Pemprov Kaltim Akan Ambil Alih Gedung SMAN 10 di Samarinda Seberang

Samarinda – Pemprov Kaltim akan mengambil alih aset gedung Kampus A SMAN 10 Samarinda yang sempat digunakan oleh Yayasan Melati. Gedung tersebut berada di Jalan H. M. Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang.

“Kami akan segera menggunakan gedung tersebut sebagai tempat belajar mengajar SMAN 10,” kata Wagub Kaltim Seno Aji, Selasa (20/5/2025).

Pemprov Kaltim akan memindahkan proses belajar mengajar siswa SMAN 10 Samarinda yang sebelumnya berada di Kampus B di Jalan PM Noor ke Kampus A di Samarinda Seberang tersebut.

Seno Aji akan memastikan SMAN 10 Samarinda di Samarinda Seberang akan menjadi salah satu sekolah unggulan. Terkhusus, menjalankan masukan masyarakat terkait sistem zonasi SMA di Samarinda Seberang.

“Kami akan memastikan bahwa SMA 10 menjadi salah satu polihan masyarakat Samarinda Seberang sesuai zonasi,” ucapnya.

Terkait Yayasan Melati yang telah menggunakan gedung tersebut, Seno memastikan proses belajar mengajar siswa TK hingga SMA Yayasan Melati tidak akan terganggu.

“Saat ini yayasan telah memiliki gedung lima lantai dan beberapa gedung yang belum jadi. Maka proses belajar mengajar akan dipindahkan memenuhi gedung yang sudah jadi,” jelas Seno Aji.

Seno Aji menjelaskan bahwa pihaknya juga akan menginventarisir aset-aset yang dimiliki oleh Yayasan Melati. Untuk nantinya akan dibayarkan sesuai dengan aset yang Yayasan Melati miliki.

“Jika ada akan dihitung jumlahnya dan pemprov akan membayar sesuai hasil appraisal untuk pembangunan gedung yayasan di tanah mereka,” tandasnya. (ko)

Pemprov Kaltim Fokus Benahi Jalan Penghubung Antar Kabupaten di Tahun 2025

Tenggarong – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menaruh perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan penghubung antar kabupaten.

Fokus ini menjadi bagian dari agenda prioritas pembangunan daerah pada tahun 2025.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kaltim yang dinilai sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, distribusi logistik, dan aksesibilitas masyarakat.

Dengan infrastruktur jalan yang memadai, diharapkan aktivitas antar kabupaten dapat berlangsung lebih efisien dan aman.

Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian Pemprov Kaltim yakni perbaikan dan peningkatan jalan penghubung antar kabupaten.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat diwawancarai oleh media masa di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/5/2025).

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan ini telah mendapat alokasi anggaran dalam APBD tahun 2025.

“Infrastruktur jalan menuju kabupaten sudah kita anggarkan semuanya di tahun 2025 ini,” ujar Seno Aji.

Adapun tiga ruas jalan utama yang menjadi prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini adalah jalur penghubung Kutai Kartanegara (Kukar) – Kutai Barat (Kubar), Kutai Barat – Mahakam Ulu (Mahulu), dan Kutai Timur (Kutim) – Berau.

Ketiga jalur ini dinilai strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah.

“Insyaallah dalam tiga tahun ke depan, jalan-jalan utama menuju kabupaten akan kembali mulus,” pungkasnya. (Ak)

Dimomentum Harkitnas, Wagub Seno Sebut Pentingnya Siapkan Generasi Emas

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebutkan pentingnya menyiapkan generasi emas untuk menyambut perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

Hal itu dikatakan Seno Aji pada saat peringatakan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-117.

Ia mengatakan, pendidikan menjadi hal penting untuk mewujudkan generasi emas di Kaltim.

“Kita berikan pendidikan gratis agar masyarakat Kalimantan Timur bangkit dan menjadi Sumber Daya Manusia yang unggul untuk kepentingan daerah ke depan,” katanya, Selasa (20/5/2025).

Selain itu, kata dia semangat kebangkitan harus ditularkan kepada para ASN dan masyarakat Kaltim.

Ia ingin dalam momentum ini, ASN di Kaltim dapat menjabarkan program-program yang telah pihaknya susun dalam lima tahun ke depan.

Ketika ditanya terkait jalan penghubung menuju IKN. Ia mengakui masih ada beberapa titik yang harus dilakukan perbaikan.

Ia menyebut, pihaknya telah menganggarkan untuk perbaikan insfrastruktur di daerah Sepaku dan Kutai Barat.

“Kita sudah anggarkan semuanya, baik untuk konektivitas dari Samarinda ke Kutai Barat, kemudian Samarinda ke Berau, hingga Kutai Barat ke Mahakam Ulu. Insyaallah dalam waktu tiga tahun, jalan-jalan ini akan kita tuntaskan semua,” tutupnya. (ko)

Seno Aji Pimpin Upacara Harkitnas ke-117, Tekankan Pentingnya Jaga Semangat Nasionalisme

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memimpin upacara peringatakan Hari Kebangkita Nasional (Harkitnas) ke-117 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (20/5/2025).

