Sekda Kukar Pastikan Kontrak Outsourcing Diperpanjang

Kutai Kartanegara – Kontrak tenaga kerja outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang sebelumnya berakhir pada Agustus 2026 disebut telah diperpanjang. Proses administrasi perpanjangan kontrak juga disebut tengah diselesaikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, membenarkan adanya perpanjangan kontrak bagi tenaga outsourcing tersebut.

“Sudah diperpanjang,” ujar Sunggono saat dikonfirmasi terkait kelanjutan kontrak tenaga outsourcing.

Ia juga menyampaikan bahwa proses administrasi terkait perpanjangan kontrak tersebut diharapkan segera rampung. “Insyaallah bisa segera,” kata Sunggono.

Sementara itu, terkait status pekerja setelah masa kontrak sebelumnya berakhir, Sunggono menjelaskan bahwa pekerja yang kontraknya diperpanjang akan kembali mengikuti ketentuan masa kontrak yang baru.

Menurutnya, apabila masa kontrak sebelumnya berakhir pada Agustus dan kemudian diperpanjang mulai 1 September, maka pekerja tersebut tetap memperoleh hak sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.

“Intinya kalau dia memang nanti kontraknya diperpanjang sesuai dengan batas akhir usia perpanjangan itu kan biasanya kan dari yang sudah berakhir aja,” jelasnya.

Ia memberikan ilustrasi, apabila kontrak seorang pekerja berakhir pada Agustus dan kemudian diperpanjang mulai 1 September, maka hak pekerja akan mengikuti masa perpanjangan tersebut.

“Seandainya akan mendapatkan contoh misalnya dia berakhir bulan Agustus, kemudian tanggal 1 September dia diperpanjang, sudah berarti kan dapat, dapat dong,” pungkas Sunggono. (adv/ns/ko)

Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 3-10 Desember 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, mengatakan panitia pelaksana telah mengevaluasi berbagai persiapan, mulai dari kinerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) hingga rencana kerja masing-masing bidang.

“Secara keseluruhan kita siap untuk menjadi tuan rumah,” kata Sunggono usai menghadiri rapat pada Rabu (23/9/2026).

Dalam rapat tersebut, sejumlah hal yang sebelumnya belum disepakati akhirnya telah ditetapkan, termasuk arena utama, maskot, logo, dan tema MTQ.

Sunggono menyebut, persiapan teknis dan fisik ditargetkan mulai berjalan paling lambat 1 Oktober 2026 setelah mendapat persetujuan Bupati Kukar.

Dia mengungkapkan bahwa untuk lokasi arena utama, panitia sementara menyepakati halaman Kantor Bupati Kukar. Penataan ruang nantinya diperkirakan menyerupai konsep kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan.

“Kalau sementara ini yang kita sepakati di halaman kantor Bupati. Mungkin pengaturan space-nya hampir mirip-mirip seperti 17-an,” ujarnya.

Sementara itu, Sunggono masih merahasiakan maskot MTQ yang telah disepakati panitia. Menurutnya, maskot tersebut akan diperkenalkan langsung oleh Bupati Kukar sebagai bagian dari promosi kegiatan.

“Rahasia. Nanti Pak Bupati yang sampaikan. Tapi insyaallah sangat-sangat Kutai maskotnya,” katanya.

Di sisi lain, kata Sunggono, persiapan kafilah Kukar telah dilakukan sejak awal 2026. Seleksi terbatas dilakukan pada Januari terhadap peserta MTQ tingkat kabupaten tahun sebelumnya. Proses kemudian dilanjutkan melalui seleksi dari MTQ tingkat kecamatan serta pemusatan pelatihan.

Iya menegaskan, Kukar menargetkan kembali meraih juara umum setelah sebelumnya enam kali berturut-turut menyandang predikat tersebut.

