Seno Aji Dorong Pengembalian Fungsi Tahura Bukit Soeharto sebagai Kawasan Konservasi

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr H Seno Aji menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sebagai kawasan konservasi. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting bagi lingkungan dan menjadi bagian dari kawasan hutan yang perlu dijaga bersama.

Pernyataan itu disampaikan Seno saat menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penertiban Kawasan Konservasi Bukit Tengkorak yang dipimpin Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono di Kantor OIKN, Kamis (1/10/2026).

Menurut Seno, keberadaan Tahura Bukit Soeharto tidak hanya berkaitan dengan kepentingan daerah, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang lebih luas. Karena itu, upaya menjaga kawasan tersebut membutuhkan kesamaan visi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Ini satu visi. Tahura Bukit Soeharto adalah paru-paru Kalimantan yang harus kita jaga bersama. Kita harus mengembalikan fungsi Tahura ini dengan benar,” kata Seno.

Seno juga menyinggung sejarah perubahan luas kawasan Tahura. Kawasan yang pada 1980 ditetapkan sekitar 27 ribu hektare kemudian berubah menjadi 64 ribu hektare pada 1987, sekitar 61 ribu hektare pada 1991, sebelum kembali menjadi sekitar 64 ribu hektare.

Perubahan tersebut, menurut Seno, perlu dipahami ketika membahas keberadaan masyarakat di dalam kawasan Tahura. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya terjadi di Bukit Tengkorak, tetapi berpotensi ditemukan di lokasi lain.

“Ini yang harus kita pahami, kenapa masyarakat ada di kawasan Tahura. Mungkin tidak hanya di Bukit Tengkorak, tetapi juga terjadi di tempat lain,” ujarnya.

Karena itu, Seno berharap proses penertiban tidak hanya mengedepankan penindakan. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar warga memahami status kawasan serta alasan pemerintah melakukan penataan.

“Karena itu, masyarakat harus diedukasi dengan baik,” katanya.

Seno mengakui penyelarasan status puluhan desa yang berada di kawasan Tahura bukan pekerjaan sederhana. Pemprov Kaltim menyatakan siap berkoordinasi dengan OIKN dan aparat penegak hukum untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut. (*)

Kabut Asap Masih Pekat, Seno Aji Turun Bagikan 1.500 Masker di Samarinda

SAMARINDA – Aktivitas masyarakat di Kota Samarinda masih berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya menghilang. Situasi ini menjadi perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji yang bersama kader Gerindra membagikan 1.500 masker kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan Seno Aji bersama kader Gerindra Kaltim dan DPC Gerindra Kota Samarinda. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi udara dengan kepadatan asap yang masih terasa.

Seno menjelaskan, kondisi tersebut terjadi meski jumlah titik api disebut telah mengalami penurunan. Ia menduga asap yang berada di Samarinda tidak hanya berasal dari wilayah kota, tetapi juga kemungkinan terbawa dari provinsi lain.

“Masker kita berikan ke masyarakat karena kita melihat asap yang pekat di Kota Samarinda. Walaupun titik api sudah berkurang, tapi mungkin kiriman asap dari provinsi lain, jadi keadaan asap di Samarinda tetap padat,” ujar Seno Aji.

Situasi kabut asap tersebut membuat perlindungan diri menjadi salah satu perhatian dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Masker kemudian dibagikan agar masyarakat memiliki perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang masih dipenuhi asap.

Di sisi lain, Seno berharap kondisi cuaca segera berubah. Hujan menjadi salah satu harapan untuk membantu mengurangi kepadatan asap yang masih menyelimuti Samarinda dan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

“Mudahan dalam waktu 1–2 minggu turun hujan. Kita doakan semua nantinya asap yang ada di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur berangsur membaik,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mengambil masker yang dibagikan. Seno menyebut 1.500 masker yang disediakan merupakan bentuk perhatian kader Gerindra terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Sebanyak 1.500 masker dibagikan dan banyak masyarakat yang mengambil juga. Ini menjadi perhatian kami kader Gerindra terhadap kondisi yang dialami masyarakat hari ini,” pungkasnya.

