DPMD Kukar Gelar Gotong Royong Evakuasi Aset dan Arsip dari Gedung Lama

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar gotong royong evakuasi aset dan arsip dari gedung Eks-PMD yang berlokasi di Jalan Jelawat, Tenggarong, Jumat (23/5/25).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan dan memindahkan barang-barang milik pemerintah daerah yang masih tercatat sebagai aset, serta arsip-arsip penting yang mungkin masih dibutuhkan untuk keperluan administrasi dan bukti pendukung.

Kasubag Umum Ketatalaksanaan dan Kepegawaian DPMD Kukar, Kartika Sari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk menjaga keteraturan administrasi dan keberlangsungan dokumentasi yang dimiliki DPMD.

“Kami melakukan pemindahan barang-barang yang tercatat sebagai aset Kabupaten Kutai Kartanegara dan arsip-arsip yang mungkin masih diperlukan sebagai bukti pendukung,” ujarnya disela kegiatan.

Meski sebagian besar arsip dan aset ditemukan dalam kondisi rusak berat, DPMD tetap berkomitmen untuk memindahkannya dengan cermat demi memastikan tidak ada barang penting yang terlewat.

“Arsip-arsipnya memang sudah banyak yang rusak berat dan sulit dimanfaatkan kembali. Kondisi aset lainnya juga tidak jauh berbeda,” lanjutnya.

Seluruh barang tersebut akan dipindahkan ke kantor DPMD yang baru dan akan didata ulang secara menyeluruh.

Setelah pendataan selesai, hasilnya akan dilaporkan kepada pengelola aset Pemerintah Kabupaten Kukar untuk langkah lebih lanjut.

Gotong royong ini melibatkan sekitar 30 staf dari bagian sekretariat, khususnya unit umum, ketatalaksanaan, dan kepegawaian, yang didukung oleh tim arsip DPMD.

Kerja sama ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab pegawai dalam mendukung kelancaran tugas kedinasan.

Kartika berharap semangat gotong royong ini bisa menjadi modal untuk mempererat sinergi antarpegawai serta meningkatkan kedisiplinan administrasi di DPMD.

“Semoga seluruh karyawan DPMD terus menjaga kerja sama yang baik demi hasil yang positif,” ujarnya.

Selain menjaga administrasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antar pegawai, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan produktif.

“Kebersamaan seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan kerja dan kerapihan administrasi di DPMD,” tandasnya. (ak)

Dispora Kukar Dampingi Wirausaha Muda Pasca Pelatihan Lewat Sekam Sharing

Tenggarong – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pelaku usaha muda yang telah mengikuti pelatihan Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) tidak berjalan sendiri.

Melalui kegiatan pendampingan bernama Sekam Sharing, Dispora Kukar terus hadir mendampingi mereka agar usaha yang dirintis semakin terarah dan berkelanjutan.

Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, mengatakan dampak pelatihan sudah mulai terlihat dari semangat dan inisiatif para peserta.

“Apakah ingin memperbesar skala usaha, menambah produk, atau memperluas pasar, itu mulai tampak dari inisiatif mereka sendiri,” sebut Derry, Jumat (23/5/2025).

Menurutnya, program yang keberlanjutan menjadi kunci utama dalam program pengembangan wirausaha.

Oleh sebab itu, Dispora Kukar merancang Sekam Sharing sebagai ruang konsultasi dan pendampingan yang bisa diakses secara fleksibel.

“Ini bukan kegiatan satu kali. Justru yang lebih penting adalah pendampingan setelah pelatihan selesai,” katanya.

Menyesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha, Sekam Sharing tidak selalu dilaksanakan di kantor Dispora atau tempat formal.

Dispora bahkan bersedia bila pelaku usaha muda meminta Skema Sharing langsung ke lokasi usaha jika diperlukan.

“Pernah kami adakan di Sebulu. Bahkan ada mahasiswa Untag yang sedang PKL di Kota Bangun, mereka minta Sekam Sharing digelar di sana. Kami langsung respons, karena memang sistemnya berdasarkan permintaan,” jelasnya.

Dengan sistem berbasis permintaan dan penyesuaian waktu, kegiatan ini menjadi lebih relevan dan tidak mengganggu rutinitas pelaku usaha yang umumnya sibuk mengelola bisnis mereka sendiri.

