BERITA TERBARU

Disdamkarmatan Kukar Imbau Warga Bijak dan Aman Gunakan Kembang Api Saat Tahun Baru

Tenggarong – Dalam menyambut malam pergantian tahun, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan aman dalam menggunakan kembang api.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengingatkan bahwa penggunaan kembang api di lokasi yang rawan kebakaran dapat memicu insiden serius, terutama di kawasan padat penduduk.

Fida menegaskan, masyarakat perlu memilih lokasi yang aman dan terbuka saat menyalakan kembang api, seperti lapangan atau ruang terbuka hijau, untuk mengurangi risiko kebakaran.

Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan kembang api di dekat fasilitas sensitif, seperti SPBU atau tempat penyimpanan bahan mudah terbakar.

“Jika kembang api gagal meledak atau jatuh di tempat yang rawan, dampaknya bisa sangat fatal, terutama di kawasan pemukiman,” jelasnya kepada media ini ketika di wawancarai pada Senin (30/12/24).

Selain lokasi, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan kembang api berukuran kecil dan mudah dikontrol, membaca instruksi penggunaan dengan saksama, serta menyediakan alat pemadam sederhana seperti air atau pasir di lokasi perayaan.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden yang tidak diinginkan selama malam pergantian tahun.

Fida juga menyoroti pentingnya memeriksa instalasi listrik di rumah, karena korsleting listrik sering menjadi penyebab utama kebakaran.

“Kami juga mengimbau warga untuk tidak menyimpan bahan mudah terbakar di tempat yang tidak aman, karena ini dapat memperburuk risiko jika terjadi kebakaran,” tambahnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kukar untuk merayakan tahun baru dengan penuh tanggung jawab dan tetap memperhatikan keselamatan.

“Rayakanlah dengan bijaksana, pastikan semua orang aman, dan kita dapat memulai tahun baru tanpa insiden. Kami berharap tidak ada kebakaran yang terjadi, tetapi jika ada, kami selalu siap untuk menanganinya,” pungkasnya. (Ak)

Pemkab Kukar Fokus Strategi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem Sepanjang 2024

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem sepanjang 2024, dengan mengimplementasikan dua strategi utama.

Plt. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kukar, Yuliandris Suherdiman, menjelaskan strategi pertama adalah mengurangi beban pengeluaran warga miskin melalui bantuan sosial, seperti bantuan langsung tunai dan sembako.

Strategi kedua fokus pada pemberdayaan ekonomi produktif, khususnya bagi wanita rawan sosial dan ekonomi, agar dapat meningkatkan pendapatan dan mencukupi kebutuhan dasarnya secara mandiri.

Menurut Yuliandris, upaya ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, meskipun grafik penurunan kemiskinan ekstrem tidak menunjukkan angka yang sangat besar.

“Meskipun penurunan angka kemiskinan ekstrem tidak terlalu drastis, tetapi upaya kita dalam membantu masyarakat sudah cukup memberikan dampak yang signifikan,” ujarnya, Sabtu (28/12/24).

Yuliandris juga menambahkan evaluasi dan perbaikan data menjadi hal penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Pemkab Kukar terus berupaya memperbaiki kualitas data penerima bantuan melalui penggunaan data terpadu seperti P3KE dan PTKS, serta melibatkan Forum RT dalam verifikasi data untuk meningkatkan validitasnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan data yang digunakan untuk pemberian bantuan sudah seakurat mungkin.

Meskipun tidak ada data yang 100 persen sempurna, Yuliandris mengungkapkan pihaknya berusaha meminimalkan kesalahan data, seperti inklusi atau eksklusi error, dengan melibatkan masyarakat lebih dalam dalam proses verifikasi.

Selain itu, Yuliandris menyatakan keberhasilan program ini akan terlihat dari semakin berkurangnya angka penerima bantuan.

“Kami berharap dengan adanya graduasi mandiri, penerima bantuan yang sudah mampu mencukupi kebutuhan dasar mereka akan berkurang, karena mereka sudah tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” kata Yuliandris.

Sebagai contoh, di sektor bantuan usaha ekonomi produktif, Dinas Sosial bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada wanita-wanita yang berisiko mengalami kemiskinan sosial dan ekonomi.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan mereka dapat meningkatkan pendapatan dan akhirnya keluar dari garis kemiskinan.

