BERITA TERBARU

Kebakaran di Desa Tanjung Harapan Sebulu Hanguskan Tiga Rumah, Seorang Warga Terluka

Tenggarong – Sijago merah melanda kawasan pemukiman warga di Desa Tanjung Harapan, RT 09, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (12/9/2025) malam.

Peristiwa ini tidak hanya menghanguskan tiga rumah dan merusak dua bangunan lain, tetapi juga menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar serius hingga 80 persen.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menuturkan bahwa laporan pertama diterima dari seorang warga bernama Amat tidak lama setelah api mulai membesar.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung mengerahkan personel dari Pos Pattimura Tenggarong dan Redkar Senoni ke lokasi kejadian,” ujarnya ketiak di hubungi pada Sabtu (13/9/2025).

Mendapati laporan tersebut, tim Disdamkarmatan Kukar langsung mengerahkan dua unit kendaraan pemadam, yakni mobil Gundam 3500 dan mobil brandweer.

Dalam proses pemadaman material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api dengan cepat menjalar dan sempat menyulitkan proses pemadaman.

“Api berhasil kami kendalikan setelah upaya pemadaman yang cukup intens. Namun tiga rumah habis terbakar, sementara satu rumah mengalami rusak sedang dan satu lainnya rusak ringan,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut terdapat korban yang mengalami luka bakar hingga 80 persen.

“Korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif,” ungkapnya.

Mengenai sumber api, Fida menjelaskan tim masih melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan lokasi kejadian juga diperiksa untuk mencari titik awal munculnya api.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan tempat tinggal, khususnya di kawasan padat penduduk yang mayoritas rumahnya terbuat dari kayu.

“Pastikan instalasi listrik aman dan selalu berhati-hati,” tutupnya. (ak/ko)

Hadiri Panen Raya di Bukit Biru, Wagub Seno Aji Ungkap Strategi Tiga Kali Panen Setahun

Tenggarong – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji mengungkapkan strategi besar untuk mewujudkan tiga kali panen padi dalam setahun saat menghadiri panen raya di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Jumat (12/9/2025).

Panen raya ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Demonstration Plot (Demplot) padi “LEISA” serta aplikasi digital farming melalui pemanfaatan drone sprayer agriculture.

Acara panen turut didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Budi Widihartanto dan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Dalam kegiatan ini, Seno Aji menegaskan bahwa mekanisasi pertanian menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas petani.

“Ini mekanisasi pertanian, alat-alat modern yang sebenarnya sudah kita jalankan sejak beberapa tahun lalu, tapi sekarang akan kita intensifkan. Setiap kelompok tani akan menggunakan hal yang sama, sehingga pertama akan mengurangi waktu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dukungan dari BI dan Pemerintah Kabupaten Kukar menjadi penting guna semakin memperkuat program tersebut.

Bahkan, kata dia, BI bersama Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda menghadirkan teknologi bio-infigurasi berupa bakteri yang mampu meningkatkan kualitas tanah dan hasil panen.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi tonggak awal modernisasi pertanian di Kukar.

Seno Aji mengungkapkan, hasil panen dari demplot seluas 10 hektare menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Dari semula hanya 3,5 sampai 4 ton per hektare, kini bisa mencapai 6,2 ton. Ia berharap teknologi tersebut nantinya dapat diterapkan secara luas di seluruh kabupaten.

Dengan lahan sawah aktif mencapai 13.000 hektare, Kukar disebut memiliki potensi besar menuju swasembada pangan.

Seno Aji menyebut, jika produktivitas mencapai 6 ton per hektare dengan tiga kali panen dalam setahun, maka hasil panen dari 33 ribu hektare sawah di Kaltim bisa memenuhi kebutuhan pangan daerah bahkan lebih.

“Dengan teknologi ini, jika bisa menghasilkan 6 ton per hektare, ditambah tiga kali panen dalam setahun, maka kita bisa mencapai swasembada pangan,” tegasnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya pembangunan irigasi sebagai penopang utama infrastruktur pertanian.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Kementerian PUPR tengah membahas percepatan pembangunan jaringan irigasi sawah.

Ia meyakini, ketersediaan irigasi akan menjadi faktor penentu keberhasilan program panen tiga kali setahun.