Selain sebagai ruang konsultasi, Sekam Sharing juga mendorong interaksi antarpeserta.

Melalui diskusi terbuka, pelaku usaha muda dapat saling berbagi ide, pengalaman, dan solusi atas tantangan yang dihadapi.

“Kita ingin teman-teman muda ini berkembang bersama. Bukan bersaing secara tidak sehat, tapi saling dukung. Dan Dispora hadir sebagai fasilitator yang siap bantu mereka kapan pun dibutuhkan,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Samri Shaputra Desak Pemerataan Pembangunan di Wilayah Pinggiran Samarinda

Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan kota yang dinilainya belum menyentuh secara merata seluruh wilayah, khususnya kawasan pinggiran seperti Palaran.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut pembangunan masih terlalu terpusat di wilayah inti kota. Sementara itu, sejumlah kecamatan seperti Palaran, Loa Janan Ilir, dan Samarinda Seberang dinilai kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota.

“Banyak jalan di pusat kota yang kondisinya sudah baik tapi tetap diperbaiki. Sementara itu, di daerah pinggiran, jalan rusak dibiarkan bertahun-tahun tanpa perbaikan,” ujar Samri, Jumat (23/5/2025).

Tak hanya soal infrastruktur jalan, Samri juga menyoroti minimnya layanan publik di kawasan pinggiran. Ia mencontohkan, warga di beberapa kecamatan masih harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, ketersediaan transportasi umum juga belum menjangkau seluruh wilayah secara menyeluruh.

Ia mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk meninjau kembali kebijakan pembangunan daerah agar lebih berkeadilan dan merata.

“Semua warga membayar pajak, seharusnya semua juga bisa merasakan hasil pembangunan secara adil,” tegasnya.

Samri menekankan pentingnya asas keadilan dalam pembangunan, agar seluruh warga Kota Samarinda, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya, memiliki hak yang sama dalam menikmati kemajuan kota. (adv)

Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Tembus 8,64 Persen, Wakil Ketua DPRD Soroti Dampak Lingkungan

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang mencapai angka 8,64 persen, melampaui rata-rata nasional.

Ia menyebut pencapaian ini sebagai langkah luar biasa yang menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor.

Arif juga menyoroti pembangunan fisik yang tampak di berbagai sudut kota, seperti proyek Teras Samarinda, revitalisasi Pasar Pagi, renovasi GOR Segiri, hingga perbaikan infrastruktur drainase.

Ia menilai proyek-proyek ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Samarinda dalam mendorong kemajuan kota.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam mewujudkan visi Samarinda yang lebih maju. DPRD akan terus mendukung langkah-langkah strategis ini,” ujar Arif Kurniawan, Jumat (23/5/2025).

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan dampak negatif dari pembangunan yang berlangsung. Ia menekankan perlunya pengendalian dampak lingkungan agar kemajuan yang diraih tidak membawa risiko bagi keselamatan warga.

“Kami ingin Samarinda tidak hanya maju, tetapi juga aman dan nyaman untuk ditinggali. Pembangunan ke depan harus berbasis pada prinsip keberlanjutan,” tegas Arif.

Ia juga menyoroti meningkatnya bencana banjir dan tanah longsor yang menurutnya banyak disebabkan oleh aktivitas pengupasan lahan yang tidak terkendali. Arif menekankan perlunya perencanaan pembangunan yang matang dan berorientasi jangka panjang.

“Kami berharap pembangunan tetap berlanjut, tetapi dengan pendekatan yang lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan sampai kemajuan hari ini justru menjadi beban bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (adv)

Raperda TPU Hampir Final, DPRD Samarinda Tekankan Keadilan Layanan Pemakaman

Samarinda – Komisi I DPRD Samarinda menegaskan komitmennya untuk mendorong pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) gratis bagi masyarakat.

Langkah ini diambil guna menghapus beban biaya pemakaman sekaligus menyediakan layanan pemakaman yang layak, inklusif, dan berkeadilan di Kota Tepian.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menjelaskan bahwa selama ini masyarakat masih terbebani oleh biaya-biaya pemakaman seperti penggalian hingga penimbunan liang lahat.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menyiapkan lahan pemakaman khusus dengan fasilitas lengkap dan tanpa pungutan biaya.

“TPU yang direncanakan harus memenuhi kriteria teknis, seperti berada di lahan datar dan tidak berada di wilayah perbukitan, dengan luas minimal tiga hektare,” ujar Ronal, Jumat (23/5/2025).