Kegiatan pembagian masker tersebut turut dihadiri Ketua DPC Gerindra Kota Samarinda. Selain menjadi bentuk kepedulian, kegiatan itu menunjukkan respons kader partai terhadap kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat di Kota Samarinda. (*)

Seno Aji: Mahulu Bukan Sekadar Wilayah Hulu, Konektivitas Perbatasan Harus Diperkuat

Mahakam Ulu – Kondisi geografis Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di wilayah hulu dan berbatasan dengan kawasan negara tetangga menjadi perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Seno Aji.

Hal itu disampaikan Seno Aji saat melakukan kunjungan kerja ke Mahulu, Jumat (11/9/2026). Dalam agenda tersebut, ia bersama Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menyambangi Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, serta Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari.

Kunjungan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang menghadapi dampak kemarau. Rombongan diterima Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, jajaran camat dan kepala kampung, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Kami datang ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke wilayah paling hulu di Kalimantan Timur. Kita datang hari ini dalam situasi yang memang membutuhkan perhatian kita bersama,” kata Seno Aji.

Seno Aji menyebut penurunan debit Sungai Mahakam akibat kemarau panjang menjadi salah satu persoalan yang langsung memengaruhi kehidupan warga. Sungai yang selama ini menjadi jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi kebutuhan harus menghadapi kondisi air yang semakin surut.

“Ketika air surut, semuanya ikut terdampak. Perjalanan menjadi lebih sulit. Distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih panjang. Aktivitas masyarakat pun ikut menghadapi tantangan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim pun membawa bantuan pangan dalam kunjungan tersebut. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Pemkab Mahulu melalui Bupati Angela Idang Belawan dan selanjutnya ditujukan bagi warga yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Namun, bagi Seno Aji, persoalan Mahulu membutuhkan penanganan yang lebih luas dan tidak cukup hanya melalui bantuan dalam situasi darurat. Pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas menjadi bagian penting untuk membuka akses masyarakat di daerah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.

Long Pahangai dan Long Apari, menurutnya, mempunyai posisi strategis karena berada di kawasan hulu sekaligus menjadi bagian dari jalur konektivitas menuju wilayah perbatasan. Karena itu, pembangunan di kedua wilayah tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan.

“Tetapi justru karena tantangannya besar, kerja samanya juga harus semakin kuat dan memerlukan dukungan seluruh stakeholders,” ujarnya.

Seno Aji menegaskan pembangunan Mahulu harus dilihat dari manfaat yang lebih luas. Infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi, memperkuat pelayanan publik dan memastikan masyarakat di kawasan perbatasan tidak merasa jauh dari negara.

“Karena itu, pembangunan di sini memiliki arti yang lebih luas. Kita sedang membangun akses bagi masyarakat. Kita sedang membuka peluang ekonomi. Kita sedang memperkuat pelayanan pemerintah. Dan pada saat yang sama, kita sedang memastikan bahwa masyarakat di kawasan perbatasan merasakan kehadiran negara,” tegasnya.

Pemprov Kaltim, lanjut Seno Aji, akan terus membangun sinergi dengan Pemkab Mahulu dalam menangani berbagai kebutuhan daerah, termasuk persoalan yang muncul akibat kemarau. Dukungan akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan.

“Apa yang menjadi kewenangan provinsi akan kita dorong. Apa yang menjadi kewenangan kabupaten akan kita kuatkan bersama. Dan untuk kebutuhan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita akan bersama-sama memperjuangkannya,” ungkap Seno Aji.

Ia menekankan jauhnya jarak Mahulu dari pusat pemerintahan tidak boleh membuat perhatian terhadap masyarakat berkurang. Sebaliknya, daerah dengan tantangan geografis dan posisi strategis seperti Mahulu membutuhkan perhatian pembangunan yang lebih kuat.

“Kita tidak boleh membiarkan jarak membuat perhatian menjadi jauh. Justru semakin jauh sebuah wilayah, semakin kuat perhatian yang harus kita berikan,” katanya.

“Karena pembangunan Kalimantan Timur harus dirasakan dari pusat kota sampai ke wilayah hulu, dari kawasan perkotaan sampai kawasan perbatasan,” lanjut Seno Aji. (pr)

7 Jam Menembus Pedalaman, Seno Aji Tinjau Proyek Jalan Strategis Mahulu

Samarinda – Harapan besar masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) untuk memiliki akses darat yang layak kini mulai menemukan titik terang yang semakin nyata.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melakukan peninjauan langsung ke proyek strategis pembangunan jalan koridor Tering hingga Ujoh Bilang sepanjang 136 kilometer pada Minggu, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke wilayah hulu.

