Ingin Kuatkan Peran Pemuda di Masyarakat, Firnadi Ikhsan Gelar Sosperda Kepemudaan di Desa Perjiwa

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan menggelar sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) ke-12 nomor 8 tahun 2022 tentang kepemudaan.

Sosperda ini digelar di Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang Kukar pada Minggu (7/12/2025). Kegiatan Sosperda ini digelar bertujuan untuk menguatkan peran pemuda di lingkungan masyarakat.

Selain menyasar kalangan pemuda desa, termasuk juga komunitas atlet Triatlon Kukar, sebagai bagian dari strategi memperluas pemahaman pemuda terhadap regulasi yang menjadi dasar pembangunan kepemudaan di daerah.

Firnadi menyebutkan bahwa Perda Kepemudaan hadir sebagai payung hukum untuk menjamin hak pemuda dalam mengembangkan potensi diri.

Regulasi ini mencakup dukungan di bidang pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga olahraga prestasi.

Ia menyebut, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam memfasilitasi pemuda agar mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan daerah.

“Prestasi yang telah diraih komunitas Triatlon Kukar di Kejurprov Kaltim 2025 merupakan bukti bahwa pemuda daerah memiliki daya saing tinggi jika didukung kebijakan yang tepat,” sebutnya.

Para peserta terlihat antusias mendengarkan paparan anggota DPRD Kaltim Dapil Kukar ini. Salah satu peserta menyampaikan harapan agar Perda ini dapat diimplementasikan secara konkret.

Termasuk salah satunya dalam bentuk penyediaan sarana olahraga, program pembinaan berkelanjutan, serta akses permodalan bagi pemuda kreatif dan atlet muda.

Melalui sosialisasi ini, Firnadi berharap pemuda di tingkat desa tidak hanya memahami isi Perda, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai peluang untuk berkembang dan menjadi motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemuda harus berani mengambil peran dan pemerintah wajib hadir memberikan dukungadukungan nyata,” pungkasnya. (ak/ko)

Dishub Kukar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Lonjakan Arus Nataru 2025

Tenggarong – Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dishub Kukar) mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama pada jalur utama, kawasan wisata, dan pusat keramaian yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama periode Nataru.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menjelaskan peningkatan pergerakan masyarakat pada akhir tahun merupakan pola yang rutin terjadi di Kukar.

“Setiap akhir tahun, pola pergerakan masyarakat di Kukar selalu naik. Karena itu, kami menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik yang berpotensi padat, terutama akses menuju Tenggarong, Loa Kulu, dan jalur wisata,” ujarnya saat di hubungi pada Sabtu (13/12/2025).

Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Kukar juga menyiapkan personel untuk ditempatkan di simpang-simpang strategis.

Upaya ini dibarengi dengan pengecekan sarana pendukung keselamatan jalan, seperti rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan umum, guna memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal selama masa libur panjang.

Dishub Kukar turut memperkuat koordinasi lintas instansi dengan Polres Kukar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Koordinasi tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Dishub melakukan pengecekan armada dan fasilitas publik, termasuk terminal, dermaga, serta jalur yang rawan kecelakaan. Koordinasi lintas instansi sudah kami lakukan dari awal Desember,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemeriksaan kelayakan angkutan umum juga menjadi perhatian Dishub Kukar.

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi selama periode Nataru memenuhi standar keselamatan, sehingga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diminta untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan, terutama menuju kawasan wisata.

“Kami harap masyarakat ikut menjaga ketertiban di jalan dan mengikuti aturan yang berlaku. Jika semua saling mendukung, perayaan Natal dan Tahun Baru bisa berlangsung lancar dan aman bagi semua,”pungkasnya.

