Expo KTNA Nasional ke-54 Jadi Ajang Perkuat Sektor UMKM dan Pertanian di Kukar

Tenggarong – Expo Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional ke-54 tahun 2025 yang digelar di halaman parkir Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi ajang penting untuk memperkuat peran UMKM serta sektor pertanian dan perikanan.

Acara nasional ini resmi dibuka pada Jumat (19/9/2025) dan akan berlangsung hingga 23 September mendatang, menghadirkan berbagai kegiatan yang dirangkai untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan rasa bangga karena Kukar dipercaya menjadi tuan rumah pada acara berskala nasional ini.

Menurutnya, kehadiran Expo KTNA menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Kukar.

“Kami merasa terhormat Kukar diberi kepercayaan menjadi tuan rumah. Expo KTNA ke-54 ini harus menjadi tonggak penting bagi petani dan nelayan untuk semakin sejahtera,” ujarnya.

Expo KTNA tahun ini menghadirkan berbagai stan dari sejumlah daerah yang menampilkan produk unggulan pertanian dan perikanan.

Selain itu, tersedia juga stand pangan murah untuk masyarakat, yang menjadi daya tarik tersendiri di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang fluktuatif.

“Expo ini bukan sekadar pameran, tetapi juga ruang kolaborasi nyata untuk mendukung pertanian berkelanjutan,” jelas Aulia.

Jumlah peserta yang hadir juga cukup besar dan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dari target sekitar 2.000 orang, hingga Jumat, 19 September 2025 sudah tercatat 1.300 peserta berada di Kalimantan Timur, khususnya Kukar.

Data terakhir menunjukkan sebanyak 1.545 peserta diperkirakan hadir dalam agenda Rembug KTNA yang akan digelar besok.

Kehadiran ribuan peserta ini menegaskan tingginya antusiasme terhadap acara nasional tersebut.

Rangkaian kegiatan KTNA Nasional ke-54 tidak hanya berfokus pada expo, tetapi juga dirangkai dengan agenda rembug nasional.

Forum tersebut mempertemukan petani, nelayan, serta pemangku kepentingan di sektor pertanian dan perikanan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat ketahanan pangan.

Menurut Bupati Aulia, rangkaian kegiatan yang digelar hingga 23 September mendatang tidak hanya memberi manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat Kukar secara luas.

“Melalui KTNA ini, kita tidak hanya mengenalkan produk unggulan, tapi juga membuka peluang pasar baru serta memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya semangat kebersamaan agar kegiatan ini memberi dampak nyata kepada masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, kami berharap Expo KTNA ke-54 ini menjadi ajang yang produktif dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya. (ak/ko)

TKD Naik Jadi Rp693 Triliun, Kukar Masih Tunggu Kepastian Alokasi dari Pemerintah Pusat

Tenggarong – Anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026 dipastikan naik menjadi Rp693 triliun.

Meski demikian, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunggu kepastian mengenai porsi tambahan alokasi yang akan diterima dari kenaikan anggaran tersebut.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan, pihaknya belum mendapat informasi resmi terkait pembagian tambahan TKD untuk Kukar.

“Kita belum dengar. Kalau mendengar itu tentu sangat senang, meskipun kenaikannya kami lihat hanya sekitar 3 persen. Tapi secara utuh seperti apa, kami belum tahu,” ujarnya usai menghadiri pembukaan Rembug dan Expo KTNA di halaman kantor Bupati Kukar, Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, Kukar masih sangat bergantung pada dana TKD dalam mendukung jalannya roda ekonomi daerah.

Setiap tambahan alokasi anggaran dari pusat, kata dia, akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kegiatan pembangunan di Kukar.

“TKD ini sangat dibutuhkan oleh daerah. Seperti kita pahami, perputaran ekonomi di daerah sebagian besar menggantung pada kegiatan pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan adanya tambahan dana dari pusat, belanja pemerintah daerah bisa lebih besar dan memberi dampak positif pada sirkulasi uang di masyarakat.

“Kalau pendapatan daerah besar, otomatis uang yang berputar di masyarakat juga semakin banyak. Itu yang kita harapkan,” pungkasnya. (ak/ko)

Polres Kukar Ungkap Modus Lowongan Kerja Fiktif, Tersangka Dijuluki Con Queen

Tenggarong – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mengungkap kasus penipuan bermodus lowongan kerja fiktif yang sempat meresahkan masyarakat.

Tersangka berinisial RT (46), seorang ibu rumah tangga asal Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, dikenal luas dengan julukan Con Queen atau Ratu Penipu karena kelihaiannya memperdaya korbannya.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kukar, AKP Ecky Widi Prawira, menjelaskan modus tersangka adalah menawarkan pekerjaan di perusahaan tambang dengan meminta uang pelicin kepada korban.

