Berhasil Raih Juara Best Catwalk, Sekretaris DPRD Kukar Apresiasi Dispar Kukar

Tenggarong – Usai menerima penghargaan sebagai juara Best Catwalk Miskat Kerja pada Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai, Sekretaris DPRD Kukar M Ridha Darmawan mengapresiasi Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar yang telah berhasil menyelenggarakannya.

Ia juga memberikan pujian kepada Pemkab Kukar terhadap upaya mereka membuat program untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan milik daerah.

“Kegiatan berkaitan dengan budaya ini luar biasa,” kata dia kepada awak media, Sabtu (20/7/2024).

Ia menyebut, kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah melalui Dispar Kukar dapat membangun mental spiritual melalui kebudayaan.

“Salah satunya adalah penyelenggaraan kegiatan saat ini ada lomba tari jepen, ada kuliner khas Kutai, dan sekaligus lomba miskat,” sebut Ridha.

Tidak hanya dengan lomba, lanjut dia, bahkan salah satunya itu baju miskat itu sudah diwajibkan bagi ASN di Kukar untuk mengenakan di setiap hari Kamis.

Kewajiban tersebut telah tertuang dalam Perda yang disahkan bersama dengan DPRD Kukar.

“Sementara imbauan dulu kepada pegawai DPRD. Kita juga menyediakan pakaian miskat bagi pegawai. Memang kadang-kadang pakaian ini orangnya bertambah besar atau kecil sehingga itu yang menjadi masalah kadang-kadang, dan sudah tidak cukup lagi,” ujarnya.

Berhasil meraih juara, Ridha pun berencana akan bersedia mengikuti kegiatan Dispar Kukar itu sebagai sakah satu bentuk dukungan dalam upaya melestarikan kebudayaan-kebudayaan milik daerah.

“Jadi kita baru mendapat predikat terbaik di catwalk. Ke depan kita berusaha lebih baik,” tutup dia. (adv/ko)

Bupati Kukar Berikan Pujian Pergelaran Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai

Tenggarong – Bupati Kukar Edi Damansyah memberikan pujian terhadap pergelaran Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai garapan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten.

“Ini berjalan tahun yang ketiga khususnya melaksanakan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai,” kata dia kepada awak media usai pembukaan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, Selasa (16/7/2024).

Ia mengungkapkan bahwa dengan festival lomba tersebut merupakan upaya bersama Pemkab Kukar untuk menjaga tradisi budaya di tanah Kutai.

“Ini kearifan lokal seperti baju miskat itu kan sudah ditetapkan menjadi pakaian dinas ASN setiap hari Kamis,” beber Edi.

Begitu pula dengan tari jepen, lanjut dia, juga patut untuk terus dikembangkan serta diangkat ke permukaan agar masyarakat luas mengetahui beraga, keindahan-keindahah dalam balutan seni dan budaya milik Kukar.

“Tari Jepen ini kan dilestarikan dengan baik. Setiap ada event-event atau Pemerintah Kabupaten menerima tamu itu selalu ditampilkan,” ucapnya.

Selain itu, sambung Edi, tidak kalah penting dengan hal lainnya, kuliner khas Kutai juga perlu untuk dikembangkan serta dilestarikan dengan baik.

“Kuliner khas Kutai itu setiap ada kegiatan apapun kita terus mendorong melaksanakan masakan khas Kutai,” ungkap dia.

Ia ingin, kekayaan budaya yang dimilik oleh Kukar ini tidak hanya dikenal di daerah saja, tetapi bisa diketahu secara nasional.

“Niatnya tidak hanya di Kutai Kartanegara, ini juga secara nasional sudah terkenal jadi melalui event ini,” sebut Edi.

Dia berharap kegiatan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai terus berkembang setiap tahunnya.

“Seperti ini kan tahun 2024 dievaluasi sehingga nanti dalam pengajuan persiapan kegiatan pembiayaan 2025 itu sudah berbasis kepada evaluasi. Jadi kita tahu di mana kelemahannya kekurangannya terus diperbaikan,” pintanya.

