Pemprov Kaltim Minta Perusahaan Tambang Selaraskan Program CSR dengan Agenda Pembangunan Daerah

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengimbau seluruh perusahaan pertambangan di wilayah setempat untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan program kewajiban sosial masyarakat dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan pentingnya setiap perusahaan tambang untuk melaporkan rencana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), dan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemprov Kaltim.

Menurutnya, pelaporan dan koordinasi tersebut sangat esensial guna mencegah tumpang tindih antara program perusahaan dengan proyek pembangunan pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sinergi dengan perusahaan sangat diperlukan. Kami meminta perusahaan melaporkan rencana PPM mereka ke depan agar program kita sejalan dan tidak saling tumpang tindih,” ujar Seno Aji.

Ia menilai, pelaksanaan program CSR secara mandiri sering kali berpotensi menimbulkan duplikasi kegiatan. Salah satu contohnya adalah program beasiswa perusahaan yang bisa bersinggungan dengan alokasi dana pendidikan Pemprov Kaltim, termasuk Program Gratispol Pendidikan yang mencapai Rp1,4 triliun pada tahun 2026.

Sebagai alternatif, Wagub mendorong perusahaan lebih fokus pada dukungan infrastruktur pendidikan, seperti perbaikan fasilitas sekolah yang rusak di wilayah operasional tambang.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dapat menjadi kontribusi nyata perusahaan, terlebih karena masih terdapat kebutuhan yang belum sepenuhnya terdanai oleh mandatory spending APBD sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan.

Seno juga menekankan bahwa keberadaan industri pertambangan harus memberikan dampak positif bagi perusahaan, karyawan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Termasuk di dalamnya dukungan terhadap penyediaan rumah layak huni sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. (adv/hr/ko)

Wagub Kaltim Apresiasi dan Dukung Penyelenggaraan BESS 2025 di Unmul

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Borneo Earth Science Summit (BESS) 2025 atau Seminar Nasional Geologi yang digelar Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul).

Forum ilmiah tersebut dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kebumian serta peningkatan kesiapsiagaan daerah terhadap isu kebencanaan dan lingkungan.

“Saya mengapresiasi inisiatif Fakultas Teknik Unmul yang telah menghadirkan forum ilmiah nasional di Kalimantan Timur. Kegiatan seperti ini penting untuk mendorong pengembangan ilmu kebumian serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebencanaan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menyatakan kesediaannya untuk hadir pada puncak kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 9 Desember 2025, sebagai bentuk dukungan nyata Pemprov Kaltim terhadap penguatan kapasitas akademik dan riset di daerah.

Lebih lanjut, ia mendorong agar Fakultas Teknik Geologi Unmul dapat meningkatkan skala kegiatan ilmiah tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu langkah yang disarankan ialah memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Diponegoro (Undip), serta membuka peluang kerja sama internasional untuk memperkuat jejaring akademik.

Menurutnya, perluasan kolaborasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap reputasi institusi dan daya saing Fakultas Teknik Geologi Unmul di tingkat nasional.

“Upaya tersebut penting untuk meningkatkan daya saing Fakultas Teknik Geologi Unmul agar semakin dikenal luas dan menjadi pilihan utama calon mahasiswa, khususnya di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, penyelenggaraan BESS 2025 diharapkan mampu menjadi momentum bagi peningkatan kualitas riset dan pengembangan ilmu geologi di Kalimantan Timur. (adv/hr/ko)

KPU Kukar Beri Penjelasan Terkait Pengelolaan Anggaran PSU 2025

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan penjelasan resmi terkait pengelolaan anggaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) tahun 2025 yang belakangan mendapat perhatian dari sejumlah masyarakat.

Perhatian tersebut muncul seiring beredarnya rilis yang menyoroti dugaan kejanggalan hingga dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran PSU.

Ketua KPU Kukar, Muhammad Rahman, menjelaskan seluruh tahapan pelaksanaan PSU telah berjalan dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Saat ini, KPU Kukar berada pada tahap penyusunan pertanggungjawaban serta pengajuan review anggaran sebagai bagian dari mekanisme akuntabilitas lembaga.

“Tahapan pelaksanaan sudah selesai. Saat ini kami sedang memproses pertanggungjawaban dan pengajuan review anggaran yang selanjutnya akan disampaikan ke DPRD. Sementara itu, proses administrasi surat masih berjalan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Terkait adanya dugaan yang disampaikan oleh pihak tertentu, Rahman menegaskan KPU Kukar menghormati hak setiap pihak dalam menyampaikan pendapat.

Namun demikian, ia menekankan KPU Kukar tetap berpegang pada prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan anggaran.

“Apabila terdapat asumsi atau dugaan, silahkan disampaikan melalui mekanisme yang ada. Kami di KPU Kukar fokus menjalankan proses sesuai aturan, dan saat ini pengelolaan anggaran PSU sudah dalam tahap pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan,” terangnya.

