BERITA TERBARU

Enam Atlet Raih Prestasi, ALTI Kukar Gelar Malam Apresiasi

Tenggarong – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kukar menggelar malam apresiasi bagi para peraih podium dan medali pada ajang Borneo Extreme Jungle Run yang digelar beberapa waktu lalu di Kota Samarinda.

Malam apresiasi tersebut digelar di kedai Nassa Jalan Teratai Tenggarong pada Jumat (18/7/2025) malam. Jajaran pengurus dan atlet ALTI Kukar pun hadir memeriahkan agenda tersebut.

Malam apresiasi ini digelar guna memberikan semangat bagi para atlet ALTI Kukar yang telah bekerja keras untuk meraih juara dalam agenda tersebut. Sejumlah uang tunai pun diberikan kepada para atlet yang telah meraih prestasi.

Diketahui, ALTI Kukar mengirimkan 12 atletnya untuk berlaga dalam ajang bergengsi itu. Sementara itu, enam atlet pun berhasil meraih podium dan medali.

Di antaranya, Asriel sebagai Juara 1 Kategori Umum 10K, Bagas meraih posisi ke-4, Wandi di posisi ke-5, serta Arie dan Lidya yang menempati peringkat potensial 6 besar. Ditambah dengan, Kategori Master 10K, Hj. Indah turut menambah deretan podium dengan menempati Juara 3.

Ketua umum ALTI Kukar, Firnadi Ikhsan mengungkapkan kebanggannya terhadap atlet-atlet ALTI Kukar yang telah meraih prestasi tersebut.

Capaian ini, kata dia, menjadi langkah awal yang baik untuk perkembangan atlet-atlet lari trail di Kukar. Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan-pembinaan kepada para atlet ke depannya.

“Nantinya kita harus betul-betul membuat manajemen pembinaan. Sehingga bisa mengetahui capaian-capaian yang harus dilakukan ke depannya,” katanya.

Firnadi menargetkan bahwa atlet-atlet ALTI Kukar ke depan, harus bisa untuk mengikuti event lari trail pada tingkat nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan, Kukar memiliki banyak kelebihan. Salah satunya ialah memiliki medan yang baik untuk digunakan sebagai wadah latihan.

Di Kukar sendiri, memiliki banyak bukit mulai dari yang landai hingga terjal. Kata dia, hal ini dapat menjadi modal bagi para atlet untuk melakukan aktivitas latihan setiap harinya.

“Kita punya kesempatan berlatih dan beradaptasi pada medan-medan yang luar biasa di Kukar,” jelasnya.

Ia berharap, atlet lari trail di Kukar kembali dapat memberikan prestasi yang terbaik guna mengharumkan nama Kukar di kancah nasional maupun internasional.

“Jadi kami dari ALTI Kukar ingin memberikan prestasi dan kebanggan di Kukar. Kami di daerah tentunya memiliki kebanggan tersendiri jika bisa mengantarkan dan memiliki atlet berprestasi,” pungkas dia. (ak/ko)

Desa Liang Ulu Buat Posbakum untuk Musyawarah Penyelesaian Masalah Hukum Warga

Tenggarong – Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang lahir dari inisiatif warga sendiri.

Lewat Posbakum ini, masyarakat dapat menyelesaikan persoalan hukum tanpa perlu menempuh jalur pengadilan.

Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi menyebut, gagasan Posbakum muncul setelah desa berhasil menengahi persoalan keramba warga yang ditabrak ponton batu bara pada 2023 lalu.

“Waktu itu kasusnya kami tuntaskan dengan musyawarah di desa. Dari situ kami sadar perlunya tempat penyelesaian hukum yang berbasis musyawarah,” kata Mulyadi, Jumat (18/7/2025).

Mulyadi mengungkapkan, Posbakum yang dibuat di desanya jadi ruang bagi warga untuk menyelesaikan masalah hukum secara damai.

“Alhamdulillah, kami juga berhasil lolos seleksi Program Pacemaker Kemenkumham. Tinggal menunggu kabar apakah bisa masuk sepuluh besar terbaik di tingkat nasional,” jelasnya.

Menurutnya, Posbakum Liang Ulu sudah aktif sejak 2024 dan beroperasi di Dusun Satu.

Warga yang punya persoalan hukum cukup datang ke balai desa dan masalahnya akan dibicarakan bersama.

“Kalau ada sengketa, langsung kita musyawarahkan. Semua dijalankan terbuka dan tanpa biaya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rencana untuk membuat Posbakum sebenarnya sudah ada sejak lama.

“Sebenarnya ide ini sudah muncul sejak 2014, tapi baru bisa jalan sekarang karena dulu kami masih kekurangan tenaga dan waktu,” lanjutnya.