“Pelaku menjanjikan bisa memasukkan orang bekerja di perusahaan tambang besar dengan imbalan sejumlah uang. Namun setelah uang diberikan, pekerjaan itu tidak pernah ada alias fiktif,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Kukar, Kamis (18/9/2025).

Kasus ini bermula dari laporan seorang korban bernama Ferdi Fathurrachman, yang pada Juni 2023 menyerahkan uang Rp3 juta dengan harapan bisa bekerja di salah satu perusahaan tambang yang ada di Kukar.

“Korban bahkan sempat membuat surat perjanjian bermaterai dengan pelaku. Akan tetapi kenyataannya, pekerjaan itu tidak pernah ada dan uang korban tidak dikembalikan,” jelasnya.

Tidak hanya satu, polisi mencatat ada banyak korban lain yang mengalami hal serupa. Total kerugian akibat penipuan ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

“Uang hasil penipuan itu dihabiskan pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sebagian lagi digunakan untuk berfoya-foya layaknya seorang sosialita,” ungkap Kasat Reskrim.

Mirisnya, para korban ternyata bukan orang asing bagi RT, mereka adalah orang-orang terdekat maupun kenalan yang selama ini percaya kepadanya.

Kepercayaan itu justru dimanfaatkan oleh tersangka untuk melancarkan aksinya.

Bahkan, praktik penipuan ini telah ia lakukan secara berulang selama lebih dari dua tahun tanpa terendus aparat.

“Pelaku memanfaatkan hubungan pertemanan dan kedekatan untuk meyakinkan korbannya agar mau menyerahkan uang,”tuturnya.

Tim Alligator Polres Kukar akhirnya berhasil menangkap tersangka pada 9 September 2025 di sebuah rumah sewaan di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.

Penangkapan dilakukan setelah serangkaian penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari korban maupun saksi.

“Alhamdulillah pelaku berhasil kami amankan beserta barang bukti, dan saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Ecky.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan iming-iming kerja instan yang mensyaratkan pembayaran uang muka,” pungkasnya. (ak/ko)

Greenhouse Unikarta Jadi Sarana Mahasiswa Kembangkan Pertanian Modern

Tenggarong – Greenhouse Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjadi wadah mahasiswa Fakultas Pertanian untuk mengembangkan sektor pertanian modern.

Seluruh proses pengelolaan dilakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen, dan hasilnya terlihat dari panen buah melon ke-2 yang digelar pada Kamis (18/9/2025).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengapresiasi semangat mahasiswa yang mampu memanfaatkan bantuan pemerintah daerah sejak 2024.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan greenhouse harus dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten.

“Kami merasa bangga apabila bantuan ini dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai hanya sekali tanam lalu selesai,” ujarnya.

Taufik juga menekankan pentingnya kemandirian dalam mengelola teknologi pertanian. Ia mendorong agar mahasiswa untuk mulai berinovasi dan tidak bergantung pada penyedia buah dari luar kota.

“Mahasiswa harus berani melakukan pembibitan dan pengembangan teknologi sendiri,” tegasnya.

Ia mencontohkan, pengalaman di Desa Rapak Lambur, Tenggarong di mana greenhouse yang dikelola kelompok wanita tani sudah tiga kali melakukan penanaman.

“Walaupun hasil tanam kedua kurang maksimal, semangat adik adik mahasiswa tidak boleh turun karena dalam usaha pertanian pasti ada naik turunnya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unikarta Prof. Ir. Dr. Ince Raden, M.P., menyebut greenhouse menjadi sarana pembelajaran sekaligus kontribusi nyata Unikarta bagi pertanian di Kukar.

Ia mengatakan Greenhouse yang ada di Unikarta menggunakan sistem hidroponik dengan nutrisi yang terkontrol.

Ia menyebut keberadaan greenhouse juga sejalan dengan arahan pemerintah daerah agar Fakultas Pertanian mampu memberi contoh bagi generasi muda.

“Kami ingin tunjukkan bahwa Unikarta punya kapasitas pertanian sekaligus motivasi untuk mahasiswa,” ucap Ince.

Lebih lanjut, ia menegaskan metode pertanian modern ini mampu menghasilkan produk yang lebih sehat bagi konsumen.

“Harapannya hasil panen dari greenhouse tetap bersih dan aman tanpa insektisida berbahaya,” tandasnya. (ak/ko)

Sekda Nilai Budidaya Melon Greenhouse Bisa Jadi Komoditas Baru Pertanian di Kukar

Tenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono menilai budidaya buah melon dengan sistem greenhouse memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai komoditas baru pertanian.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri panen kedua buah melon di greenhouse Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) pada Kamis (18/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kukar hadir bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Rektor Unikarta, serta civitas akademika.

