Polres Kukar Tangkap Tujuh Pelaku Pencurian Puluhan Tabung Gas di Tenggarong

Tenggarong – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menangkap tujuh pelaku pencurian 93 tabung gas elpiji 3 kilogram dari sebuah toko sembako di Jalan Bara Sakti Perum Rangga Yuda, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong.

Dalam pengungkapan, polisi juga mengamankan seorang perempuan yang diduga menjadi penadah barang curian.

Kasatreskrim Polres Kukar AKP Ecky Widi Prawira menuturkan, peristiwa itu terjadi ketika pemilik toko, Zamhari, hendak memulai aktivitas dagangnya pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Saat membuka pintu, ia langsung menyadari puluhan tabung gas yang tersimpan di dalam tokonya sudah lenyap.

Ecky menjelaskan, dari hasil rekaman CCTV, terlihat jelas dua orang masuk ke toko pada dini hari dan membawa pergi tabung-tabung tersebut.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp17,67 juta,” ungkap Ecky saat konfrensi pers di Mapolres Kukar pada Jumat (15/8/2025).

Berbekal rekaman CCV, penyelidikan mulai membuahkan hasil setelah petugas memperoleh informasi tentang keberadaan salah satu pelaku di kawasan Jalan Rangga Yuda.

Mengetahui lokasi pelaku, tim yang dipimpin IPTU Pricillia Putri Loewensky Karisoh segera bergerak dan mengamankan pria berinisial MI tanpa perlawanan.

“Dari hasil pemeriksaan, MI mengaku beraksi bersama lima rekannya secara bergantian,” kata Ecky.

Berdasarkan informasi itu, petugas mengembangkan pencarian hingga berhasil menangkap R alias G, MAD, MAP, MI, dan MF di sejumlah lokasi terpisah.

Pengungkapan semakin melebar ketika para pelaku mengakui seluruh hasil curian dijual ke seorang perempuan berinisial ET di Desa Rapak Lambur.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 17 tabung gas tersisa di rumah ET.

Selain itu, kata dia, enam tabung lain diketahui sudah berpindah tangan dan dijual di kawasan Kelurahan Bukit Biru.

“Total barang bukti yang diamankan mencapai 23 tabung gas elpiji 3 kilogram. Seluruh pelaku berikut barang bukti kini berada di Mapolres Kukar untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Pastikan Beasiswa Kukar Idaman Tak Ada Penerima Ganda

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa tidak ada penerima ganda dalam program Beasiswa Kukar Idaman.

Setiap penerima beasiswa wajib terbebas dari bantuan pendidikan lain, baik dari pemerintah provinsi maupun program serupa, demi mencegah tumpang tindih bantuan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Hal tersebut berdasarkan kebijakan yang telah diterapkan dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza menyebutkan bahwa larangan ini sudah menjadi salah satu syarat utama bagi calon penerima Beasiswa Kukar Idaman.

“Jadi harus memilih, makanya di persyaratan itu ada surat pernyataan tidak menerima beasiswa dari sumber yang lain,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (14/8/2025).

Ia menegaskan, proses verifikasi dan validasi dilakukan secara ketat untuk memastikan penerima beasiswa benar-benar sesuai kriteria.

“Kalau sesuai dengan surat pernyataan yang diunggah dan dokumen itu sah, serta dinyatakan dari hasil verifikasi validasi, maka penerima beasiswa dipastikan tidak menerima bantuan dari program lain,” jelasnya.

Dendy mengatakan, Pemkab Kukar sedang berupaya untuk mengintegrasikan data penerima Beasiswa Kukar Idaman dengan program bantuan pendidikan lainnya.

“Untuk datanya itu menjadi data terintegrasi antara Kukar Idaman ini dengan Gratis Pol. Artinya, yang belum dapat nanti bisa dapat di Gratis Pol misalnya,” ungkapnya.

Menurutnya, integrasi data semacam ini bukan hal baru, pada tahun sebelumnya, Beasiswa Kukar Idaman telah diintegrasikan dengan program Beasiswa Kaltim Tuntas.

“Kalau tahun sebelumnya kami sudah integrasi dengan Kaltim Tuntas, insyaallah tahun ini kita akan jajaki karena program Gratis Pol baru. Apalagi untuk tahun 2026, Beasiswa Kukar Idaman mudah-mudahan bisa terintegrasi,” tuturnya.

Dengan langkah ini, kata dia, Pemkab Kukar berharap penyaluran beasiswa lebih tepat sasaran dan merata kepada pelajar dan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

“Intinya, program ini kita jaga agar tidak tumpang tindih dan semua yang berhak bisa mendapatkan kesempatan,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Sebut Penyesuaian Nominal Beasiswa Kukar Idaman 2025 Akibat Lonjakan Penerima

Tenggarong – Setelah sebelumnya ramai di media sosial, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan penjelasan resmi terkait penyesuaian nominal Beasiswa Kukar Idaman 2025.