“Kukar kan pernah enam kali berturut-turut, targetnya kembali juara umum, insyaallah,” tutup Sunggono. (adv/ns/ko)

Dispar Kukar Prioritaskan Promosi Event, Berikut Jadwal Agenda hingga Akhir Tahun 2026

Kutai Kartanegara – Beragam agenda budaya, tradisi, olahraga hingga kuliner masih akan berlangsung di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) hingga penghujung 2026.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menjadikan kalender event sebagai salah satu sarana untuk memperluas informasi sekaligus mempromosikan rangkaian kegiatan tersebut kepada masyarakat dan wisatawan.

Melalui kalender event, agenda yang berlangsung di berbagai kecamatan dan desa dihimpun menjadi informasi yang lebih mudah diakses. Publik dapat mengetahui kegiatan yang akan digelar sekaligus memiliki referensi untuk menentukan kunjungan selama berada di Kukar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan mengatakan, setiap kegiatan yang telah masuk dalam pendataan terus dipublikasikan melalui berbagai kanal.

Promosi dilakukan melalui media pnline mau pun media sosial resmi pariwisata Kukar, termasuk Instagram @visitingkutaikartanegara.

“Kalender event kami manfaatkan untuk menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat dan wisatawan. Agenda yang sudah terdata akan kami promosikan melalui kanal pariwisata yang tersedia,” kata Agus, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, keberadaan kalender event penting untuk membantu memperkenalkan potensi kegiatan di berbagai wilayah Kukar. Tidak hanya agenda berskala besar, kegiatan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan juga menjadi bagian dari informasi yang dipromosikan.

Dengan begitu, masyarakat dari dalam maupun luar daerah dapat mengetahui lebih banyak pilihan kegiatan ketika berkunjung ke Kukar. Rangkaian agenda yang beragam juga memperlihatkan aktivitas pariwisata dan budaya yang tersebar di sejumlah kawasan.

“Saat ini yang kami dorong bukan hanya event yang berada di satu kawasan, tetapi juga berbagai kegiatan di kecamatan dan desa. Dengan begitu, informasi mengenai agenda daerah bisa lebih luas diketahui,” ujarnya.

Memasuki akhir 2026, sejumlah kegiatan masih tercatat dalam kalender event Kukar. Berikut agenda yang dapat menjadi referensi masyarakat dan wisatawan:

SEPTEMBER

* 11 September – Mappanre Kampung Desa Tanjung Limau
* 13 September – Festival Kota Raja
* 13 September – Tenggarong Kutai Carnival (TKC)
* 15 September – Hari Jadi Desa Prangat Selatan
* 15 September – Hari Jadi Desa Tanjung Harapan
* 18 September – Jalan Santai Desa Perjiwa
* 20 September – Festival Budaya Erau

OKTOBER

* 12 Oktober – Bersih Desa Perjiwa
* 15 Oktober – Hari Jadi Desa Sebulu Ulu
* 15 Oktober – Hari Jadi Desa Selorong
* 22 Oktober – Mecaq Undat Adat Suku Dayak Kenyah
* 24 Oktober – Festival Danau Semayang
* 26 Oktober – Kirab Gunungan Desa Kerta Buana
* 30 Oktober – MTQ Tingkat Kecamatan

NOVEMBER

* 1 November – Turnamen Sepak Bola & Volly Tingkat Kecamatan
* 1 November – Festival Budaya Sri Muntai
* 5 November – Kukarland
* 8 November – Turnamen Volly Embalut Cup 3
* 12 November – Kampong Kuliner Tradisional 7 Kelurahan Baru
* 16 November – Event Sepak Bola HUT Sumpah Pemuda
* 20 November – Tabligh Akbar Desa Embalut
* 27 November – Festival Sungai Santan Desa Santan Tengah
* 29 November – Hari Jadi Desa Lekaq Kidau
* November – Festival Sedekah Bumi Maluhu

DESEMBER

* Desember – Haul Akbar Tunggang Parangan Kutai Lama
* 10 Desember – Turnamen Volly Loa Pari Cup Desa Loa Pari
* 20 Desember – Hari Jadi Kelurahan Bukit Biru

Terakhir Agus melanjutkan bahwa, kalender event tidak berhenti pada pendataan agenda 2026. Dispar Kukar juga akan kembali menghimpun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya untuk menjadi bagian dari kalender event 2027.