Ia menambahkan, ketentuan ini penting untuk menjamin kelayakan dan kelancaran proses pemakaman.

Selain itu, dalam rancangan Perda tersebut juga diatur tentang penyediaan area terpisah untuk pemeluk agama yang berbeda dalam satu kompleks TPU. Ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan dan memastikan keadilan dalam akses layanan pemakaman bagi seluruh warga.

Ronal menyebutkan bahwa saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang TPU telah mencapai 98 persen dan tinggal menunggu finalisasi serta analisis akhir. “Target kami, Raperda ini bisa disahkan menjadi Perda sebelum batas akhir,” katanya.

Meski sudah hampir rampung, tantangan tetap ada, khususnya terkait anggaran. Ronal mengungkapkan bahwa saat ini Pemkot Samarinda hanya mengalokasikan dana untuk penyusunan dua Raperda per tahun, sedangkan Komisi I sedang mengusulkan empat Raperda prioritas, termasuk di dalamnya Raperda TPU, reklame, dan wawasan kebangsaan.

“Kami berharap ada penambahan anggaran agar Raperda TPU ini bisa segera direalisasikan. Ini merupakan kebutuhan mendasar masyarakat,” tegas Ronal.

Dengan adanya Perda TPU gratis, diharapkan masyarakat tidak lagi dibebani oleh biaya pemakaman dan bisa mendapatkan layanan pemakaman yang layak, adil, serta sesuai dengan prinsip inklusivitas. (adv)

Bantuan Alsintan Digelontorkan Kementan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kaltim

Samarinda– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui dukungan langsung dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dalam jumlah besar, yang segera digelontorkan ke wilayah Kaltim untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian secara menyeluruh.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa bantuan alsintan yang dikirim akan sangat membantu para petani dalam mengolah lahan secara efisien dan modern.

“Jumlah alsintan yang akan dikirim ke Kaltim cukup banyak, dan pengirimannya akan dilakukan secepat mungkin,” ujar Seno Aji usai pertemuan dengan perwakilan Kementan di Kantor Gubernur, Samarinda,  Jumat (23/5/2025).

Selain bantuan alsintan, langkah strategis lainnya adalah percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh Kalimantan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dijadwalkan hadir bersama Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) di Samarinda untuk memastikan seluruh musyawarah desa (musdes) terkait koperasi selesai paling lambat 30 Mei.

Namun, tantangan masih dihadapi di beberapa daerah terpencil. Seno Aji menyebut kondisi geografis menjadi salah satu kendala.

“Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kader petani muda untuk mempercepat proses, khususnya di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat,” jelasnya.

Di Mahulu, pelaksanaan musdes harus menunggu selesainya Pemungutan Suara Ulang (PSU). Namun koordinasi dengan Sekretaris Daerah Mahulu telah dilakukan agar musdes dapat dipercepat.

“Targetnya tetap, semua harus selesai sebelum akhir Mei,” ujar Seno Aji menegaskan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Suroyo, yang fokus pada wilayah Kaltim, turut menyampaikan optimisme atas percepatan yang dilakukan Pemprov.

“Per hari ini itu baru terbentuk sekitar 18 persen. Ini masih ada PR lagi untuk pembentukan sampai dengan di akhir Mei,” kata Suroyo.

Namun, ia yakin dengan dukungan Pemprov Kaltim, persentase pembentukan koperasi bisa mencapai di atas 80 persen pada akhir Mei.

“Kami optimis sampai di akhir Mei ini di Kalimantan Timur bisa di atas 80 persen terbentuknya,” lanjutnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemprov Kaltim dalam menangani hal tersebut.

“Besok jam 2 siang itu seluruh kepala desa, seluruh camat itu dihadirkan untuk langsung bertemu dengan Wakil Menteri Kooperasi dan juga Wakil Menteri Pertanian,” jelasnya.

Pertemuan tersebut akan digelar di Kantor Gubernur dan diharapkan mampu mempercepat sinergi seluruh pemangku kebijakan.

“Ini sungguh luar biasa sekali karena seluruh pemangku kebijakan hadir, dan insyaallah setelah rapat besok kita optimis minggu depan itu 100 persen sudah terbentuk semua Koperasi Merah Putih di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Ak)