“Setelah irigasi tersedia, kami yakin tiga kali panen setahun akan tercapai,” pungkasnya. (ak/ko)

Bupati Kukar Akan Perjuangkan Keadilan Dana Bagi Hasil 2026 ke Kemenkeu RI

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan pihaknya akan memperjuangkan keadilan Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2026 yang terancam dipangkas hingga 77 persen dari alokasi normal.

Ia memastikan akan mengawal langsung persoalan tersebut dengan Menteri Keuangan RI yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, agar kebijakan transfer pusat tidak merugikan daerah penghasil.

“Kita sudah berkoordinasi di tingkat Provinsi Kaltim. Kemarin para kepala daerah dipimpin Pak Gubernur Rudi Masud sudah bertemu dan sepakat. Rencananya, kami bersama 10 kepala daerah akan datang ke Kemenkeu untuk memperjuangkan DBH,” ujar Aulia saat ditemui wartawan adakaltim.com pada Jumat (12/9/2025).

Dari simulasi kebijakan Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani, Kukar hanya akan menerima sekitar 23 persen dari porsi normal.

Dengan kondisi tersebut, dana transfer pusat yang semestinya mencapai Rp 5,7 triliun, berpotensi turun menjadi Rp 1,3 triliun.

Aulia mengatakan, pemangkasan anggaran sebesar itu akan sangat membebani keuangan daerah.

“Kalau APBD kita turun drastis, tentu akan memengaruhi roda perekonomian daerah. APBD itu kan motor utama pembangunan. Inilah yang menjadi fokus kita,” tegasnya.

Menurutnya, APBD Kukar menjadi sumber utama pendanaan untuk pembangunan infrastruktur hingga pelayanan publik.

Penurunan signifikan akan berdampak langsung pada tertundanya proyek pembangunan sekaligus menurunkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Karena itu, kata dia, Pemkab Kukar menaruh harapan besar agar Menkeu Purbaya untuk meninjau kembali kebijakan pembagian DBH.

Daerah penghasil, menurut Aulia berhak mendapatkan porsi lebih adil demi menjaga keseimbangan pembangunan nasional.

“Harapan kami ada perubahan kebijakan, supaya pembangunan dan pelayanan publik di Kukar tidak terganggu,” tutupnya. (ak/ko)

Musda ke-VI Digelar, Ahmad Zainuddin Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua DPD PKS Kukar

Tenggarong – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mengukuhkan Ahmad Zainuddin sebagai Ketua DPD PKS Kukar periode 2025-2030.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong pada Sabtu (6/9/2025). Diketahui bahwa Musda DPD PKS ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Musda tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar Rinda Desianti, Sekretaris DPW PKS Kaltim Wasis Riyanto, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Firnadi Ikhsan, serta dua Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham dan M. Hidayat.

Dalam agenda ini dilakukan pengukuhan pengurus baru, di antaranya Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Ketua Badan Koordinasi Pengembangan dan Pemberdayaan (BKAP), serta Ketua Dewan Etik Daerah (DED).

Sebagai ketua DPD PKS Kukar yang baru, Ahmad Zainuddin menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berpegang teguh pada arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

“Ada tiga poin yang menjadi acuan utama kita, yaitu memperhatikan kader, kaderisasi, kemudian publik. Kita mengikuti arahan dari Presiden Partai,” ujarnya.

Ia mengatakan, PKS Kukar akan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Segera akan kita lakukan komunikasi dan silaturahmi dengan bupati. Kami sudah membangun komunikasi, tinggal menunggu jadwal dari bupati,” ungkapnya.

Terkait program kerja ke depan, ia menyebutkan dua fokus utama, yakni penguatan kaderisasi internal dan kolaborasi dengan masyarakat.

“Selain itu, kita juga akan meningkatkan kegiatan-kegiatan sosial yang sudah biasa dilakukan oleh PKS,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kukar periode 2020-2025, Firnadi Ikhsan, menilai tantangan partai ke depan tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya.

“Tantangan kita sebagai partai sebenarnya sama saja dengan sebelumnya. Kita harus menyiapkan kaderisasi, sebagaimana disampaikan dalam amanat DPP,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kerja-kerja partai untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan generasi muda.