“Setelah rangkaian agenda tahun ini berjalan, kami akan kembali mengumpulkan informasi event yang direncanakan tahun depan. Data tersebut menjadi bahan untuk menyusun kalender event 2027,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Dispar Kukar Beri Ruang APJI Isi Stan di Expo Erau 2026 Tawarkan Produk Lokal

Kutai Kartanegara – Keramaian Expo Erau 2026 dimanfaatkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membuka ruang promosi bagi pelaku usaha kuliner lokal.

Sejumlah produk dari anggota Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) dipajang di stan Dispar Kukar selama kegiatan berlangsung.

Beragam produk makanan, minuman hingga produk UMKM lainnya dapat dilihat langsung oleh pengunjung Expo yang digelar di halaman Stadion Rondong Demang.

Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil usaha lokal di tengah rangkaian Festival Erau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan keterlibatan APJI memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk membawa produknya lebih dekat kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan.

“Kami memberikan ruang di stan Dispar untuk teman-teman APJI agar produk mereka bisa ikut dikenal oleh pengunjung selama Erau berlangsung,” ujar Agus, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, pameran dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku UMKM memperkenalkan produk secara langsung. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai produk, tetapi juga dapat melihat beragam pilihan makanan dan minuman yang ditawarkan.

Produk APJI yang ditampilkan di stan Dispar Kukar menjadi salah satu bagian dari materi yang dibawa dalam Expo Erau tahun ini.

“Di stan kami ada berbagai produk yang dibawa APJI, mulai dari pakaian, tas, aksesoris, makanan khas produk lokal, sampai produk UMKM lainnya. Semuanya kami tampilkan supaya pengunjung bisa melihat langsung pilihan yang tersedia,” jelasnya.

Rangkaian Expo Erau selanjutnya direncanakan kembali digelar di East Park. Dispar Kukar berharap pelaksanaan expo tersebut dapat menarik lebih banyak pengunjung dibandingkan kegiatan yang berlangsung saat ini. Namun, partisipasi sejumlah OPD masih dipengaruhi kondisi anggaran masing-masing.

Beberapa perangkat daerah tetap ikut meramaikan Expo, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Dispar Kukar.

Kehadiran lintas OPD tersebut diharapkan membuat rangkaian Expo tetap memiliki beragam sajian program maupun produk yang dapat dikenalkan kepada masyarakat.

“Untuk Expo berikutnya di East Park tentu kami berharap suasananya bisa semakin ramai. Memang keikutsertaan OPD menyesuaikan kemampuan anggaran masing-masing, sehingga tidak semuanya dapat berpartisipasi,” tandas Agus. (adv/nr/ko)

Bukan Sekadar Ramai, Firnadi Ingin Erau Gerakkan Ekonomi Kukar

Tenggarong – Festival Erau Adat Kutai 2026 mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur Firnadi Ikhsan.

Masuknya Erau dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperkuat manfaatnya bagi masyarakat.

Firnadi yang menghadiri pembukaan Erau di Tenggarong, Minggu (20/9/2026), mengatakan peningkatan status tersebut perlu diikuti dengan evaluasi yang lebih menyeluruh.

Menurutnya, penyelenggaraan event berskala nasional membutuhkan ukuran keberhasilan yang tidak hanya melihat kemeriahan acara.

“Erau sudah naik kelas. Menurut saya, cara kita mengevaluasinya juga harus naik kelas. Budaya tetap menjadi ruh utama, tetapi kita juga perlu mengetahui seberapa jauh event sebesar ini memberi manfaat kepada masyarakat,” kata Firnadi.

Ia mengapresiasi target sekitar 40 ribu pengunjung yang disampaikan penyelenggara.

