BERITA TERBARU

Bayu Surya Gandamana Nahkoda Baru JMSI Kukar, Sukri: Dia Sangat Mampu

ADAKALTIM.COM – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur, Muhammad Sukri, menunjuk Bayu Surya Gandamana sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) JMSI Kutai Kartanegara (Kukar). Penunjukan ini dilakukan pada perayaan HUT JMSI Kaltim ke-4 tahun, Kamis (8/2/2024) pukul 14.00 Wita.

Sukri mengatakan, ia memberikan surat mandat kepada Bayu Surya karena melihat potensi dan peluang yang besar untuk memimpin JMSI Kukar. Ia juga mengapresiasi keseriusan dan track record Bayu Surya dalam dunia media siber.

“Saya harus (sebelumnya-red) memberikan surat mandat ya. Untuk DPC JMSI Kukar. Karena, kita belum terbentuk disana. Kebetulan, yang serius mau memimpin di sana hari ini datang,” kata Sukri saat dikunjungi sejumlah media.

“Bukan hanya sekedar omongan saja. Keseriusan dan keseluruhannya dapat kita lihat. Dari persyaratan anggota yang bakal dihimpun. Termasuk, kartu anggota JMSI. Ini patut kita respon,” tambahnya.

Sukri berharap, dengan adanya JMSI Kukar, media siber di daerah tersebut dapat lebih berkembang dan bersinergi dengan pemerintah. Ia juga menyebut, Kukar memiliki potensi yang tinggi sebagai bagian dari mitra kerja Ibukota Negara (IKN).

“Keberadaan JMSI Kukar, sebagai organisasi yang mewadahi para pemilik perusahaan media online, diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Bersinergi dan berpartisipasi sesuai dengan visi dan misi organisasi,” ujarnya.

“Apalagi Kukar ini, menjadi daerah yang sangat berpotensi. Karena, sebagai mitra kerja IKN. Patut kami fasilitasi,” lanjutnya.

Sukri mengatakan, ia akan tetap berkoordinasi dengan JMSI pusat terkait administrasi dan legalitas organisasi. Ia meminta waktu satu bulan untuk membentuk pengurus JMSI Kukar.

“Statusnya tetap persetujuan dengan pusat. Jadi kasih kita waktu untuk membentuk pengurus minimal satu bulan,” tutupnya. (ko)

Pecah Malam Puncak Festival Kota Juang, Perputaran Uang Capai Rp 7,5 Miliar

ADAKALTIM.COM – Malam puncak Festival Kota Juang Sanga-sanga, pecah. Puncak Festival Kota Juang Sanga-sanga dimeriahkan dengan penampilan Mr Jono & Joni, Selasa (30/1/2024).

Puluhan ribu masyarakat memadati lapangan Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Diketahui, Festival Kota Juang Sanga-sanga digelar sejak 26 Januari, dan berakhir pada 2 Februari 2024 mendatang.

Selain konser musik, terdapat banyak kegiatan lainnya, seperti penampilan tari tradisional, expo UMKM, hingga pameran pembangunan.

Turut hadir Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, didampingi jajaran Pemkab Kukar, bersama TNI dan Polri, serta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Rendi mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang hadir, bahwa Sanga-sanga merupakan saksi sejarah perjuangan para pahlawan melawan penjajah.

“Jadi, tujuannya untuk mengingatkan kita semua, bahwa di sini (Sanga-sanga) pernah terjadi pertumpahan darah, perjuangan luar biasa dari pahlawan kita. Tadi kegiatan ini juga diawali dengan mengheningkan cipta,” ucap Rendi dalam sambutannya.

Selain untuk mengenang perjuangan dan jasa pahlawan, digelarnya Festival Kota Juang Sanga-sanga, juga untuk meningkat perekonomian masyarakat setempat.

Di mana kita ketahui, Festival Kota Juang juga menyediakan pelaku usaha kreatif dan UMKM untuk menjajakan produk usahanya.

