Program Polantas Menyapa Permudah Layanan SIM dan STNK Bagi Masyarakat Kukar

Tenggarong – Program Polantas Menyapa yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kendaraan bermotor, khususnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kehadiran langsung personel Polantas di area pelayanan menjadi upaya untuk memastikan proses layanan berjalan lebih cepat, tertib, dan nyaman.

Melalui program tersebut, personel Satlantas aktif menyapa serta mendampingi masyarakat yang sedang mengurus penerbitan maupun perpanjangan SIM dan STNK.

Pendampingan dilakukan agar masyarakat memahami tahapan pelayanan yang berlaku serta dapat menyelesaikan proses administrasi dengan lancar.

Selain memberikan pendampingan, petugas juga menyampaikan penjelasan terkait alur pelayanan dan kelengkapan persyaratan administrasi. Informasi ini disampaikan secara langsung kepada pemohon guna meminimalisasi kesalahan dan menghindari antrean yang tidak perlu.

Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, mengatakan Polantas Menyapa merupakan bentuk pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi dua arah dengan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap masyarakat yang datang mengurus SIM dan STNK merasa dilayani dengan baik dan mendapatkan informasi yang jelas,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, kehadiran Polantas di ruang pelayanan bukan hanya untuk mengawasi jalannya administrasi, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Polantas hadir bukan semata-mata untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan mitra masyarakat,” kata dia.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi tertib berlalu lintas.

Personel Satlantas mengingatkan pentingnya melengkapi dokumen kendaraan serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui Polantas Menyapa, Satlantas Polres Kukar berharap kualitas pelayanan publik dapat terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin kuat.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan mudah diakses, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri di tengah mereka,” pungkasnya. (ak/ko)

Polres Kukar Peringatkan Warga Soal Maraknya Tilang Elektronik Palsu

Tenggarong – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) memperingatkan warga menyusul soal maraknya peredaran tilang elektronik palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kepolisian meminta masyarakat tidak mudah mempercayai begitu saja informasi tilang yang diterima melalui pesan singkat, telepon, maupun tautan tidak resmi.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya laporan dan temuan modus penipuan yang mencatut nama kepolisian.

Modus yang digunakan cukup beragam, mulai dari pemberitahuan tilang elektronik, klaim kecelakaan lalu lintas, hingga permintaan konfirmasi data yang berujung pada permintaan transfer uang.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru menindaklanjuti informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami sarankan kepada masyarakat, jangan langsung melakukan transaksi. Kalau ada informasi tilang elektronik palsu atau informasi lain yang mengatasnamakan kepolisian, jangan langsung panik,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Ia menegaskan, masyarakat dapat memastikan kebenaran informasi dengan memanfaatkan layanan resmi kepolisian. Salah satunya melalui call center Polri 110 yang disediakan untuk pelayanan dan pengaduan masyarakat.

Roganda menjelaskan, mekanisme tilang elektronik resmi memiliki alur yang jelas dan tidak dilakukan secara instan melalui pesan singkat.

Setiap pelanggaran, lanjutnya, yang terekam sistem ETLE akan diproses sesuai prosedur dan disampaikan secara resmi kepada pemilik kendaraan.

“Jadi jangan mudah percaya kalau hanya lewat pesan atau telepon yang tidak jelas,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, tilang elektronik yang sah selalu disertai bukti visual hasil rekaman kamera E-TLE.

Bukti tersebut menjadi dasar konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan, bukan sekadar informasi sepihak.

“Ketika terjadi pelanggaran, kamera akan menyala, blitz-nya menyala, dan itu mengambil foto pelanggaran. Misalnya tidak pakai sabuk pengaman, tidak pakai helm, atau kelengkapan kendaraan,” terangnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya kondisi tertentu yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan, seperti data alamat kendaraan yang belum diperbarui meski kendaraan telah berpindah tangan.

“Kendaraan itu bisa saja sudah berpindah tangan, tapi alamat di registrasi kendaraan masih alamat lama. Makanya surat tilang tetap diantarkan ke alamat sesuai data registrasi kendaraan bermotor,” kata dia.