“Sekarang ini, sesuai dengan demografi, banyak anak muda. Namun, tantangan besar kita adalah bagaimana menyesuaikan kondisi, sebab anak-anak muda cenderung enggan berpartai,” kata Firnadi.

Menurutnya, partai harus bisa menjadi wadah yang nyaman untuk generasi muda sekaligus tetap dekat dengan masyarakat.

“Partai harus menjadi tempat masyarakat untuk menyalurkan aspirasi. Pada saatnya nanti, partai bisa meraih kepercayaan dengan memperoleh suara dan kursi yang lebih banyak,” tutupnya. (ak/ko)

DPRD Samarinda Dorong Pengembangan Wisata Puncak yang Dinilai Belum Maksimal

Samarinda – Potensi wisata puncak di Kota Samarinda dinilai masih belum tergarap maksimal meskipun memiliki daya tarik yang luar biasa.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Andi Saharuddin, menilai bahwa panorama kota dari ketinggian seharusnya dapat menjadi modal besar untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah.

“Wisata puncak yang ada di Samarinda sebenarnya memiliki potensi luar biasa, contoh wisata puncak di Samarinda Seberang, di Selili, dan puncak lainnya. Tempat wisata kita tidak kalah saing dengan wisata yang ada di Pulau Jawa,” ujar Andi Saharuddin, Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, daya tarik wisata puncak semakin kuat karena pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Samarinda secara langsung dari ketinggian.

“Pemandangan langsung Kota Samarinda dari atas puncak menjadi daya tersendiri,” tambahnya.

Meski demikian, Andi menilai pengelolaan serta infrastruktur pendukung wisata puncak masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya.

“Hanya saja untuk infrastruktur masih perlukan perhatian serius, baik dari sisi pengelolaan maupun fasilitas pendukung,” ungkapnya.

Politisi tersebut meyakini, apabila dikelola dengan baik, wisata puncak bukan hanya sekadar sarana rekreasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang luas terhadap perekonomian daerah.

“Kalau dikelola secara baik, wisata puncak ini bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga bisa memberikan pemasukan bagi daerah, bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Andi menekankan perlunya dukungan nyata dari pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini mengelola wisata puncak.

“Keterlibatan pemerintah sangat penting, karena merekalah yang saat ini mengelola puncak di Kota Samarinda,” katanya.

Ia juga optimistis, jika potensi wisata puncak benar-benar diberdayakan, maka bukan hanya wisatawan lokal yang akan berkunjung, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.

“Jika tempat wisata ini dapat dikelola dengan baik, bisa meningkatkan perekonomian di sekitar kawasan tersebut,” tegasnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, wisata puncak di Samarinda diyakini bisa menjadi destinasi unggulan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga. (adv/hr/ko)

Ketua DPRD Kukar Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al Ikhlas Jalan Pesut

Tenggarong – Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al Ikhlas yang terletak di Gang Pamenang Jalan Pesut, Tenggarong pada Jumat (5/9/2025) malam.

Peringatan maulid tersebut mengangkat tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah Sebagai Landasan Pembentukan Pribadi Yang Berkualitas’. Ratusan warga hadir turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Dalam suasana yang penuh dengan kekhidmatan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar warga.

Ahmad Yani yang datang mengenakan gamis berwarna hitam itu, memberikan apresiasi kepada pengurus Musholla Al Ikhlas yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Mewakili Pemkab Kukar kami memberikan apresisasi, sehingga acara ini bisa sukses dan dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.

Bagi Ahmad Yani, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengulas kembali tentang peran manusia di muka bumi.

Ia menjelaskan bahwa ada dua tugas seorang manusia, di antaranya sebagai seorang pemimpin dan hamba.

“Sehingga dua fungsi ini tentu tidak mungkin terlaksana dengan baik tanpa ada panutan, teladanIalah Rasulullah SAW,” katanya.

Akhlak dan perbuatan Nabi Muhammad SAW, kata dia, harus menjadi panutan bagi seorang manusia untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap, kegiatan serupa bisa rutin digelar untuk mengingatkan masyarakat tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa diteruskan guna membangun peradaban umat,” tutupnya. (ko)