DPRD Soroti Pinjaman Bank Kaltimtara, Sunggono: Sudah Dikonsultasikan

Kutai Kartanegara – Pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tahun Anggaran 2026 memasuki tahapan akhir. Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pembahasan bersama DPRD adalah pinjaman jangka pendek Pemkab Kukar kepada Bank Kaltimtara.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono usai Rapat Paripurna ke-9 Masa Sidang I DPRD Kukar dengan agenda tanggapan pemerintah daerah terhadap pemandangan umum fraksi atas Nota Keuangan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD 2026, Selasa (29/9/2026).

Sunggono mengatakan, setelah penyampaian tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi, pembahasan akan dilanjutkan melalui rapat Badan Anggaran (Banggar) sebelum masuk pada tahapan kesepakatan.

“Kita bersyukur nota yang kita ajukan disetujui dengan beberapa catatan. Catatan-catatan yang disampaikan masing-masing fraksi tadi juga sudah saya bacakan penjelasannya. Mudah-mudahan penjelasan pemerintah dapat memenuhi kaidah-kaidah yang diharapkan anggota dewan,” ujar Sunggono.

Salah satu catatan yang muncul dari fraksi DPRD berkaitan dengan pinjaman Pemkab Kukar kepada Bank Kaltimtara. Sunggono memastikan proses tersebut telah mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut aspek yang menjadi perhatian meliputi legalitas, dasar hukum, penataan dan penatausahaan, hingga ketentuan mengenai pinjaman.

“Terkait pinjaman kita ke Bank Kaltimtara, insyaallah sudah memenuhi kaidah-kaidah berdasarkan peraturan yang ada. Poinnya antara lain legalitas, dasar hukum, penataan, penatausahaan, dan ketentuan tentang pinjaman itu sendiri,” jelasnya.

Menurut Sunggono, pinjaman jangka pendek diperbolehkan sepanjang dilakukan dan diselesaikan dalam tahun anggaran yang sama serta digunakan untuk mengatasi persoalan arus kas.

“Pinjaman jangka pendek itu memang diperbolehkan sepanjang dipinjam pada tahun yang bersangkutan, dibayar pada tahun yang bersangkutan, dan digunakan untuk menutupi cash flow atau arus kas,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena pada awal 2026 arus kas daerah belum mencukupi untuk memenuhi sejumlah kewajiban kepada pihak ketiga. Sunggono menegaskan kewajiban tersebut merupakan belanja yang harus diperhitungkan dalam perencanaan anggaran.

“Di awal tahun, cash flow kita tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga. Kewajiban penyesuaian utang kepada pihak ketiga itu merupakan belanja wajib, sama seperti belanja gaji, dan wajib mengikat dalam ketentuan rencana penganggaran,” ungkapnya.

Terkait penguatan aspek regulasi, Sunggono mengatakan Pemkab Kukar telah melakukan konsultasi ke sejumlah lembaga terkait sebelum proses pinjaman dilakukan.

“Kalau saya sendiri karena sudah masuk sebagai pelaku dalam proses itu, kita ke OJK seingat saya sudah dua sampai tiga kali, ke Kemendagri, termasuk ke Ditjen Keuangan Daerah, juga pernah ke Kementerian Keuangan, dan tentu ke Bank Kaltimtara,” tuturnya.

Sunggono menambahkan, berdasarkan hasil konsultasi tersebut, mekanisme pinjaman jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah diperbolehkan dengan mekanisme pemberitahuan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dan itu diperbolehkan. Tidak perlu persetujuan, hanya memberitahukan saja,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Efisiensi Anggaran, Aulia Minta Pembangunan Lebih Selektif

Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengingatkan pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan masyarakat diperlukan agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan ruang fiskal.

Hal itu disampaikan Aulia dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka memperingati HUT ke-244 Kota Tenggarong di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Senin (28/9/2026).

Aulia mengatakan pemerintah dan masyarakat memiliki peran bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program yang dirancang pemerintah, tetapi juga dukungan dan keterlibatan masyarakat.

“Pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Keberhasilan daerah juga ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk berjalan bersama dalam mewujudkan pembangunan,” ujar Aulia.

Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga menyampaikan kondisi fiskal daerah yang menuntut pemerintah lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas pembangunan.

Ia mengatakan, efisiensi anggaran membuat pemerintah harus semakin selektif dalam menentukan program yang akan dilaksanakan. Keterbatasan ruang fiskal juga membuat seluruh kebutuhan daerah tidak dapat dipenuhi secara bersamaan.

“Saya juga ingin berbicara secara terbuka mengenai kondisi pembangunan yang kita hadapi. Kita semua memahami bahwa ruang fiskal pemerintah saat daerah semakin membutuhkan kehati-hatian,” katanya.