“Kita harapkan multiplier effect, perputaran ekonomi di Kecamatan Sanga-sanga bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lanjut Rendi menjelaskan, Festival Kota Juang Sanga-sanga menjadi event pembuka Program Kukar Kaya Festival 2024.

Setelah Festival Kota Juang Sanga-sanga, selanjutnya akan digelar event di Kecamatan, dan menyusul di Kecamatan Samboja.

“Dan, akan terus berlanjut sepanjang tahun ini,” imbuh Rendi.

Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) Kukar, Akbar Haka menambahkan, pelaksanaan Festival Kota Juang Sanga-sanga telah menghasilkan perpuaran uang mencapai Rp 7,5 Miliar.

“Akan terus bertambah hingga hari penutupan nanti,” ucapnya singkat. (*)

Ancam Areal Persawahan, Puluhan Warga Sukodadi Demo Aktivitas Tambang Ilegal

ADAKALTIM.COM – Puluhan warga Dusun Sukodadi Kelurahan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong menggelar aksi demontrasi penolakan aktivitas tambang ilegal pada hari Rabu (31/1/2023).

Sedikitnya ada tiga titik aktivitas tambang ilegal di dusun tersebut, di antaranya meliputi rukun tetangga (RT) 14, 15, 16, dan 17. Aktivitas tambang ilegal itu juga mengancam ratusan hektare sawah milik masyarakat.

Di lokasi itu terpantau sedang terparkir dua unit ekskavator yang sedang tidak beroperasi. Di depannya telah menganga sebuah lubang galian batu bara dengan kedalaman empat hingga lima meter.

Koordinator Aksi, Fathurrahman menjelaskan bahwa adanya aktivitas tambang ilegal tersebut telah memberikan kerugian bagi masyarakat. Seperti, mengakibatkan banjirnya areal persawahan dan mengurangi sumber resapan air.

“Makanya kami meminta pemerintah terkait setidaknya menghentikan aktivitas ini. Kalau lokasi tambang masih merajalela, warga kita tidak (akan) sejahtera,” ucapnya.

Ke depan pihaknya bersama Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim secara resmi akan membuat laporan terkait adanya aktivitas tambang ilegal. Laporan itu akan ditujukan kepada Lurah Mangkurawang, Camat Tenggarong, Polsek Tenggarong, Koramil 0906-01/Tenggarong, Polres Kukar, Kodim 0906/Kukar, Ketua DPRD Kukar, dan Bupati Kukar.

“Kita buat laporan perusakan lingkungan. Apapun akan kita lakukan, karena ini masalah perut orang banyak,” ujar Fathurrahman.

Sementara itu, Maryono salah seorang warga yang sawahnya berada di areal lokasi aktivitas tambang ilegal juga mengatakan hal yang sama. Sawahnya kini kerap mengalami banjir lumpur.

Sawahnya yang dulu menjadi satu-satunya sumber mata pencahariannya pun kini tak bisa ditanami. “Sawah saya terdampak banjir lumpur dari limbah. Selama tiga bulanan sawahnya kering, tidak bisa ditanami,” tutupnya. (ko)

Rendi Solihin Ngobrol Santai Bersama Pimpred Kompas.com dalam Program BEGINU

ADAKALTIM – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin berkesempatan bertandang ke markas besar Kompas.com di Jakarta.

Lawatan Rendi Solihin beberapa waktu lalu ini juga sekaligus menghadiri permintaan Kompas.com untuk menjadi narasumber dalam talkshow yang dipandu Pimpinan Redaksi (Pimpred) Kompas.com, Wisnu Nugroho dalam program BEGINU.

Dalam perbincangannya, Wisnu Nugroho tak hanya mengulik soal kondisi di Kukar, namun juga mengupas mengenai kepribadian Rendi Solihin.

