Pesta Laut Pesisir Samboja Digelar 15-18 Oktober, Dispar Kukar Siapkan Ruang bagi UMKM dan Seniman Lokal

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan Pesta Laut Pesisir Samboja yang dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Oktober 2026.

Kegiatan ini tidak hanya mengangkat tradisi budaya masyarakat pesisir, tetapi juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan pesta adat pada 15 Oktober. Sementara itu, pada 16-18 Oktober akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung.

“Untuk Pesta Laut Pesisir Samboja, kegiatan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 Oktober hingga 18. Tanggal 15 merupakan pelaksanaan pesta adat, sedangkan tanggal 16, 17, dan 18 diisi dengan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” ujar Zikri, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, Pesta Laut Pesisir Samboja tetap mengedepankan nilai-nilai kebudayaan, khususnya tradisi melarung yang menjadi bagian penting dalam kegiatan adat masyarakat pesisir. Berbagai agenda tambahan juga disiapkan untuk meningkatkan daya tarik acara bagi pengunjung.

“Pesta Laut Pesisir tetap mengangkat kebudayaan, terutama tradisi melarung. Berbagai kegiatan lain akan menjadi pelengkap untuk menambah daya tarik acara,” jelasnya.

Selain pelestarian budaya, Dispar Kukar juga berupaya melibatkan pelaku usaha dan pekerja seni lokal dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran produk-produk lokal diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan selama acara berlangsung.

“Kami tentu akan melibatkan produk-produk lokal dan seniman-seniman lokal,” ungkap Zikri.

Ia menjelaskan bahwa, pihaknya juga membuka kemungkinan menghadirkan seniman dari luar daerah untuk menambah variasi pertunjukan. Namun, nama-nama artis maupun pengisi acara yang akan dihadirkan belum diumumkan secara resmi.

Terkait informasi lengkap rangkaian kegiatan, Dispar Kukar berencana merilis materi publikasi berupa flyer pada Senin.

Informasi tersebut nantinya menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengetahui agenda yang disiapkan dalam Pesta Laut Pesisir Samboja.

“Terkait informasi resmi kegiatan, kami berencana mengeluarkan flyer pada hari Senin. Mungkin masyarakat sudah tidak sabar menunggu informasi tersebut sehingga sebelumnya sudah ada informasi yang beredar,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Siapkan Strategi Perluas Pasar Produk Ekraf hingga Ekspor

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan strategi pengembangan ekonomi kreatif yang berfokus pada perluasan pemasaran produk hingga peluang ekspor.

Langkah ini dilakukan agar program pelatihan yang selama ini dijalankan tidak hanya meningkatkan keterampilan pelaku usaha, tetapi juga mampu mendorong penjualan produk.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) telah menjalankan program pelatihan, mulai dari manajemen keuangan hingga desain produk. Namun, program tersebut perlu dilanjutkan dengan upaya konkret untuk memperluas akses pasar.

“Jangan sampai program-program tersebut hanya menjadi seperti templat yang terus diulang. Yang ingin kita lakukan berikutnya adalah bagaimana produk itu benar-benar bisa terjual, terutama melalui penguatan pemasaran,” ujar Zikri, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun jaringan pemasaran. Proses tersebut membutuhkan biaya, waktu, dan koneksi yang tidak mudah dibangun.

“Membangun jaringan pemasaran jauh lebih sulit daripada sekadar mendesain sesuatu. Jaringan itu membutuhkan biaya dan proses yang tidak mudah,” jelasnya.

Karena itu, Dispar Kukar berencana memperluas orientasi pengembangan ekonomi kreatif dengan menjajaki peluang pemasaran ke luar negeri. Untuk tahun depan, pihaknya menargetkan penjajakan skema ekspor secara bertahap melalui koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

“Untuk tahun depan, kami berencana masuk ke skema ekspor secara bertahap. Mudah-mudahan bisa terlaksana,” ungkap Zikri.

Ia mengatakan, komunikasi telah dilakukan dengan Burhan dari bidang perdagangan serta sejumlah pihak terkait lainnya untuk membahas peluang pengembangan pasar tersebut.

Koordinasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi produk ekonomi kreatif Kukar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Selain memperkuat pemasaran produk, Dispar Kukar juga menyiapkan gagasan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program pemagangan.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman industri kepada pelaku ekonomi kreatif, termasuk lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah perfilman. Zikri menilai, lulusan ISBI yang memiliki kompetensi di bidang tersebut perlu mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun portofolio profesional.