Sebagai informasi, pemantauan arus lalu lintas rencananya akan dilakukan sejak H-10 hingga H+3 perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, sebagai bagian dari upaya Dishub Kukar dalam memastikan keamanan dan kenyamanan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. (ak/ko)

Pemkab Kukar Nilai Majelis Ta’lim Punya Peran Strategis dalam Penguatan Nilai Al-Qur’an

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menilai keberadaan majelis ta’lim mempunyai peran strategis dalam memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Gema Majelis Ta’lim Muslimah Wahdah Islamiyah Kukar yang dirangkai dengan Tasyakuran Dirosa dan digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang digagas oleh DPD Muslimah Wahdah Islamiyah Kukar ini menghadirkan berbagai unsur, mulai dari organisasi keislaman, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Hadir mewakili Pemkab Kukar, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal.

Dalam penyampaiannya, Dendy memandang kegiatan tersebut sebagai ruang pertemuan yang mempertemukan peran pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Ia menilai, inisiatif yang dilakukan organisasi Muslimah Wahdah Islamiyah turut membantu pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pembinaan keagamaan yang telah dirancang sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan Gerakan Etam Mengaji.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk sinergisitas antara organisasi keislaman yang difasilitasi oleh DPD Muslimah Wahdah Islamiyah, sekaligus mengakselerasi kebijakan daerah yang tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang Gerakan Etam Mengaji,” terangnya.

Dendy menekankan, keberadaan majelis ta’lim memiliki peran strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat dari lingkup terkecil.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara rutin mampu membentuk pola pikir dan sikap religius yang berakar kuat dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Majelis ta’lim ini menjadi salah satu pilar penting dalam membina umat, khususnya kaum ibu, agar nilai-nilai Al-Qur’an bisa hidup dan diamalkan dalam keseharian,” kata dia.

Ia juga menaruh harapan besar agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Dengan keterlibatan aktif organisasi Muslimah, Dendy meyakini penguatan nilai Al-Qur’an dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Harapannya ini terus berlanjut untuk membentuk keluarga-keluarga yang benar-benar membumikan Al-Qur’an di rumah tangganya,” harapnya.

Dendy menegaskan, Pemkab Kukar akan terus membuka ruang dukungan terhadap aktivitas keagamaan yang berorientasi pada pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Ia menilai keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan karakter menjadi kunci terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.

“Kami di pemerintah daerah tentu sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, karena pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun akhlak dan karakter masyarakat,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemerintah Daerah Diharap Buat Regulasi dan Pendampingan Bagi Petani Agar Bisa Terlibat Diprogram MBG

Oleh: Firnadi Ikhsan, S.Pi*

Provinsi Kalimantan Timur memiliki hamparan padi dan kebun hortikultura yang luas, para petani kembali membicarakan satu peluang baru yang belakangan ramai diperbincangkan. Salah satunya, menjadi pemasok bahan baku untuk Gerai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bagi petani, ini bukan sekadar peluang bisnis, tetapi harapan lama agar hasil panen lokal benar-benar menjadi bagian dari rantai pasok pemerintah.

Namun di balik optimisme itu, ada kegelisahan yang mengendap. Sebagian petani bertanya-tanya, apakah peluang ini memang ditujukan bagi mereka, atau justru akan kembali dinikmati oleh pelaku usaha besar yang sejak lama menguasai pasar?.

Kegelisahan itu bukan tanpa alasan. Untuk bisa terdaftar sebagai pemasok MBG, petani atau kelompok usaha seperti koperasi, BUMDes, maupun UMKM harus mengantongi beragam legalitas: NIB, NPWP, SIUP, SKDU, hingga bentuk badan usaha yang sah.

Tidak sedikit petani yang bahkan belum memahami proses perizinan daring, apalagi mengurus Sertifikat Halal BPJPH atau izin edar PIRT/BPOM yang menjadi syarat mutlak.

Di sisi lain, standar kualitas produk yang diminta MBG juga cukup tinggi. Ada kewajiban menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP), memastikan higienitas penyimpanan, menyediakan gudang kering atau cold storage, dan membuktikan kemampuan suplai dalam jumlah besar dengan distribusi yang dapat dilacak. Syarat-syarat ini membuat jarak antara peluang dan kesiapan di lapangan semakin terasa.