Di awal perbincangan, Wisnu Nugroho sempat bertanya kepada Rendi Solihin, mengapa terjun ke dunia politik di usia muda?

Tak hanya itu saja, Wisnu Nugroho juga sedikit mengulik mengenai isi buku Rendi Solihin yang berjudul “Muda, Beda, Bertalenta”.

Setelah puas bertanya seputar kepribadian Rendi Solihin, Wisnu Nugroho lantas mengalihkan pembicaraan mengenai kondisi terkini Kukar.

Hal pertama yang dibahas, yakni terkait angka kemiskinan, di mana hal ini seharusnya tidak terjadi di wilayah yang dikenal kaya akan sumber daya alamnya.

Kemudian, Wisnu Nugroho juga menyinggung soal ketahanan pangan, di mana Kukar menjadi daerah lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Obrolan pun berlanjut soal Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pembangunannya dilakukan di wilayah Kukar.

Perbincangan hangat itu ditutup dengan pertanyaan terkait Rendi Solihin sebagai role model di Kaltim, bahkan di Indonesia sebagai kepala daerah dengan usia muda.

Obrolan santai tersebut berlangsung kurang lebih satu jam.

Di akhir talkshow, Rendi Solihin mengaku senang bisa bertukar pikiran dan berdiskusi dengan Wisnu Nugroho, selaku Pimpred Kompas.com, salah satu media terbesar dan tertua di Indonesia.

“Ya, saya sangat senang bisa hadir di sini, bisa bertukar pikiran, bisa mengungkapkan kondisi Kukar,” ucapnya belum lama ini.

“Semoga obrolan ini bisa bermanfaat, dan syukur-syukur bisa menginspirasi banyak orang,” sambungnya.

Talkshow Rendi Solihin bersama Pimpred Kompas.com, Wisnu Nugroho, dapat disaksikan melalui YouTube Channel Kompas.com. (*)

Debat Cawapres Jadi Panggung Saling Sindir, Ketum Akar Desa Indonesia: Masyarakat Harap Debat Lebih Substantif

ADAKALTIM.COM – Jakarta, Debat kandidat calon wakil presiden yang kedua menjadi ujian kelayakan bagi para kandidat dalam menunjukkan kedalaman pengetahuan sekaligus kematangan sikap kepada calon pemilih untuk menentukan pilihan pada 14 Februari mendatang. Namun, dalam debat keempat Pemilihan Presiden 2024, Minggu (21/1/2024) malam, strategi provokasi emosi masih cenderung mendominasi sehingga menimbulkan nilai mengaburkan substansi yang justru krusial untuk disimak.

Debat yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada Minggu malam itu bertema pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Di awal segmen, semua kandidat cawapres, Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD, relatif fokus pada substansi debat dan banyak saling sindir. Misalnya, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, menyinggung implisit penguasaan ratusan ribu hektar lahan oleh salah seorang warga yang berbanding terbalik dengan kepemilikan lahan oleh petani lokal. Topik yang sama juga sempat ditanyakan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, kepada Prabowo Subianto pada debat capres sebelumnya.

Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, juga membahas kontra narasi kebijakan mewujudkan kedaulatan pangan di rezim pemerintahan Presiden Jokowi. Di tengah masih besarnya impor pangan, menyusutnya jumlah petani, tetapi nilai subsidi pupuk kian tinggi. Dalam konteks itu, program food estate juga bermasalah. ”Food estate gagal dan merusak lingkungan, yang benar saja. Rugi dong kita?” ujar Mahfud.

Saat segmen pendalaman visi dan misi, cawapres nomor urut 2, Gibran, mulai menyerang kandidat lain. Saat menanggapi jawaban Muhaimin atas pertanyaan panelis soal dampak perubahan iklim pangada ketersediaan pangan, misalnya, Gibran menyebut Muhaimin menjawab dengan melihat catatan. ”Enak banget ya, Gus, jawabnya sambil baca catatan,” katanya.