Ia mencontohkan, peserta magang dapat difasilitasi untuk belajar di rumah produksi atau production house (PH) di luar daerah, termasuk rumah produksi yang melibatkan sineas nasional seperti Hanung Bramantyo atau Ernest Prakasa.

Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan dapat memahami proses kerja industri perfilman secara langsung.

“Teman-teman dari bidang perfilman bisa kita fasilitasi untuk magang di rumah produksi atau production house di luar daerah. Mereka bisa belajar sehingga mendapatkan pengalaman langsung di industri perfilman,” tuturnya.

Zikri menambahkan, pembahasan mengenai bentuk kolaborasi pemagangan telah dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Dendi. Aspek regulasi dan aturan pemagangan tenaga kerja juga menjadi perhatian agar program tersebut dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif harus berjalan seiring antara penguatan pemasaran dan peningkatan kapasitas pelakunya. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai kreativitas, tetapi juga peluang untuk berkembang secara komersial.

“Kita tidak hanya berbicara tentang produk, tetapi juga strategi menjual produk dan bagaimana meningkatkan kapasitas orang-orang yang berada di balik produk tersebut,” pungkasnya.

Melalui strategi tersebut, Dispar Kukar berharap pelaku ekonomi kreatif dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Penguatan jaringan pemasaran, penjajakan ekspor, dan program pemagangan nantinya diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong daya saing ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara,” tutup Zikri. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Fasilitasi Seni Teater Mamanda Panji Berseri Tampil di Simpang Odah Etam, Jaga Tradisi Beladon

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memfasilitasi Sanggar Mamanda Panji Berseri Tenggarong untuk tampil di panggung Simpang Odah Etam, Tenggarong.

Upaya ini dilakukan untuk mengenalkan kembali seni teater tradisional khas Kutai yang mulai terlupakan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi Mamanda di tengah masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan fasilitasi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat.

“Sebetulnya, kami hanya memberikan etalase, memfasilitasi mereka para pelaku Ekraf,” ujar Zikri, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, upaya menghidupkan kembali kesenian Mamanda juga melibatkan kolaborasi dengan para peneliti yang mengkaji cara agar seni teater tradisional tersebut dapat kembali eksis dan dikenal luas.

Zikri menyebut, munculnya klaim terhadap kesenian Mamanda dari Kalimantan Selatan turut memacu para pelaku seni untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kesenian daerah sendiri, khususnya Mamanda yang berkembang di Kutai Kartanegara.

“Hal tersebut membuat mereka terpacu untuk kembali menumbuhkan kecintaan masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya para pelaku kesenian Mamanda, agar kesenian ini bisa eksis kembali,” jelasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Dispar Kukar menyediakan tempat sekaligus memfasilitasi sanggar untuk tampil. Dengan begitu, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pertunjukan Mamanda dan mengenal lebih dekat warisan seni tradisional yang tumbuh di daerahnya.

Zikri menjelaskan, Mamanda yang berkembang di wilayah Kutai merupakan kesenian yang memadukan berbagai unsur pertunjukan, termasuk pengaruh dari Kalimantan Selatan. Namun, Mamanda di Kukar memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi pembeda, salah satunya melalui tradisi beladon.

Beladon atau ladon merupakan unsur seni lisan yang memadukan pantun, nyanyian, dan iringan musik tradisional. Dalam pertunjukan Mamanda, unsur ini menjadi bagian pembuka yang membangun suasana sebelum cerita utama dimainkan.

Pantun dilantunkan mengikuti melodi tertentu dengan iringan alat musik tradisional, seperti gong, biola atau piul, serta gendang atau babon. Perpaduan sastra lisan dan musik tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga karakter pertunjukan Mamanda.

Bagi Sanggar Mamanda Panji Berseri, beladon menjadi salah satu ciri khas yang terus dipertahankan. Keberadaannya tidak hanya memperkaya pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kesenian Mamanda yang berkembang di Kutai Kartanegara.

“Beladon itulah yang menjadi ciri khas Mamanda Panji Berseri ini,” kata Zikri.

Melalui penampilan di Simpang Odah Etam, Dispar Kukar berharap kesenian Mamanda semakin dikenal masyarakat, terutama generasi muda.

“Ruang pertunjukan di SOE ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus menjaga tradisi lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (adv/nr/ko)