BERITA TERBARU

Wahyudin Resmi Terpilih Jadi Ketua BM PAN Kukar

Tenggarong– Wahyudin resmi terpilih sebagai Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang digelar di Tenggarong, Senin (13/4/2026).

Terpilihanya Wahyudin menandai babak baru bagi BM PAN dalam memperkuat kader muda, sekaligus mendorong organisasi untuk berkontribusi pembangunan politik di daerah.

Dalam pernyataannya, Wahyudin menegaskan bahwa dirinya akan membawa BM PAN menjadi organisasi yang solid dan berdaya saing.

Ia menilai, kader muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan partai.

“Kita harus bergerak satu komando. Sinergi antara BM PAN dengan DPD, DPW hingga DPP menjadi kunci agar program dan gerakan organisasi bisa berjalan maksimal,” kata Wahyudin.

Ia mengatakan penguatan kaderisasi dan peningkatan sumber daya manusia menjadi prioritas utamanya. Fondasi yang
kuat, kata dia, mampu melahirkan kader kader yang militan, sehingga dapat membawa PAN lebih maju.

“Fokus kami adalah membangun kualitas manusia di dalam organisasi. Kalau itu kuat, otomatis akan lahir kader-kader yang solid, tahan uji, dan punya komitmen tinggi terhadap perjuangan partai,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan penting untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda di Kukar untuk terlibat dalam organisasi dan proses politik.

Menurut dia, BM PAN harus hadir menjadi ruang belajar sekaligus tempat lahirnya pemimpin masa depan.

“Kami ingin BM PAN menjadi rumah bagi anak muda. Tempat mereka belajar, mengasah kemampuan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang,” ungkapnya.

Maka dari itu, Wahyudin mengajak seluruh generasi muda di Kukar untuk tidak menjauh dari dunia politik. Menurutnya, anak muda harus mulai berani terlibat dan mengambil peran dalam proses pembangunan daerah.

Ia menilai, sikap apatis terhadap politik justru akan membuat generasi muda kehilangan kesempatan untuk menentukan arah masa depan.

“Keterlibatan aktif penting agar aspirasi dan kepentingan anak muda dapat terwakili dan bersama-sama membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

PWI Kukar Susun Arah Organisasi untuk Program Kerja Tiga Tahun ke Depan

Tenggarong – Langkah awal menentukan arah organisasi mulai dirumuskan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bertempat di Sekretariat PWI Kukar, Tenggarong, Selasa (7/4/2026), para pengurus berkumpul dalam rapat kerja untuk menyusun program kerja selama masa jabatan 2025 hingga 2028.

Rapat berlangsung dengan suasana diskusi yang hangat namun tetap fokus pada substansi. Setiap bidang diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, menyelaraskan visi, serta merumuskan langkah strategis yang akan dijalankan dalam tiga tahun ke depan.

Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo yang akrab disapa Awi, menegaskan bahwa penyusunan program kerja bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan bagian penting dalam menentukan arah dan peran PWI ke depan.

“Rapat kerja ini menjadi pijakan awal kita untuk menyusun program yang benar-benar terarah dan berdampak, baik bagi anggota maupun bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini menuntut wartawan untuk terus beradaptasi, baik dari sisi kompetensi maupun integritas dalam menyajikan informasi.

“Kita ingin PWI Kukar semakin profesional, mampu menjawab tantangan era digital, dan tetap menjaga etika jurnalistik dalam setiap karya yang dihasilkan,” kata Awi.

Selain itu, peningkatan kapasitas anggota menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja yang disusun, termasuk melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan lainnya.

Awi juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi agar setiap program yang telah dirancang dapat terealisasi dengan baik.

“Kunci keberhasilan kita ada pada komitmen bersama untuk menjalankan apa yang sudah kita rencanakan hari ini,” pungkasnya. (ak/ko)

Jalan Rusak dan Truk Hauling Picu Aksi Mahasiswa Unikarta di Pemkab Kukar yang Berujung Memanas

Tenggarong – Aksi mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) di Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung memanas pada Kamis (2/4/2026),

Isu jalan rusak dan maraknya truk hauling yang melintas di jalan umum menjadi pemicu utama, hingga massa membakar ban di halaman kantor bupati dan sempat masuk ke dalam gedung untuk mencari keberadaan kepala daerah.

Aksi yang mengusung seruan “Kukar Idaman Terbaik Belum Baik” ini berfokus pada dua persoalan utama, yakni kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih jauh dari kata layak serta aktivitas truk hauling yang melintasi jalan umum..

Mahasiswa menilai, kedua persoalan tersebut saling berkaitan dan berdampak langsung terhadap keselamatan serta kenyamanan masyarakat.

Koordinator lapangan aksi, Ibnu Sayyaf Sabililhaq menegaskan kondisi jalan di sejumlah wilayah.

Ia menyebut banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki.