Kata dia, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan mendorong pemerintah menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan daerah.

“Tidak semua keinginan dapat kita penuhi sekaligus. Tidak semua program dapat dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan,” tandasnya. (adv/ns/ko)

244 Tahun Tenggarong, Aulia Dorong Kota Jadi Cermin Kemajuan Kukar

Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyebut Kota Tenggarong bukan sekadar ibu kota kabupaten, tetapi menjadi wajah Kutai Kartanegara yang mencerminkan kualitas pembangunan, pelayanan, masyarakat, dan kebudayaan daerah.

Hal itu disampaikan Aulia dalam Rapat Paripurna DPRD Kukar dalam rangka memperingati HUT ke-244 Kota Tenggarong, Senin (28/9/2026).

Aulia mengatakan peringatan tahun ini memiliki makna khusus dengan mengangkat tema “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya.” Menurutnya, kata manunggal menggambarkan semangat menyatunya pemimpin, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah.

“Pembangunan bukanlah pekerjaan pemerintah semata. Keberhasilan sebuah daerah tidak ditentukan hanya oleh seberapa banyak program yang dibuat pemerintah, tetapi oleh seberapa kuat pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” ujar Aulia.

Ia mengingatkan, usia 244 tahun Tenggarong bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang sejarah, perjuangan, perubahan, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat yang membentuk identitas daerah.

Menurut Aulia, perkembangan Tenggarong tidak terlepas dari perjalanan peradaban Kesultanan Kutai Kartanegara, kehidupan masyarakat di tepian Sungai Mahakam, perdagangan, kebudayaan, tradisi, serta perjumpaan berbagai kelompok masyarakat.

“Karena itu, ketika kita berbicara tentang Tenggarong, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang sebagian penting dari identitas Kutai Kartanegara,” katanya.

Aulia kemudian menegaskan posisi strategis Tenggarong sebagai ibu kota Kukar sekaligus cerminan daerah. Berbagai aspek yang terlihat di Tenggarong akan turut membentuk pandangan masyarakat maupun pendatang terhadap Kukar secara keseluruhan.

“Orang datang ke Tenggarong dan mereka melihat wajah Kukar. Orang melihat kebersihan kotanya, mereka melihat wajah Kukar. Orang melihat bagaimana pelayanan pemerintah diberikan, mereka melihat wajah Kukar,” tuturnya.

Karena itu, Aulia berharap Tenggarong dapat terus dikembangkan sebagai etalase Kukar, bukan hanya dari sisi tampilan kota, tetapi juga kualitas pelayanan publik, pembangunan, kehidupan masyarakat, dan pelestarian budaya.

“Tenggarong harus menjadi etalase Kutai Kartanegara. Bukan etalase yang hanya indah dilihat, tetapi kota yang mencerminkan kualitas pembangunan, kualitas pelayanan, kualitas masyarakat dan kualitas peradaban kita,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Ziarah HUT Tenggarong, Bupati Kukar Ajak Generasi Jaga Warisan Sejarah

Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak masyarakat menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam membangun Kota Tenggarong ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Aulia saat mengikuti ziarah ke makam Aji Imbut, pendiri Kota Tenggarong, serta makam raja-raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam rangka memperingati HUT ke-244 Kota Tenggarong, Senin (28/9/2026).

Ziarah tersebut turut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Sultan Aji Muhammad Arifin dan Permaisuri Ratu Praboe Ningrat beserta kerabat Kesultanan, Wakil Bupati Kukar beserta istri, unsur Forkopimda, serta Ketua DPRD Kukar.

Dalam sambutannya, Aulia mengatakan ziarah menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Tenggarong sekaligus tanggung jawab setiap generasi terhadap masa depan daerah.

“Ziarah pada hari ini juga mengingatkan kita bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab sejarahnya masing-masing,” ujar Aulia.

Ia menyebut Aji Imbut memiliki keberanian membuka babak baru dengan memindahkan pusat pemerintahan ke Tepian Pandan. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan para Sultan berikutnya melalui pembangunan dan penguatan peradaban Tenggarong.

“Kini giliran kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk mewariskan Tenggarong yang lebih baik kepada generasi yang akan datang,” katanya.

Aulia menegaskan,pembangunan Tenggarong tidak harus mempertentangkan sejarah dengan modernitas.

Menurutnya, kemajuan kota perlu tetap memiliki keterikatan dengan sejarah dan identitas budaya yang telah diwariskan.

