BERITA TERBARU

7 Jam Menembus Pedalaman, Seno Aji Tinjau Proyek Jalan Strategis Mahulu

Samarinda – Harapan besar masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) untuk memiliki akses darat yang layak kini mulai menemukan titik terang yang semakin nyata.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melakukan peninjauan langsung ke proyek strategis pembangunan jalan koridor Tering hingga Ujoh Bilang sepanjang 136 kilometer pada Minggu, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke wilayah hulu.

Pembangunan jalan ini merupakan salah satu proyek infrastruktur paling krusial di wilayah Kalimantan Timur.

Selama ini, mobilitas warga dan distribusi logistik ke Mahakam Ulu sangat bergantung pada jalur sungai Mahakam.

Namun, ketergantungan tersebut seringkali terhambat oleh kondisi alam, yang memicu tingginya biaya hidup bagi warga di perbatasan.

Kepastian Target dan Harapan Masyarakat

Dalam peninjauan yang dilakukan di sela agenda Safari Ramadhan tersebut, Seno Aji menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menuntaskan proyek ini tepat waktu.

Berdiri di lokasi pengerjaan dengan mencermati peta progres, ia memberikan pernyataan resmi mengenai target penyelesaian proyek yang sangat dinantikan ini

“Tahun 2027 nanti, seluruh koridor atau segmen dari Tering sampai ke Mahakam Ulu, sampai ke Ujoh Bilang, semuanya bisa dilewati dengan baik oleh masyarakat,” tegas Seno Aji.

Pernyataan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa isolasi wilayah darat akan segera berakhir.

Keseriusan pemerintah dalam menangani medan berat di pedalaman ini tercermin dari pengawasan langsung yang dilakukan Wagub untuk melihat kualitas dan kendala teknis di lapangan, di mana rombongan dijadwalkan menempuh perjalanan darat selama 7 jam dari Kutai Barat menuju Ujoh Bilang.

Wagub menyadari bahwa tantangan pembangunan di wilayah ini tidaklah ringan, sehingga ia mengharapkan dukungan moral dari seluruh lapisan masyarakat.

“Doakan mudah-mudahan kita semua bisa menyelesaikan hal ini dengan sempurna,” lanjutnya.

Rincian Progres dan Sinergi Pengerjaan

Berdasarkan data yang disampaikan Wagub di lapangan, pembangunan jalan sepanjang 136 kilometer ini dibagi ke dalam beberapa segmen prioritas dengan sumber pendanaan kolaboratif antara pemerintah provinsi dan pusat.

Seno Aji secara rinci menjelaskan pembagian beban kerja tersebut guna memastikan efisiensi pembangunan.

“Kita dari 0 sampai ke 136 KM itu jarak dari  Tering menuju Ujoh Bilang. Alhamdulillah dari 0 KM sampai 41 KM itu sudah relatif baik dan sudah dilewati dengan baik,” jelas Seno Aji memaparkan progres awal jalur tersebut

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini berada pada segmen tengah yang memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kemudian dari KM 41 sampai KM 117 itu ditangani oleh APBN dan saat ini sedang dikerjakan. Nanti sisanya kurang lebih sekitar 13 Kilo yang memang harus kita antisipasi ke depannya,” tambahnya.

Segmen yang ditangani APBN melalui koordinasi BBPJN dan Dinas PUPR PERA ini menjadi bukti nyata sinergi lintas pemerintahan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur fokus menangani sisa jalur yang memiliki karakteristik lahan menantang agar seluruh konektivitas benar-benar tersambung tanpa terputus.

Dampak Luas bagi Ekonomi dan Layanan Publik

Terhubungnya akses jalan Tering–Ujoh Bilang secara sempurna pada 2027 mendatang diprediksi akan mengubah wajah ekonomi Mahakam Ulu secara drastis.

Dengan jalur darat yang fungsional, arus barang dari pusat distribusi dapat masuk langsung ke jantung Kabupaten Mahulu tanpa hambatan biaya logistik sungai yang mahal

Selain sektor ekonomi, akses transportasi yang stabil akan mempermudah layanan publik, terutama dalam mempercepat rujukan kesehatan dan mempermudah mobilisasi tenaga pendidik ke wilayah perbatasan.

Realitas tantangan medan ini terlihat jelas selama kunjungan, di mana rombongan diwajibkan menggunakan kendaraan double gardan dan ban lapangan untuk menembus jalur yang ada

Peninjauan langsung oleh Wagub di tengah jalur tanah dan jembatan darurat ini mempertegas komitmen pemerintah bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan di atas kertas.