Rencana untuk menghitung dampak ekonomi selama pelaksanaan Erau juga dinilai sebagai langkah yang dapat dikembangkan dalam evaluasi tahunan.

Menurut Firnadi, data pengunjung sebaiknya tidak berhenti pada jumlah orang yang datang.

Pemerintah juga perlu mengetahui asal wisatawan, durasi kunjungan, destinasi yang mereka datangi hingga aktivitas ekonomi yang muncul selama berada di Kukar.

“Kalau 40 ribu orang datang, pertanyaan berikutnya adalah berapa yang berasal dari luar Kukar, berapa yang menginap, ke mana mereka berkunjung, dan bagaimana belanja mereka menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, UMKM serta ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pencatatan data tersebut bukan berarti menggeser Erau menjadi sekadar kegiatan ekonomi. Justru, data yang konsisten dapat menjadi dasar untuk menjaga keberlanjutan event sekaligus membantu pemerintah menentukan kebijakan pariwisata yang lebih sesuai dengan perkembangan.

“Kalau kita memiliki data yang konsisten setiap tahun, kita bisa membandingkan perkembangan Erau. Kita tahu apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan dukungan pemerintah sebaiknya diarahkan ke mana,” jelasnya.

Firnadi berharap hasil evaluasi Erau 2026 dapat digunakan sebagai bahan perencanaan untuk penyelenggaraan berikutnya.

Menurutnya, penguatan budaya, peningkatan kualitas event, perkembangan pariwisata dan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan identitas Erau.

“Budayanya kita jaga, kualitas event-nya kita tingkatkan, pariwisatanya berkembang, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat. Saya kira di situlah Erau dapat terus tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya,” tutup Firnadi. (ko)

Seno Aji Ikut Tari Kanjar Laki Bersama Bupati Kukar di Bepelas Malam I Erau

Kutai Kartanegara – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji turut larut dalam kemeriahan sekaligus kekhidmatan Bepelas Malam I atau Pelas Aji Sultan dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Bersama istrinya, Wahyu Seno Aji, ia mengikuti prosesi yang berlangsung di Ruang Stinggil Keraton, Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (20/9/2026) malam.

Bepelas menjadi salah satu ritual sakral yang dilaksanakan setiap malam selama rangkaian Erau oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian adat yang terus dipertahankan dalam pelaksanaan Erau.

Ritual Bepelas dimaknai sebagai upaya meneguhkan semangat raga dan sukma Sultan, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Makna tersebut berkaitan dengan harapan agar Sultan mampu menjalankan kepemimpinan terhadap rakyat dengan baik dan berwibawa.

Rangkaian acara diawali pembacaan mantra oleh dewa atau pawang. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan tarian para dewa yang bergerak mengitari Tiang Ayu sebelum Sultan menginjak pusaka Gong Raden Galuh dan disambut dentuman meriam.

Sebagai tamu undangan, Seno Aji dan istrinya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya turut memberikan warna dalam pelaksanaan ritual adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Kutai.

Suasana semakin menarik ketika prosesi memasuki bagian akhir. Seno Aji bersama Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri ikut menarikan Tari Kanjar Laki yang juga dikenal dengan sebutan Tari Ganjur Laki.

Tarian tersebut menjadi salah satu bagian yang mengiringi rangkaian kegiatan Erau. Keterlibatan Seno Aji bersama kepala daerah Kukar menunjukkan keterlibatan pemerintah dalam mengikuti rangkaian kegiatan adat yang berlangsung di Tenggarong.

Usai mengikuti Bepelas Malam I, Seno Aji menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Ia berharap momentum penutupan nantinya dapat dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan.

“Kami berharap pada penutupan Erau Adat Kutai 2026 nanti akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan sehingga dapat menyaksikan langsung. Sedang kita usahakan hal tersebut. Supaya Erau Adat Kutai 2026 ini bisa menjadi festival nasional yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar Seno.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Aji Kalbu Pribadi, perwakilan Dandim Kukar, kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat. (ko)