Yuliandris juga menekankan pentingnya pemberdayaan, terutama untuk mereka yang sudah berpotensi mandiri secara ekonomi.

“Memberikan bantuan tanpa diimbangi dengan pemberdayaan tentu tidak akan efektif. Kami berusaha menciptakan kesempatan bagi mereka untuk beralih dari penerima bantuan menjadi individu yang mandiri dan produktif,” pungkasnya. (Ak)

Penganugerahan SIPALING: Apresiasi ASN BerAKHLAK di Kutai Kartanegara

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar acara Malam Penganugerahan SIPALING untuk menghargai ASN dan Non-ASN yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menginternalisasi nilai-nilai BerAKHLAK.

Malam penganugerahan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, dan sejumlah pejabat lainnya lingkungan Setdakab

Dalam kesempatan tersebut, Sunggono menekankan pentingnya penerapan core values ASN BerAKHLAK, seperti Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Momentum ini sejatinya selaras dengan kebijakan nasional yang mengedepankan reformasi birokrasi dan penguatan kapasitas SDM Aparatur,” ujarnya.

Adapun Penghargaan SIPALING diberikan dalam tujuh kategori, seperti SIPALING Pelayanan Terbaik, SIPALING Penuh Tanggung Jawab, SIPALING Profesional, dan lainnya.

Sunggono juga mengajak ASN untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam bekerja.

“Membangun budaya kerja yang BerAKHLAK membutuhkan komitmen, konsistensi, serta keteladanan di setiap lini pemerintahan,” ungkapnya.

Ia pun harapan agar penghargaan SIPALING dapat menjadi motivasi bagi ASN untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya. (Ak)

Terjadi Longsor di Jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun, Sistem Buka-Tutup Diberlakukan

Tenggarong – Longsor yang terjadi di Jalan Poros Tenggarong menuju Kota Bangun dan Melak memakan setengah badan jalan, tepatnya di dekat simpang Jalan IKIP Mekarsari.

Kejadian ini terjadi di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada 24 Desember 2024 dini hari, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

kontraktor dari PT Asia Pacific Consultants (APC), Suheni, mengungkapkan bahwa longsoran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampaknya cukup signifikan karena, jalan hanya bisa dilalui satu sisi.

“Longsor memakan setengah jalan dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman tiga meter, sehingga kami harus memberlakukan sistem buka-tutup,” katanya, Jumat (27/12/24).

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah memasang pondasi kayu galam untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut dan mengurangi risiko longsor susulan.

Selain itu, rambu-rambu peringatan dan garis polisi dipasang di lokasi untuk mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati.

“Jalan ini merupakan akses utama penghubung Tenggarong, Kota Bangun, dan Melak, sehingga kami berupaya menyelesaikan penanganan secepat mungkin,” jelas Suheni.

Pengerjaan jalan sepanjang 150 meter yang terdampak longsor ini, masih dalam proses penanganan.

Pengendara yang melewati lokasi longsor diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat menggunakan jalur Kilometer 5 Jahab yang terhubung langsung ke Jalan Triyu meski jaraknya lebih jauh.

“Kami berharap masyarakat bersabar dan mematuhi aturan di lapangan. Keselamatan adalah prioritas utama,” pungkasnya. (Ak)

Kapolres Kukar Paparkan Pencapaian Kinerja dan Penanganan Kasus di 2024

Tenggarong – Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar), AKBP Heri Rusyaman, memaparkan pencapaian kinerja dan upaya penanganan kasus yang dilakukan Polres Kukar sepanjang 2024 pada pers rilis akhir tahun di Mapolres Kukar, Jumat (27/12/24).

Dalam rilis akhir tahun tersebut, AKBP Heri mengungkapkan berbagai kemajuan yang telah dicapai, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang telah diambil dalam menangani kejahatan dan menjaga keamanan di Kukar.

Pada 2024, Crime Total (CT) tercatat mencapai 698 kasus, meningkat 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 646 kasus.

Sementara itu, Crime Clearance (CC) pada 2024 mengalami peningkatan 5,4%, dengan total 614 kasus yang berhasil diselesaikan, dibandingkan dengan 582 kasus pada 2023.

