BERITA TERBARU

Personel Satpol-PP Kawal Ketertiban Kukar Run 2024, Atur PKL dan Lalu Lintas

Tenggarong – Sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kutai Kartanegara (Kukar) dikerahkan untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan Kukar Run 2024 di Taman Kota Raja Tenggarong, Sabtu (23/11/2024).

Pengamanan difokuskan pada garis start dan finis yang berlokasi di satu tempat, sehingga menjadi titik keramaian utama selama kegiatan berlangsung.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Ketertiban Umum Satpol-PP Kukar, Endang Purwanto menyebutkan, penempatan personel di area tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran aktivitas peserta dan pengunjung.

“Lokasi start dan finis berada di satu tempat, sehingga menjadi titik paling ramai. Sebanyak 15 personel kami siagakan untuk memastikan area ini tetap tertib dan aman,” ujar Endang.

Selain memantau aktivitas peserta, anggota Satpol-PP juga bertugas mengatur pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi.

Pendekatan persuasif dilakukan agar para PKL tidak mengganggu akses peserta maupun pengunjung. “PKL cukup kooperatif dengan aturan yang kami sampaikan, sehingga tidak ada kendala berarti selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

Selain itu, Endang menjelaskan personel Satpol-PP juga membantu pengaturan lalu lintas di sekitar Taman Kota Raja bersama dengan Dinas Perhubungan Kukar yang mengalami peningkatan kepadatan kendaraan akibat antusiasme masyarakat.

Kolaborasi lintas sektoral dilakukan untuk memastikan acara berjalan lancar dan aman. “Kami berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak. Kukar Run 2024 diharapkan menjadi agenda yang terus berlanjut dan semakin baik di tahun-tahun mendatang,” tutup Endang. (adv/ak)

Fuad Fakhruddin Ajak Warga Kaltim Jaga Kondusivitas Menjelang Pilkada Serentak 2024

Samarinda – Menjelang Pilkada Serentak 2024, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan sikap bijak dalam menghadapi perbedaan pilihan politik.

Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan sosial, terutama selama masa tenang yang berlangsung saat ini.

“Mari kita gunakan masa tenang ini untuk menenangkan hati, menyudahi perbedaan, dan saling memaafkan. Jadilah pemilih yang cerdas dan berkontribusi pada sejarah Pilkada damai demi pemimpin Kaltim yang lebih baik,” ujar Fuad.

Politisi dari Partai Gerindra ini juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, mengingat situasi politik yang semakin memanas menjelang hari pemungutan suara.

Ia menegaskan pentingnya menghindari penyebaran hoaks dan praktik politik uang yang bisa merusak integritas demokrasi.

“Masyarakat Kaltim, khususnya warga Samarinda, saya harap tetap menjaga keamanan dan sportivitas selama Pilkada. Jangan biarkan perbedaan pilihan politik merusak kebersamaan kita,” katanya.

Fuad juga memberikan apresiasi terhadap langkah sosialisasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim.

Ia menilai, kerja keras lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam Pilkada.

“Dengan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, serta lembaga penyelenggara dan pengawas, saya yakin Pilkada Kaltim 2024 dapat berjalan lancar dan demokratis,” tambah Fuad.

Ia berharap masyarakat tetap berperan aktif dalam pengawasan Pilkada untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan.

“Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan Pemilu yang bersih,” tandasnya. (adv)

Satpol-PP Kukar Dorong Pendekatan Humanis dalam Penegakan Perda

Tenggarong – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kutai Kartanegara berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol-PP Kukar, Awang Febri Sofyar, menegaskan penegakan Peraturan Daerah (Perda) harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

Ia menjelaskan penegakan aturan sering kali memerlukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

Sebagai contoh, dalam kasus anak di bawah umur yang bekerja, penanganannya memerlukan keterlibatan Dinas Sosial.

“Ketika ada anak yang berjualan, kami harus tahu penyebabnya. Mungkin orang tuanya sakit atau kondisi ekonominya sulit. Penegakan aturan tidak bisa hanya hitam putih,” kata Awang ketika ditemui pada Jumat (22/12/24).

Awang juga menyoroti pentingnya sosialisasi Perda kepada masyarakat. Menurutnya, kurangnya informasi sering kali menjadi penyebab pelanggaran.

“Kami mendorong OPD terkait untuk lebih proaktif. Jangan hanya mengandalkan Satpol-PP untuk menertibkan, tapi juga lakukan edukasi ke masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Satpol-PP menghadapi stigma negatif dari masyarakat. Awang berharap pendekatan yang lebih humanis dapat mengubah pandangan tersebut.

“Kami ingin masyarakat melihat Satpol-PP sebagai pelindung, bukan ancaman. Karena itu, anggota kami dilatih untuk bertindak sesuai aturan, tetapi tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua OPD harus bersinergi untuk memastikan bahwa aturan berjalan dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Awang. (adv/ak)

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Semangat Pelatihan Anggota Satpol-PP Kukar

Tenggarong – Upaya Satpol-PP Kutai Kartanegara dalam meningkatkan kapasitas anggotanya menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol-PP Kukar, Awang Febri Sofyar mengungkapkan bahwa program pelatihan yang direncanakan sering kali terkendala oleh aturan yang membatasi penganggaran.

