BERITA TERBARU

Dispar Kukar Luncurkan Virtual Tour Bersama Youtuber Asrinda Basri untuk Promosi Wisata Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan potensi pariwisata di Kutai Kartanegara, Dinas Pariwisata (Dispar) setempat telah mengambil langkah inovatif dengan menggandeng Asrinda Basri, seorang youtuber terkemuka.

Dispar Kukar kini memperkenalkan konsep Virtual Tour, sebuah metode eksplorasi tempat wisata secara virtual yang memungkinkan wisatawan untuk mengamati kondisi lokasi tanpa perlu hadir secara fisik.

“Kami telah memulai penerapan Virtual Tour. Contohnya, pada festival terakhir di Tabang, kami berkolaborasi dengan Asrinda Basri untuk memperluas jangkauan pariwisata Kukar,” kata Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Triyatma pada Rabu (8/5/2024).

Dengan jumlah pengikut yang signifikan, Triyatma percaya bahwa keterlibatan Asrinda Basri akan membantu mempromosikan destinasi wisata di Kutai Kartanegara hingga ke tingkat nasional.

“Virtual Tour tidak hanya memungkinkan wisatawan dari luar daerah untuk menjelajahi keindahan Kukar dari jarak jauh, tetapi kami berharap ini juga akan mendorong mereka untuk berkunjung langsung ke Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Triyatma menambahkan bahwa berbagai inovasi dalam promosi pariwisata terus dilakukan untuk tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga untuk memperkenalkan Kutai Kartanegara kepada masyarakat luas, dari dalam hingga luar daerah.

Judul di atas telah dirancang untuk menarik perhatian pembaca dan mesin pencari, dengan mempertahankan kutipan langsung dari narasumber untuk menjaga keaslian berita. (ADV)

Potensi Wisata Baru di Sangasanga: Telaga Biru Sarijaya, Harapan Baru Perekonomian Lokal

KUTAI KARTANEGARA – Pesona alam Ekowisata Telaga Biru di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan.

Terletak di bekas lahan tambang, Telaga Biru menawarkan keindahan yang siap dikelola menjadi sumber pendapatan asli Kelurahan Sarijaya.

Meski pembukaan Ekowisata Telaga Biru masih tertunda akibat kendala pengelolaan dan status lahan, Lurah Sarijaya, Agus Dina Fitriana, optimis akan mengelola lokasi ini secara bertahap.

“Kami berharap wisata ini akan menjadi unggulan di Kelurahan Sarijaya dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Agus, Rabu (8/5/2024).

Selain Telaga Biru, jembatan pelangi yang telah menjadi favorit masyarakat setempat juga menambah daftar atraksi wisata di daerah ini.

Di sisi lain, Ridha Fatrianta, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, menegaskan dukungan penuh meskipun terdapat kendala status lahan.

“Kami telah melakukan diskusi di lapangan dan mendorong kelompok sadar wisata atau pemerintah setempat untuk berkomunikasi dengan pemilik lahan,” tutur Ridha.

“Kami dari Dispar Kukar siap membantu, asalkan segala sesuatunya sudah clear, termasuk kepemilikan lahan dan aktivitas yang mereka lakukan,” tambahnya.

Dengan komunikasi yang efektif dan kerjasama yang solid, Ekowisata Telaga Biru diharapkan dapat segera menyambut wisatawan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Kelurahan Sarijaya. (ADV)

Inisiatif Pokdarwis Dikmalestari Wujudkan Danau Semayang Bebas Sampah

KUTAI KARTANEGARA – Dengan semangat yang tak pernah padam, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dikmalestari Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, berupaya keras meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengelolaan sampah yang efektif.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung yang datang ke wilayah ini.

Di tengah tantangan minimnya fasilitas pembuangan sampah, Pokdarwis tidak tinggal diam. Mereka aktif mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli dengan kebersihan lingkungan, terutama dalam membuang sampah pada tempatnya.

Mariatul Husna, Ketua Pokdarwis Dikmalestari, menuturkan bahwa kelompoknya telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) tentang pengelolaan sampah di lokasi wisata.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah di kawasan Danau Semayang,” ujar Husna, Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut, Pokdarwis juga mendapatkan dukungan sarana prasarana kebersihan dari Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, yang diharapkan dapat memperkuat upaya mereka dalam menjaga kebersihan.

Menanggapi inisiatif ini, M Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan prioritas utama bagi pengelola destinasi wisata. Dispar Kukar berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui pelatihan sanitasi dan pengelolaan sampah kepada pengelola wisata.

“Kami berencana mengadakan pelatihan serupa tahun ini, dengan melibatkan Pokdarwis dari seluruh Kukar. Kami yakin, dengan sosialisasi dan pelatihan yang berkelanjutan, pengelola wisata di Kukar akan semakin profesional dalam mengelola sampah, menciptakan destinasi yang bersih, indah, dan nyaman untuk semua,” pungkas Fatrianta. (ADV)

Dispar Kukar Segera Bentuk Empat Pokdarwis untuk Pengembangan Pariwisata

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) sedang giat mendorong pembentukan Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis) di Kukar.

Tujuan utamanya adalah memudahkan pengawasan dan pembinaan pengelolaan pariwisata.