Pemkab memastikan, perubahan besaran bantuan terjadi semata-mata karena jumlah penerima yang lolos seleksi jauh melampaui perkiraan awal, bukan akibat pemangkasan anggaran.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengungkapkan pada tahap awal perencanaan, kuota penerima beasiswa di setiap kategori telah disesuaikan dengan pagu APBD 2025 dengan hanya 1.348 orang.

Namun, dalam proses verifikasi yang dilakukan di lapangan dan pemeriksaan dokumen menunjukkan fakta berbeda, ribuan pendaftar memenuhi kriteria sehingga angka penerima beasiswa mengalami lonjokan hingga 4.015 orang.

Menurut Dendi, kebijakan untuk tidak mengurangi jumlah penerima diambil demi menghindari potensi masalah di kemudian hari.

Ia menegaskan, selama persyaratan dipenuhi dan terdaftar dalam sistem, peserta berhak menerima beasiswa.

“Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi dan terdata di sistem, otomatis diterima. Menolak mereka justru bisa menimbulkan masalah,” ujarnya ketika ditemui di ruangannya pada Rabu (13/8/2025).

Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, kata dia, besaran nominal beasiswa di setiap kategori kemudian disesuaikan.

Contohnya, beasiswa D4/S1 yang awalnya senilai Rp5 juta untuk 867 penerima kini menjadi Rp1,6 juta untuk 2.955 penerima, penyesuaian ini juga berlaku pada kategori pondok pesantren, S2, S3, serta SMA sederajat.

Dendi menegaskan, perubahan ini tidak mengubah total anggaran yang sudah dialokasikan di APBD, melainkan hanya membagi dana secara merata agar semua penerima mendapatkan haknya.

Langkah ini, kata dia, menjadi bentuk komitmen Pemkab Kukar untuk menjaga keberlangsungan program dan memastikan pemerataan manfaat.

Diketahui, dari sekitar 9.000 pendaftar, lebih dari 4.000 orang dinyatakan lolos setelah melalui tahapan verifikasi yang melibatkan pengecekan dokumen resmi seperti surat keterangan aktif kuliah, kartu hasil studi, akreditasi kampus, IPK, hingga batas semester.

“Ini bentuk komitmen Pemkab Kukar untuk mendukung pendidikan, meski harus mengubah komposisi bantuan,” pungkasnya. (ak/ko)

Kejari Kukar dan Jurnalis Gelar Pertemuan, Berkomitmen Wujudkan Pencegahan dan Keadilan Restoratif

Tenggarong – Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Tengku Firdaus membangun kemitraan erat dengan jurnalis untuk memperkuat upaya pencegahan tindak pidana dan menerapkan keadilan restoratif.

Komitmen tersebut ia sampaikan dalam acara coffee morning bersama seluruh jurnalis Kukar di Rumah Makan Tepian Pandan, Tenggarong pada Selasa (12/8/2025).

Firdaus mengatakan, keberadaan media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan juga mitra strategis dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Kehadiran jurnalis di lapangan dianggap mampu memberikan gambaran nyata atas situasi dan permasalahan yang terjadi, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

“Hari ini saya memang sengaja mengundang rekan-rekan wartawan karena saya baru bertugas di Kukar. Saya ingin membangun kedekatan, sebab rekan-rekan adalah mitra strategis bagi kami,” ujarnya.

Ia menilai, publik akan sulit memahami capaian dan kinerja kejaksaan jika tidak ada dukungan pemberitaan yang tepat dari media.

Informasi yang diberikan jurnalis juga menjadi sumber penting bagi kejaksaan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, memantau pelaksanaan kebijakan, dan memastikan setiap program berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau ada keluhan warga atau kegiatan yang dirasa kurang tepat, mohon disampaikan kepada kami,” tegasnya.

Firdaus menegaskan akan mengedepankan prinsip ultimum remedium, yaitu menempatkan pidana sebagai opsi terakhir setelah semua langkah pencegahan dilakukan.

Pendekatan ini berlaku untuk penanganan perkara korupsi maupun pidana umum, dengan tujuan agar masalah bisa diselesaikan sebelum sampai di meja hijau.

Ia juga memaparkan, keadilan restoratif akan menjadi prioritas untuk perkara-perkara pidana ringan, seperti perkelahian atau penganiayaan tanpa luka berat.

“Selama masih memungkinkan dilakukan mediasi dan ada kesepakatan damai, kami akan upayakan penyelesaian secara restoratif,” jelasnya.

Strategi ini, kata dia, diharapkan dapat menciptakan rasa keadilan yang lebih menyentuh masyarakat serta menjaga keharmonisan sosial.