Jika membaca situasi ini lebih dekat, terlihat bahwa program MBG, meski membawa misi gizi dan pemerataan ekonomi, berpotensi menciptakan ruang kosong yang dengan mudah diisi oleh korporasi besar. Mereka memiliki legalitas lengkap, tim administrasi, sertifikasi, dan infrastruktur memadai. Sedangkan petani, tanpa pendampingan dan keberpihakan regulasi, mereka bisa kembali hanya menjadi ‘penonton setia’ dalam kebijakan pemerintah yang seharusnya berpihak pada rakyat kecil.

Di sinilah pemerintah daerah perlu mengambil peran nyata. Bupati, gubernur, dinas pertanian, hingga dinas koperasi dan UMKM tidak cukup hanya menyambut peluang dari pusat. Yang diperlukan adalah kebijakan afirmatif dan pendampingan teknis yang berkelanjutan. Petani harus dibantu mengurus legalitas usaha, diberikan fasilitasi sertifikasi halal dan PIRT, hingga didampingi membangun koperasi produksi yang kokoh untuk memenuhi skala permintaan MBG.

Rekomendasi Kebijakan untuk Pemerintah Daerah

Untuk memastikan petani lokal benar-benar menjadi bagian utama rantai pasok MBG, beberapa langkah kebijakan berikut perlu dipertimbangkan pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Pertama, menerbitkan regulasi afirmasi penggunaan produk pertanian lokal. Bupati dan gubernur dapat menetapkan mandatory kuota minimal 40–60 persen bahan baku MBG wajib diserap dari petani lokal yang telah terverifikasi. Regulasi ini memastikan tidak ada dominasi pengusaha besar dalam rantai pasok.

Kedua, membentuk pusat pendampingan legalitas dan sertifikasi petani. Pemerintah daerah dapat membentuk gerai layanan terpadu petani MBG yang dapat membantu diantaranya, pengurusan NIB, NPWP, SIUP, SKDU.

Selain itu, juga sebagai wadah fasilitasi sertifikat halal BPJPH, sertifikasi PIRT/BPOM, penyusunan standar produksi sesuai GMP. Layanan ini bisa berada di dinas pertanian atau DPMPTSP sebagai pusat dukungan administratif.

Ketiga, penguatan kelembagaan koperasi dan BUMDes sebagai off taker Lokal. Dinas Koperasi dan UMKM perlu mendorong pembentukan koperasi petani yang mampu menjadi pemasok utama. Sementara di tingkat provinsi, BUMD dapat berperan sebagai offtaker yang menjamin pembelian tetap dari petani.

Keempat, penyediaan Infrastruktur rantai suplai dan gudang penumpukan. Pemerintah daerah dapat membangun diantaranya, gudang kering komunal, cold storage di sentra-sentra produksi, fasilitas distribusi bersama.

Infrastruktur ini membantu petani memenuhi standar penyimpanan dan ketepatan suplai.

Kelima, menetapkan skema insentif untuk petani yang menjadi mitra MBG. Insentif dapat berupa subsidi biaya sertifikasi produk, hibah peralatan produksi kecil, pelatihan manajemen usaha dan keuangan. Insentif ini meringankan beban awal petani dalam memenuhi kriteria pemasok MBG.

Keenam, membangun sistem kemitraan digital dan monitoring rantai pasok. Pemerintah daerah dapat membuat dashboard pasokan petani MBG yang terintegrasi dengan sistem BGN. Sistem ini memantau volume, distribusi, dan kualitas produk petani secara real time sehingga lebih mudah menghubungkan pemasok dengan SPPG.

Pada akhirnya, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada tersedianya makanan berkualitas di meja masyarakat. Ia juga diukur dari sejauh mana program ini mampu mengangkat derajat petani lokal sebagai pelaku utama ekonomi daerah.

