanian Unikarta dalam berbagai kegiatan terkait penggunaan teknologi pertanian di lapangan.

“Setelah pertemuan ini, saya harap teman-teman bisa mengirimkan surat resmi untuk koordinasi lebih lanjut,” pungkasnyanya. (Adv/ak)

Satpol-PP Kukar Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Pelatihan Intensif

Tenggarong – Satpol-PP Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme anggotanya melalui berbagai program pelatihan dan bimbingan teknis.

Program pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Satpol-PP, namun juga kepada Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP).

Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memperkuat keterampilan teknis dan kesamaptaan fisik petugas dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Kepala Seksi Pelatihan Dasar Satpol-PP Kukar, Eril Abdi Mujiburahman menjelaskan, pelatihan ini sangat penting untuk memastikan setiap anggota Satpol-PP dan Banpol PP memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Pelatihan yang kami lakukan meliputi berbagai aspek, mulai dari kesamaptaan fisik hingga penanganan huru-hara. Semua ini bertujuan untuk membekali petugas dengan keterampilan yang diperlukan dalam situasi yang penuh tekanan,” ungkap Eril, Rabu (13/11/24).

Satpol-PP Kukar secara rutin mengadakan bimbingan teknis (bimtek) internal, yang biasanya berlangsung satu hingga dua hari.

Pelatihan ini mengutamakan pembekalan dasar kesamaptaan, teknik penanganan kerusuhan, serta taktik operasional yang sangat dibutuhkan dalam tugas di lapangan.

“Kami fokus pada peningkatan fisik, mental, dan kemampuan teknis anggota, agar mereka siap menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan,” jelas Eril.

Selain pelatihan internal, latihan rutin berupa kesamaptaan dan baris berbaris (PBB) juga menjadi kegiatan yang wajib dilakukan oleh seluruh anggota.

Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga untuk memperkuat kedisiplinan dan solidaritas antar anggota.

“Kesamaptaan dan PBB adalah latihan rutin yang sangat penting untuk memastikan setiap anggota kami memiliki fisik yang prima dan kedisiplinan yang tinggi dalam melaksanakan tugas,” tambah Eril.

Melalui program pelatihan dan latihan rutin ini, diharapkan Satpol-PP Kukar dapat terus meningkatkan kualitas anggotanya, agar mereka lebih siap dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan yang terbaik bagi anggota kami, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih profesional dan efektif,” pungkasnya. (Adv/ak)