Dengan maraknya kejahatan berbasis digital, Polres Kukar kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, tidak mudah percaya, dan memastikan setiap informasi yang mengatasnamakan kepolisian melalui kanal resmi.

“Intinya, jangan mudah percaya dengan tilang elektronik palsu. Pastikan dulu kebenarannya,” pungkasnya. (ak/ko)

Polres Kukar Siagakan Personel Jelang Nataru 2026

Tenggarong – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menyiagakan personel menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026) melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025.

Apel tersebut digelar di halaman Mako Polres Kukar pada Jumat (19/12/2025) pagi.

Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, serta diikuti unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait.

Kegiatan ini menjadi bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan Nataru.

Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar menegaskan, apel gelar pasukan merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan jajaran sebelum pelaksanaan Operasi Lilin 2025 dimulai.

“Apel gelar pasukan ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung benar-benar siap dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama Nataru,” ujarnya.

Ia menuturkan, momentum Nataru selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan ibadah, silaturahmi keluarga, maupun liburan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan yang harus diantisipasi sejak dini.

“Setiap tahun, perayaan Nataru selalu diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat, sehingga potensi gangguan kamtibmas, kepadatan lalu lintas, hingga risiko kecelakaan perlu kita antisipasi bersama,” kata dia.

Ia juga menyoroti faktor cuaca yang menjadi perhatian serius pada pelaksanaan Nataru tahun ini.

Berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan bencana alam di sejumlah wilayah.

“Oleh karena itu, seluruh personel kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana alam seperti banjir dan longsor, serta siap melakukan respons cepat di lapangan,” tegasnya.

Khairul Basyar menjelaskan, Operasi Lilin 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait.

Fokus pengamanan, kata dia, akan diarahkan pada gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, tempat wisata, serta lokasi perayaan malam tahun baru.

“Operasi Lilin ini tidak hanya berfokus pada pengamanan ibadah Natal, tetapi juga pengamanan aktivitas masyarakat secara menyeluruh, termasuk di jalur transportasi dan kawasan wisata,” jelasnya.

Selain pengamanan, ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Nataru.

Seluruh personel diminta menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

“Keberhasilan pengamanan Natal dan Tahun Baru tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama dan soliditas seluruh unsur yang terlibat,” ucapnya.

Polres Kukar berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Nataru.

“Saya meminta seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan pelayanan yang humanis, serta menjadikan pengamanan Nataru ini sebagai bentuk pengabdian terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Matangkan Kesiapan Pengamanan Nataru 2026

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Kesiapan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, usai mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan natal dan tahun baru di ruang tri nrata lantai 2 Polres Kukar, Rabu (17/12/2025).

Dalam rapat tersebut, Polres Kukar telah memaparkan skema pengamanan terpadu yang akan dilaksanakan selama masa libur.

“Secara keseluruhan persiapannya sudah matang, tinggal nanti didukung oleh instansi terkait, terutama dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kukar menyiapkan dukungan personel dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, antara lain Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta Palang Merah Indonesia.

“Ada tiga lokasi pos, dengan pos utama berada di kawasan eks Tanjung,” tuturnya.

Selain pengamanan wilayah, perhatian juga diarahkan pada pengaturan lalu lintas mengingat panjangnya masa libur akhir tahun.

“Kami mengimbau masyarakat yang bepergian untuk menitipkan rumah dan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, ke Polres atau Polsek terdekat,” kata dia.

Selain itu, ia menegaskan pengamanan rumah ibadah, khususnya gereja-gereja di Kecamatan Tenggarong, juga menjadi fokus.

Di kawasan Jalan Maduningrat yang terdapat tiga gereja berdekatan, akan dilakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan.

“Kami berharap seluruh kegiatan ibadah umat Kristiani dapat berjalan tertib, lancar, dan aman tanpa hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (ak/ko)

Penemuan Mayat di Pondok Km 25 Gegerkan Warga Loa Ipuh Darat

Tenggarong – Penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di sebuah pondok Km 25 Jalan Poros Tenggarong – Kota Bangun, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong pada Kamis (4/12/2025) menggegerkan warga setempat.

