Sertifikasi Guru Kaltim Terlambat, Salehuddin Desak Disdikbud Segera Bertindak

Samarinda – Polemik terkait sertifikasi guru di Kalimantan Timur (Kaltim) terus berlangsung tanpa kejelasan.

Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin, mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk segera memberikan solusi konkret terhadap masalah yang telah berlarut-larut ini.

Salehuddin menyatakan keprihatinannya, mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun tanpa resolusi. Ia menegaskan bahwa keluhan dari para guru semakin meningkat.

“Saya prihatin sekali, karena masalah ini sudah hampir 10 tahun tapi belum kunjung selesai dan guru sudah mengeluhkan ini bertahun-tahun,” ujar Salehuddin pada Kamis (31/10/2024).

Ia menekankan bahwa sertifikasi guru adalah elemen krusial, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga dalam memperhatikan kesejahteraan para pendidik di Kaltim. Namun, penanganan yang lambat oleh Disdikbud Kaltim menjadi sorotan.

“Ini adalah tanggung jawab kita semua, terlepas dari unsur Disdikbud Kaltim, masalah ini harus diselesaikan karena ini bicara hak dan kesejahteraan guru,” tegasnya.

Lebih jauh, politisi dari Partai Golkar ini menambahkan bahwa sertifikasi guru tidak sekadar masalah administratif, melainkan juga berkaitan dengan kualitas pengajaran yang diberikan.

“Saya mengira ini akan berpengaruh pada semangat dan kualitas pengajaran mereka, dan tentu ini harus bisa diselesaikan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya. (Adv)

Ekti Imanuel Dukung Penuh Pekan Daerah IX Petani Nelayan 2025 di Kutai Barat

Samarinda – Pekan Daerah IX Petani Nelayan Provinsi Kalimantan Timur dijadwalkan akan dilaksanakan di Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Pekan Daerah IX Petani Nelayan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 Kita Tingkatkan Daya Saing dan Produk Unggulan Petani Nelayan Mendukung Kalimantan Timur Sebagai Penyangga Ibukota Nusantara.”

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim, Ekti Imanuel, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan pekan daerah ini.

Ia menjelaskan bahwa Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kutai Barat dan Kaltim telah mulai menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan gelar teknologi dan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam bidang pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan.

“Ya ini kan kegiatan PEDA, kegiatan yang terkait dengan multiplan pertanian. Kubar itu akan menjadi tuan rumah dan persiapannya sudah jauh-jauh hari,” ujarnya.

Ekti menegaskan bahwa DPRD Kaltim akan memberikan dukungan penuh terhadap agenda ini, mengingat sebagian besar aspirasi masyarakat Kaltim berasal dari sektor pertanian.

“Tentu kita di DPRD Provinsi akan mendukung penuh pelaksanaan tersebut karena hampir sebagian besar aspirasi masyarakat itu dari pertanian,” tutupnya. (adv)

Pemprov Kaltim Diminta Percepat Digitalisasi Pendidikan di Daerah Terpencil dengan Seribu Laptop dan Wifi Gratis

Samarinda – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim diminta untuk memperluas digitalisasi pendidikan, terutama di kawasan tertinggal yang masih terkendala akses internet.

Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah, menekankan pentingnya dukungan pemerintah bagi wilayah yang mengalami keterbatasan konektivitas.

“Salah satunya dengan memberikan bantuan seribu laptop gratis untuk guru-guru dan layanan wifi gratis di seribu titik,” ungkap Syarifatul.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu murid-murid di daerah terpencil, terutama saat menghadapi ujian berbasis komputer.

Digitalisasi diharapkan menjadi solusi agar murid di wilayah blank spot tetap dapat mengikuti pelajaran dan ujian tanpa kendala.

Syarifatul juga menyoroti tantangan geografis di Kaltim, seperti di kawasan pesisir dan pedalaman, yang menyebabkan banyak titik blank spot.

“Kami akan antisipasi itu semua dan mengupayakan jaringan telekomunikasi agar bisa dijangkau di seluruh daerah,” katanya.

Langkah ini dinilai akan berdampak positif pada perkembangan SDM di Kaltim, menciptakan pendidikan yang lebih merata, dan memastikan setiap anak mendapatkan akses yang sama untuk belajar dan berkembang.

“Harapannya semua anak punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa ada lagi blank spot,” tutupnya. (adv)

Salehuddin Dorong Penyesuaian Jurusan SMA/SMK Sesuai Kebutuhan Daerah

Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Salehuddin, menegaskan pentingnya penyesuaian jurusan di SMA dan SMK untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Dalam pandangannya, pendidikan vokasi harus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi daerah.