Pembangunan jalan ini merupakan salah satu proyek infrastruktur paling krusial di wilayah Kalimantan Timur.

Selama ini, mobilitas warga dan distribusi logistik ke Mahakam Ulu sangat bergantung pada jalur sungai Mahakam.

Namun, ketergantungan tersebut seringkali terhambat oleh kondisi alam, yang memicu tingginya biaya hidup bagi warga di perbatasan.

Kepastian Target dan Harapan Masyarakat

Dalam peninjauan yang dilakukan di sela agenda Safari Ramadhan tersebut, Seno Aji menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menuntaskan proyek ini tepat waktu.

Berdiri di lokasi pengerjaan dengan mencermati peta progres, ia memberikan pernyataan resmi mengenai target penyelesaian proyek yang sangat dinantikan ini

“Tahun 2027 nanti, seluruh koridor atau segmen dari Tering sampai ke Mahakam Ulu, sampai ke Ujoh Bilang, semuanya bisa dilewati dengan baik oleh masyarakat,” tegas Seno Aji.

Pernyataan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa isolasi wilayah darat akan segera berakhir.

Keseriusan pemerintah dalam menangani medan berat di pedalaman ini tercermin dari pengawasan langsung yang dilakukan Wagub untuk melihat kualitas dan kendala teknis di lapangan, di mana rombongan dijadwalkan menempuh perjalanan darat selama 7 jam dari Kutai Barat menuju Ujoh Bilang.

Wagub menyadari bahwa tantangan pembangunan di wilayah ini tidaklah ringan, sehingga ia mengharapkan dukungan moral dari seluruh lapisan masyarakat.

“Doakan mudah-mudahan kita semua bisa menyelesaikan hal ini dengan sempurna,” lanjutnya.

Rincian Progres dan Sinergi Pengerjaan

Berdasarkan data yang disampaikan Wagub di lapangan, pembangunan jalan sepanjang 136 kilometer ini dibagi ke dalam beberapa segmen prioritas dengan sumber pendanaan kolaboratif antara pemerintah provinsi dan pusat.

Seno Aji secara rinci menjelaskan pembagian beban kerja tersebut guna memastikan efisiensi pembangunan.

“Kita dari 0 sampai ke 136 KM itu jarak dari  Tering menuju Ujoh Bilang. Alhamdulillah dari 0 KM sampai 41 KM itu sudah relatif baik dan sudah dilewati dengan baik,” jelas Seno Aji memaparkan progres awal jalur tersebut

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini berada pada segmen tengah yang memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kemudian dari KM 41 sampai KM 117 itu ditangani oleh APBN dan saat ini sedang dikerjakan. Nanti sisanya kurang lebih sekitar 13 Kilo yang memang harus kita antisipasi ke depannya,” tambahnya.

Segmen yang ditangani APBN melalui koordinasi BBPJN dan Dinas PUPR PERA ini menjadi bukti nyata sinergi lintas pemerintahan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur fokus menangani sisa jalur yang memiliki karakteristik lahan menantang agar seluruh konektivitas benar-benar tersambung tanpa terputus.

Dampak Luas bagi Ekonomi dan Layanan Publik

Terhubungnya akses jalan Tering–Ujoh Bilang secara sempurna pada 2027 mendatang diprediksi akan mengubah wajah ekonomi Mahakam Ulu secara drastis.

Dengan jalur darat yang fungsional, arus barang dari pusat distribusi dapat masuk langsung ke jantung Kabupaten Mahulu tanpa hambatan biaya logistik sungai yang mahal

Selain sektor ekonomi, akses transportasi yang stabil akan mempermudah layanan publik, terutama dalam mempercepat rujukan kesehatan dan mempermudah mobilisasi tenaga pendidik ke wilayah perbatasan.

Realitas tantangan medan ini terlihat jelas selama kunjungan, di mana rombongan diwajibkan menggunakan kendaraan double gardan dan ban lapangan untuk menembus jalur yang ada

Peninjauan langsung oleh Wagub di tengah jalur tanah dan jembatan darurat ini mempertegas komitmen pemerintah bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan di atas kertas.