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk kering oleh seorang warga yang hendak mengantar makanan ke pondok itu, sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

KA SPKT Polres Kutai Kartanegara, IPTU Munasir, menjelaskan bahwa penemuan mayat terjadi sekitar pukul 16.00 Wita.

“Kami menerima laporan dari warga yang mencurigai kondisi pondok tersebut karena pintu terbuka dan kelambu tampak terjulur keluar. Setelah dilakukan pengecekan bersama Ketua RT dan Bhabinkamtibmas, ditemukan seorang pria dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya, Jumat (5/12/2025).

Saksi pertama Hardi, yang hendak mengantar makanan mengaku curiga melihat keadaan pondok.

Ia kemudian memanggil rekannya dan Ketua RT sebelum bersama-sama menemukan bahwa Heri sudah tidak bernyawa.

“Informasi dari saksi menyebutkan bahwa korban selama ini tinggal di pondok milik warga dan hanya dikenal dengan panggilan Heri, tanpa ada yang mengetahui identitas aslinya,” sambungnya.

Munasir menerangkan, korban telah menetap di pondok tersebut sekitar enam tahun dan bekerja menyadap getah karet milik Sutopo, salah satu saksi.

Berdasarkan keterangan para saksi, korban sering mengalami sakit dan beberapa kali membeli obat di Tenggarong.

Kondisi tubuh korban saat ditemukan juga menunjukkan adanya indikasi kematian yang telah berlangsung cukup lama.

“Dari hasil pemeriksaan awal tim Inafis, kondisi tubuh korban sudah dalam pembusukan kering dan beberapa bagian tubuh hilang, diduga akibat hewan liar,” ungkapnya.

Selain kondisi tubuh yang rusak, pakaian korban ditemukan dalam keadaan robek dan tercabik.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa hewan liar turut menyebabkan kerusakan pada tubuh korban setelah meninggal dunia.

“Namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum et repertum dari RSUD A.M. Parikesit,” kata dia.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian segera melakukan serangkaian tindakan.

“Kami telah mendatangi TKP, memasang police line, melakukan olah TKP oleh tim Inafis, membawa korban ke rumah sakit untuk visum, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi,” tutupnyam. (ak/ko)

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Desa Kelekat Aniaya Warga hingga Luka Berat

Tenggarong – Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang pria berinisial IM di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, melakukan penganiayaan terhadap warga setempat hingga menyebabkan korban mengalami luka berat pada Rabu (03/12/2025).

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto menerangkan kejadian bermula ketika IM mendatangi lokasi pembangunan rumah milik korban dan keluarganya untuk menegur terkait tanaman yang berada di sekitar area tersebut.

“Situasi berubah cepat ketika pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan sebilah parang dan menebas korban pada bagian dada kiri,” terangnya, Jumat (5/12/2025).

Serangan mendadak itu membuat warga sekitar terkejut, sementara kerabat korban segera membawa korban ke Puskesmas Kembang Janggut untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Sejumlah saksi menyebut insiden berlangsung spontan dan tidak terduga, terlebih pelaku selama ini dikenal memiliki perilaku yang mengarah pada dugaan gangguan jiwa.

Polsek Kembang Janggut yang menerima laporan masyarakat segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan awal.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kondisi pelaku.

“Kami menangani kasus ini secara profesional dan humanis. Selain fokus pada penyelidikan, kami juga mempertimbangkan dugaan kondisi kejiwaan pelaku berdasarkan keterangan warga. Seluruh langkah yang diambil tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.

Ia menekankan, proses hukum tetap berjalan sambil menunggu pendalaman terhadap kondisi psikologis pelaku.

Polisi juga terus melakukan pencarian terhadap IM yang hingga kini belum ditemukan setelah melarikan diri dari lokasi kejadian.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku atau informasi yang dapat membantu penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat Desa Kelekat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan di luar hukum, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (ak/ko)