KPU Kukar Terima Dokumen Perbaikan Administrasi dari Tiga Bapaslon Pilkada 2024

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum Kutai Kartanegara (KPU Kukar) secara resmi telah menerima dokumen perbaikan persyaratan administrasi dari tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati yang maju dalam Pilkada Kukar 2024.

Sebelumnya, berkas administrasi ketiga Bapaslon dinyatakan belum memenuhi syarat, sehingga KPU memberikan waktu perbaikan selama tiga hari, terhitung sejak 6 hingga 8 September 2024.

Muhammad Rahman, salah satu Komisioner KPU Kukar, menyampaikan bahwa penyerahan dokumen perbaikan ini merupakan bagian dari tahapan yang diatur dalam PKPU No. 8 Tahun 2023.

“Kemarin kami sudah beritahukan, dan hari ini tepat di tanggal 8, tiga Bapaslon itu telah menyerahkan berkas hasil perbaikan administrasi calon,” ungkapnya, Minggu (8/9/24).

Ketiga pasangan calon yang telah menyerahkan perbaikan berkas tersebut adalah Edi-Rendi, AYL-AZA, dan terakhir Dendi-Alif yang bergantian menyerahkan berkas. KPU Kukar kini akan melakukan penelitian ulang terkait kelengkapan berkas administrasi mereka mulai dari 6 hingga 14 September 2024.

Proses ini bertujuan untuk memastikan keabsahan seluruh dokumen persyaratan yang diajukan.

“Yang kami teliti selanjutnya adalah berkas administrasi calon yang telah diserahkan di tahapan perbaikan administrasi calon,” jelas Rahman.

Lebih lanjut, Rahman menegaskan bahwa batas akhir perbaikan berkas adalah pada 8 September, dan tidak akan ada lagi kesempatan untuk memperbaiki dokumen setelah tanggal tersebut.

“Hari ini terakhir, tidak ada lagi perbaikan setelah ini, berkenaan dengan persyaratan calon,” tutupnya. (ak)

KPU Kukar Selesaikan Penelitian Administrasi Calon, Semua Bapaslon Masih Belum Memenuhi Syarat

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyelesaikan penelitian administrasi bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati pada 4 September 2024, hasilnya ketiga Bapaslon belum memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 8 Tahun 2024 dan Juknis KPT No. 1229.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Kukar, Wiwin, menjelaskan bahwa syarat administrasi dari ketiga bapaslon, yakni pasangan Awang Yacoub Luthman (AYL) dan Ahmad Zais (AZA), Edi Damansyah dan Rendi Solihin, serta Dendi Suryadi dan Alif Turiadi (DEAL), masih perlu diperbaiki.

“sesuai dengan aturan, mereka (Bapaslon) diberikan kesempatan untuk memperbaiki dokumen administrasi mulai 6 hingga 8 September 2024,” ungkap Wiwin, Jumat (6/9/24).

KPU Kukar telah menyampaikan hasil penelitian ini kepada partai politik pengusung dan calon perseorangan melalui Liaison Officer (LO) masing-masing bapaslon menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon), dan juga secara langsung terkait dokumen-dokumen yang memerlukan perbaikan.

“Karena ini masih proses perbaikan, kami belum bisa memberikan kesimpulan akhir terkait administrasi calon,” lanjut Wiwin.

Setelah perbaikan dilakukan, KPU akan kembali meneliti dokumen yang sudah diperbaiki sampai 14 September 2024.

Tahapan selanjutnya adalah tanggapan masyarakat terhadap keabsahan persyaratan calon, yang berlangsung pada 15-18 September 2024.

Kemudian, akan dilanjutkan dengan proses klarifikasi atas masukan dan tanggapan masyarakat terkait persyaratan calon pada 15-21 September 2024.