Ia juga menyampaikan proses pemeriksaan anggaran umumnya dilakukan hingga pertengahan tahun dan digabungkan dengan pemeriksaan laporan tahun anggaran sebelumnya.

Waktu penyelesaian pemeriksaan tersebut sangat bergantung pada jadwal yang ditetapkan oleh auditor.

“Biasanya pemeriksaan berlangsung sampai sekitar bulan Juni dan digabung dengan laporan tahun 2024. Semua itu mengikuti jadwal dari pihak pemeriksa,” jelasnya.

Menanggapi informasi mengenai besaran anggaran PSU yang mencapai sekitar Rp33 miliar, Rahman membenarkan adanya realisasi kegiatan yang dilaksanakan bersama jajaran sekretariat KPU Kukar.

Namun demikian, hasil review belum dapat dipublikasikan kepada publik karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Saat ini kami belum bisa memublikasikan hasilnya karena masih dalam tahap pemeriksaan. Namun pada prinsipnya, seluruh anggaran hibah yang digunakan dapat dipertanggung jawabkan dan insyaallah dilaksanakan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (ak/ko)

Aliansi Pemuda Penegak Keadilan Gelar Aksi Tuntut Transparansi Dana PSU di KPU Kukar

Tenggarong – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Penegak Keadilan Kalimantan Timur menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Kantor Pemilihan Umum (KPU) Kukar, Senin (8/12/2025).

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut transparansi penggunaan dana hibah Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar tahun 2025.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada KPU Kukar agar segera membuka laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran PSU yang hingga kini belum dipublikasikan ke masyarakat.

Aksi protes ini sempat diwarnai pembakaran ban di depan kantor KPU sebagai simbol kekecewaan atas lambannya proses pelaporan.

Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Reza Fahlevi menyampaikan secara aturan laporan penggunaan dana hibah seharusnya sudah selesai.

Ia menegaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, pelaporan anggaran wajib disampaikan paling lambat tiga bulan setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

“Sampai hari ini laporan itu belum juga kami lihat. Ini tentu menjadi kejanggalan,” ujarnya.

Menurutnya, besarnya anggaran PSU yang mencapai sekitar Rp33,7 miliar seharusnya menjadi alasan bagi KPU untuk lebih terbuka kepada publik.

Ia menilai keterlambatan laporan berpotensi menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.

“Dengan nilai anggaran sebesar itu, wajar jika masyarakat mempertanyakan. Kalau tidak ada masalah, seharusnya laporan bisa segera dibuka,” kata dia.

Fahreza juga menyampaikan pihaknya mendapatkan penjelasan dari KPU Kukar bahwa laporan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Meski demikian, ia mendesak agar KPU aktif berkoordinasi dengan BPK untuk mempercepat penyelesaian laporan tersebut agar bisa segera dipublikasikan.

Selain mendesak KPU dan BPK, massa aksi juga meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan anggaran.

Fahreza mengatakan pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut ke Kejaksaan, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian penanganan.

“Kami berharap ada kejelasan, jangan sampai laporan ini hanya berhenti di koordinasi tanpa kejelasan tindak lanjut,” tegasnya.

Ia mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dari pemuda dan masyarakat agar proses demokrasi berjalan secara jujur, transparan, dan akuntabel.

Ia berharap KPU Kukar segera membuka informasi kepada publik sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

“Tujuan kami sederhana, transparansi dan kepastian hukum,” pungkasnya. (ak/ko)

PASKAS Kukar Galang Donasi Banjir Bandang Sumatra Lewat Aksi Kirim Cinta Untuk Sumatra

Tenggarong – Pasukan Amal Soleh Kutai Kartanegara (PASKAS Kukar) menggelar aksi penggalangan dana bagi korban musibah banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Aksi kemanusiaan tersebut mengusung tagline “Kepedulian Nasional, Kirim Cinta Untuk Sumatra” sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Sekretaris PASKAS Kukar, Linda, menjelaskan kegiatan penggalangan dana ini telah memasuki hari kedua.

Ia menyebutkan, PASKAS turun langsung ke lapangan pada jam-jam padat lalu lintas agar partisipasi masyarakat bisa lebih maksimal.

“Alhamdulillah, ini hari kedua kami turun, sebelumnya hari Kamis kemarin. Kami turun sekitar satu jam, dari setengah lima sampai setengah enam sore, menyesuaikan waktu yang ramai,” jelasnya kepada adakaltim.com, Sabtu (6/12/2025).

Pada pelaksanaan hari kedua, penggalangan dana dilakukan di dua titik strategis, yakni di sekitar Pelabuhan Pulau Kumala Tenggarong dan Simpang Lampu Merah Unikarta.

Sementara pada hari pertama, Kamis, aksi dilakukan di tiga lokasi, yaitu Pulau Kumala, kemudian di hadapan kantor DPRD Kukar, serta di kawasan Unikarta.