Pada tahun 2024, rencananya akan dibentuk empat Pokdarwis di beberapa lokasi strategis di Kukar, termasuk: Aji Baiduri di Desa Loa Duri Ilir, Salok Api Laut Indah di Kelurahan Salok Api Laut, Desa Wisata Batuah Berdaula di Desa Batuah dan Pesona Belayan di Kecamatan Tabang.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Airin Susanti, menjelaskan bahwa pembentukan Pokdarwis bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata dan untuk meningkatkan kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait.

“Untuk pembentukan Pokdarwis sudah ada di empat desa, tinggal menunggu di SK kan saja. Sampai dengan saat ini sudah ada 60 Pokdarwis yang terbentuk dari tahun 2013 hingga 2024,” kata Airin, Senin (6/5/2024).

Ia mengungkapkan proses pembentukan Pokdarwis melibatkan beberapa tahap, termasuk rapat internal untuk menentukan pengurus dan kemudian mengajukan proposal kepada Dispar Kukar.

Selain itu, Pokdarwis harus memenuhi persyaratan seperti memiliki anggaran dasar, program jangka pendek dan panjang, serta aktif dalam pengelolaan tempat pariwisata.

Setiap tiga bulan, Pokdarwis diharuskan melaporkan kegiatan mereka sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Airin menegaskan pentingnya kejelasan struktur pengurus Pokdarwis karena berkaitan dengan bantuan yang diberikan, yang hanya dialokasikan kepada Pokdarwis yang aktif.

“Dengan semakin banyaknya Pokdarwis yang terbentuk, diharapkan koordinasi dalam pengembangan pariwisata di Kukar dapat lebih efektif dan membantu pemerintah dalam promosi pariwisata,” tutupnya. (ADV)

Sinergi Komunal untuk Kemajuan Wisata Alam Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA – Dinamika pembangunan pariwisata di Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren positif yang signifikan, sejalan dengan inisiatif Pemerintah Kabupaten yang giat melalui Dinas Pariwisata (Dispar) dalam mengoptimalkan potensi wisata, khususnya kekayaan wisata alam.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto, mengungkapkan optimisme terhadap sektor pariwisata yang kini menjadi primadona di era modern.

“Pariwisata memiliki kekuatan untuk memperkenalkan keunikan lokal dan secara simultan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sugiarto, Senin (6/5/2024).

Dengan keberagaman potensi wisata alam yang dimiliki, Kukar berpotensi besar untuk mengukir nama di peta pariwisata nasional.

“Kami sedang berupaya menghimpun data yang ada untuk merancang pengembangan yang strategis, yang akan disinkronkan dengan anggaran dan kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.

Sugiarto menekankan bahwa keterlibatan dan dukungan masyarakat lokal merupakan kunci utama dalam pengembangan wisata alam.

“Pengembangan harus bersifat inklusif, berakar dari keinginan dan partisipasi masyarakat, bukan sekadar instruksi top-down,” tegasnya.

Dispar Kukar berkomitmen untuk memastikan bahwa potensi wisata alam dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, dengan mengedepankan kebutuhan mereka dan berkolaborasi erat dengan pemimpin daerah.

“Kami bertekad untuk terus membangun pariwisata Kukar dengan melibatkan masyarakat secara aktif, demi menciptakan fondasi yang kokoh untuk pariwisata yang berkelanjutan dan lebih berdaya saing di masa depan,” pungkasnya. (ADV)

Mecaq Undat: Pesta Panen Dayak Kenyah yang Meriah, Kebangkitan Budaya di Tabang

KUTAI KARTANEGARA – Festival Budaya Mecaq Undat yang digelar di Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan, Kecamatan Tabang, berlangsung dengan penuh kemeriahan.

Acara tahunan ini, yang berlangsung dari 1 hingga 4 Mei 2024, menampilkan tarian khas Suku Dayak Kenyah dan serangkaian lomba olahraga tradisional.

Event yang telah menjadi bagian dari kalender Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) ini, mendapat dukungan penuh dari Dispar, mulai dari pelaksanaan festival hingga kegiatan lain yang terkait.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, melalui Adyatama Parekraf Dispar, Hadiyansah, menyatakan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan adat istiadat lokal yang lebih dari sekadar perayaan.

“Mecaq Undat bagi Suku Dayak Kenyah adalah ekspresi rasa syukur atas berkah panen padi,” ujar Hadiyansah, Senin (6/5/2024).

Tradisi menumbuk beras menjadi tepung, yang secara harfiah merupakan arti dari Mecaq Undat, merupakan simbol dari transformasi hasil panen menjadi sumber kehidupan.

“Pesta ini tidak hanya disambut antusias oleh masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari dalam dan luar negeri. Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan ekonomi di Kecamatan Tabang,” tambah Hadiyansah.

Mecaq Undat adalah upacara adat yang diadakan oleh Suku Dayak Kenyah untuk merayakan musim panen padi.

Upacara ini melibatkan prosesi menumbuk beras bersama-sama, mengikuti irama gong yang ditabuh secara serentak, sebagai simbol dari kebersamaan dan kerjasama komunitas.

Selain tarian, festival ini juga mengadakan lomba-lomba olahraga tradisional seperti dayung perahu.

Harapan besar tersemat agar melalui kegiatan ini, seni dan budaya lokal, serta potensi Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan, dapat terus dikenal dan dilestarikan. (ADV)