BERITA TERBARU

Ketua DPRD Kaltim: RPJMD 2024-2029 Harus Prioritaskan Pembangunan Manusia untuk Cegah Ketimpangan

Samarinda – Meskipun Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalimantan dan ketiga secara nasional pada akhir 2023, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyoroti ketimpangan pembangunan antar daerah yang masih mencolok.

Dengan IPM Kaltim yang mencapai 78,2, kesenjangan antara kabupaten/kota menjadi perhatian serius, terutama antara Kabupaten Mahakam Ulu yang mencatat IPM terendah 69,59 dan Kota Samarinda dengan IPM tertinggi 82,32.

“Ketimpangan ini menunjukkan bahwa tingginya IPM provinsi belum menyentuh semua daerah secara merata,” ungkap Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas.

Ia menegaskan pentingnya langkah konkret untuk mendorong pemerataan pembangunan, agar pencapaian tinggi dalam IPM tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

Selain ketimpangan dalam hal IPM, Hasanuddin juga mengkritisi tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tidak sebanding dengan angka kemiskinan yang masih tinggi, yaitu 6,11 persen pada 2023.

Meski Kaltim memiliki PDRB per kapita tertinggi kedua setelah DKI Jakarta, angka kemiskinan ekstrem yang masih tercatat 1,55 persen, tertinggi di Kalimantan, menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam distribusi kesejahteraan.

“Kita butuh strategi pembangunan yang efektif dan terukur untuk menekan kemiskinan, bukan sekadar angka PDRB tinggi,” tambahnya.

Hasanuddin juga menilai bahwa upaya pemerintah provinsi perlu dievaluasi secara mendalam agar dana yang dikeluarkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses penganggaran dan pembangunan melalui sistem yang bisa diakses oleh DPRD, seperti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Transparansi sangat diperlukan, terutama agar DPRD bisa melihat perkembangan usulan yang diajukan. Kendati tidak memiliki hak untuk memverifikasi ulang, monitoring tetap menjadi bagian penting dari peran kami,” jelasnya.

Ke depan, Hasanuddin berharap penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2024-2029 dapat mengutamakan pembangunan manusia sebagai prioritas utama, dengan tujuan untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi.

“Keberhasilan pembangunan Kaltim harus dilihat secara menyeluruh, meliputi kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta aspek keberlanjutan lingkungan hidup,” pungkasnya. (Adv)

Sapto Setyo Pramono Janji Perjuangkan Kesejahteraan Legiun Veteran dan Nasionalisme Generasi Muda

Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, yang hadir mewakili Ketua DPRD Kaltim pada upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Minggu (10/11/2024), menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan legiun veteran.

Dalam pidatonya, Sapto juga menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya rasa nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

Ia mengingatkan pentingnya mengenang jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan memperingatkan bahwa jiwa nasionalisme tidak boleh luntur.

“Adanya bangsa Indonesia ini dan sampai saat ini bisa tenteram begini karena pahlawan kita. Kebanyakan generasi muda sekarang itu kecenderungan melupakan,” ujar Sapto.

“Pasca reformasi ini, jiwa nasionalis itu hilang, apalagi generasi anak muda,” tambahnya.

Sapto berharap agar jiwa nasionalisme dapat ditanamkan kembali sejak usia dini, dan mengkritik kurikulum Merdeka yang menurutnya belum cukup efektif dalam membentuk karakter nasionalisme generasi muda.

“Kembalikan lagi seperti dulu, yang istilahnya jiwa nasionalisnya bisa terbentuk,” kata Sapto yang juga merupakan wakil rakyat dari Partai Golkar.

Selain itu, Sapto menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan bagi para legiun veteran yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Ia berencana bersama rekan-rekan DPRD Kaltim untuk meninjau lebih lanjut mengenai perlindungan kesehatan dan kesejahteraan veteran melalui peraturan daerah (perda).

“Beliau-beliau inilah pahlawan yang berjuang langsung mengusir penjajah. Artinya, kita tidak ada salahnya untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka itu,” ujar Sapto.

Ia dan kolega di DPRD berencana mengumpulkan legiun veteran bersama pemerintah daerah untuk membahas langkah-langkah konkrit dalam meningkatkan kesejahteraan mereka, termasuk pembahasan perda yang dapat memberikan perlindungan lebih bagi para veteran. (Adv)

Salehuddin Dorong Penerapan Evaluasi Alternatif Pasca Penghapusan Ujian Nasional

Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, mendorong penerapan sistem evaluasi pendidikan yang lebih terukur setelah penghapusan Ujian Nasional (UN) secara nasional sejak 2021.

Menurutnya, meski UN telah dihapus, metode evaluasi yang objektif dan berkualitas tetap diperlukan untuk menjamin kelulusan siswa.

Salehuddin menegaskan pentingnya indikator evaluasi yang jelas dalam proses belajar mengajar. Tanpa UN, lanjutnya, sangat penting untuk memiliki parameter lain yang dapat mengukur kompetensi siswa secara efektif.

“Tanpa UN, kita butuh parameter lain yang bisa mengukur kompetensi siswa. Ujian atau bentuk evaluasi lain tetap penting untuk memastikan proses pembelajaran efektif,” ujarnya, Senin (11/11/2024).

Salehuddin mengungkapkan bahwa Ujian Nasional bukan hanya sebuah formalitas, melainkan juga alat penting dalam menilai kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Menurutnya, evaluasi harus bisa mencerminkan sejauh mana kurikulum dan metode pengajaran yang diterapkan di lapangan berhasil mencapai tujuan pendidikan.

Sebagai alternatif, Salehuddin mendukung pengembangan ujian kompetensi atau survei karakter sebagai alat ukur tambahan yang dapat menilai perkembangan siswa secara lebih menyeluruh.