Saat menjawab pertanyaan panelis soal subtema desa, Muhaimin membuka kalimatnya dengan menyatakan dirinya membuat sedikit catatan. ”Yang penting bukan catatan MK (Mahkamah Konstitusi),” ujarnya. Pada segmen yang sama, Gibran membalas Muhaimin. ”Nah, gitu dong, Gus. Jangan terlalu tegang kayak debat cawapres kemarin,” ucap Gibran.

Ketua Umum Akar Desa Indonesia, Rifqi Nuril Huda, melihat debat keempat capres/cawapres menjadi antiklimaks. walaupun diawal segmen semua calon wakil presiden tampil baik, ada kandidat yang selanjutnya cenderung berfokus pada provokasi emosi calon yang lainnya, sehingga menimbulkan saling terpancing situasi tersebut.

“Padahal, masyarakat desa mengharapkan debat yang lebih substantif dan mampu menjawab permasalahan yang ada di desa. Mulai dari akses pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan hingga keterlibatan pemuda dalam mengisis partisipasi ruang perencanaan di desa seperti musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdesa). apalagi tema desa sangat penting dan ditunggu bagi masyarakat desa, terutama generasi muda desa,” Ucapnya.

Menurut Rifqi, dalam debat cawapres pada hari minggu lalu narasi saling serang yang dilakukan oleh para calon wakil presiden bukannya tidak boleh, tetapi malam itu terkesan mengurangi substansi pembahasan tema debat. Dan ada kecenderungan tujuan debat dimanfaatkan untuk potong memotong video sebagai bahan viral di media sosial pasca debat.

“Akibatnya, narasi yang muncul dalam debat tidak koheren. Padahal, dengan melihat data jumlah wilayah administrasi berbasis desa sekitar 74.000, harusnya para calon wakil presiden menyuguhkan kepada masyarakat desa terkhusus generasi muda desa dengan penyampaian bagaimana solusi atas permasalahan desa hingga formulasi tata kelola desa di seluruh Indonesia. Sehingga, masyarakat desa tau mana calon presiden yang berkomitmen dengan masyarakat desa untuk membangun desa” ujar Rifqi. (*)

49 Ton Pupuk Gratis dari Seno Aji untuk 17 Kelompok Tani di Mangkurawang

ADAKALTIM – Para petani di Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong, Kukar, mendapat kejutan dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji. Pada Selasa (16/1/2023), Seno Aji menyerahkan bantuan pupuk gratis sebanyak 49 ton kepada 17 kelompok tani di wilayah tersebut.

Bantuan pupuk ini terdiri dari 25 ton pupuk NPK dan 24 ton pupuk cair. Bantuan ini berasal dari pokok-pokok pikiran (Pokir) yang Seno Aji perjuangkan di DPRD Kaltim.

Seno Aji mengatakan, bantuan pupuk ini sebagai bentuk dukungan kepada para petani di Mangkurawang yang merupakan salah satu sentra pertanian di Kukar. Dia berharap, bantuan ini dapat membantu para petani meningkatkan hasil panen mereka.

“Mangkurawang ini 80 persen adalah pertanian. Kita harus ikut andil ketahanan pangan khususnya di Mangkurawang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bantuan pupuk ini juga sejalan dengan undang-undang yang melarang import bahan pangan secara berlebihan. Dia berharap, dengan bantuan ini, para petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Ketahanan pangan ini merupakan bentuk ketahanan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Agar ekonomi masyarakat kita bisa berjalan dengan baik dan meningkat, salah satunya dengan pertanian,” terangnya.

Seno Aji juga menyampaikan, bantuan pupuk ini sebagai jawaban atas kelangkaan pupuk bersubsidi yang hingga hari ini masih dialami oleh para petani di Kukar. Dia mengimbau, para petani agar menggunakan pupuk ini dengan baik.

“Ini adalah konsep kerja kami. Mudah-mudahan bisa diterima dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya. (ko)