Target tahun 2027 menjadi simbol optimisme bahwa warga Mahakam Ulu akan segera merasakan kemerdekaan infrastruktur jalan yang layak, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di beranda depan Kalimantan Timur. (*)

Pemkab Kukar Resmi Pinjam Rp820 Miliar ke Bankaltimtara untuk Tuntaskan Utang kepada Pihak Ketiga

Tenggarong – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menuntaskan utang kepada pihak ketiga kini memasuki tahap penting.

Pemkab Kukar secara resmi telah melakukan pinjaman daerah sebesar Rp820 miliar kepada PT BPD Bankalti-kaltara yang ditandai dengan penandatanganan akad kredit di Ruang Pertemuan Kantor BPD Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Jumat (13/3/2026).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan pinjaman daerah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kas pemerintah daerah sekaligus memastikan kewajiban kepada para rekanan dapat segera diselesaikan.

“Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pihak ketiga yang selama ini bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia mengapresiasi komitmen berbagai pihak yang turut mendukung proses percepatan penandatanganan akad kredit tersebut.

Menurutnya, koordinasi intensif antara pemerintah daerah, DPRD, serta pihak Bankaltimtara menjadi kunci sehingga proses administrasi dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“Dengan komitmen kita semua dari pihak BPD Kaltimtara, pihak eksekutif, Kepala BPKAD, bagian hukum, hingga teman-teman di DPRD, akhirnya proses ini bisa terlaksana pada pagi hari ini,” tuturnya.

Setelah penandatanganan akad kredit, pemerintah daerah akan segera memproses pencairan dana pinjaman ke kas daerah.

Dana tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membayar kewajiban kepada pihak ketiga melalui mekanisme administrasi keuangan daerah.

“Setelah uang masuk ke kas daerah maka proses sebagaimana pencairan di pemerintah daerah mulai dari cetak SPP, SPM sampai SP2D akan segera kita laksanakan. Mudah-mudahan prosesnya bisa mulai hari ini sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata dia.

Ia berharap penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga dapat memberikan dampak positif bagi para pekerja maupun perusahaan yang terlibat dalam proyek pembangunan di Kukar.

“Jadi lebaran kali ini betul-betul bisa dirasakan dengan baik oleh semua pihak,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai skema pembiayaan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, salah satunya melalui potensi dana kurang salur dari APBD tahun sebelumnya.

“Yang kita pinjam ke BPD Bankaltimtara ini sebesar Rp820 miliar. Kenapa Rp820 miliar? Pertama ini sesuai dengan analisis kebutuhan yang sudah kita mitigasi, dan kedua kita juga melihat kemungkinan dana kurang salur tidak tersalur seratus persen, sehingga pinjaman ini kita batasi sekitar 30 persen dari potensi dana tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin mengatakan proses kredit yang diajukan Pemkab Kukar telah melalui sejumlah tahapan mulai dari analisis hingga pengambilan keputusan sebelum akhirnya masuk ke tahap legalisasi administrasi.

“Setelah ini dalam satu sampai dua hari kita lanjutkan dengan tahap realisasi karena seluruh persyaratan pencairan juga sudah terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bunga pinjaman yang diberikan kepada pemerintah daerah bukan merupakan bunga komersial karena hubungan antara pemerintah daerah dan bank daerah bersifat khusus.

“Yang jelas bunganya bukan bunga komersial karena yang meminjam juga pemilik. Tetapi tetap ada biaya karena dana yang kita gunakan juga merupakan dana masyarakat yang dihimpun oleh bank,” jelas Yamin.

Menurutnya, proses pencairan dana hingga masuk ke kas daerah diperkirakan dapat berlangsung cepat karena sistem administrasi di bank maupun pemerintah daerah sudah menggunakan aplikasi digital.

“Insya Allah bisa selesai sebelum lebaran, karena semuanya sudah menggunakan aplikasi. Informasinya ada sekitar 2.000 SP2D yang akan diproses, tetapi biasanya di akhir tahun kita bisa memproses sampai 3.000 hingga 4.000 SP2D,” pungkasnya. (ak/ko)

Safari Ramadan di Muara Badak, Wagub Seno Aji Serahkan Bantuan Pendidikan Gratis ke Kampus di Kukar

Tenggarong – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyerahkan bantuan biaya pendidikan gratis poll kepada beberapa universitas di Kaltim. Salah satunya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian safari ramadan 1447 H di Masjid Raudhatul Jannah Kecamatan Muara Badak, Kukar pada Kamis (12/3/2026).

Seno Aji mengatakan, program pendidikan gratispoll yang Pemprov Kaltim luncurkan telah menyentuh 120 ribu mahasiswa di Kaltim.

Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan dari S1 hingga S3. “Seluruh mahasiswa berhak mendapatkan hak pendidikan gratis ini selama berkuliah di Kaltim. Syarat mutlaknya adalah memiliki KTP Kalimantan Timur dan sudah menetap minimal 3 tahun,” katanya.

Program ini luncurkan untuk menjamin bahwa putra-putri Kaltim memperoleh kualitas pendidikan yang terbaik. Karena, tugas negara salah satunya ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia pun tak menampik, jika program ini masih belum maksimal berjalan di lapangan. Namun, ia berkomitmen akan melakukan perbaikan dan penyesuaian agar program ini dapat memberikan hasil terbaik.

“Kami terus memperbaiki sistem agar ke depan tidak ada lagi kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya bagi anak didik kita yang nantinya berkuliah di Kaltim,” ujar Wagub Kaltim ini.

Tak hanya pemberian bantuan pendidikan gratis, di Kecamatan Muara Badak, Wagub Seno Aji juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat sekitar seperti bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Seno Aji juga menyinggung potensi perikanan yang ada di Kecamatan Muara Badak. Kata dia, Kecamatan Muara Badak bisa menjadi lumbung sektor perikanan di Kaltim.

Ia menjelaskan, Pemprov Kaltim berencana akan membangun cluster atau set plan industri perikanan yang berpotensi akan dibangun di Kecamatan Muara Badak, Kukar.

“Kami akan kembali lagi ke Muara Badak untuk memastikan industri perikanan modern ini bisa terwujud, sehingga potensi perikanan kita bisa dikelola dengan teknologi terkini demi kesejahteraan masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)

Pemkab Kukar Siapkan Pinjaman Rp820 Miliar untuk Bayar Utang Proyek 2025 kepada Kontraktor

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan skema pinjaman sebesar Rp820 miliar dari Bank Kaltimtara untuk membayar utang proyek tahun anggaran 2025 kepada para kontraktor.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat menerima perwakilan Forum Kontraktor di ruang kerjanya pada Kamis (12/3/2026).

Pertemuan itu digelar untuk menjelaskan kepastian pembayaran kepada para kontraktor yang hingga kini masih menunggu realisasi.

“Mengingat saat ini sudah mendekati Lebaran, mereka juga mendapat tekanan dari para pegawai, termasuk tukang dan pekerja lainnya, untuk menunaikan kewajiban pembayaran kepada para pekerja tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan total utang pemerintah daerah kepada para rekanan mencapai Rp820 miliar dan telah melalui proses audit oleh Inspektorat.

Untuk mempercepat penyelesaiannya, pemerintah daerah mengambil langkah dengan meminjam dana ke Bank Kaltimtara.

“Strategi pembayaran utang Pemkab Kukar dilakukan dengan meminjam dana ke Bank Kaltimtara sebesar Rp820 miliar. Nilai tersebut merupakan total utang pemerintah daerah yang telah diaudit oleh Inspektorat,” jelasnya.

Aulia menyebut, pihaknya juga telah meminta percepatan proses kepada pihak bank agar akad kredit dapat segera dilaksanakan dan dana bisa segera dicairkan.

“Tadi kami langsung menghubungi pihak Bank Kaltimtara di depan para kontraktor untuk meminta agar proses akad kredit dapat dilaksanakan besok. Perhitungan kami, jika besok akad kredit terlaksana maka sore hari atau paling lambat Senin pagi dana sudah bisa dicairkan oleh pihak bank,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan kontraktor Nopi Pratidin menyambut baik langkah percepatan yang dilakukan pemerintah daerah dan berharap pembayaran dapat segera direalisasikan.

“Kalau tidak ada halangan mungkin Senin atau Selasa sudah bisa dieksekusi karena masih menunggu kepastian dari pihak Bank BPD. Tadi beliau juga langsung menelepon pimpinan bank untuk meminta agar prosesnya dipercepat,” ujarnya.

Menurut Nopi, sebagian besar kontraktor yang hadir dalam pertemuan tersebut telah menyelesaikan pekerjaan mereka secara penuh dan kini menunggu proses pembayaran.

“Rata-rata teman-teman yang menagih ini pekerjaannya sudah selesai 100 persen,” tutupnya. (ak/ko)

RSUD AM Parikesit Beri Penjelasan Terkait Penyesuaian TPP dan Jasa Pelayanan

Tenggarong – Puluhan tenaga kesehatan mendatangi kantor manajemen RSUD Aji Muhammad Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (10/3/2026).

Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi, melainkan untuk meminta penjelasan terkait penyesuaian tambahan penghasilan pegawai (TPP) dan jasa pelayanan yang mulai diterapkan di rumah sakit tersebut.