Ia berpendapat bahwa pendekatan ini bisa menjadi solusi yang lebih komprehensif untuk menilai efektivitas sistem pendidikan.

“Proses evaluasi apapun namanya, perlu ada untuk melihat apakah metode dan kurikulum yang diterapkan sudah tepat atau perlu ditingkatkan lagi,” lanjutnya.

Salehuddin optimis bahwa penerapan evaluasi yang tepat, meskipun tanpa UN, dapat memastikan kualitas pendidikan di Indonesia tetap terjaga.

Ia berharap evaluasi alternatif ini dapat mendorong perkembangan sistem pendidikan di Kaltim dan Indonesia secara umum, memastikan para siswa menerima pendidikan yang layak dan memenuhi standar kualitas yang diharapkan. (Adv)

Darlis Pattalongi Ingatkan Generasi Muda Pentingnya Keseimbangan Teknologi dan Nilai Tradisi

Samarinda – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, mengingatkan generasi muda untuk tidak melupakan nilai-nilai tradisi dan etika dalam mengejar ilmu pengetahuan.

Darlis menekankan bahwa kemajuan digital tidak boleh mengikis adat dan budaya yang menjadi identitas generasi penerus.

Menurutnya, teknologi yang berkembang pesat harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap nilai-nilai lokal agar generasi muda tetap memiliki karakter yang kokoh.

“Tantangan kita adalah memastikan teknologi tidak menggerus adat dan etika. Ilmu pengetahuan memang penting, tapi tanpa etika dan tradisi, fondasi karakter generasi muda bisa goyah,” kata Darlis, Senin (11/11/2024).

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya.

Ia mengungkapkan, tanpa dasar etika dan tradisi yang kuat, kemajuan teknologi bisa menciptakan ketimpangan dalam kualitas generasi muda.

“Kualitas pengetahuan yang baik harus diiringi dengan etika yang kuat. Jika tidak, ini bisa menimbulkan masalah dalam masyarakat kita,” ujarnya.

Selain itu, Darlis menyoroti pentingnya integrasi antara adat dan ilmu pengetahuan, agar budaya lokal tetap relevan di dunia global yang terus berkembang.

“Adat kita tidak bisa berkembang sendiri tanpa pengetahuan. Tantangan kita adalah menyelaraskan keduanya dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Darlis berharap agar generasi muda dapat mengadaptasi teknologi sambil tetap mempertahankan nilai-nilai budaya, menjadikan keseimbangan tersebut sebagai kekuatan karakter yang akan membawa mereka sukses baik di tingkat lokal maupun global. (adv)

Satpol PP Kukar Gelar Raker Pembentukan Satgas Linmas dan Penguatan Indikator Trantibum di Tingkat Kecamatan

Tenggarong – Satpol-PP Kukar menggelar Rapat Kerja (Raker) pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat (Satgas Linmas) berdasarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, sekaligus konsolidasi indikator ketenteraman, ketertiban umum, dan erlindungan masyarakat (trantibum).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Satpol PP Kukar tersebut dihadiri oleh 20 camat dan 20 Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) dari seluruh kecamatan di Kukar.

Acara tersebut berlangsung di Ruang Mandapa, Hotel Fugo Samarinda, pada Minggu (10/11/2024).

Tujuan utamanya adalah menyamakan persepsi terkait indikator Trantibum yang terintegrasi dalam aplikasi Si Becik Satu Data, sekaligus mendorong pembentukan Satgas Linmas di tingkat kecamatan.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kukar, Sanitya Warmah, menjelaskan pembentukan Satgas Linmas ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perlindungan masyarakat.

“Pembentukan Satgas dilakukan secara berjenjang, dimulai dari gubernur ke bupati, hingga tingkat kecamatan dan desa,” ungkapnya.

Sanitiya menambahkan, Satgas Linmas bertugas melakukan pembinaan terhadap personel Linmas melalui kegiatan pelatihan, seperti pendidikan dasar, pelatihan teknis, hingga jambore.

Selain itu, pembinaan pada tahap awal akan difokuskan pada pola pelaporan rutin terkait kejadian di wilayah kecamatan.

“Kami berharap pembentukan Satgas Linmas ini dapat memperkuat keamanan dan pelayanan masyarakat, serta mendukung pelaksanaan indikator Trantibum secara lebih efektif,” tutupnya. (adv/ak)

Kepala Distanak Hadiri Apel Hari Pahlawan, Kenang Peran Petani sebagai Pahlawan Pangan

Tenggarong – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik, hadir dalam apel peringatan Hari Pahlawan yang diadakan di halaman Kantor Bupati Kukar pada Minggu (10/11/24).

Pada kesempatan tersebut, Taufik menekankan pentingnya menghargai peran petani sebagai pahlawan pangan yang telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui ketekunan mereka dalam menyediakan kebutuhan pangan.

Menurut Taufik, peran petani sangat vital dalam kehidupan sehari-hari dan perlu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat serta pemerintah daerah.

“Petani merupakan insan yang paling berjasa dalam memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Kita dapat melihat bahwa sumber kehidupan masyarakat kita sangat bergantung pada pertanian,” ujarnya.

Taufik juga menjelaskan sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah harus memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana bagi para petani agar mereka dapat bekerja secara optimal.

“Pemerintah daerah, khususnya Distanak Kukar, berkomitmen untuk semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan petani di lapangan, seperti pelatihan dan bantuan sarana pertanian yang memadai,” tambahnya.

Ia berharap, dengan dukungan penuh pemerintah, semangat para petani akan semakin meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat Kukar, khususnya di sektor pangan, dapat terjamin.

“Dengan semangat yang terus meningkat, sektor pangan di Kukar akan berkembang dan kesejahteraan masyarakat akan terjamin,” pungkas Taufik. (adv/ak)