“Penetapan pasangan calon dijadwalkan pada 22 September 2024, dan pengundian serta pengumuman nomor urut pasangan calon akan dilaksanakan pada 23 September 2024,” pungkasnya. (ak)

Dendi Suryadi Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Loa Ipuh Tenggarong

Tenggarong – Dendi Suryadi meninjau sekaligus memberikan bantuan langsung kepada para korban kebakaran di Jalan Gunung Belah, Loa Ipuh, Tenggarong pada Jumat (6/9/2024) sore.

Sebelumnya pada Kamis, 5 September 2024 dini hari, si jago merah melahap habis 19 rumah. Tercatat 45 kepala keluarga dengan total 114 jiwa harus kehilangan tempat tinggal akibat musibah itu.

Kebakaran itu juga merenggut, nyawa seorang mahasiswa semester satu Unikarta Tenggarong yang tinggal di sebuah kontrakan di lokasi tersebut.

Dendi Suryadi, yang didampingi istrinya Ira Suryadi, menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian naas itu.

Ia mendoakan kepada para korban agar diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang sedang dialami.

“Walaupun kita semua sedang mengalami musibah. Kehilangan harta benda, bahkan nyawa kita tetap wajib mengucapkan istighfar kepala Allah atas segala ketentuannya,” ucapnya.

Dendi yakin bahwa di balik musibah yang sedang dialami tersebut, tersimpan setiap kemudahan dan keindahan yang telah disiapkan Allah SWT ke depannya.

“Yakinlah setiap ujian akan selalu ada jalan keluarnya,” ungkap Dendi.

Ia berharap, bantuan yang pihaknya berikan dapat sedikit meringankan beban yang tengah di pinggul oleh para korban kebakaran itu.

“Meskipun tidak seberapa, semoga dapat membantu meringankan beban saudara-saudara sekalian. Apa pun yang kami bisa bantu, pasti kami bantu,” pungkasnya. (ak/ko)

Bupati Edi Damansyah Kukuhkan Penambahan Masa Jabatan 192 Kades di Kukar

Tenggarong – Sebanyak 192 Kepala Desa (Kades) se-Kukar resmi dilakukan pengukuhan penambahan masa jabatan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Pengukuhan ini digelar di Ruang Serbaguna Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Tenggarong pada Jumat (6/9/2024).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kukar, Dandim 0409 Kukar, Wakapolres Kukar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, para camat, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kukar beserta perwakilan kecamatan dan desa.

Edi Damansyah menegaskan bahwa penambahan masa jabatan Kades selama dua tahun ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.

Dalam UU tersebut, masa jabatan kades yang sebelumnya enam tahun diperpanjang menjadi delapan tahun dengan maksimal dua periode.

“Penambahan masa jabatan ini memberi kesempatan bagi para kades untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai dan memperbaiki hal-hal yang perlu disempurnakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Edi berharap kades bisa menggali potensi desa secara maksimal serta mengelola manajemen desa secara profesional.

“Saya berharap mereka bisa lebih fokus menggali potensi desa, mengelolanya dengan baik, dan memanfaatkan peluang dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,” ujar Edi.

Ia juga menyoroti bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) di Kukar menunjukkan tidak ada lagi desa yang masuk kategori sangat tertinggal dan tertinggal.

“Ini bukan hanya tanggung jawab kepala desa, tapi juga kami di kabupaten dalam hal pembangunan infrastruktur. Melihat survei IDM, salah satu variabelnya adalah infrastruktur yang relatif sudah baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan lebih rinci bahwa pengukuhan masa jabatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Dalam Negeri.

Di Kukar sendiri, terdapat dua kelompok Kades yang masa jabatannya berbeda, yakni yang dilantik pada 2019 hingga 2025, dan kelompok kedua yang menjabat dari 2022 hingga 2028.

Dengan penambahan dua tahun, Kades yang mestinya selesai pada 2025 akan memperpanjang jabatannya hingga 2027, sementara yang 2028 akan berakhir pada 2030.

Ia menyampaikan dari total 193 kades, satu kades dari Desa Long Beleh Modang mengundurkan diri pada 2023, sehingga yang dikukuhkan hanya 192 orang.

