Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi untuk Tekan Angka Stunting

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya menekan angka stunting melalui penguatan sosialisasi dan koordinasi bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Upaya ini menjadi prioritas sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Etam.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi percepatan penanganan stunting secara rutin digelar dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Kaltim.

Menurutnya, fokus utama Pemprov Kaltim saat ini adalah pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode penting yang dinilai sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa depan.

“Bagaimana menekan prevalensi stunting sejak 1.000 HPK harus didukung penuh. Kita ingin memastikan anak-anak yang lahir di Kaltim tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” ujarnya.

Seno Aji menambahkan, sejumlah langkah konkret terus dilakukan Pemprov Kaltim, mulai dari pemberian makanan bergizi hingga dukungan alokasi anggaran bagi wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) seperti Kabupaten Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu.

“Bahkan soal penanganan stunting telah masuk dalam RPJMD Kaltim,” singkatnya. (adv/hr/ko)

Wagub Kaltim Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir Akibat Peningkatan Curah Hujan di Akhir 2025

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang dipicu oleh prediksi curah hujan tinggi pada penghujung tahun 2025, khususnya sepanjang Desember.

Peringatan tersebut sejalan dengan imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, yang sebelumnya telah meminta warga di wilayah Kaltim untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor sejak awal Desember.

“Pemprov Kaltim telah rapat bersama BPBD membahas potensi curah hujan tinggi di bulan ini. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujar Seno Aji.

Ia menegaskan bahwa hujan lebat berpotensi berdampak pada sejumlah daerah rawan banjir di Kalimantan Timur. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi potensi bencana yang mungkin terjadi.

“Tetap waspada. Sebelum terjadi curah hujan tinggi, paling tidak bisa mencari tempat yang lebih aman. Kami akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hal ini,” tambahnya.

Berdasarkan prakiraan curah hujan pada 10 hari pertama Desember, sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter (mm), dengan peluang hujan mencapai lebih dari 70 persen.

Pemerintah Provinsi Kaltim mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan segera melaporkan jika terjadi kondisi berpotensi membahayakan. (adv/hr/ko)

Sekolah Madrasah di Kukar Belum Nikmati Program Seragam Gratis dari Pemerintah Daerah

Tenggarong – Sekolah Madrasah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini belum menikmati program seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah.

Program yang digulirkan untuk membantu meringankan beban orang tua murid tersebut masih difokuskan pada sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, sementara sekolah madrasah yang berada di bawah Kementerian Agama belum masuk dalam skema penerima manfaat.

Ketimpangan fasilitas, mulai dari seragam hingga buku pelajaran, dirasakan semakin nyata dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada sekolah madrasah.

Koordinator Bidang Humas MIN 1 Kukar, Muhammad Azhar, secara terbuka menyampaikan kegelisahan tersebut.

Menurutnya, perbedaan kebijakan ini berpotensi memberi dampak jangka panjang bagi eksistensi madrasah.

“Nah, itu yang menjadi masalah kami. Kami benar-benar khawatir kalau lama-kelamaan sekolah-sekolah madrasah justru akan ditinggalkan masyarakat,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Selasa (9/12/2025).

Ia menjelaskan, ketimpangan paling mencolok terlihat pada pemberian seragam gratis.

Sekolah di bawah naungan Disdikbud Kukar mendapatkan bantuan tersebut secara langsung, sementara madrasah tidak.

Selain itu, kata dia, dukungan terhadap sarana pendukung pembelajaran juga dinilai masih belum setara.

“Permasalahannya ada perbedaan perlakuan. Seragam hanya diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di bawah dinas pendidikan, sementara madrasah tidak mendapatkan hal tersebut,” kata dia.

Azhar mengungkapkan, buku pelajaran yang ada di bawah naungan Disdikbud Kukar diberikan dengan sistem pinjam pakai saat ini belum diterapkan di sekolah madrasah.

Kondisi ini menurutnya menciptakan kesenjangan sekaligus dikotomi di tengah masyarakat.

“Hal ini menciptakan dikotomi yang bisa membuat masyarakat berpaling dari madrasah atau sekolah agama. Padahal madrasah punya peran besar dalam membentuk karakter dan fondasi agama anak,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat persoalan ini secara lebih menyeluruh.

“Kalau perlakuannya berbeda seperti ini, mulai dari seragam dan buku pelajaran, masyarakat tentu cenderung memilih sekolah yang berada di bawah dinas,” tutupnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono menegaskan program seragam gratis tetap menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah di sektor pendidikan.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah terus mengawal keberlangsungan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia.

“Tahun ini kan sudah berjalan seragam gratis, dan itu baru untuk SD dan SMP yang di bawah Dinas Pendidikan,” ujarnya, belum lama ini.

Terkait kemungkinan perluasan program ke sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama, Sunggono menjelaskan hal tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Keterbatasan anggaran daerah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan cakupan program ke depan.

“Ke depannya untuk MTs kita lihat kemampuan kita, apalagi dengan anggaran yang terbatas,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus memprioritaskan pembiayaan pendidikan yang menjadi kewenangan langsung daerah agar stabilitas fiskal tetap terjaga.

“Karena anggaran terbatas, kita akan membiayai yang menjadi kewenangan daerah terlebih dahulu,” tutupnya. (ak/ko)

Pemprov Kaltim Minta Perusahaan Tambang Selaraskan Program CSR dengan Agenda Pembangunan Daerah

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengimbau seluruh perusahaan pertambangan di wilayah setempat untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan program kewajiban sosial masyarakat dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan pentingnya setiap perusahaan tambang untuk melaporkan rencana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), dan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemprov Kaltim.