Pembentukan Posbakum juga mendapat dukungan dari Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Timur.

Dia berharap layanan ini makin dikenal dan dapat jadi contoh bagi desa-desa lain untuk menyediakan penyelesaian hukum murah dan damai.

“Kami ingin program ini satu arah, punya visi misi yang sama. Harapan saya, ke depan ada anggaran khusus dan forum tukar pengalaman antar desa,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Siapkan Langkah Nyata Jaga Alam untuk Lima Tahun ke Depan

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai menyiapkan langkah nyata untuk menjaga keanekaragaman hayati melalui Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati periode 2025-2029.

Dokumen ini disusun untuk menjadi panduan utama agar pembangunan daerah tetap memperhatikan perlindungan alam.

Langkah awal penyusunan ditandai dengan Kick Off Meeting yang digelar di Ruang Bengkirai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar pada Kamis (17/7/2025).

Pertemuan dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, akademisi, pegiat lingkungan, serta seluruh perangkat daerah terkait.

Sekretaris DLHK Kukar, M Taufik menyebutkan, rencana induk ini tidak hanya jadi syarat administratif tetapi benar-benar akan diterapkan dalam setiap rencana pembangunan agar ekosistem tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” kata Taupiq.

Dalam kegiatan turut dibahas sejumlah langkah teknis, mulai dari pembaruan data flora dan fauna, pemetaan kawasan rawan kehilangan habitat, hingga skema kerja sama antar sektor.

Semua masukan dan hasil diskusi nantinya akan dirumuskan ke dalam dokumen final yang memuat target, strategi, hingga pembagian peran.

Ia menyebut pembaruan data lapangan akan difokuskan pada spesies tumbuhan dan satwa endemik yang populasinya mulai langka, sehingga pemerintah dapat menyiapkan program perlindungan sesuai kondisi terbaru.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Taufik menjelaskan, forum ini juga akan menghasilkan peta wilayah prioritas perlindungan serta rencana aksi penanaman kembali spesies lokal yang sudah sulit dijumpai.

Semua pihak akan dilibatkan agar tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, DLHK Kukar telah memulai penanaman pohon buah lokal seperti durian kampung di beberapa titik.

Penanaman ini akan diperluas dan diawasi bersama komunitas dan kelompok tani agar hasilnya berdampak langsung ke ekosistem.

“Kami ingin memastikan keanekaragaman hayati Kukar tetap terjaga dengan baik,” tutupnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Lepas 27 Peserta SPR Penggerak Pertanian

Tenggarong – Sebanyak 27 peserta Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) resmi dilepas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk menjadi motor penggerak pertanian di daerah.

Sebuah langkah nyata untuk memperkuat sektor pertanian ini ditandai dengan seremoni pelepasan di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (17/7/2025).

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan pengiriman peserta SPR ini merupakan wujud nyata tindak lanjut kerja sama antara Pemkab Kukar dan Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI).

Melalui program ini, Pemkab Kukar ingin membuka ruang pemberdayaan lebih luas di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Pembangunan pertanian dalam arti luas menjadi strategi kunci dalam transformasi ekonomi Kukar. Ini adalah bagian dari upaya besar kami untuk melepaskan ketergantungan pada sektor pertambangan,” kata Sunggono usai acara.

Program SPR, kata dia dianggap sejalan dengan langkah Pemkab Kukar untuk mengurangi dominasi sektor pertambangan dengan mendorong potensi pertanian dan perikanan yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah juga berupaya menyiapkan generasi muda desa agar lebih siap menghadapi tantangan pangan di masa mendatang.

Peluang ini kian terbuka lebar seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kukar yang memiliki potensi lahan luas diyakini akan menjadi daerah penyangga pangan utama bagi kebutuhan warga IKN dan sekitarnya.

“Kukar memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur. Dengan hadirnya IKN, kebutuhan pangan akan meningkat signifikan, dan Kukar harus siap menjadi penyangga utama,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru, Kukar terus menempati posisi penting dalam mendukung ketahanan pangan yang ada di Kaltim.

Dari total luas panen padi di Kaltim, hampir separuhnya berasal dari Kukar, dengan produksi gabah yang mendominasi pasar beras.

Ia menegaskan visi besar pemerintahan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin pada periode 2025-2030 menitikberatkan pada pembangunan sektor pangan, pariwisata, dan industri hijau yang berkelanjutan.

Pemkab Kukar pun optimis potensi ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

Sunggono pun berpesan agar para peserta benar-benar serius belajar selama masa pendidikan enam bulan ke depan.

