Aerosport di Kukar Bangkit Kembali, Firnadi Ikhsan Optimistis Kukar Bisa Sumbang Prestasi

Tenggarong – Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutai Kartanegara (Kukar), Firnadi Ikhsan, menyatakan optimisme olahraga aerosport yang kembali bangkit di Kukar mampu melahirkan prestasi bagi daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat latihan bersama komunitas aerosport di lapangan sepak bola Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (28/1/2026).

Firnadi mengungkapkan, aerosport sejatinya bukan cabang olahraga baru di Kukar. “Aerosport ini sebenarnya sudah pernah hadir di Kukar di era 2000-an, tetapi sempat teredup dan hilang, sekarang kita hidupkan kembali,” ujarnya.

Menurutnya, kebangkitan aerosport saat ini menjadi momentum penting, karena olahraga tersebut telah diperlombakan secara luas di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai, Kukar memiliki potensi wilayah dan sumber daya yang mendukung untuk kembali bersaing di cabang ini.

“Ini olahraga yang dipertandingkan secara nasional, jadi sangat terbuka peluang bagi Kukar untuk berprestasi,” kata dia.

Ia menjelaskan, aerosport memiliki karakter yang berbeda dibandingkan cabang olahraga lain, karena memanfaatkan media udara.

Selama ini, aktivitas olahraga lebih banyak dilakukan di darat dan perairan, sementara aerosport ini ustru menggabungkan teknologi dan inovasi.

“Selama ini kita terbiasa dengan olahraga di darat dan sungai, sekarang kita bersentuhan dengan udara yang padat teknologi dan inovasi,” ungkapnya.

Pria yang juga dikenal sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur tersebut menilai, keunikan yang hanya di miliki olahraga tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.

Selain menantang, kata dia, aerosport juga menuntut keterampilan, ketelitian, serta pengetahuan yang baik.

Karena itu, FASI Kukar terus mendorong sosialisasi agar olahraga ini semakin dikenal luas.

“Olahraga ini membutuhkan skill dan pengetahuan, dan ini sangat baik untuk merangsang minat serta kreativitas generasi muda,” ujarnya.

Selain aspek pembinaan atlet, Firnadi juga melihat aerosport memiliki potensi sebagai tontonan olahraga yang menarik perhatian masyarakat.

Aktivitas terbang dinilai mampu menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan olahraga pada umumnya.

“Selama ini orang hanya melihat pesawat yang terbang, sekarang lewat aerosport kita bisa melihat orang terbang melalui wahana olahraga, dan itu tentu menarik,” kata dia.

Ke depan, Firnadi berharap aerosport di Kukar dapat terus eksis dan berkembang secara berkelanjutan.

Ia optimistis, dengan konsistensi pembinaan dan keterlibatan generasi muda, aerosport mampu menjadi cabang unggulan daerah.

“Harapan kami, aerosport Kukar bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda, melahirkan atlet berprestasi, dan mengharumkan nama Kukar,” pungkasnya. (ak/ko)

Firnadi Ikhsan Dukung Aerosport Jadi Wadah Prestasi Generasi Muda Kukar

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan mendukung pengembangan olahraga aerosport sebagai wadah prestasi bagi generasi muda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dukungan tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan reses yang digabung dengan latihan bersama komunitas aerosport di lapangan sepak bola Desa Loa Raya, Tenggarong Seberang, Selasa (28/1/2026).

Ia mengatakan, masa reses dimanfaatkannya untuk turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, khususnya komunitas olahraga.

“Hari ini saya melaksanakan reses sekaligus bergabung dengan komunitas yang bergiat di bidang olahraga aerosport, karena ini punya potensi besar untuk dikembangkan di Kukar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, latihan bersama ini juga diarahkan untuk mendukung target prestasi daerah ke depan, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi 2026.

“Tujuan kita tentu ingin bersama-sama para atlet mempersiapkan diri dan mengaitkan latihan ini dengan target prestasi, termasuk menghadapi Porprov 2026,” kata dia.

Menurutnya, dari cabang aerosport, Kukar ditargetkan mampu menyumbangkan hingga 10 medali emas apabila pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai, lokasi lapangan sepak bola Desa Loa Raya sangat mendukung kegiatan latihan, karena memiliki ruang terbuka yang memadai dan aman untuk aktivitas terbang.