Perubahan ini berkaitan dengan penerapan Peraturan Bupati Kukar Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa ASN di bidang kesehatan yang menerima jasa pelayanan hanya dapat memperoleh TPP dari komponen disiplin kerja, sedangkan ASN yang menerima TPP secara penuh tidak lagi mendapatkan jasa pelayanan.

Plt Direktur RSUD Aji Muhammad Parikesit, dr. Martina Yulianti menegaskan kedatangan para tenaga kesehatan tersebut lebih kepada ruang dialog untuk memahami perubahan yang terjadi.

Ia menilai hal tersebut wajar karena berkaitan dengan komponen pendapatan pegawai.

“Tidak ada aksi sebenarnya. Teman-teman hanya bertanya. Tidak dimaknai sebagai aksi dan mereka juga tidak menuntut, hanya ingin memahami perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Martina menjelaskan, pendapatan ASN di lingkungan rumah sakit terdiri dari beberapa komponen, yakni gaji pokok, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang bersumber dari APBD, serta jasa pelayanan yang berasal dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dalam TPP sendiri terdapat dua komponen utama, yaitu 40 persen berdasarkan disiplin kerja dan 60 persen berdasarkan produktivitas kerja.

Menurutnya, jasa pelayanan juga diberikan berdasarkan kinerja tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan kepada pasien.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan potensi tumpang tindih dengan komponen produktivitas kerja dalam TPP.

“Regulasi yang kita ketahui menyebutkan bahwa satu kinerja itu seharusnya tidak dibayarkan dari dua sumber. Karena itu harus dipilih dibayar dari sumber mana, tidak bisa keduanya membayar aktivitas yang sama,” jelasnya.

Sebelum Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2024 diterbitkan, ia mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan masih dapat menerima TPP sekaligus jasa pelayanan.

Namun demikian, lanjutnya, setelah aturan tersebut berlaku, manajemen rumah sakit harus menyesuaikan sistem pembayaran agar tidak bertentangan dengan regulasi yang ada.

Selain itu, kata dia, pada tahun 2025 persoalan tersebut juga menjadi perhatian auditor eksternal yang menekankan bahwa seluruh insentif dan tunjangan harus diberikan berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Tujuannya hanya satu, yaitu agar kita patuh terhadap regulasi. Kalau dibiarkan, risikonya juga bisa muncul di kemudian hari, misalnya harus ada pengembalian,” kata dia.

Dalam penerapannya, setiap pegawai diberikan pilihan untuk menentukan komponen pendapatan yang ingin diterima.

Pegawai dapat memilih menerima jasa pelayanan ditambah komponen disiplin kerja, atau memilih menerima TPP secara penuh.

“Yang jelas tidak boleh menerima dua-duanya sekaligus. Pilihan itu bukan ditentukan oleh manajemen, tetapi oleh pegawai masing-masing,” ungkapnya.

Ia mengakui perubahan tersebut dapat dirasakan oleh para tenaga kesehatan karena berpengaruh pada pendapatan.

Namun ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan pemotongan dari pihak manajemen rumah sakit.

“Kami tidak memotong apa pun. Semua ini semata-mata mengikuti regulasi yang berlaku. Memang tidak enak ketika pendapatan turun, itu pasti terasa bagi siapa pun,” tutupnya. (ak/ko)

Gerindra Targetkan Kuasai 10 Kabupaten/Kota di Kaltim pada 2029

Samarinda – Suasana hangat buka puasa bersama yang digelar DPD Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi kader partai, pada Selasa (11/3/2026).

Di sela kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan target politik partainya dalam beberapa tahun ke depan.

Seno Aji yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur mengatakan, partainya menargetkan dapat menguasai 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur pada perhelatan politik 2029.

“Kami saling kemenangan untuk menempatkan Gerindra. Targetnya menguasai 10 kabupaten kota, terutama Samarinda. Kita siapkan baik-baik untuk wali kota tahun 2029,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan konsolidasi internal menjadi langkah penting agar seluruh kader dan pengurus partai di daerah dapat bergerak dalam satu arah.

Dengan persiapan yang matang, Gerindra optimistis mampu memperluas pengaruh politiknya di Kalimantan Timur.

Kedepan, partainya juga mulai menyiapkan strategi jangka panjang dengan mendorong kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan untuk tampil dalam pemilihan kepala daerah mendatang.

Selain membahas strategi politik, Seno Aji juga menyinggung dinamika yang mungkin terjadi dalam kontestasi pemilihan gubernur mendatang.

Menurutnya, berbagai nama yang muncul dalam bursa calon merupakan bagian dari proses demokrasi yang pada akhirnya akan ditentukan oleh pilihan masyarakat.

“Ya semua pilihan masyarakat. Pilihan masyarakat, insya Allah kita doakan saja yang terbaik,” tutupnya. (ak/ko)