“Untuk aksi hari ini, kami cukup kecewa karena Bupati Kukar tidak bisa menghadiri massa aksi. Tuntutan kami adalah terkait perbaikan infrastruktur jalan, terutama di daerah hulu dan hilir, di desa-desa yang masih tertinggal dan jalannya masih sangat buruk agar segera diperbaiki,” ujarnya.

Ketegangan sempat meningkat ketika massa aksi mencoba masuk ke dalam kantor bupati. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan kepala daerah dan wakilnya, namun keduanya diketahui tidak berada di tempat.

Mahasiswa juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas truk hauling yang menggunakan jalan umum.

Mereka menilai, praktik tersebut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan yang semakin parah, sekaligus membahayakan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, mahasiswa mengingatkan pembangunan tidak boleh berhenti pada tahap fisik semata.

Perawatan dan pengelolaan fasilitas, menurut mereka, sama pentingnya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami juga menuntut pemerintah untuk merawat fasilitas daerah. Tidak hanya sekadar membangun, tetapi juga harus ada perawatan dan pengelolaan yang baik,” tegasnya.

Ia menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat apabila tuntutan mereka belum mendapat respons konkret, sekaligus mendorong adanya pertemuan langsung dengan Bupati Kukar.

“Hasilnya nihil. Katanya harus menunggu jadwal, menyesuaikan jadwal. Masak iya setiap aksi kami tidak pernah bisa bertemu langsung dengan Bupati, kami selalu dapat zonk terus,” tutupnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Tata Kelola Pemerintahan Setkab Kukar, Yani Wardhana, menyampaikan apresiasi atas aksi mahasiswa yang dinilai sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Ia menyebut aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah menyuarakan aspirasinya. Ini bagian dari evaluasi dan pengawalan terhadap pembangunan di Kutai Kartanegara,” kata dja.

Yani juga menjelaskan Bupati Kukar tidak dapat hadir karena sedang berada di Jakarta untuk memperjuangkan program pembangunan daerah agar mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

“Pemerintah membuka ruang untuk melakukan dialog lanjutan dengan mahasiswa melalui penjadwalan audiensi bersama kepala daerah dengan mahasiswa,” pungkasnya. (ak/ko)

Segera Digunakan Mutasi Aset Gedung Ekraf Kukar Dipercepat

Tenggarong – Aktivitas di kawasan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan tanda-tanda akan segera difungsikan.

Di balik bangunan yang hampir tuntas itu, pemerintah daerah tengah memacu proses administrasi agar fasilitas tersebut bisa lekas digunakan oleh masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kreatif.

Langkah percepatan itu ditandai dengan peninjauan lapangan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Dinas Pariwisata Kukar pada Selasa (31/03/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan pemindahan aset sebelum pengelolaan gedung dialihkan secara resmi.

Dalam peninjauan tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga pada kesiapan dokumen pendukung.

Unsur teknis hingga pengelola aset turut dilibatkan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi dan tidak ada kendala saat proses serah terima dilakukan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Kukar, Muhammad Jamil, menyampaikan saat ini proses yang berjalan lebih difokuskan pada verifikasi dan penyelarasan data aset sebagai dasar administrasi pemindahan kewenangan pengelolaan.

“Kami berharap fasilitas ini tetap bisa dimanfaatkan secara optimal, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi,” kata dia.

Ia menuturkan, koordinasi lintas bagian terus dilakukan untuk merampungkan berbagai dokumen penting, termasuk pencatatan aset yang harus sesuai dengan data terbaru agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kami sudah melakukan rapat dengan bagian aset untuk melengkapi data, termasuk Kartu Inventaris Barang (KIB) serta mutasi aset dari tahun-tahun sebelumnya hingga terbaru,” jelasnya.

Dari sisi pembangunan, progres gedung dinilai telah mendekati tahap akhir.

Meski demikian, lanjutnya, masih terdapat sejumlah detail pekerjaan yang perlu diselesaikan agar bangunan benar-benar siap digunakan tanpa kendala.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan, menegaskan pihaknya terus mengikuti setiap tahapan sebagai calon penerima sekaligus pengelola gedung tersebut.

“Saat ini masih dalam tahap berproses dan kami terus berdiskusi dengan pihak-pihak yang akan menggunakan gedung ini,” ungkapnya.

Ia menyebut, komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna memastikan konsep pemanfaatan gedung berjalan sesuai kebutuhan para pengguna nantinya.

Hasil pembahasan sementara pun mengarah pada kesiapan operasional dalam waktu dekat, selama seluruh tahapan dapat dituntaskan.

“Kami juga akan melengkapi kebutuhan, baik dari sisi interior maupun pengamanan fasilitas,” jelasnya.

Gedung Ekraf ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas kreatif, mulai dari studio musik, mini studio film, hingga ruang pertunjukan teater dan area berkegiatan komunitas.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana berkumpul, tetapi juga ruang produktif bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan ide, menghasilkan karya, serta memperluas jejaring kolaborasi.

