BERITA TERBARU

Edi Damansyah Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Pengelolaan BUMD

Tenggarong – Integritas menjadi kunci utama dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat beroperasi secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, yang menyebut bahwa tanpa kepercayaan dan transparansi, keberlangsungan BUMD dapat terancam.

Ia juga mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak mencampuri jalannya perusahaan daerah, karena hal tersebut dapat menghambat tujuan utama BUMD dalam mendukung pembangunan dan perekonomian daerah.

“Segala sesuatu itu modal utamanya adalah kepercayaan. Seperti kerja sama ini, kalau tidak ada kepercayaan, maka tidak bisa berjalan,” ujar Edi saat menghadiri buka bersama di PT MGRM pada Jumat (14/3/25).

Lebih lanjut, ia menegaskan agar setiap kerja sama yang dilakukan BUMD harus mengutamakan kepentingan publik dan terbebas dari praktik-praktik yang dapat merugikan daerah.

“Jangan sampai ada kepentingan pribadi di dalamnya. Contohnya, jika mitra kerja sama menggunakan nama MGRM tetapi memasukkan perusahaan pribadinya, hal seperti itu tidak boleh terjadi sama sekali,” tegasnya.

Di Kukar, BUMD memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah, baik sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sebagai penyedia layanan dan kebutuhan masyarakat.

Dengan tata kelola yang baik, BUMD dapat menjadi alat intervensi ekonomi yang efektif dalam menjaga keseimbangan pasar, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis.

Namun, tolak ukur keberhasilan BUMD tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang dihasilkan oleh BUMD tersebut, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Edi menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam setiap aspek operasional perusahaan daerah.

“BUMD harus dikelola dengan profesional dan transparan, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang. Jika kita bisa menjalankannya dengan benar, maka manfaatnya akan besar bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Varia Niaga Didorong DPRD untuk Selaras dengan Visi misi Pemkot Samarinda

Samarinda – Perusahaan Daerah (Perusda) Varia Niaga kembali menjadi sorotan publik setelah Komisi II DPRD Samarinda menggelar evaluasi kinerja dan rencana anggaran tahun 2025.

Perusda Varia Niaga ini dinilai memiliki peran ganda, sebagai entitas bisnis profit-oriented sekaligus penjaga stabilitas harga komoditas primer di wilayah tersebut.

Varia Niaga ditugaskan mengelola stok komoditas yang berpotensi memicu inflasi, seperti ayam, telur, bawang, minyak, dan gas.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menjelaskan, misi Varia Niaga seharusnya mendukung kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di bidang Ekonomi.

“Misi sosial mereka adalah mendukung kinerja Pemkot, khususnya di bidang ekonomi, dengan memastikan pasokan stabil dan harga terjangkau.” ucap Iswandi.

Salah satu upayanya adalah pembangunan cold storage untuk menyimpan stok ayam beku, bekerja sama dengan mitra usaha, sehingga rantai pasok UMKM tidak terganggu.

Pada 2024, perusahaan ini menerima penyertaan modal pertama sebesar Rp 10 miliar dari Pemkot. Namun, serapan anggaran dan alokasi dana masih dalam pengawasan ketat.

Lebih lanjut, Iswandi menegaskan, pihaknya masih mengkaji laporan keuangan agar dana tersebut digunakan tepat sasaran.

“Kami sedang mengkaji laporan keuangan untuk memastikan dana digunakan tepat sasaran, termasuk cash flow dan neraca laba-rugi.” tegasnya.

Dengan peran strategisnya, Varia Niaga diharapkan tidak hanya menjadi stabilisator ekonomi, tetapi juga kontributor signifikan bagi kemandirian fiskal Samarinda.

Akhir kata Iswandi berharap pengawasan ini tentunya menjadi kunci aggar anggaran dan realisasi proyek bisa tercapai.

“Pengawasan anggaran dan realisasi proyek menjadi kunci agar tujuan tersebut tercapai.” tutupnya. (adv/hd/ko)

PT Tunggang Parangan Perseroda dan PT Krakatau Bandar Samudera Jalin Kerja Sama Pengelolaan Bisnis Maritim

Tenggarong – PT Tunggang Parangan Kutai Kartanegara (Perseroda) kembali memperkuat langkahnya dalam sektor bisnis maritim dengan menandatangani lanjutan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau Steel Group).

Penandatanganan ini berlangsung di Kantor PT Tunggang Parangan, Jalan S. Parman, Kecamatan Tenggarong dan turut dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) , Edi Damansyah pada Jumat (14/3/25).

Kerja sama ini memiliki tujuan untuk memperluas layanan jasa di beberapa kawasan pelabuhan yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya alam.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengatakan keberhasilan kerja sama ini nantinya akan bergantung pada dukungan dari semua pihak, terutama para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan bisnis maritim.

“Saya berharap semua pihak bisa memberi ruang bagi PT Tunggang Parangan Perseroda agar mereka bisa berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini adalah sebuah bukti nyata BUMD dapat ikut berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan besar.

Ia juga menjelaskan model dari kerja sama yang dijalankan ini bersifat business to business (B2B), sehingga tetap akan mengedepankan prinsip bisnis yang sehat dan saling menguntungkan.

“Kalau kerja sama ini berjalan lancar, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, baik untuk PAD maupun kontribusi bagi negara,” ucapnya.

