Tenggarong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh harapan agar pabrik rumput laut yang berada di Kecamatan Muara Badak dapat segera beroperasi.
Keberadaan fasilitas pengolahan tersebut dinilai penting untuk menunjang pemanfaatan potensi rumput laut yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat pesisir.
Saat ini, pabrik rumput laut di Muara Badak diketahui telah memasuki tahap akhir masa uji coba atau commissioning.
Pemerintah daerah menargetkan proses serah terima serta penjajakan pengelola dapat segera dilakukan agar fasilitas tersebut bisa beroperasi secara optimal.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan, Kecamatan Muara Badak memiliki sumber daya rumput laut yang sangat potensial dan membutuhkan dukungan industri pengolahan agar memberikan nilai tambah.
Menurutnya, tanpa keberadaan pabrik, hasil rumput laut masyarakat belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan tahun 2025 untuk mendukung pembangunan pabrik rumput laut tersebut.
“Kita berharap pabrik ini bisa segera beroperasi. Anggarannya sebenarnya sudah dialokasikan pada APBD Perubahan 2025, meskipun mungkin belum sempurna dan masih membutuhkan dukungan anggaran di tahun berikutnya,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Ahmad Yani menegaskan, pembangunan hilirisasi harus diselesaikan secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Ia menilai pembangunan yang tidak tuntas justru akan mengurangi tujuan utama dari pengembangan industri pengolahan.
“Percuma membangun hilirisasi jika asas kebermanfaatannya atau proyeksi pembangunannya tidak tuntas, oleh karena itu harus benar-benar diselesaikan,” pungkasnya. (ak/ko)