“Tempat ini menurut kawan-kawan merupakan spot yang baik dan aman untuk melaksanakan latihan aerosport,” ungkapnya.

Firnadi juga mengajak masyarakat serta para pelajar untuk ikut menyaksikan dan mengenal olahraga aerosport secara langsung.

Ia berharap, keterlibatan tersebut dapat memunculkan minat generasi muda untuk mengembangkan potensi diri melalui cabang olahraga yang menantang dan berbasis teknologi.

“Kami ingin adik-adik pelajar dan generasi muda melihat langsung, lalu tertarik dan mau mengembangkan potensi mereka melalui olahraga ini,” ucapnya.

Ia mengakui, saat ini jumlah atlet aerosport di Kukar masih terbatas sehingga perlu sosialisasi dan regenerasi secara terus-menerus.

“Olahraga ini membutuhkan skill dan pengetahuan, sehingga sangat cocok untuk membentuk karakter positif generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap aerosport bisa terus eksis dan berkembang dalam jangka panjang.

“Harapan kita ke depan, aerosport bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda yang positif, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)

Firnadi Ikhsan Gelar Dialog Rakyat di Sebulu Modern, Petani Keluhkan Tumpang Tindih Lahan

Tenggarong – Anggota DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan menggelar kegiatan Dialog Rakyat di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kukar pada Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan ini membahas tentang program pembangunan sekaligus pengawasan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Koordinator Kelompok Tani Seturus Satu jawatan Etam Segala 1,2,3, M Yakin menyampaikan bahwa kondisi kehidupan masyarakat saat ini kesulitan mengolah lahan untuk kegiatan pertanian hortikultura dan perkebunan.

Hal itu disebabkan oleh keberadaan lahan petani yang belakangan ini diketahui berada dalam kawasan hutan penelitian dan pengembangan. Persoalan ini menimbulkan kerisauan bagi para petani karena menghambat proses pemanfaatan lahan oleh petani.

Menanggapi persoalan itu, Firnadi Ikhsan menekankan bahwa ada banyak program di bidang pertanian dalam arti luas yang bisa di akses oleh kelompok tani dalam rangka mengembangkan potensi lahan dan menciptakan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, seperti pertanian perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Adapun terkait permasalahan lahan maka ada beberapa opsi hingga kemungkinan mengusahakan pelibatan dalam kelompok perhutanan sosial,” katanya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim ini, menyambut positif semangat warga dengan ide pembangunan sebagai modal dasar pengembangan pembangunan lebih jauh.

Kata dia, keterlibatan aktif masyarakat juga merupakan pilar utama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Besarnya APBD harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Dialog interaktif ini menjadi wadah bagi masyarakat Desa Sebulu Modern untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan pembangunan yang mereka hadapi secara langsung.

Serta, memastikan bahwa setiap kebijakan publik yang dihasilkan berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat dengan mendalami posisi masalah dan mencari jalan keluar bersama pemerintah kabupaten dan pihak BPKH Kaltim. (ak/ko)

Ingin Kuatkan Peran Pemuda di Masyarakat, Firnadi Ikhsan Gelar Sosperda Kepemudaan di Desa Perjiwa

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan menggelar sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) ke-12 nomor 8 tahun 2022 tentang kepemudaan.

Sosperda ini digelar di Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang Kukar pada Minggu (7/12/2025). Kegiatan Sosperda ini digelar bertujuan untuk menguatkan peran pemuda di lingkungan masyarakat.

Selain menyasar kalangan pemuda desa, termasuk juga komunitas atlet Triatlon Kukar, sebagai bagian dari strategi memperluas pemahaman pemuda terhadap regulasi yang menjadi dasar pembangunan kepemudaan di daerah.

Firnadi menyebutkan bahwa Perda Kepemudaan hadir sebagai payung hukum untuk menjamin hak pemuda dalam mengembangkan potensi diri.

Regulasi ini mencakup dukungan di bidang pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga olahraga prestasi.

Ia menyebut, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam memfasilitasi pemuda agar mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan daerah.

“Prestasi yang telah diraih komunitas Triatlon Kukar di Kejurprov Kaltim 2025 merupakan bukti bahwa pemuda daerah memiliki daya saing tinggi jika didukung kebijakan yang tepat,” sebutnya.