“Harapannya, setelah proses serah terima selesai, gedung ini bisa langsung dimanfaatkan dan digunakan secara aktif setiap hari oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda dan komunitas kreatif,” pungkasnya. (ak/ko)

Sidak Tangga Arung Square Wabup Kukar Soroti Kios Kosong dan Dugaan Pungli

Tenggarong – Persoalan kios yang masih banyak kosong serta dugaan pungutan liar (pungli) menjadi perhatian utama dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, di Pasar Tangga Arung Square, Tenggarong pada Senin (30/03/2026).

Dua isu tersebut dinilai meresahkan pedagang dan menghambat upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut.

Dalam sidak tersebut, Rendi turun langsung bersama Sekda Kukar, dan jajaran dari Kejaksaan Negeri Kukar untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan.

Pemerintah ingin memastikan pengelolaan kios, sistem sewa-menyewa, hingga aliran pendapatan asli daerah (PAD) berlangsung secara transparan dan tepat.

“Kami bersama teman-teman kejaksaan ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan di Tangga Arung Square sudah berjalan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 703 kios yang tersedia, baru 403 kios yang buka atau sekitar 60 persen. Artinya, masih ada sekitar 30 hingga 40 persen kios yang belum dimanfaatkan.

Rendi menilai Kondisi ini menghambat pemulihan ekonomi pedagang, terlebih kawasan tersebut sebelumnya sempat vakum cukup lama.

Banyaknya kios yang belum buka juga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Ada masalah apa di dalam sini? Nah itu yang kami coba pastikan, karena isu yang beredar di luar sangat banyak dan meresahkan pedagang sekaligus masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rendi mengungkapkan bahwa pihaknya menerima berbagai aduan, termasuk dugaan markup harga sewa hingga aliran dana ke oknum tertentu.

Meski belum dapat dipastikan kebenarannya, laporan tersebut menjadi dasar dilakukannya sidak bersama aparat penegak hukum.

“Kami belum bisa memastikan hal tersebut, cuma kami berangkat ke sini karena aduan dari masyarakat yang cukup meresahkan, khususnya pedagang-pedagang yang ada di Tangga Arung Square,” ungkapnya.

Selain itu, ditemukan indikasi bahwa sejumlah kios yang belum dibuka justru dimanfaatkan untuk disewakan kembali.

Padahal, kata dia, praktik sewa-menyewa tidak diperbolehkan di kawasan tersebut. Di sisi lain, terdapat lebih dari 300 pedagang yang masih masuk dalam daftar tunggu dan siap berjualan.

Pemerintah pun menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

Kios yang tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya berpotensi dicabut dan dialihkan kepada pedagang lain yang membutuhkan.

“Kalau memang tidak ada niat untuk buka, kita pastikan ke yang lain, banyak sekali pedagang kita masih mau berdagang di Tangga Arung Square,” tutupnya. (ak/ko)

Taman Ulin Tenggarong Dipenuhi Sampah dan Minim Perawatan

Tenggarong – Rindangnya pepohonan di Taman Ulin Tenggarong yang berada di Jalan Mawar, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara masih berdiri seperti dulu, menghadirkan suasana teduh di tengah kota.

Namun di balik kesejukannya, pemandangan yang tersaji kini jauh dari kata nyaman. Sampah berserakan di sejumlah sudut, berpadu dengan kondisi taman yang tampak kurang terawat.

Hakim, salah seorang pengunjung yang kerap memanfaatkan taman tersebut untuk berolahraga, merasakan langsung perubahan kondisi itu.

Ia menyebut, keadaan taman saat ini terlihat semakin menurun dibanding beberapa waktu lalu.

“Kalau sebelum puasa itu masih lumayan bersih, walaupun memang kondisinya sudah memprihatinkan, banyak lumut di beberapa bagian,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, keberadaan lumut di area taman sebenarnya sudah lama menjadi tanda kurangnya perawatan.

Meski begitu, kondisi tersebut masih bisa ditoleransi karena lingkungan taman tetap terasa nyaman untuk beraktivitas.

Hakim menilai, Taman Ulin Tenggarong memiliki suasana yang sangat mendukung untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Selain teduh dan sejuk, taman ini juga dinilai cocok menjadi tempat bersantai, berolahraga hingga berkumpul bersama keluarga karena tersedia beberapa wahana permainan rekreasi.

“Sebenarnya di sini enak sekali, bisa buat santai, olahraga, bahkan kumpul keluarga juga cocok karena ada permainan untuk anak-anak,” kata dia.

Kini, lanjutnya, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sampah yang berserakan.

Hal itu membuat suasana taman tidak lagi senyaman sebelumnya, terutama bagi masyarakat yang datang untuk berolahraga atau sekadar bersantai.

Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk kembali merawat Taman Ulin Tenggarong agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Baginya, taman ini memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau yang layak dan nyaman di Tenggarong.

“Sayang sekali kalau dibiarkan seperti ini, padahal tempatnya sudah nyaman dan sejuk, tinggal dirawat saja supaya bisa dinikmati masyarakat lagi,” tutupnya. (ak/ko)