Keberhasilan kejaksaan, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari jumlah perkara yang diselesaikan, tetapi juga dari kualitas keadilan yang dirasakan warga.

“Pertemuan ini menjadi awal yang baik, menunjukkan bahwa Kajari Kukar tidak hanya mengurus persoalan hukum, tetapi juga berkomitmen memperkuat kemitraan dengan media sebagai salah satu pilar demokrasi,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Siapkan Langkah Nyata Jaga Alam untuk Lima Tahun ke Depan

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai menyiapkan langkah nyata untuk menjaga keanekaragaman hayati melalui Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati periode 2025-2029.

Dokumen ini disusun untuk menjadi panduan utama agar pembangunan daerah tetap memperhatikan perlindungan alam.

Langkah awal penyusunan ditandai dengan Kick Off Meeting yang digelar di Ruang Bengkirai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar pada Kamis (17/7/2025).

Pertemuan dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, akademisi, pegiat lingkungan, serta seluruh perangkat daerah terkait.

Sekretaris DLHK Kukar, M Taufik menyebutkan, rencana induk ini tidak hanya jadi syarat administratif tetapi benar-benar akan diterapkan dalam setiap rencana pembangunan agar ekosistem tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” kata Taupiq.

Dalam kegiatan turut dibahas sejumlah langkah teknis, mulai dari pembaruan data flora dan fauna, pemetaan kawasan rawan kehilangan habitat, hingga skema kerja sama antar sektor.

Semua masukan dan hasil diskusi nantinya akan dirumuskan ke dalam dokumen final yang memuat target, strategi, hingga pembagian peran.

Ia menyebut pembaruan data lapangan akan difokuskan pada spesies tumbuhan dan satwa endemik yang populasinya mulai langka, sehingga pemerintah dapat menyiapkan program perlindungan sesuai kondisi terbaru.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Taufik menjelaskan, forum ini juga akan menghasilkan peta wilayah prioritas perlindungan serta rencana aksi penanaman kembali spesies lokal yang sudah sulit dijumpai.

Semua pihak akan dilibatkan agar tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, DLHK Kukar telah memulai penanaman pohon buah lokal seperti durian kampung di beberapa titik.

Penanaman ini akan diperluas dan diawasi bersama komunitas dan kelompok tani agar hasilnya berdampak langsung ke ekosistem.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” tutupnya. (ak/ko)

Atlet ALTI Kukar Borong Podium di Borneo Extreme Jungle Run, Firnadi Ikhsan Apresiasi Raihan Prestasi

Tenggarong – Sejumlah atlet lari trail asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses memborong podium dalam ajang Borneo Extreme Jungle Run Tahun 2025 yang digelar di Samarinda.

Keikutsertaan para atlet difasilitasi langsung oleh Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kukar sebagai bentuk dukungan pengembangan prestasi olahraga lari trail di tingkat daerah.

Beberapa nama atlit yang berhasil meraih prestasi membanggakan antara lain Asriel sebagai Juara 1 Kategori Umum 10K, Bagas meraih posisi ke-4, Wandi di posisi ke-5, serta Arie dan Lidya yang menempati peringkat potensial 6 besar.

Sementara itu di Kategori Master 10K, Hj. Indah turut menambah deretan podium dengan menempati Juara 3.

Ketua umum ALTI Kukar, Firnadi Ikhsan mengatakan, raihan ini menjadi tambahan catatan positif bagi perkembangan cabang olahraga lari trail di Kukar.

“Prestasi ini bisa menjadi modal penting agar atlet Kukar semakin percaya diri menembus kejuaraan level nasional seperti PON di masa mendatang,” ujarnya saat diwawancarai adakaltim.com, Senin (14/7/2025).

Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur tersebut menegaskan bahwa dukungan ALTI Kukar tak berhenti di sini.

Ia memastikan pembinaan akan terus diberikan melalui keikutsertaan di kejuaraan lainnya, serta penghargaan berupa bonus pembinaan bagi para atlet, meskipun jumlahnya masih terbatas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua atlet yang sudah berjuang membawa nama Kukar,” ucapnya dengan bangga.

Ia juga melihat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari, menjadi potensi besar yang harus diarahkan dengan pembinaan terstruktur dan fokus pada capaian prestasi.

“Partisipasi masyarakat dalam event-event lari sangat tinggi, tinggal diarahkan pada target kecepatan dan kekuatan agar mampu bersaing dan menang,” tambahnya.

Firnadi berharap capaian ini dapat memacu semangat para atlet untuk terus aktif berlatih, menjaga konsistensi, dan tak cepat puas.

“Harapannya para atlet terus mengembangkan kemampuan dan semangat berkompetisi hingga meraih prestasi tertinggi,” pungkasnya. (ak/ko)