Para peserta terlihat antusias mendengarkan paparan anggota DPRD Kaltim Dapil Kukar ini. Salah satu peserta menyampaikan harapan agar Perda ini dapat diimplementasikan secara konkret.

Termasuk salah satunya dalam bentuk penyediaan sarana olahraga, program pembinaan berkelanjutan, serta akses permodalan bagi pemuda kreatif dan atlet muda.

Melalui sosialisasi ini, Firnadi berharap pemuda di tingkat desa tidak hanya memahami isi Perda, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai peluang untuk berkembang dan menjadi motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemuda harus berani mengambil peran dan pemerintah wajib hadir memberikan dukungadukungan nyata,” pungkasnya. (ak/ko)

Firnadi Ikhsan Sebut Infrastruktur Masih Jadi Aspirasi Terbesar Masyarakat di 2025

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat sepanjang tahun 2025 masih didominasi oleh kebutuhan perbaikan infrastruktur.

Keluhan tersebut terutama datang dari kelompok petani, nelayan, serta masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Firnadi menjelaskan, infrastruktur jalan menjadi isu yang tidak pernah absen dalam setiap agenda Reses.

Mulai dari jalan desa, akses menuju jalan raya, jalan lingkungan hingga jalan pertanian, seluruhnya dinilai masyarakat masih membutuhkan perhatian serius karena sangat memengaruhi aktivitas ekonomi.

“Persoalan infrastruktur selalu menjadi aspirasi yang tidak pernah lepas, karena akses jalan menentukan kelancaran aktivitas warga desa,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Selain infrastruktur, ia mencatat adanya perubahan tren kebutuhan masyarakat.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya kelompok UMKM lebih banyak mengajukan permintaan bantuan peralatan, kini mereka justru lebih membutuhkan permodalan usaha.

Menurutnya, hal ini menunjukkan pelaku UMKM sudah berkembang dari sisi fasilitas, namun membutuhkan dukungan finansial untuk memperkuat usaha mereka.

“Peralatannya sudah cukup, sekarang masyarakat lebih banyak meminta modal untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Firnadi berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada penyelesaian aspirasi masyarakat ini secara menyeluruh. Baik melalui pembangunan infrastruktur maupun dukungan peningkatan kapasitas usaha masyarakat desa.

“Aspirasi ini harus dijawab secara nyata agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (ak/ko)

Firnadi Ikhsan Soroti Kebutuhan Pasar Bagi Peternak Ayam Petelur

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan mengatakan bahwa persoalan terbesar yang dihadapi peternak ayam petelur di saat ini adalah ketersediaan pasar.

Ia menyebut perlunya jaminan penyerapan hasil produksi ayam petelur, sebelum masyarakat mulai banyak menggeluti usaha ini.

Menurutnya, pasar menjadi hal penting yang harus dipastikan sebelum masyarakat didorong memperluas usaha.

“Meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap usaha ayam petelur di tahun 2025 belum sepenuhnya diimbangi dengan kepastian pasar,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Melihat kondisi tersebut, Firnadi bersama sejumlah pihak terkait berupaya memberikan solusi dengan menghubungkan para peternak ayam petelur dengan jaringan dapur-dapur MBG.

Menurutnya, kebutuhan telur dari dapur-dapur tersebut cukup tinggi dan bisa menjadi peluang pasar yang stabil bagi peternak lokal.

“Satu dapur MBG itu butuh sekitar enam ribu butir telur per minggu. Kalau dihitung, ini peluang besar untuk peternak baru kita,” jelasnya.

Ia menilai, keberadaan dapur MBG dapat menjadi jaminan pasar yang lebih pasti, terutama bagi masyarakat desa yang baru merintis usaha peternakan.

Dengan jumlah dapur yang terus bertambah, kebutuhan akan pasokan telur diyakini mampu menyerap produksi peternak dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Firnadi berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat.

Ia menuturkan, dengan adanya jaminan pasar, usaha peternakan ayam petelur dapat menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi warga.

“Yang penting bukan hanya produksi, tapi bagaimana pasar itu benar-benar terhubung agar usaha masyarakat bisa berjalan, berkembang, dan memberi manfaat,” tutupnya. (ak/ko)