Tanpa kebijakan afirmatif dan pendampingan yang kuat, peluang emas ini hanya akan menjadi cerita dan kembali jatuh ke tangan pemain besar.Pemerintah daerah memiliki kesempatan, bahkan kewajiban, untuk memastikan hal itu tidak terjadi. (*Mahasiswa Magister Administrasi Publik Fisipol Universitas Mulawarman)

Tiga Anak Terjebak dan Tewas dalam Insiden Kebakaran di Desa Sungai Meriam Anggana

Tenggarong – Tiga anak terjebak dan tewas dalam kebakaran besar yang terjadi di di kawasan Gang Muli atau Sungai Purun RT 21, Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (11/12/2025) siang.

Musibah yang menghanguskan 15 bangunan tersebut langsung menggemparkan warga, setelah api dengan cepat membesar dan menjebak ketiga korban yang merupakan saudara kandung di dalam rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar), Fida Hurasani menyampaikan bahwa ketiga korban ditemukan dalam kondisi berdempetan di dalam rumah yang terbakar.

Ia menjelaskan, kuat dugaan mereka tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mulai melahap bangunan.

“Dalam musibah ini terdapat 3 korban jiwa yang merupakan anak-anak, merupakan bersaudara dan tinggal di satu rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ketiganya diduga terjebak saat api dengan cepat menyebar ke seluruh bagian rumah yang mereka tempati.

Menurut penuturan Fida, kondisi ruangan yang dipenuhi asap pekat membuat korban sulit mencari jalan keluar.

“Korban ditemukan berdempetan diduga karena terkurung api saat musibah itu terjadi,” terangnya.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 Wita berlangsung sangat cepat, sembilan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api yang merembet ke bangunan lain.

Petugas bersama warga berupaya keras menahan penyebaran api hingga berhasil dipadamkan setelah lebih dari satu jam.

“Total bangunan yang terbakar itu ada 2 rumah pribadi dan 13 pintu bangsalan,” jelasnya.

Usai pemadaman, petugas mengevakuasi ketiga jenazah yang kemudian dibawa ke Puskesmas Anggana untuk proses autopsi.

Warga sekitar tampak terpukul dengan kejadian ini, terlebih melihat tiga korban yang masih sangat kecil menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut. (ak/ko)

Pemkab Kukar Lepas 13 Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G ke Batam

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melepas 13 peserta untuk mengikuti pelatihan welder SMAW 4G ke Batam.

Kegiatan pelepasan tersebut digelar di Pendopo Bupati Kukar, Tenggarong pada Rabu (10/12/2025).

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar siap berdaya saing di sektor industri.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memaparkan bahwa program pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Kukar dengan SKK Migas.

“Pelepasan peserta ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung sepenuhnya oleh SKK Migas melalui kerja sama dengan K3S, termasuk sejumlah kontraktor karya seperti PHN dan PHSS.

Pemerintah daerah, kata dia, bertugas melakukan seleksi dan menyiapkan peserta, sedangkan pelaksanaan teknis pelatihan dilakukan oleh lembaga yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi.

“Seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung 100 persen oleh SKK Migas melalui K3S,” kata dia menegaskan.

Menurutnya, SKK Migas sebagai regulator bekerja sama dengan Pemkab Kukar dalam pelaksanaan program ini, sementara lembaga Petrotecno ditunjuk sebagai penyelenggara pelatihan.

Petrotecno dipilih karena telah memenuhi standar dan spesifikasi yang dibutuhkan industri migas dan manufaktur.

Aulia menyebutkan, program pelatihan welder SMAW 4G tersebut telah memasuki tahun ketiga dan menunjukkan hasil yang sangat positif.

Peserta dari angkatan sebelumnya dinilai mengalami peningkatan kualitas hidup setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan pengalaman kerja di luar daerah.

“Selain dibekali keterampilan teknis, peserta juga mendapat dukungan penyaluran kerja sehingga lebih siap memasuki dunia industri,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar para peserta tidak terburu-buru kembali ke daerah dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di Batam, yang dikenal memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga welder.

Melalui program ini, peserta yang diprioritaskan berasal dari keluarga desil 1 hingga desil 4 diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga serta berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di kukar.

“Harapan kita, melalui kesempatan ini, peserta dapat memperbaiki kehidupan mereka dan keluarga,” pungkasnya. (ak/ko)