Terkait bentuk bantuan, Linda menyampaikan PASKAS Kukar saat ini memprioritaskan penggalangan dana tunai dan non-tunai.

“Untuk saat ini kami fokus ke dana, karena itu yang paling cepat bisa dikirim dan dieksekusi,” kata dia.

Ia juga menegaskan, seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan langsung oleh tim PASKAS Rescue yang sudah berada di lokasi terdampak bencana.

“Paskas Rescue sudah turun langsung di sana, baik PASKAS Aceh maupun Bukit tinggi. Jadi pengiriman dan eksekusinya langsung ditangani oleh PASKAS Rescue,” jelasnya.

Linda mengungkapkan, aksi solidaritas ini menjadi pengalaman pertama PASKAS Kukar dalam penggalangan dana berskala nasional.

Selama ini, PASKAS lebih fokus pada program infaq beras yang disalurkan ke pondok-pondok pesantren di wilayah Kukar.

Motivasi relawan untuk turun ke lapangan, lanjut Linda, berangkat dari rasa empati atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumatra.

“Kalau kita tidak bisa turun langsung ke sana, setidaknya kita bisa bantu lewat donasi. Kalau tidak bisa donasi, kita bisa mendoakan mereka, kalaulah mendoakan pun tidak bisa, rasanya malu sama Tuhan.” tuturnya.

Terkait total dana yang terkumpul, Linda mengatakan pihaknya masih melakukan penghitungan dan akan mengumumkannya melalui media sosial resmi PASKAS Kukar.

“Nanti setelah dihitung, kami akan update di Instagram @paskas.kutaikartanegara. Penyalurannya juga bisa dilihat di akun pusat @paskasrescue,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penghitungan, seluruh dana donasi akan langsung dikirim ke Baitulmall Munzalan Kutai Kartanegara untuk selanjutnya disalurkan melalui PASKAS Rescue.

Masyarakat yang ingin berdonasi juga dapat menyalurkannya melalui transfer ke rekening BSI 714-000-4132 atas nama Infaq Munzalan Indonesia, dengan konfirmasi ke nomor 0811-4090-0400.

Linda pun berpesan kepada masyarakat Kukar agar terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Insya Allah kami jaga transparansinya, dan semua bisa dipantau melalui media sosial kami,” pungkasnya. (ak/ko)

Harga Bahan Pokok Jelang Nataru di Kukar Dipastikan Stabil

Tenggarong – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kondisi harga kebutuhan pokok masih berada dalam batas wajar.

Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar menyatakan bahwa dinamika harga pangan sejauh ini masih terkendali, seiring langkah antisipatif yang terus dilakukan untuk menjaga pasokan dan distribusi bahan pangan strategis di pasar-pasar rakyat.

Plt Disketapang Kukar, Ananias menjelaskan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama menjelang nataru adalah cabai.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, harga cabai hingga awal Desember masih relatif stabil dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.

Stabilitas tersebut dinilai tidak terlepas dari upaya peningkatan produksi lokal melalui program gerakan tanam cabai yang telah dilakukan sebelumnya.

“Untuk cabai masih stabil. Gerakan tanam cabai yang kita lakukan kemarin cukup berhasil, jadi harga di angka Rp30–35 ribu itu masih ekonomis,” ujarnya ketika dikonfirmasi pada Sabtu (6/12/2025).

Selain cabai, Disketapang juga menaruh perhatian khusus pada komoditas pangan lain yang cenderung sensitif terhadap momen hari besar, terutama beras.

Ananias menilai, beras memiliki potensi paling besar mengalami fluktuasi harga jika tidak dikendalikan sejak dini.

Karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk melalui pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

“Kita support untuk beras supaya jangan ada gejolak. Telur, daging ayam dan bahan pokok lain juga kita pantau terus setiap harinya,” jelasnya.

Pengawasan harga dilakukan secara aktif di berbagai titik distribusi pangan, mulai dari Pasar Mangkurawang, Pasar Loa Kulu, hingga pasar-pasar yang ada di kecamatan lainnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Disketapang juga menurunkan tim enumerator yang bertugas mencatat perkembangan harga secara langsung di lapangan setiap hari.

Laporan tersebut, kata dia, menjadi dasar evaluasi cepat apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar.

Hingga saat ini, harga beras di Kukar disebut masih berada dalam kisaran Harga Indeks Tertinggi (HIT) yang telah ditetapkan.

Tim Satgas Pengendalian Harga Beras bersama Disketapang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga rutin melakukan inspeksi ke para pedagang guna memastikan mekanisme harga berjalan sesuai ketentuan.

Disketapang Kukar berharap kondisi harga yang relatif stabil ini dapat dipertahankan hingga puncak perayaan Nataru.

Ananias menegaskan, pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Kalau ada harga yang melewati HET, langsung kita beri teguran. Kemarin juga ada pengecekan dari instansi kepolisian, Disperindag dan kami Disketapang,” pungkasnya. (ak/ko)