Dispar Kukar Bersihkan Waduk Panji Sukarame, Siapkan Pengembangan Daya Tarik Wisata

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong kembali daya tarik Waduk Panji Sukarame sebagai destinasi wisata.

Langkah awal dilakukan melalui gerakan bersih-bersih dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kembali destinasi wisata Waduk Panji Suka Rame, Kelurahan Panji, Tenggarong.

Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan kegiatan tahun ini dipusatkan di Waduk Panji Sukarame karena memasuki musim kering. Kondisi tersebut membuat daun kering dan sampah lebih banyak berserakan di kawasan wisata.

Menurutnya, kebersihan menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan kenyamanan bagi pengunjung. Setelah kawasan dibersihkan, diharapkan Waduk Panji Sukarame kembali menarik masyarakat untuk datang menikmati suasana yang tenang dan sejuk.

“Kalau tempatnya sudah bersih, tenang, dan sejuk, masyarakat bisa berolahraga di area parkir, kemudian masuk ke kawasan waduk untuk bersantai, beristirahat, makan, atau minum,” ujar Agus, Rabu (7/10/2026).

Kendati demikian, Dispar Kukar menyadari kebersihan saja belum cukup untuk mengembalikan daya tarik Waduk Panji Sukarame. Minimnya atraksi dan wahana masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara bertahap.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, saat ini Dispar masih memprioritaskan pengembangan Pulau Kumala. Setelah pengembangan tersebut berjalan, Waduk Panji Sukarame berpeluang menjadi salah satu destinasi yang mendapat perhatian berikutnya.

“Daya tarik wisata itu kalau tidak ada atraksi dan wahana, orang juga jarang mau datang. Untuk menghadirkan wahana di sini, kami belum tahu seperti apa konsepnya,” katanya.

Maka dari itu, Dispar Kukar membuka kemungkinan menggandeng perguruan tinggi untuk menyusun kajian pengembangan Waduk Panji Sukarame.

“Kami juga mengkaji beberapa destinasi waduk ini yang nantinya dapat menentukan arah pengembangan, termasuk fasilitas dan wahana yang perlu menjadi prioritas,” tutup Agus. (adv/nr/ko)

DPMD Kukar Terima Usulan Pemekaran Enam Desa, Teknis dan Mekanisme Mulai Disosialisasikan

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima usulan pemekaran enam desa sepanjang 2026. Usulan tersebut kini mulai difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dengan memberikan penjelasan terkait teknis serta mekanisme pemekaran desa.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan usulan pemekaran tersebut datang dari sejumlah desa yang dinilai memiliki kebutuhan untuk melakukan penataan wilayah dan pemerintahan desa.

“Jadi di tahun 2026 ini kita menerima usulan ada enam desa yang mekar,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu usulan yang tengah mendapat perhatian adalah pemekaran yang melibatkan Desa Sebuntal dan Desa Semangkok.

Berbeda dengan pemekaran yang hanya berasal dari satu desa, rencana tersebut akan menggabungkan sebagian wilayah dari kedua desa untuk membentuk satu desa baru.

“Termasuk Desa Sebuntal dan Desa Semangkok itu. Dua desa yang sebagian wilayah mereka mau dimekarkan menjadi satu desa lagi,” jelasnya.

Arianto menjelaskan, sebagian wilayah Desa Semangkok dan sebagian wilayah Desa Sebuntal nantinya direncanakan menjadi bagian dari pembentukan desa baru. Skema tersebut tentunya membutuhkan proses dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai perangkat daerah yang memiliki fungsi fasilitasi dalam urusan pemerintahan desa, DPMD Kukar mulai turun langsung memberikan pemahaman kepada pihak-pihak terkait.

Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah desa dan masyarakat memahami persyaratan maupun tahapan yang harus dipenuhi dalam proses pemekaran.

“Jadi kita selaku OPD yang memfasilitasi kegiatan pemekaran desa itu kemarin turun untuk memberikan penjelasan seperti apa teknis mekanisme untuk pemekaran sebuah desa,” timpalnya. (adv/ns/ko)

Kades Muai PAW Dilantik, DPMD Kukar Dorong Percepatan Pembangunan Desa

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi melantik kepala desa Pengganti Antarwaktu (PAW) Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut. Pelantikan dilakukan setelah kepala desa sebelumnya meninggal dunia pada 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan pengisian jabatan kepala desa melalui mekanisme PAW dilakukan karena masa jabatan kepala desa yang tersisa masih lebih dari satu tahun.

“Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, kebetulan di tahun 2025 kepala desanya meninggal. Dalam mekanismenya, ketika sisa jabatan lebih dari satu tahun, maka harus ada kepala desa PAW,” ujarnya.

Kepala Desa Muai sebelumnya merupakan bagian dari periode masa jabatan 2022-2030. Dengan masih tersisanya masa jabatan hingga 2030, pemerintah kemudian menjalankan mekanisme PAW untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan.

Setelah melalui proses pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku dan terpilih kepala desa PAW, pemerintah daerah kemudian melaksanakan pelantikan.

Selain Desa Muai, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan proses PAW terhadap anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kelekat dan Desa Long Bleh Modang.

Arianto berharap, kepala desa PAW yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan kondisi pemerintahan dan masyarakat desa. Penyesuaian tersebut dinilai penting agar berbagai program yang telah dirancang dapat segera dilanjutkan.

“Harapan kita cepat menyesuaikan dengan program RPJMD, RPJM desanya,” katanya.

Menurutnya, masa jabatan yang masih berlangsung hingga 2030 memberikan ruang cukup bagi kepala desa PAW untuk melanjutkan sekaligus mempercepat berbagai program pembangunan yang masih tertunda.

Arianto meminta berbagai pekerjaan maupun program desa yang belum terlaksana dapat segera diidentifikasi dan dikebut pelaksanaannya.

“Karena sisa jabatan sampai dengan 2030, hal-hal yang masih terlambat segera dilaksanakan sehingga nanti pembangunannya bisa cepat dilaksanakan,” tandasnya. (adv/ns/ko)

DPMD Kukar Mulai Verifikasi Usulan RT, Dana RTKU Terbaik Disalurkan Bertahap

Kutai Kartanegara – Program RTKU Terbaik tahun 2026 mulai memasuki tahap pelaksanaan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) kini mengaktifkan tim pendamping di tingkat desa, kelurahan dan kecamatan untuk mengawal proses verifikasi usulan dari masing-masing RT.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan pelaksanaan program mulai bergerak sejak Oktober 2026. Penyaluran anggaran akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing wilayah.

“Ini mulai Oktober seolah-olah nanti bertahap kita akan salurkan,” kata Arianto.

Untuk tahun 2026, besaran anggaran program RTKU Terbaik mengalami penyesuaian. Dari sebelumnya direncanakan Rp100 juta, anggaran yang disepakati bersama antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi sekitar Rp50 juta.

Dari jumlah tersebut, Rp29 juta digunakan untuk operasional RT berupa insentif. Sementara Rp21 juta disiapkan untuk mendukung kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui RT.

Namun, DPMD Kukar belum menetapkan secara spesifik seluruh bentuk kegiatan yang akan menggunakan anggaran Rp21 juta tersebut. Hal ini lantaran pelaksanaan harus disesuaikan dengan waktu yang tersisa pada penghujung 2026.

“Rp21 juta itu penggunaannya apa? Nanti masih dikaji kira-kira menyesuaikan waktu tiga bulan ini bisa terlaksana dan menyesuaikan kapan kesiapan semua anggaran itu disalurkan,” ujarnya.

Arianto menegaskan, setiap usulan RT akan terlebih dahulu dilihat dan diverifikasi. Tim pendamping bersama kecamatan akan membantu memastikan kegiatan yang diusulkan dapat dilaksanakan dengan anggaran dan waktu yang tersedia.

Sejumlah kebutuhan masyarakat dapat menjadi pilihan pemanfaatan dana tersebut. Di antaranya penyediaan fasilitas internet gratis, pembangunan infrastruktur lingkungan maupun mendukung kegiatan gotong royong.