“Mereka adalah individu terpilih yang diharapkan membawa perubahan nyata di tengah masyarakat dan menjadi pelopor dalam memperkuat ketahanan pangan Kukar,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Petani di Desa Margahayu Alihkan Kebun Karet ke Kelapa Sawit untuk Ekonomi yang Lebih Baik

Tenggarong – Hasil perkebunan yang dikelola masyarakat Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai mengalami perubahan pola tanam.

Banyak petani yang selama ini menggantungkan hidup dari kebun karet, perlahan beralih menanam kelapa sawit demi mendapatkan hasil ekonomi yang dianggap lebih stabil dan praktis.

Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menjelaskan bahwa perubahan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kelapa sawit dinilai lebih mudah dikelola dibandingkan karet yang harus disadap setiap hari.

Sementara kelapa sawit hanya dipanen sepekan sekali, sehingga beban kerja petani lebih ringan.

“Kalau karet, petani harus nyadap setiap hari tanpa jeda. Sedangkan sawit, panennya cukup seminggu sekali, lebih ringan dan efisien,” jelas Rusdi ketika ditemui, Rabu (16/6/2025).

Rusdi menambahkan, letak Desa Margahayu yang berdekatan dengan pabrik sawit PT Niagamas Gemilang juga menjadi alasan kuat warga memilih komoditas kelapa sawit.

Akses pasar yang lebih dekat membuat hasil panen lebih cepat menghasilkan tanpa memerlukan akomodasi yang besar.

“Banyak warga mulai mengganti kebun karet mereka dengan sawit karena pasarnya lebih jelas. Sawit juga punya harga yang stabil kalau dekat pabrik,” katanya.

Meski begitu, kata dia, tidak semua petani langsung meninggalkan tanaman karet, terdapat sebagian besar petani yang masih bertahan dengan alasan harga getah karet relatif stabil meski biaya operasionalnya lebih tinggi akibat jarak pemasaran yang cukup jauh.

Meski demikian, kata dia, kebun karet masih menjadi andalan sebagian besar petani di Margahayu.

Pasalnya, harga karet yang di nilai masih relatif stabil sehingga tetap bisa menjadi penopang ekonomi rumah tangga para petani.

Namun, ia mengakui terdapat tantangan tersendiri terkait jarak tempuh pemasaran karet yang cukup jauh ke pabrik penampung.

Hal ini membuat biaya operasional menjadi lebih besar, terutama untuk transportasi.

Mengatasi hal itu, pihak desa telah berupaya membantu petani melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan harapan pengelolaan hasil kebun baik karet maupun sawit bisa lebih efisie.

“Kalau pemasaran lancar, ongkos angkut ringan, hasilnya pasti akan terasa untuk keluarga mereka,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Diskominfo Kukar Mantapkan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Lewat Sosialisasi

Tenggarong – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pemerintahan digital yang lebih terarah dan terintegrasi.

Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE, sekaligus Sosialisasi Dokumen Manajemen Risiko SPBE, Manajemen Layanan SPBE, dan Manajemen Aset TIK, yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kukar Lantai 1, Selasa (15/7/2025).

Sosialisasi diikuti perwakilan dari berbagai perangkat daerah, lengkap dengan tim teknis SPBE Diskominfo Kukar.

Pihak Diskominfo juga menggandeng PT Digitama Sinergi Indonesia untuk mendampingi penyusunan dokumen teknis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan bahwa penyusunan dokumen bukan sekadar formalitas semata.

Ia menyebutkan, hal ini merupakan bagian dari langkah nyata menyiapkan fondasi pemerintahan digital di Kukar agar benar-benar terintegrasi dan mengikuti perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini jadi bagian penting dari upaya kita mewujudkan tata kelola pemerintahan digital yang efisien dan adaptif,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pada 2024 Kukar masih menerima beberapa catatan dari evaluasi SPBE, terutama soal kelengkapan dokumen dan peta rencana.

Karena itulah, melalui sosialisasi, pihaknya ingin memastikan semua perangkat daerah paham bagaimana dokumen ini akan dijalankan di lapangan.

“Semua dokumen dan kebijakan yang disusun hari ini akan jadi bahan evaluasi utama. Jadi harus siap betul,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Solihin juga mengingatkan Kukar sudah ditetapkan Kementerian PAN-RB sebagai salah satu lokus pemantauan SPBE 2025.

Menurutnya, ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan keseriusan Pemkab Kukar dalam membenahi layanan digital.

Ia juga tak lupa mengapresiasi kerja sama semua pihak yang ikut mendukung penyusunan dokumen. Ia berharap sinergi ini bisa terus terjaga ke depan.

“Semoga kerja sama dan kolaborasi ini terus berlanjut. Konsistensi kita bersama akan menentukan keberhasilan transformasi birokrasi yang lebih baik dan pelayanan publik yang makin berkualitas,” tutupnya. (adv/ak/ko)