Seno Aji: Mahulu Bukan Sekadar Wilayah Hulu, Konektivitas Perbatasan Harus Diperkuat

Mahakam Ulu – Kondisi geografis Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di wilayah hulu dan berbatasan dengan kawasan negara tetangga menjadi perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Seno Aji.

Hal itu disampaikan Seno Aji saat melakukan kunjungan kerja ke Mahulu, Jumat (11/9/2026). Dalam agenda tersebut, ia bersama Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menyambangi Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, serta Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari.

Kunjungan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang menghadapi dampak kemarau. Rombongan diterima Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, jajaran camat dan kepala kampung, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Kami datang ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke wilayah paling hulu di Kalimantan Timur. Kita datang hari ini dalam situasi yang memang membutuhkan perhatian kita bersama,” kata Seno Aji.

Seno Aji menyebut penurunan debit Sungai Mahakam akibat kemarau panjang menjadi salah satu persoalan yang langsung memengaruhi kehidupan warga. Sungai yang selama ini menjadi jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi kebutuhan harus menghadapi kondisi air yang semakin surut.

“Ketika air surut, semuanya ikut terdampak. Perjalanan menjadi lebih sulit. Distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih panjang. Aktivitas masyarakat pun ikut menghadapi tantangan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim pun membawa bantuan pangan dalam kunjungan tersebut. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Pemkab Mahulu melalui Bupati Angela Idang Belawan dan selanjutnya ditujukan bagi warga yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Namun, bagi Seno Aji, persoalan Mahulu membutuhkan penanganan yang lebih luas dan tidak cukup hanya melalui bantuan dalam situasi darurat. Pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas menjadi bagian penting untuk membuka akses masyarakat di daerah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.

Long Pahangai dan Long Apari, menurutnya, mempunyai posisi strategis karena berada di kawasan hulu sekaligus menjadi bagian dari jalur konektivitas menuju wilayah perbatasan. Karena itu, pembangunan di kedua wilayah tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan.

“Tetapi justru karena tantangannya besar, kerja samanya juga harus semakin kuat dan memerlukan dukungan seluruh stakeholders,” ujarnya.

Seno Aji menegaskan pembangunan Mahulu harus dilihat dari manfaat yang lebih luas. Infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi, memperkuat pelayanan publik dan memastikan masyarakat di kawasan perbatasan tidak merasa jauh dari negara.

“Karena itu, pembangunan di sini memiliki arti yang lebih luas. Kita sedang membangun akses bagi masyarakat. Kita sedang membuka peluang ekonomi. Kita sedang memperkuat pelayanan pemerintah. Dan pada saat yang sama, kita sedang memastikan bahwa masyarakat di kawasan perbatasan merasakan kehadiran negara,” tegasnya.

Pemprov Kaltim, lanjut Seno Aji, akan terus membangun sinergi dengan Pemkab Mahulu dalam menangani berbagai kebutuhan daerah, termasuk persoalan yang muncul akibat kemarau. Dukungan akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan.

“Apa yang menjadi kewenangan provinsi akan kita dorong. Apa yang menjadi kewenangan kabupaten akan kita kuatkan bersama. Dan untuk kebutuhan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita akan bersama-sama memperjuangkannya,” ungkap Seno Aji.

Ia menekankan jauhnya jarak Mahulu dari pusat pemerintahan tidak boleh membuat perhatian terhadap masyarakat berkurang. Sebaliknya, daerah dengan tantangan geografis dan posisi strategis seperti Mahulu membutuhkan perhatian pembangunan yang lebih kuat.

“Kita tidak boleh membiarkan jarak membuat perhatian menjadi jauh. Justru semakin jauh sebuah wilayah, semakin kuat perhatian yang harus kita berikan,” katanya.

“Karena pembangunan Kalimantan Timur harus dirasakan dari pusat kota sampai ke wilayah hulu, dari kawasan perkotaan sampai kawasan perbatasan,” lanjut Seno Aji. (pr)

Bagikan :