Menurutnya, pelaporan dan koordinasi tersebut sangat esensial guna mencegah tumpang tindih antara program perusahaan dengan proyek pembangunan pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sinergi dengan perusahaan sangat diperlukan. Kami meminta perusahaan melaporkan rencana PPM mereka ke depan agar program kita sejalan dan tidak saling tumpang tindih,” ujar Seno Aji.

Ia menilai, pelaksanaan program CSR secara mandiri sering kali berpotensi menimbulkan duplikasi kegiatan. Salah satu contohnya adalah program beasiswa perusahaan yang bisa bersinggungan dengan alokasi dana pendidikan Pemprov Kaltim, termasuk Program Gratispol Pendidikan yang mencapai Rp1,4 triliun pada tahun 2026.

Sebagai alternatif, Wagub mendorong perusahaan lebih fokus pada dukungan infrastruktur pendidikan, seperti perbaikan fasilitas sekolah yang rusak di wilayah operasional tambang.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dapat menjadi kontribusi nyata perusahaan, terlebih karena masih terdapat kebutuhan yang belum sepenuhnya terdanai oleh mandatory spending APBD sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan.

Seno juga menekankan bahwa keberadaan industri pertambangan harus memberikan dampak positif bagi perusahaan, karyawan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Termasuk di dalamnya dukungan terhadap penyediaan rumah layak huni sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. (adv/hr/ko)

Wagub Kaltim Apresiasi dan Dukung Penyelenggaraan BESS 2025 di Unmul

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Borneo Earth Science Summit (BESS) 2025 atau Seminar Nasional Geologi yang digelar Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul).

Forum ilmiah tersebut dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kebumian serta peningkatan kesiapsiagaan daerah terhadap isu kebencanaan dan lingkungan.

“Saya mengapresiasi inisiatif Fakultas Teknik Unmul yang telah menghadirkan forum ilmiah nasional di Kalimantan Timur. Kegiatan seperti ini penting untuk mendorong pengembangan ilmu kebumian serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebencanaan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menyatakan kesediaannya untuk hadir pada puncak kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 9 Desember 2025, sebagai bentuk dukungan nyata Pemprov Kaltim terhadap penguatan kapasitas akademik dan riset di daerah.

Lebih lanjut, ia mendorong agar Fakultas Teknik Geologi Unmul dapat meningkatkan skala kegiatan ilmiah tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu langkah yang disarankan ialah memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Diponegoro (Undip), serta membuka peluang kerja sama internasional untuk memperkuat jejaring akademik.

Menurutnya, perluasan kolaborasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap reputasi institusi dan daya saing Fakultas Teknik Geologi Unmul di tingkat nasional.

“Upaya tersebut penting untuk meningkatkan daya saing Fakultas Teknik Geologi Unmul agar semakin dikenal luas dan menjadi pilihan utama calon mahasiswa, khususnya di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, penyelenggaraan BESS 2025 diharapkan mampu menjadi momentum bagi peningkatan kualitas riset dan pengembangan ilmu geologi di Kalimantan Timur. (adv/hr/ko)

KPU Kukar Beri Penjelasan Terkait Pengelolaan Anggaran PSU 2025

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan penjelasan resmi terkait pengelolaan anggaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) tahun 2025 yang belakangan mendapat perhatian dari sejumlah masyarakat.

Perhatian tersebut muncul seiring beredarnya rilis yang menyoroti dugaan kejanggalan hingga dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran PSU.

Ketua KPU Kukar, Muhammad Rahman, menjelaskan seluruh tahapan pelaksanaan PSU telah berjalan dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Saat ini, KPU Kukar berada pada tahap penyusunan pertanggungjawaban serta pengajuan review anggaran sebagai bagian dari mekanisme akuntabilitas lembaga.

“Tahapan pelaksanaan sudah selesai. Saat ini kami sedang memproses pertanggungjawaban dan pengajuan review anggaran yang selanjutnya akan disampaikan ke DPRD. Sementara itu, proses administrasi surat masih berjalan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Terkait adanya dugaan yang disampaikan oleh pihak tertentu, Rahman menegaskan KPU Kukar menghormati hak setiap pihak dalam menyampaikan pendapat.

Namun demikian, ia menekankan KPU Kukar tetap berpegang pada prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan anggaran.

“Apabila terdapat asumsi atau dugaan, silahkan disampaikan melalui mekanisme yang ada. Kami di KPU Kukar fokus menjalankan proses sesuai aturan, dan saat ini pengelolaan anggaran PSU sudah dalam tahap pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan,” terangnya.

Ia juga menyampaikan proses pemeriksaan anggaran umumnya dilakukan hingga pertengahan tahun dan digabungkan dengan pemeriksaan laporan tahun anggaran sebelumnya.

Waktu penyelesaian pemeriksaan tersebut sangat bergantung pada jadwal yang ditetapkan oleh auditor.

“Biasanya pemeriksaan berlangsung sampai sekitar bulan Juni dan digabung dengan laporan tahun 2024. Semua itu mengikuti jadwal dari pihak pemeriksa,” jelasnya.

Menanggapi informasi mengenai besaran anggaran PSU yang mencapai sekitar Rp33 miliar, Rahman membenarkan adanya realisasi kegiatan yang dilaksanakan bersama jajaran sekretariat KPU Kukar.

Namun demikian, hasil review belum dapat dipublikasikan kepada publik karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Saat ini kami belum bisa memublikasikan hasilnya karena masih dalam tahap pemeriksaan. Namun pada prinsipnya, seluruh anggaran hibah yang digunakan dapat dipertanggung jawabkan dan insyaallah dilaksanakan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (ak/ko)