Target tahun 2027 menjadi simbol optimisme bahwa warga Mahakam Ulu akan segera merasakan kemerdekaan infrastruktur jalan yang layak, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di beranda depan Kalimantan Timur. (*)

Safari Ramadan di Muara Badak, Wagub Seno Aji Serahkan Bantuan Pendidikan Gratis ke Kampus di Kukar

Tenggarong – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyerahkan bantuan biaya pendidikan gratis poll kepada beberapa universitas di Kaltim. Salah satunya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian safari ramadan 1447 H di Masjid Raudhatul Jannah Kecamatan Muara Badak, Kukar pada Kamis (12/3/2026).

Seno Aji mengatakan, program pendidikan gratispoll yang Pemprov Kaltim luncurkan telah menyentuh 120 ribu mahasiswa di Kaltim.

Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan dari S1 hingga S3. “Seluruh mahasiswa berhak mendapatkan hak pendidikan gratis ini selama berkuliah di Kaltim. Syarat mutlaknya adalah memiliki KTP Kalimantan Timur dan sudah menetap minimal 3 tahun,” katanya.

Program ini luncurkan untuk menjamin bahwa putra-putri Kaltim memperoleh kualitas pendidikan yang terbaik. Karena, tugas negara salah satunya ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia pun tak menampik, jika program ini masih belum maksimal berjalan di lapangan. Namun, ia berkomitmen akan melakukan perbaikan dan penyesuaian agar program ini dapat memberikan hasil terbaik.

“Kami terus memperbaiki sistem agar ke depan tidak ada lagi kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya bagi anak didik kita yang nantinya berkuliah di Kaltim,” ujar Wagub Kaltim ini.

Tak hanya pemberian bantuan pendidikan gratis, di Kecamatan Muara Badak, Wagub Seno Aji juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat sekitar seperti bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Seno Aji juga menyinggung potensi perikanan yang ada di Kecamatan Muara Badak. Kata dia, Kecamatan Muara Badak bisa menjadi lumbung sektor perikanan di Kaltim.

Ia menjelaskan, Pemprov Kaltim berencana akan membangun cluster atau set plan industri perikanan yang berpotensi akan dibangun di Kecamatan Muara Badak, Kukar.

“Kami akan kembali lagi ke Muara Badak untuk memastikan industri perikanan modern ini bisa terwujud, sehingga potensi perikanan kita bisa dikelola dengan teknologi terkini demi kesejahteraan masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)

Wagub Kaltim Apresiasi dan Dukung Penyelenggaraan BESS 2025 di Unmul

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Borneo Earth Science Summit (BESS) 2025 atau Seminar Nasional Geologi yang digelar Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul).

Forum ilmiah tersebut dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kebumian serta peningkatan kesiapsiagaan daerah terhadap isu kebencanaan dan lingkungan.

“Saya mengapresiasi inisiatif Fakultas Teknik Unmul yang telah menghadirkan forum ilmiah nasional di Kalimantan Timur. Kegiatan seperti ini penting untuk mendorong pengembangan ilmu kebumian serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebencanaan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menyatakan kesediaannya untuk hadir pada puncak kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 9 Desember 2025, sebagai bentuk dukungan nyata Pemprov Kaltim terhadap penguatan kapasitas akademik dan riset di daerah.

Lebih lanjut, ia mendorong agar Fakultas Teknik Geologi Unmul dapat meningkatkan skala kegiatan ilmiah tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu langkah yang disarankan ialah memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Diponegoro (Undip), serta membuka peluang kerja sama internasional untuk memperkuat jejaring akademik.

Menurutnya, perluasan kolaborasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap reputasi institusi dan daya saing Fakultas Teknik Geologi Unmul di tingkat nasional.

“Upaya tersebut penting untuk meningkatkan daya saing Fakultas Teknik Geologi Unmul agar semakin dikenal luas dan menjadi pilihan utama calon mahasiswa, khususnya di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, penyelenggaraan BESS 2025 diharapkan mampu menjadi momentum bagi peningkatan kualitas riset dan pengembangan ilmu geologi di Kalimantan Timur. (adv/hr/ko)