“Jurusan di SMK sebaiknya mengikuti sektor-sektor yang potensial di Kaltim,” ungkap Salehuddin.

Ia menyoroti pemanfaatan bonus demografi yang seharusnya diarahkan pada jurusan pertanian dan perkebunan, mengingat sebagian besar pangan di Kaltim masih dipasok dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa Timur.

“Pemerintah perlu membuka peluang jurusan yang relevan, seperti pertanian dan perkebunan, agar sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelasnya pada Jumat (1/11/2024).

Tak hanya itu, Salehuddin juga menyoroti perkembangan di tingkat SMA yang kini mulai menerapkan jurusan kewirausahaan.

Ia menilai ini sebagai langkah positif, menunjukkan bahwa sekolah-sekolah semakin memahami pentingnya potensi dunia usaha.

“Sekolah-sekolah di Kaltim semakin sadar akan kebutuhan dunia kerja, yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah,” tambahnya.

“Ini menjadi tantangan bagi SMK untuk terus meningkatkan kualitas SDM-nya agar tidak tertinggal dibandingkan SMA. Pendidikan vokasi perlu diarahkan langsung ke sektor-sektor potensial,” pungkasnya. (Adv)

Komitmen Andi Satya Dalam Mengawal Kesehatan dan Pendidikan di Kaltim

Samarinda – Kesehatan dan pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) adalah dua sektor krusial untuk menjamin keberlangsungan hidup masyarakat.

Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai serta pendidikan yang merata sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap sehat dan produktif.

Dalam konteks ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan isu kesehatan dan pendidikan selama masa jabatannya.

Dalam pernyataannya, Andi, yang juga seorang dokter spesialis kandungan dan pengajar, menggarisbawahi pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Pemerataan fasilitas kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan merupakan dua hal yang akan saya prioritaskan ke depan,” tegas Andi.

Andi menyampaikan pentingnya akses layanan kesehatan yang merata hingga ke wilayah terluar dan perbatasan, bukan hanya di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

Menurutnya, memastikan seluruh masyarakat Kaltim mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara adalah sebuah keharusan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung dan mengawasi kinerja para anggota dewan agar dapat menjalankan tugas dengan amanah sesuai aspirasi publik.

“Dengan keberadaan saya di DPRD Kaltim, saya berharap bisa selalu membawa dampak positif bagi masyarakat, serta mampu mewujudkan harapan bagi masyarakat Kaltim,” ujarnya.

“Khususnya bagaimana kita bisa meningkatkan sumber daya manusia Kaltim melalui pendidikan berkualitas,” pungkasnya. (adv)

Seribu Satlinmas di Kukar Ikuti Jambore Guna Perkuat Silaturahmi

Tenggarong – Sebanyak seribu peserta Satlinmas dari 20 kecamatan berpartisipasi dalam kegiatan Jambore Satlinmas yang digelar oleh Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar), acara ini dilaksanakan di halaman kantor Bupati Kukar pada Kamis (31/10/24).

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 30 Oktober 2024 hingga 1 November 2024 mencakup kegiatan Jambore Satlinmas serta apel siaga gabungan dan apel BKO, bertujuan untuk memperkuat silahturahmi dan kerjasama antar anggota.

Sekretaris Satpol PP Kukar sekaligus Ketua Panitia, H. Aji Mohd. Decki Ismail, menjelaskan kegiatan ini menjadi ajang untuk menjalin persahabatan di antara anggota Satlinmas yang berasal dari berbagai lokasi terpencil.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mempererat hubungan dan saling berbagi pengalaman antar anggota Satlinmas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan dan saling berbagi pengalaman,” tegas Decki.

Jambore ini diisi dengan berbagai lomba menarik, seperti tarik tambang dan adu ketangkasan, yang diharapkan dapat menciptakan suasana kompetitif dan penuh keceriaan.

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan apel siaga gabungan dan apel BKO.

Setalah apel BKO, setiap kecamatan berpartisipasi dalam perlombaan baris berbaris, yang menunjukkan semangat persatuan dan kerjasama yang tinggi di kalangan anggota Satlinmas.

Decki menambahkan kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kerjasama dalam menjalankan tugas Satlinmas, terutama mengingat jumlah peserta yang mencapai seribu orang.

Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan hubungan antar kecamatan semakin kuat.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga dapat membangun ikatan yang lebih erat di antara kita semua,” pungkas Decki. (adv/ak)