“Alhamdulillah ini jalan terus karena ini bagian dari program Kukar Kaya Festival dan juga dilaksanakan dengan baik Dinas Pariwisata dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten, saya terima kasih . Semoga festival ini secara konsisten bisa dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutup dia. (adv/ko)

 

Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai, Edi Damansyah: Upaya Melestarikan Kebudayaan Daerah

Tenggarong – Bupati Kukar Edi Damansyah mengungkapkan bahwa Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai merupakan upaya dari pemerintah dalam melestarikan budaya daerah.

Dalam sambutan pembukaan lomba tersebut pada Selasa (16/7/2024), ia menilai dengan diadakannya lomba maka kesempatan untuk melakukan inovasi akan terus muncul.

Misalnya dengan lomba baju miskat yang diikuti oleh OPD-OPD, BUMN, BUMD, instansi vertikal lainnya di wilayah kerja Pemkab Kukar, tentu para peserta akan melakukan desain khusus untuk menginovasikan miskat mereka sekreatif dan semenarik mungkin agar bisa memenangkan lomba.

Tentu dengan banyaknya peserta, desain baju miskat juga akan semakin banyak sehingga tidak monoton dengan satu model saja.

Lalu, di lomba bidang kuliner khas Kutai yang sangat beragam dimiliki oleh Kukar serta masih belum diberdayakan dengan baik.

Dengan lomba tersebut, maka kuliner khas Kutai dicoba untuk dimunculkan sehingga masyarakat secara luas dapat mengetahui ragam masakan khas Kutai.

Jika dihitung dari peserta lomba dan membawa masakan yang berbeda-beda, maka tidak terhitung lagi berapa jumlah kuliner khas Kutai dalam satu acara lomba saja.

Kemudian di lomba tari jepen dengan berbagai macam kreasi yang berbeda-beda baik itu tradisional maupun modern yang sangat perlu untuk terus dilestarikan serta dipromosikan.

Tidak hanya dengan lomba, kata dia, bahkan Pemkab Kukar di setiap kegiatan pasti akan selalu menampilkan tari jepen Kutai di hadapan para tamu undangan baik itu di daerah, maupun di luar daerah.

“Setiap ada agenda pemerintah kabupaten maupun kegiatan lainnya juga mendapat kesempatan sehingga kelestarian seni budaya ini terjaga dengan baik,” pungkas dia. (adv/ko)

Edi Damansyah Minta Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai Luaskan Jangkauan

Tenggarong – Bupati Kukar Edi Damansyah memintai Dinas Pariwisata (Dispar) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten agar meluaskan jangkauan pergelaran Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai.

Hal tersebut dilakukan agar setiap tahun kegiatan tersebut dapat selalu mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyampaikan bahwa di tahun berikutnya Dispar dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kukar harus dapat melibatkan anak-anak di satuan-satuan pendidikan di Kukar.

Dia menyebut, supaya kebudayaan milik daerah ini bisa terjaga sejak dari usia bawah dan diteruskan hingga ke usia yang lebih lanjut.

“Kalau belum sempat di tingkat SD (tahun bekutnya), mungkin di tingkat Sekolah Menengah pertama SMP,” ucap Edi kepada awak media usai pembukaan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, Selasa (16/7/2024).

Selan itu tidak hanya untuk siswa-siswa saja, lanjut dia, tetapi juga bisa dikolaborasikan dengan lomba yang diikuti oleh para guru.

“Sehingga tentunya tidak hanya terfokus kepada di lingkungan kerja di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, tapi bagaimana memperluas lomba miskat lomba tari jepen dan kuliner ini ke satuan-satuan pendidikan khususnya yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara seperti ini nanti,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dengan dilibatkannya para siswa dan guru di satuan-satuan pendidikan di Kukar dalam Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai adalah merupakan langkah yang konkrit untuk terus melestarikan budaya daerah.