Menurut Awang, Kepmendagri Nomor 90 Tahun 2019 dan Kepmendagri Nomor 050 Tahun 2020 menghapus program pengembangan SDA dari struktur resmi Satpol-PP. Hal ini membuat pihaknya sulit mengalokasikan dana untuk pelatihan.

“Bidang SDA di Satpol-PP sebenarnya sudah tidak ada di dalam program resmi. Tapi di Peraturan Bupati Kukar, bidang ini masih ada, sehingga kami harus mencari solusi,” ungkapnya.

Meski begitu, Satpol-PP tetap mengirimkan anggotanya untuk melakukan pelatihan secara bertahap.

Awang menyebutkan, pelatihan seperti penanganan huru-hara dan pelatihan PPNS sangat penting untuk menunjang tugas di lapangan.

“Kami tetap upayakan, meski harus bertahap. Ini penting untuk memastikan anggota kami bertindak sesuai prosedur dan tidak sembarangan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan lanjutan bagi anggota PPNS, terutama dalam aspek pemberkasan dan penyelidikan.

“Setelah mereka mengikuti pelatihan PPNS dasar, mereka perlu meningkatkan kapasitasnya. Misalnya, pemberkasan dan penyidikan itu perlu upgrade skill melalui pelatihan berkelanjutan,” jelas Awang.

Awang berharap pemerintah daerah dapat lebih fleksibel dalam mendukung kebutuhan pengembangan SDA Satpol-PP.

“Kami ingin semua anggota memiliki kompetensi yang memadai agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang melayani masyarakat dengan optimal,” tutupnya. (adv/ak)

Satpol-PP Kukar Kirim Sembilan Anggota Ikuti Pelatihan di Jakarta

Tenggarong – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kutai Kartanegara telah mengirimkan sembilan anggotanya untuk mengikuti berbagai pelatihan di Jakarta.

Pelatihan ini meliputi pelatihan dasar (Latsar), pengawas, pelaksana, dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol-PP Kukar, Awang Febri Sofyar, menjelaskan pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki.

“Kami mengirim dua orang untuk Latsar, tujuh orang untuk pelatihan pengawas dan pelaksana. Jadi, total ada sembilan orang yang kami kirim tahun ini,” ujarnya, Jumat (22/11/24).

Pelatihan tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 71 Tahun 2020, yang mewajibkan Satpol-PP untuk memiliki tingkat kompetensi tertentu sesuai jabatan.

Tingkat pelaksana dan pengawas memerlukan waktu pelatihan enam hari, administrasi lima hari, dan jabatan tinggi seperti kepala satuan empat hari.

“Semua itu wajib diikuti karena ini terkait dengan tupoksi mereka. Tanpa pelatihan, anggota kami tidak akan bisa bertugas secara fungsional,” tambahnya.

Menurut Awang, penegakan Perda juga membutuhkan penguasaan ilmu dan keterampilan yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa anggota kami paham aturan dan bertindak profesional. Ini penting untuk mengubah stigma negatif masyarakat terhadap Satpol-PP,” katanya.

Awang berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggota Satpol-PP.

“Kami ingin Satpol-PP tidak hanya dikenal sebagai penegak aturan, tetapi juga pelindung masyarakat yang humanis dan berintegritas,” pungkasnya. (adv/ak)

Pansus Pokir DPRD Kaltim Gelar Rapat Bahas Kerangka Acuan Kerja 2026

Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kalimantan Timur mengadakan rapat internal di Ruang Edelwies Hotel Astara, Balikpapan, Rabu (20/11/2024).

Rapat ini bertujuan untuk membahas kerangka acuan kerja Pansus Pokir untuk tahun 2026.

Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus Pokir, Baharuddin Demmu, yang didampingi oleh Wakil Ketua Muhammad Samsun dan sejumlah anggota Pansus Pokir, antara lain Selamat Ari Wibowo, Baba, Apansyah, Damayanti, Firnadi Ikhsan, Salehuddin, Agus Aras, dan Sapto Setyo Pramono.

Selain itu, hadir pula Sekretaris DPRD Kaltim, Norhayati Usman, serta Tim Ahli Pansus, yaitu Eko Priyo Utomo, Surahman, Kahar A. Bahri, dan Adam Muhammad.

Baharuddin Demmu menjelaskan bahwa rapat ini merupakan yang pertama bagi Pansus Pokir dalam rangka penyusunan acuan kerja, jadwal kegiatan, serta usulan Pokir.

“Mudah-mudahan bisa selesai akhir bulan satu atau sebelum lah, karena ditunggu juga oleh pemerintah,” ujar Baharuddin yang juga anggota DPRD dari PAN.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah, melalui Sekretaris Daerah (Sekda), telah mengeluarkan peringatan kepada DPRD agar semua usulan harus dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Tidak boleh lagi ada usulan yang tidak masuk dalam SIPD,” jelasnya.

Baharuddin juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merencanakan jadwal dan tahapan-tahapan dalam diskusi dengan pemerintah.

“Dan kepada Tim Ahli, kita bikin surat, nanti kepada individu, kepada fraksi mengenai kalau ada usulan-usulan yang nanti direkap sehingga itu juga dibawa dalam rapat-rapat,” pungkasnya. (adv)