“Kita tidak sedang memilih antara sejarah dan modernitas. Kita sedang membangun modernitas yang berakar pada sejarah,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Desa Sumber Sari Raih Prestasi Nasional, DPRD Kukar Dorong Penguatan Data di Seluruh Desa

Tenggarong – Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil mengharumkan nama daerah setelah terpilih sebagai salah satu desa terbaik dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat nasional 2026.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua II DPRD Kukar, Junadi, yang turut mendampingi Desa Sumber Sari dalam proses penilaian hingga tingkat nasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan data sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan desa.

“Alhamdulillah, jadi kemarin tanggal 26 September saya mendampingi Desa Sumber Sari dalam rangka menjadi terbaik tingkat nasional Desa Cinta Statistik,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Senin (28/9/2026).

Ia menilai, keberadaan data yang kuat di tingkat desa dapat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Karena dengan data yang kuat, kebijakan-kebijakan pun akan menyesuaikan, hasilnya akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Junadi menyebut, capaian Sumber Sari menjadi semakin berarti karena harus bersaing dengan desa-desa lain dalam program Desa Cantik tingkat nasional.

Dari sekitar 1.500 desa, terdapat 12 desa yang terpilih sebagai desa terbaik, termasuk Desa Sumber Sari yang menjadi perwakilan kawasan Kalimantan dan Sumatera serta Sulawesi.

“Jadi dari satu desa itu saja kan, dari 1.500 desa, 12 desa yang menjadi terbaik. Untuk perwakilan Kalimantan dan Sumatera, Sulawesi, Desa Sumber Sari-lah yang menjadi desa terpilih, Desa Cinta Statistik,” jelasnya.

Menurutnya, prestasi Sumber Sari tidak hanya menjadi kebanggaan bagi desa maupun Kabupaten Kukar, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam membangun sistem pengelolaan data yang lebih baik.

Karena itu, DPRD Kukar mendorong agar pengalaman dan praktik yang telah diterapkan Desa Sumber Sari dapat dibagikan kepada desa-desa lainnya di Kukar.

“Jadi setelah ini kemarin kita sudah juga berkomunikasi dengan BPS Provinsi, bagaimana nanti seluruh desa-desa yang ada di Kutai Kartanegara untuk bisa berkolaborasi dengan Desa Sumber Sari,” ungkapnya.

Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat membuat penerapan program Desa Cantik tidak berhenti di Sumber Sari, tetapi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi desa-desa lain di Kukar.

“Sehingga aktualisasi dari Desa Cantik itu bisa terserap ke seluruh desa yang ada di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv)

Ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut, Junadi Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat Kutai

TENGGARONG – Wakil Ketua II DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Junadi mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan adat serta budaya Kutai.

Pesan tersebut disampaikannya usai melakukan ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut di Tenggarong, Senin (28/9/2026).

Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memberikan penghormatan kepada Sultan Aji Imbut yang disebut sebagai salah satu tokoh pendiri Kota Tenggarong.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita sudah melakukan ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut. Ini salah satu wujud perhatian kita kepada Sultan Kutai Kartanegara, karena beliau adalah salah satu tokoh pendiri Kota Tenggarong,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga adat dan budaya merupakan bagian penting dalam mempertahankan nilai-nilai yang telah diwariskan para leluhur.

Pelestarian tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan perkembangan Kota Tenggarong.

“Ketika kita bisa terus menjaga adat mulia kita, insyaallah hal-hal positif pun akan ada di Kota Tenggarong,” kata dia.

Ia menilai perkembangan teknologi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Perubahan pola kehidupan akibat perkembangan teknologi dinilai membuat sebagian anak muda mulai menjauh dari budaya daerah.

“Karena sekarang sudah mulai terkikis dengan kemajuan teknologi. Anak-anak muda sekarang sudah mulai meninggalkan adat budaya,” ucapnya.

Karena itu, ia mengajak generasi muda di Kabupaten Kukar untuk lebih mengenal, mencintai dan ikut menjaga adat budaya Kutai.

Ia menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi penerus agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

“Itu saya mengajak adik-adik semua yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, bagaimana kita mencintai adat budaya kita sendiri. Karena kalau tidak kita sendiri yang mencintai, siapa lagi yang akan mempertahankan adat budaya kita?” tuturnya.

Ia menyebut, DPRD Kukar akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan adat, budaya dan pariwisata daerah.

Dukungan tersebut termasuk melalui fungsi penganggaran maupun berbagai hal yang berkaitan dengan kemajuan sektor pariwisata di Kukar.

“Selama ini, hal-hal yang berbau dengan adat budaya, hal-hal pariwisata, insyaallah DPRD terus akan menjaga. Baik itu penganggaran maupun hal-hal lain untuk kemajuan pariwisata di Kukar,” pungkasnya. (adv)