Menurut Arianto, pemerintah tidak ingin memaksakan seluruh program apabila tidak memungkinkan diselesaikan dalam waktu yang tersisa. Pertimbangan utama adalah memastikan kegiatan yang dipilih benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Kita akan lihat usulan-usulan RT itu, kemudian kita simulasikan mampunya dilaksanakan apa,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga akan mempertimbangkan dampak yang dihasilkan. Artinya, kegiatan yang dipilih diharapkan tidak hanya mampu direalisasikan secara administratif, tetapi juga benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Di tiga bulan terakhir 2026 ini, ketika nanti dilaksanakan itu betul-betul bermanfaat, berdampak, dapat dirasakan warga RT,” tandasnya. (adv/ns/ko)

Bupati Kukar Dijadwalkan Ikut Latihan Bersama, Persiapan Porprov Korpri Digeber

Kutai Kartanegara – Persiapan kontingen Kutai Kartanegara (Kukar) menuju Pekan Olahraga Provinsi Korps Pegawai Republik Indonesia (Porprov Korpri) mulai memasuki tahap pematangan. Sebanyak 12 cabang olahraga (cabor) telah disiapkan, lengkap dengan kerangka tim dan agenda latihan masing-masing.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan penyusunan kerangka tim telah rampung dilakukan. Sejumlah cabor bahkan sudah mulai menyusun jadwal latihan sesuai dengan venue yang akan digunakan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah ketetapan dan beberapa cabor sudah menyusun jadwal latihan untuk jadwal latihan di masing-masing venue,” ujarnya.

Salah satu perhatian dalam persiapan kali ini adalah keterlibatan pejabat di lingkungan Pemkab Kukar yang akan turun dalam kelas eksekutif. Pada sejumlah cabor, terdapat kelas yang diperuntukkan bagi pejabat eselon II dan III.

Kondisi tersebut membuat Dispora harus menyesuaikan jadwal latihan dengan agenda kedinasan para kepala OPD, kepala bidang maupun sekretaris yang menjadi bagian dari tim.

“Memang di akhir-akhir ini teman-teman kepala OPD, kepala bidang, sekretaris juga memiliki kesibukan tersendiri. Nah, kami berupaya mempertemukan tim ini dengan jadwal yang nanti akan kita buat,” katanya.

Untuk membangun kekompakan sekaligus meningkatkan motivasi, latihan bersama akan dilakukan dengan melibatkan Bupati Kukar. Latihan perdana tim pikball direncanakan berlangsung di lapangan pikball Pendopo Kantor Bupati Kukar.

Bagi Dispora Kukar, keterlibatan langsung kepala daerah dalam latihan bukan sekadar kegiatan olahraga. Kehadiran Bupati diharapkan mampu menjadi dorongan moral bagi para peserta yang nantinya membawa nama Kukar dalam ajang tersebut.

“Nanti dengan Pak Bupati kita bersama-sama latihan dengan seluruh kepala OPD. Instruksi beliau ini bagian pemicu semangat tentunya buat kita-kita yang nanti akan berlomba di Porprov Korpri,” ungkapnya.

Dari sisi target, Kukar tidak ingin sekadar menjadi peserta. Capaian peringkat kedua pada pelaksanaan sebelumnya menjadi modal sekaligus tantangan untuk meningkatkan prestasi. “Targetnya ya kita juara,” tegas Aji. (adv/ns/ko)

Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar Kolaborasi Kembangkan Wirausaha Muda

Kutai Kartanegara –  Pengembangan kewirausahaan di kalangan anak muda menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan workshop kewirausahaan yang menyasar generasi muda di Kukar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang dilaksanakan secara bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

“Workshop kewirausahaan itu adalah salah satu program yang kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan Kutai Kartanegara. Secara linear, provinsi juga tengah fokus dalam rangka menciptakan pengembangan semangat kewirausahaan,” ucapnya.

Kukar, lanjut dia, mendapat kesempatan menjadi salah satu daerah pelaksana kegiatan kewirausahaan pada tahun ini. Sasaran utama kegiatan tersebut adalah anak muda yang diharapkan dapat memperoleh wawasan sekaligus motivasi untuk mengembangkan potensi usaha.

Dalam pelaksanaannya, workshop tidak hanya berisi pelatihan, tetapi juga seminar yang menghadirkan narasumber dari berbagai pihak. Keterlibatan narasumber dari lingkungan Dinas Perdagangan Provinsi Kaltim menjadi salah satu upaya untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada para peserta.

Aji mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi para pelaku maupun calon wirausaha muda di Kukar.

“Seminar yang dilakukan sebagai upaya untuk memberikan motivasi buat kawan-kawan kewirausahaan ini. Kemudian juga bagian daripada penambah pengalaman mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan semangat kewirausahaan membutuhkan proses yang berkelanjutan.

“Karena itu, kegiatan seperti workshop dan seminar dinilai penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus pertukaran pengalaman bagi anak muda yang ingin masuk ke dunia usaha,” timpalnya. (adv/ns/ko)