“Dengan tambahan masa jabatan ini, kami berharap kinerja para kepala desa semakin meningkat, sehingga bisa menyelesaikan permasalahan di wilayah mereka masing-masing.” harapnya. (ak)

Disketapang Kukar Sebut Harga Cabai dan Bawang Merah Cenderung Fluktuatif

Tenggarong – Kepala Seksi Analis Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Sudiro, menyebutkan harga cabai dan bawang merah di Kukar masih mengalami fluktuasi harga yang sulit diprediksi.

“Fluktuasi harga bawang merah biasanya terjadi setahun sekali, sementara cabai bisa mengalami kenaikan harga tiga hingga empat kali dalam setahun,” jelasnya pada acara Gerakan Pangan Murah On The Road di MPP Kukar, Jumat (6/9/2024).

Sudiro menjelaskan, salah satu penyebab fluktuasi harga cabai adalah ketergantungan masyarakat Kukar pada cabai segar.

“Padahal cabai bisa diolah dan diawetkan dalam bentuk cabai kering atau olahan lainnya seperti cabai botol atau kalengan,” tambahnya.

Ketergantungan ini membuat cabai segar sulit disimpan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, produksi cabai masih mengandalkan budidaya konvensional yang sangat bergantung pada kondisi alam.

“Ketika cuaca bagus, produksi cabai melimpah dan harga turun. Sebaliknya, ketika cuaca buruk, pasokan menurun sehingga menyebabkan kenaikan harga,” ungkap Sudiro.

Permasalahan fluktuasi harga cabai dan bawang merah ini, menurut Sudiro, bukan hanya terjadi di Kukar.

“Ini masalah nasional yang hampir dialami di semua kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia,” tutupnya. (ak)

Dinas Ketahanan Pangan Kukar Adakan Gerakan Pangan Murah On The Road

Tenggarong – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kuka kembali melaksanakan inovasi dalam menjaga stabilitas pangan melalui program Gerakan Pangan Murah On The Road di halaman parkir Mall Pelayanan Publik (MPP) Kukar pada Jumat (6/9/2024).

Kegiatan ini juga digelar secara rutin di beberapa lokasi strategis di Kukar, sebagai upaya memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.

Sekretaris Disketapang Kukar, Ananias, menyampaikan bahwa program ini adalah ide dari gerakan pangan murah yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional.

“Kami memodifikasi gerakan ini agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kukar. Tidak hanya dilakukan dua kali setahun, tetapi secara rutin setiap minggu di berbagai titik,” jelasnya.

Ia menyebut, Gerakan Pangan Murah On The Road telah dilaksanakan di Pasar Loa Kulu setiap hari Selasa, di Car Free Day depan Masjid Agung, Tenggarong setiap hari Minggu, serta di halaman parkir MPP Kukar pada Jumat pertama setiap bulan.

“Kami bekerja sama dengan Bulog, UMKM, petani, dan koperasi ketahanan pangan untuk menyukseskan kegiatan ini,” tambah Ananias.

Ananias mengungkapkan, antusias masyarakat sangat tinggi terhadap kegiatan gerakan pangan murah, hal ini menandakan kegiatan pangan murah bernilai manfaat bagi masyarakat.

“Bahkan sebelum siang hari, produk-produk yang dijual sudah habis terjual.,” ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Dinas Ketahanan Pangan Kukar untuk menjaga inflasi tetap stabil.

“Pasar murah ini menjadi alat pengendalian inflasi. Kami juga rutin memantau harga pangan di pasar untuk memastikan tidak terjadi fluktuasi yang signifikan,” pungkasnya.

Ananias berharap kegiatan ini dapat terus berjalan guna memastikan setiap warga Kukar mendapatkan akses pangan yang layak.

“Pada dasarnya, kami berharap akses dan ketersediaan pangan betul-betul sampai ke individu. Jangan sampai ada kelaparan di Kukar,” tegasnya. (ak)