Panen buah melon kali ini menjadi istimewa, karena seluruh proses pengelolaan greenhouse dilakukan sepenuhnya oleh mahasiswa Unikarta di bawah bimbingan para dosen.

Upaya tersebut menunjukkan perguruan tinggi mampu menjadi motor penggerak dalam mengembangkan inovasi pertanian modern di daerah.

Sunggono menyebut, budidaya buah melon di greenhouse memiliki keunggulan. Di antaranya dalam hal waktu tanam, harga jual, serta sistem pemeliharaan yang lebih terukur.

Dengan pola seperti ini, kata dia, petani bisa mendapatkan alternatif usaha yang lebih bersih dan praktis dibandingkan dengan bercocok tanam di lahan persawahan.

“Sepanjang bisa diselaraskan, insya Allah bisa menjadi komoditas baru yang dapat menghidupi para petani kita,”tuturnya.

Ia juga berharap, Unikarta dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain, baik perguruan tinggi maupun sekolah, untuk mengembangkan sistem serupa.

“Mudah-mudahan Unikarta bisa menjadi percontohan bagi pihak lain, siapapun yang peduli dengan budidaya yang bisa menghasilkan pendapatan bagi para petani dapat melakukannya di masing-masing kampus, sekolah, atau entitas lainnya,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, hasil panen melon dinilai cukup menjanjikan. Satu kilogram melon dari greenhouse bisa mencapai harga Rp35.000, sedangkan bobot rata-rata per buah berkisar 1,5 hingga 2 kilogram, sehingga dapat dijual seharga Rp45.000 hingga Rp50.000.

Kapasitas satu greenhouse mampu menghasilkan sekitar 300 buah melon setiap kali panen.

Dengan harga jual tersebut, potensi pendapatan dapat mencapai Rp14 juta hingga Rp15 juta.

Menariknya, panen bisa dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali sehingga perputaran pertanian dinilai dapat cepat berputar.

“Dari hasil itu kita dapat tau, ini sangat potensial untuk dikembangkan lebih luas lagi,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Ajak DWP Bersinergi Wujudkan Kukar Idaman Terbaik

Tenggarong – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya peran Darma Wanita Persatuan (DWP) dalam mendukung visi pembangunan daerah.

Melalui sinergi yang kuat, DWP diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono saat menghadiri Pengukuhan DWP Kabupaten Kukar periode 2024–2029 digelar di Pendopo Odah Etam pada Rabu (17/9/2025).

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Provinsi Kaltim, Nurul Kartika Ujang, dan menjadi momentum penting bagi organisasi tersebut untuk menegaskan perannya dalam pembangunan daerah.

Sunggono menekankan DWP memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan keluarga serta mendukung terwujudnya masyarakat yang berdaya dan sejahtera.

“Jika para suami mengabdi melalui tugas-tugas birokrasi, maka para istri yang tergabung dalam DWP memiliki peran mulia dalam memperkuat ketahanan keluarga dan fondasi sosial masyarakat,” ujarnya

Ia juga menyampaikan tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan, sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk DWP, untuk menyukseskan visi Kukar Idaman Terbaik. Dalam konteks ini, tindakan cepat perlu segera dilakukan, di antaranya penurunan angka stunting, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan anak, dan pencegahan kekerasan dalam keluarga,” bebernya.

Sunggono berharap DWP dapat menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi, mendidik anak dengan fondasi karakter dan akhlak yang kuat, serta menjadi rumah yang aman bagi perempuan dan anak.

“Bersinergilah secara aktif dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkab Kukar siap mendukung program-program kerja DWP dengan menggandeng organisasi mitra lainnya seperti TP PKK.

“Mari kita berjalan beriringan, saling melengkapi, untuk mewujudkan Kukar yang lebih maju, sejahtera, dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kukar, Hj Yulaikah Sunggono menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung program Pemkab Kukar melalui visi Kukar Idaman Terbaik.

“Mari kita menjalin kontribusi nyata bagi pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi dalam pemberdayaan perempuan,” ajaknya.

Menurutnya, DWP berperan sebagai pendukung tugas suami sekaligus pelaksana visi dan misi organisasi yang mampu memberdayakan serta mensejahterakan anggotanya.

Organisasi ini juga diharapkan melahirkan program-program yang bermanfaat dan berkontribusi aktif di lingkungan keluarga, instansi, maupun masyarakat.

“Semoga kita semua bisa mewujudkan visi misi terciptanya keluarga ASN yang sejahtera,” pungkasnya. (ak/ko)