Diketahui, setiap tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai Harkitnas. Tujuannya agar semangat nasionalisme dan kebangsaan terus tertanam di diri masyarakat.

Pada Harkitnas 2025 ini, mengangkat tema “Menuju Kebangkitan Nasional yang bersahaja, Berpihak, dan Berkelanjutan.”

Seno Aji mengatakan, semangat Harkitnas jangan hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah saja. Namun, semangat tersebut harus menjadi semangat hidup yang terus dijaga.

“Kebangkitan bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Ia adalah ikhtiar yang terus hidup, menuntut keberanian menghadapi zaman yang penuh tantangan: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, hingga ancaman terhadap kedaulatan digital,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Kata dia, prinsip politik luar negeri bebas aktif telah menjadi pedoman penting dalam menjaga keadulatan bangsa.

Seno menyebutkan bahwa bang Indonesia tidak bisa hanya menjadi penonton dalam panggung perhelatan globalisasi dunia.

“Prinsip bebas aktif adalah kekuatan kita dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian,” jelasnya.

Upacara peringatakan Harkitnas ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial. Namun, menjadi semangat yang harus tertanam dalam diri anak-anak bangsa Indonesia, khususnya Kaltim. (ko)

Ketua DPRD Samarinda: Literasi Digital Penting, Kritik Harus Disampaikan Secara Bijak dan Membangun

Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyoroti maraknya penyebaran informasi tidak benar yang bersifat menyerang pribadi di media sosial.

Ia menilai, fenomena ini berpotensi menciptakan polarisasi di tengah masyarakat dan mengganggu keharmonisan sosial.

“Jangan sampai media sosial jadi alat untuk memecah-belah kita. Kami di DPRD menginginkan adanya kebersamaan, saling mengayomi, dan saling memaklumi. Kita ini satu kota,” tegas Helmi, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, kritik seharusnya menjadi bahan refleksi bersama, bukan dijadikan alat untuk memperuncing konflik atau memecah belah warga. Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah masyarakat, agar warga lebih bijak dalam menyaring dan menyampaikan informasi.

“Demokrasi bukan berarti bebas menghujat. Demokrasi itu ruang berpikir, ruang menyampaikan pendapat dengan dasar dan cara yang benar,” ujarnya.

Helmi juga menegaskan bahwa DPRD Kota Samarinda selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Namun, ia berharap kritik tersebut disampaikan melalui jalur yang tepat, dengan tujuan membangun, bukan menjatuhkan.

“Mari kita kritik dengan data, dengan fakta, dan dengan niat membangun. Bukan menjatuhkan atau menciptakan keresahan,” pungkasnya. (adv)

Pemkab Kukar Bentuk Satgas Pengawasan Ormas untuk Tekan Premanisme dan Jaga Stabilitas Daerah

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sebagai langkah konkret untuk menekan praktik premanisme dan menjaga stabilitas daerah.

Satgas ini akan menjadi ujung tombak dalam proses pemetaan, pengawasan, hingga penindakan terhadap ormas yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, serta berdampak pada iklim investasi dan dunia usaha di Kukar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, usai Rapat Koordinasi Pembentukan Satgas Pengawasan Ormas yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kukar, Senin (19/5/2025).

“Jadi kegiatan hari ini sebenarnya tindak lanjut dari surat Menko Polhukam yang berkaitan dengan pembentukan Satgas Pembatasan Ormas yang berafiliasi premanisme,” ujarnya.

Rinda menjelaskan, instruksi tersebut telah lebih dulu dibahas dalam rapat bersama Kapolri di Kantor Gubernur Kalimantan Timur yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim.

Seluruh daerah diminta segera mengambil langkah konkret, termasuk pemetaan terhadap ormas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan dunia usaha.

Struktur Satgas yang dibentuk mengikuti format baku dari pemerintah pusat, terdiri atas empat elemen utama, yakni pencegahan, komunikasi publik, intelijen, serta penindakan dan rehabilitasi.

“Empat unsur ini nanti akan diarahkan ke Forkopimda serta lembaga-lembaga terkait. Kami di daerah akan menyesuaikan struktur ini agar implementatif di lapangan,” terangnya.

Dalam waktu dekat, Kesbangpol Kukar akan menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan Forkopimda guna membahas teknis pelaksanaan Satgas sekaligus upaya preventif terhadap ormas yang tidak berbadan hukum.

“Kita akan undang seluruh ormas, baik yang terdaftar maupun yang belum terdaftar di Kesbangpol Kukar, untuk diberikan himbauan dan arahan secara langsung oleh Forkopimda,” jelasnya.

Rinda menekankan, pendekatan persuasif akan menjadi langkah awal sebelum tindakan hukum diberlakukan.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan legalitas dan aktivitas semua ormas yang beroperasi di Kukar.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar organisasi kemasyarakatan tidak menjadi penghambat bagi iklim investasi maupun pembangunan nasional.

Kesbangpol Kukar juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memastikan aturan ditegakkan secara proporsional.

“Harapan kami, semua ormas bisa menjadi mitra pemerintah, bukan justru menjadi ancaman. Oleh karena itu, pendekatan yang kami ambil akan proporsional dan berlandaskan aturan yang ada,” pungkasnya. (adv/ak/ko)