Dengan adanya kesepakatan ini, PT Tunggang Parangan Perseroda diharapkan dapat semakin berkembang dan memperluas jangkauan bisnisnya di sektor maritim.

Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Alhamdulillah, di bulan Ramadan ini kita bisa memulai kerja sama yang diharapkan membawa kemajuan bagi daerah,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

TPA Bekotok Hampir Penuh, DLHK Kukar Akan Bangun TPA Baru di Kecamatan Tenggarong

Tenggarong – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok yang berlokasi di Kelurahan Loa Ipuh kecamatan Tenggarong, semakin menurun daya tampungnya setelah bertahun-tahun menampung sampah dari beberapa kecamatan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana akan membangun TPA baru di Kecamatan Tenggarong.

TPA Bekotok yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektare itu diketahui telah beroperasi sejak lama dan kini mengalami penurunan daya tampung.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo mengatakan, setiap hari terdapat sekitar 25 ton sampah dari tiga kecamatan, yakni Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang yang masuk ke TPA tersebut.

Dengan kondisi tersebut, membuat DLHK Kukar harus mencari solusi jangka panjang dengan membangun TPA baru.

“Kami masih dalam tahap verifikasi lokasi untuk TPA baru di Tenggarong. Ada beberapa opsi yang kami pertimbangkan, tetapi belum bisa dipastikan lokasi finalnya,” ujarnya kepada awak media, Jumaat (14/3/25).

Salah satu lokasi yang menjadi pertimbangan pembangunan TPA baru berada di Desa Jonggon atau Bensamar.

Namun, lahan di Jonggon tersebut diketahui merupakan milik Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanak) Kukar sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut terkait kemungkinan hibah lahan.

“Sambil menunggu kepastian lokasi baru, kami juga mengkaji strategi perpanjangan masa pakai TPA Bekotok agar tetap bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu,” jelasnya.

Ia menegaskan pembangunan TPA baru menjadi sebuah solusi agar pengelolaan sampah di Tenggarong dan sekitarnya tetap berjalan optimal.

“Kami coba optimalkan kembali pengelolaan TPA Bekotok sambil menyiapkan pembangunan TPA baru,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Menjelang Arus Mudik, Ketua DPRD Samarinda Ingatkan Kondusifitas dan Keamanan

Samarinda – Dalam semangat Ramadan dan Idulfitri, Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat silaturahmi.

Momen kebersamaan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama yang berlangsung di rumah dinasnya, Jalan Sirad Salman, Kecamatan Samarinda Ulu.

Sejak pukul 17.30 WITA, rumah jabatan tersebut mulai dipenuhi oleh para tamu undangan, yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum (APH).

Suasana hangat semakin terasa ketika acara dimulai dengan tausiyah singkat, memberikan ketenangan dan refleksi spiritual bagi para hadirin sebelum berbuka puasa.

Tak kurang dari 5.000 porsi makanan telah disiapkan untuk menyambut para tamu. Usai berbuka, mereka bersama-sama melaksanakan salat Magrib berjamaah, lalu menikmati hidangan lezat yang telah tersedia.

“Ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga momen untuk memperkuat hubungan antara OPD, masyarakat, organisasi, dan berbagai elemen lainnya,” ujar Helmi Abdullah.

Di tengah suasana kebersamaan, politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas Kota Samarinda, terutama menjelang musim mudik.

“Sebagaimana pesan Presiden, kita semua harus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik bagi warga yang datang ke Samarinda maupun yang akan bepergian keluar kota,” imbuhnya. (adv/hd/ko)

Anak Jalanan di Samarinda jadi Perhatian DPRD, Minta Segera ada Solusi Konkrit

Samarinda – Keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis gepeng di Kota Samarinda semakin mengkhawatirkan. Meski peraturan daerah (Perda) telah diterbitkan untuk menekan aktivitas tersebut, kenyataannya mereka masih mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie menilai bahwa permasalahan ini memerlukan pendekatan lebih serius, terutama dalam hal pembinaan oleh instansi terkait.

“Untuk menyelesaikan permasalahan ini dalam jangka panjang, diperlukan pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan dari pihak berwenang,” ujarnya.

Lemahnya penegakan Perda tentang perlindungan anak jalanan, sambung dia, aturan sudah jelas melarang keberadaan anjal dan pengemis di lokasi tertentu, bahkan didukung dengan pemasangan CCTV serta plang peringatan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan regulasi tersebut belum berjalan optimal.

“Di simpang empat, misalnya, sudah jelas dilarang. Ada CCTV dan plang peringatan, tetapi tetap saja mereka masih ada. Seharusnya, jika Perda benar-benar ditegakkan, permasalahan ini bisa diminimalisir,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bersikap. Dia menekankan bahwa memberikan uang kepada anak jalanan dan pengemis justru dapat memperburuk keadaan. Sebagai alternatif, masyarakat bisa menyalurkan bantuan melalui lembaga sosial resmi.

“Masyarakat punya peran penting dalam hal ini. Jika ingin berdonasi, sebaiknya melalui lembaga sosial yang terverifikasi agar bantuan tersalurkan dengan tepat,” tuturnya.

Sementara itu, senator berasal dari Partai Pohon Beringin itu meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda untuk lebih tegas dalam menjalankan tugasnya.

“Dua instansi ini harus lebih aktif dalam menegakkan Perda. Aturan sudah ada, tinggal bagaimana penerapannya di lapangan agar benar-benar efektif,” pungkasnya. (adv/hd/ko)