“Dengan dikemas, diberikan kesempatan kepada anak-anak di satuan pendidikan kita misalkan di SMP supaya pengenalan sejak usia dini terhadap tradisi dan budaya yang ada di tanah Kutai Kartanegara ini,” pungkas dia. (adv/ko)

Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai, Bupati Kukar: Termasuk Program Kukar Idaman

Tenggarong – Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku bahwa Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai garapan Dinas Pariwisata (Dispar) itu termasuk dari salah satu program Kukar Idaman yaitu Kukar Kaya Festival (K3F).

Ia menjelaskan, program K3F ini selain untuk mewadahi para pelaku usaha, pelaku seni, serta semua stakeholder yang bergerak untuk terus menjaga tradisi dan budaya adat istiadat di Kukar yang terkemas dalam seni budaya, tetapi juga untuk memberi dampak peningkatan ekonomi daerah.

“Sehingga biar siklus ekosistemnya bisa berjalan dengan baik,” ucap dia dalam sambutan pada pembukaan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong pada Selasa (16/7/2024).

Ia menerangkan, Pemkab Kukar ingin memastikan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah itu berapa besar kontribusinya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

“Nanti kita bisa ukur berapa kebijakan anggaran yang kita tetapkan, berapa kondisi dampak ekonomi kerakyatan,” ujar Edi.

Maka dari itu, dia menyebut akan menunggu hasil evaluasi dari Dispar dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kukar untuk melakukan pengukuran manfaat dari Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai.

“Sejauh mana program-program yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata ini bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Tenggarong dan sekitarnya,” katanya.

Sejauh ini, Edi menilai pelaksanaan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai sudah sangat berkembang.

“Saya kira ini sudah baik sekali. Tampilan-tampilan buat kostum-kostumnya juga baik sekali,” puji dia.

Akan tetapi, ke depan ia berpesan kepada Dispar dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kukar untuk melakukan inovasi.

“Cuma nanti untuk dipikirkan ke depan lomba ini juga harus diikuti oleh anak-anak kita di satuan-satuan pendidikan. Jadi supaya konkrit untuk mengenalkan tradisi budaya ini pada usia usia dini,” tutup Edi. (adv/ko)

Edi Damansyah Minta Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai untuk Dievaluasi

Tenggarong – Bupati Kukar Edi Damansyah meminta Dinas Pariwisata (Dispar) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten agar melakukan evaluasi terhadap Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai.

Ia mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan kegiatan lomba itu dari tahun ke tahun.

“Evaluasi setelah selesai ini apa kelemahan-kelemahannya serta bagaimana perbaikan ke depan,” ucap dia dalam sambutan pembukaan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai pada Selasa (16/7/2024).

Ia juga meminta evaluasi yang dilakukan itu harus berbasih kepada data yang sesuai dengan keadaan di lapangan.

“Bahkan saya minta dari kegiatan ini itu ada survei yang dilakukan di sekitar festival ini atau sekitar Tenggarong,” pinta Edi.

Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk mengukur dampak-dampat yang diterima oleh masyarakat Kukar dengan kegiatan itu, khususnya pada peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Dengan kegiatan festival itu bagaimana dampak terhadap ekonomi kerakyatan sehingga warga kita saudara-saudara kita usaha mikro yang jualan itu kita tahu bagaimana pengaruh dampaknya terhadap festival,” tegasnya.

Edi menjelaskan, tujuan dari dilaksanakan Festival Lomba Miskat, Tari Jepen, dan Kuliner Khas Kutai selain untuk melestarikan budaya lokal, juga untuk peningkatan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, di setiap kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Kukar harus dengan tampilan-tampilan yang berkualitas.

“Sehingga orang banyak berkunjung dengan menyaksikan ini. Semakin banyak yang berkunjung pasti akan membelanjakan uangnya di pelaku-pelaku usaha yang menjajakan dagangannya pada kesempatan ini,” sebut dia.

“Jadi nanti harus diukur mas Giarto (Plt. Kepala Dispar Kukar) dan timnya tolong nanti diukur ini sehingga nanti bisa melihat seperti apa dampak ekonominya,” pungkasnya. (adv/ko)