“Perbandingan CT naik 52 kasus dan CC naik 32 kasus dibanding tahun lalu,” jelas AKBP Heri.

Kapolres Kukar juga menyampaikan jenis kejahatan yang ditangani Polres Kukar meliputi kejahatan konvensional, transnasional, dan yang terkait dengan kekayaan negara.

Ia menekankan pentingnya upaya penyelesaian kasus untuk menjaga rasa aman di masyarakat.

“Kami terus berusaha untuk menyelesaikan kasus-kasus yang ada agar masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi,” ujarnya.

Salah satu peningkatan signifikan yang dicatat adalah kasus narkoba, yang mengalami lonjakan dari 239 kasus pada 2023 menjadi 266 kasus di 2024.

Kasus narkoba yang ditangani mencakup sabu, ganja, ekstasi, dan tembakau sintetis.

Polres Kukar berhasil menyita barang bukti narkotika dengan total 1.757,34 gram sabu, 23,11 gram ganja, 169 butir ekstasi, dan 1,6 gram tembakau sintetis.

Selain itu, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp120.808.000.

“Kami akan terus memberantas peredaran narkoba dengan tegas, karena ini merupakan ancaman besar bagi generasi muda kita,” tegasnya.

Di bidang lalu lintas, meskipun jumlah kecelakaan turun 5,7% dari tahun sebelumnya, dengan penurunan enam kasus, korban meninggal dunia meningkat 14 orang.

Sedangkan, Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas tercatat mencapai Rp13,4 miliar.

“Kami akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas, karena kecelakaan tetap menjadi salah satu perhatian utama kami,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum di masa yang akan datang, sambil mengapresiasi kerjasama antara Polres Kukar dan masyarakat.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polres Kukar yang didukung oleh masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum di tahun mendatang,” pungkasnya. (Ak)

Dinsos Kukar Pulangkan 11 Pekerja Terlantar ke Bandung

Tenggarong – Sebuah kisah penuh keprihatinan terungkap pekan lalu ketika Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) memulangkan 11 pekerja terlantar ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat.

Para pekerja ini diketahui menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki, melintasi jarak yang sangat jauh, dari Kembang Janggut hingga Tenggarong, kemudian ke Loa Janan.

Menurut Plt Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris, laporan mengenai keberadaan pekerja terlantar ini diterima dari Camat Loa Janan.

Disebutkan mereka meminta dipulangkan setelah dua bulan bekerja di kawasan HTI Kembang Janggut tanpa menerima upah.

Dalam kondisi kelelahan dan tanpa bekal yang memadai, para pekerja nekat berjalan kaki dengan harapan bisa kembali ke kampung halaman mereka.

“Kami menerima informasi bahwa mereka sudah berjalan kaki sejauh puluhan kilometer dari Kembang Janggut hingga ke Loa Janan. Ini perjalanan yang luar biasa berat bagi mereka,” ujar Yuliandris ketika di wawancarai awak media pada Kamis (26/12/24).

Ketidakjelasan perjanjian kerja dengan pemberi kerja membuat hak mereka sebagai pekerja tidak terpenuhi. Akibatnya, mereka terpaksa meninggalkan tempat kerja dalam kondisi serba terbatas.

Yuliandris menambahkan Dinsos Kukar segera bertindak untuk memfasilitasi pemulangan mereka.

Proses pemulangan dimulai dari Loa Janan menuju Pelabuhan Semayang di Balikpapan, tempat mereka berangkat ke Surabaya menggunakan kapal laut.

Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan dengan kereta api hingga tiba di Bandung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan mereka aman hingga tiba di kampung halaman masing-masing.

“Kasus seperti ini bukan yang pertama kali kami tangani. Setiap tahunnya, Dinsos menganggarkan biaya khusus untuk pemulangan pekerja terlantar, termasuk Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar yang juga kami bantu hingga perawatan di RSJ Samarinda,” ungkap Yuliandris.

Ia menegaskan bahwa pemulangan pekerja terlantar adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk melindungi warganya yang berada dalam situasi sulit.

“Kami pastikan, perjalanan panjang mereka berakhir dengan baik. Mereka kini kembali ke kampung halaman dengan aman,” pungkas Yuliandris. (Ak)